wah hebat sampeyan mas.... swear seumur-umur saya malah gak pernah
nanya seperti itu ke mantan pacar. Seingat saya ya cuma pas ijab kabul
di masjid itu aja... itupun pake diajarin dulu sama temen... :))

2009/8/12 Syarif Hidayat <[email protected]>:
> Hi,,,hi,,,hi,,,,
> Aya..aya wae.
> Saya malah cuma baru kenal 6 bulan saja dengan calon istri saya, Karna sudah
> kebelet,,, ya udah saya tanya doi.. mau gak jadi istriku... doi jawab dengan
> tegas,.... MAU...
>
> ----- Original Message -----
> From: Echy Pamungkas
> To: [email protected]
> Sent: Wednesday, August 12, 2009 10:36 AM
> Subject: Re: [Is-lam] Tips dan Nasihat untuk Menikah
> duh mas dewa jadi curhat...saya malah nggak pernah pacaran mas...
>
> wassalamu'alaikum wr wb
> Echy Pamungkas
>
> --- Pada Sel, 11/8/09, Dewa Gede Permana <[email protected]>
> menulis:
>
> Dari: Dewa Gede Permana <[email protected]>
> Judul: Re: [Is-lam] Tips dan Nasihat untuk Menikah
> Kepada: [email protected]
> Tanggal: Selasa, 11 Agustus, 2009, 1:55 PM
>
> Betul mas, lamanya masa pacaran memang bukan jaminan mendapatkan
> informasi yg akurat perihal pasangan. Saya dulu pacaran selama lebih
> dari 7 tahun dan saya pikir sudah cukup kenal baik-buruk tabiatnya dgn
> lengkap, tetapi nyatanya ya meleset juga. Yang dulunya saya kira dia
> wanita keukeuh, kuat, mandiri dan rasional tapi ternyata belakangan
> ketika hadapi sakit barulah muncul perilaku mutan nya. Bisa
> dibayangkan kalo keukeuh nyampur dengan irrasional?.... kebanyakan
> malah nyusahin orang-orang disekitarnya saja. 2 hari keluar dari RS
> tiba-tiba maksain diri nginap 2 malam di puncak utk mengawasi kegiatan
> LDK mahasiswa2 nya, mentang2 pudek dah kayak pejabat eselon supersibuk
> aja. Pulang sampai rumah dah keliatan pucat.... eehh besoknya masuk
> kerja dan pulang agak lambat krn ada meeting katanya. Serasa
> menghadapi cat woman aja nih. Itu kalo tdk ditegur dgn keras bisa-bisa
> opname lagi... dan kalo opname dah pasti ane juga gak bisa kerja....
> soale ternyata baru ketahuan sekarang kalo istri saya itu sangat tdk
> suka dgn suasana rumah sakit. Dulu pas pacaran hal ini gak terlihat
> krn memang gak pernah di opname.
>
> 2009/8/11 A Nizami <[email protected]>:
>> Assalamu'alaikum wr wb,
>>
>> Umumnya setiap orang yang dewasa pasti ingin menikah untuk membentuk
>> keluarga sakinah mawaddah war rahmah atau keluarga yang bahagia di dunia dan
>> akhirat. Apalagi nikah adalah satu perintah agama:
>> “Dan kawinkanlah orang-orang yang sedirian diantara kamu, dan orang-orang
>> yang layak (berkawin) dari hamba-hamba sahayamu yang lelaki dan hamba-hamba
>> sahayamu yang perempuan. Jika mereka miskin Allah akan memampukan mereka
>> dengan kurnia-Nya. Dan Allah Maha luas (pemberian-Nya) lagi Maha
>> Mengetahui.” [An Nuur:32]
>> Barangsiapa kawin (beristeri) maka dia telah melindungi (menguasai) separo
>> agamanya, karena itu hendaklah dia bertakwa kepada Allah dalam memelihara
>> yang separonya lagi. (HR. Al Hakim dan Ath-Thahawi)
>> Hadis riwayat Anas ra.:
>> Bahwa beberapa orang sahabat Nabi saw. bertanya secara diam-diam kepada
>> istri-istri Nabi saw. tentang amal ibadah beliau. Lalu di antara mereka ada
>> yang mengatakan: Aku tidak akan menikah dengan wanita. Yang lain berkata:
>> Aku tidak akan memakan daging. Dan yang lain lagi mengatakan: Aku tidak akan
>> tidur dengan alas. Mendengar itu, Nabi saw. memuji Allah dan bersabda: Apa
>> yang diinginkan orang-orang yang berkata begini, begini! Padahal aku sendiri
>> salat dan tidur, berpuasa dan berbuka serta menikahi wanita! Barang siapa
>> yang tidak menyukai sunahku, maka ia bukan termasuk golonganku. (Shahih
>> Muslim No.2487)
>> Hadis riwayat Sa`ad bin Abu Waqqash ra., ia berkata:
>> Rasulullah saw. melarang Usman bin Mazh`un hidup mengurung diri untuk
>> beribadah dan menjauhi wanita (istri) dan seandainya beliau mengizinkan,
>> niscaya kami akan mengebiri diri. (Shahih Muslim No.2488)
>> Abdullah Ibnu Mas'ud Radliyallaahu 'anhu berkata: Rasulullah Shallallaahu
>> 'alaihi wa Sallam bersabda pada kami: "Wahai generasi muda, barangsiapa di
>> antara kamu telah mampu berkeluarga hendaknya ia kawin, karena ia dapat
>> menundukkan pandangan dan memelihara kemaluan. Barangsiapa belum mampu
>> hendaknya berpuasa, sebab ia dapat mengendalikanmu." Muttafaq Alaihi.
>> Nah bagaimana caranya agar kita bisa memiliki keluarga yang bahagia?
>> Itu semua tak lepas dari usaha, doa, dan tawakkal kita kepada Allah SWT.
>> Allah dan RasulNya sudah memberi petunjuk di Al Qur’an dan Hadits.
>> Melihat dan berkenalan
>> Sebelum memutuskan untuk menikah, kita harus melihat dulu calon pasangan
>> kita. Ini agar tidak seperti membeli kucing dalam karung:
>> Menurut riwayat Muslim dari Abu Hurairah bahwa Nabi Shallallaahu 'alaihi
>> wa Sallam pernah bertanya kepada seseorang yang akan menikahi seorang
>> wanita: "Apakah engkau telah melihatnya?" Ia menjawab: Belum. Beliau
>> bersabda: "Pergi dan lihatlah dia."
>> Jangan Berpacaran
>> Meski kita harus ta’aruf atau mengenal, tapi pacaran dalam Islam adalah
>> hal yang terlarang.
>> “Dan janganlah kamu mendekati zina; sesungguhnya zina itu adalah suatu
>> perbuatan yang keji. Dan suatu jalan yang buruk.” [Al Israa’:32]
>> Ada orang yang berpacaran sampai bertahun-tahun lebih. Bahkan ada pula
>> yang sampai kumpul kebo dengan alasan agar bisa mengenal calon pasangannya.
>> Itu adalah haram. Toh begitu menikah, banyak juga yang cerai.
>> Sebab bagaimana pun juga orang pacaran itu selalu menutupi kekurangannya
>> dan hanya menampilkan yang baik-baik saja. Banyak ulama mengatakan, kalau
>> pacaran itu tidak pernah kita mendengar suara kentut dari pasangan kita..
>> Tapi begitu menikah, sering sekali kedengaran. Jadi pacaran itu bukanlah hal
>> yang yang tepat untuk mengenal pasangan.
>> Untuk mengenal pasangan anda, carilah informasi dari orang dekatnya entah
>> itu saudara, teman, atau tetangganya. Minta juga penilaian dari orang tua
>> dan keluarga anda. Sebab orang yang jatuh cinta itu banyak yang “buta.”
>> Tidak dapat melihat kekurangan orang yang dia cinta.
>> Sulit Mencari Jodoh?
>> Ada juga orang yang sulit mencari jodoh. Kemungkinan orang ini terlalu
>> pilih-pilih atau selektif. Yang penting itu sebenarnya akhlak dan agamanya.
>> Tampang itu yang biasa-biasa saja, begitu pula yang lainnya.
>> Selain itu seringlah bersilaturrahim ke tempat saudara atau mengikuti
>> pengajian. Makin luas silaturrahim anda, makin mudah pula anda mencari
>> jodoh. Jangan lupa untuk senantiasa senyum sehingga orang tidak kabur ketika
>> melihat anda...
>> Jangan Melamar Wanita yang Sedang Dilamar Orang Lain
>> Ada pepatah Perancis: “Cherchez la Femme” Artinya, (jika ada keributan)
>> carilah wanitanya. Ini karena sering terjadi perkelahian untuk memperebutkan
>> wanita. Tak jarang berakhir dengan maut. Oleh karena itu, Islam melarang
>> seseorang untuk melamar wanita lain yang sedang dilamar pria lain.
>> Dari Ibnu Umar ra bahwa Rasulullah SAW bersabda: "Janganlah seseorang di
>> antara kamu melamar seseorang yang sedang dilamar saudaranya, hingga pelamar
>> pertama meninggalkan atau mengizinkannya." Muttafaq Alaihi dan lafadznya
>> menurut Bukhari.
>> Memilih Pasangan Hidup
>> Pertama-tama kita harus mencari pasangan hidup yang baik menurut agama.
>> Mungkin banyak orang mengeluh karena dia sulit mendapat jodoh. Tidak ada
>> pria/wanita yang mendekati dirinya. Nah orang itu harus introspeksi diri.
>> Pertama apakah penampilannya kucel dan semrawut? Jika ya, jangan heran
>> jika banyak orang tidak menengok dirinya. Kita harus berpenampilan bersih,
>> rapi, dengan wajah yang ceria. Jika wajah murung atau cemberut tentu orang
>> juga enggan mendekat. Itulah sebabnya Nabi berkata “Senyum itu sedekah”
>> Kemudian lihat pergaulan atau jaringan teman dan keluarga anda. Apakah
>> anda sehari-hari hanya berkurung diri di kamar saja? Tentu saja anda tidak
>> harus melakukan dugem di diskotik yang akhirnya paling hanya dapat pecandu
>> narkoba/alkohol sebagai suami/istri. Tapi anda bisa mengikuti pengajian di
>> lingkungan rumah anda.
>> Bagaimana pun juga keluarga dan teman bisa jadi mak comblang/perantara
>> yang ampuh untuk mencari jodoh.
>> Jangan pasang kriteria terlalu tinggi, misalnya harus ganteng/cantik,
>> harus cerdas lulus S3, kaya, dan beriman. Sulit mencari orang yang sempurna.
>> Jika pun anda bisa menemukan orang yang seperti itu, belum tentu dia mau
>> dengan anda..
>> Pilihlah wanita yang beriman dan saleh untuk jadi pasangan anda:
>> Sesungguhnya dunia seluruhnya adalah perhiasan dan sebaik-baik perhiasan
>> adalah wanita (isteri) yang sholehah. (HR. Muslim)
>> Wanita dinikahi karena empat faktor, yakni karena harta kekayaannya,
>> karena kedudukannya, karena kecantikannya, dan karena agamanya. Hendaknya
>> pilihlah yang beragama agar berkah kedua tanganmu. (HR. Muslim)
>> Wanita yang baik akan senantiasa menjaga auratnya. Dia tidak akan menerima
>> tamu pria yang bukan muhrimnya jika anda pergi bekerja.
>> Sebaliknya, jangan pilih wanita yang mengumbar auratnya/sexy untuk
>> menggoda para pria. Banyak terjadi wanita seperti ini ketika suaminya pergi,
>> maka dia selingkuh dengan pria lain. Bahkan tidak jarang akhirnya membunuh
>> suaminya agar bisa tetap bersama pacarnya. Semoga hal ini tidak menimpa kita
>> semua.
>> “Laki-laki yang berzina tidak mengawini melainkan perempuan yang berzina,
>> atau perempuan yang musyrik; dan perempuan yang berzina tidak dikawini
>> melainkan oleh laki-laki yang berzina atau laki-laki musyrik, dan yang
>> demikian itu diharamkan atas oran-orang yang mukmin” [An Nuur:3]
>> Pilih wanita yang beriman. Bukan yang musyrik/beda agama:
>> “Dan janganlah kamu menikahi wanita-wanita musyrik, sebelum mereka
>> beriman. Sesungguhnya wanita budak yang mukmin lebih baik dari wanita
>> musyrik, walaupun dia menarik hatimu. Dan janganlah kamu menikahkan
>> orang-orang musyrik (dengan wanita-wanita mukmin) sebelum mereka beriman.
>> Sesungguhnya budak yang mukmin lebih baik dari orang musyrik, walaupun dia
>> menarik hatimu. Mereka mengajak ke neraka, sedang Allah mengajak ke surga
>> dan ampunan dengan izin-Nya. Dan Allah menerangkan ayat-ayat-Nya
>> (perintah-perintah-Nya) kepada manusia supaya mereka mengambil pelajaran.”
>> [Al Baqarah:221]
>> Sebelum anda jatuh cinta dengan seseorang, teliti dulu agamanya. Islam apa
>> bukan? Jika Islam, perhatikan lagi, sholat apa tidak? Jika tidak sholat,
>> sebaiknya tinggalkan karena sholat adalah pembeda antara orang yang beriman
>> dengan orang kafir.
>> Seganteng atau secantik apa pun orang yang membuat anda jatuh hati, jika
>> dia kafir niscaya akan dibakar dengan api neraka sehingga wujudnya akan jadi
>> mengerikan. Jika anda pernah menyaksikan mayat yang hangus hitam terbakar,
>> ingatlah itu. Seganteng apa pun orang itu misalnya seganteng Primus atau
>> Keanu Reves, tapi jika dia kafir maka wajahnya akan mengerikan bukan hanya
>> di neraka. Tapi juga di kubur. Ingatlah hal ini agar anda tidak tertarik
>> dengan orang kafir yang ganteng atau cantik.
>> Meski mungkin sudah banyak yang tahu, ada baiknya kita baca ayat di bawah
>> tentang siapa yang tidak boleh kita nikahi:
>> “Diharamkan atas kamu (mengawini) ibu-ibumu; anak-anakmu yang perempuan;
>> saudara-saudaramu yang perempuan, saudara-saudara bapakmu yang perempuan;
>> saudara-saudara ibumu yang perempuan; anak-anak perempuan dari
>> saudara-saudaramu yang laki-laki; anak-anak perempuan dari saudara-saudaramu
>> yang perempuan; ibu-ibumu yang menyusui kamu; saudara perempuan sepersusuan;
>> ibu-ibu isterimu (mertua); anak-anak isterimu yang dalam pemeliharaanmu dari
>> isteri yang telah kamu campuri, tetapi jika kamu belum campur dengan
>> isterimu itu (dan sudah kamu ceraikan), maka tidak berdosa kamu
>> mengawininya; (dan diharamkan bagimu) isteri-isteri anak kandungmu
>> (menantu); dan menghimpunkan (dalam perkawinan) dua perempuan yang
>> bersaudara, kecuali yang telah terjadi pada masa lampau; sesungguhnya Allah
>> Maha Pengampun lagi Maha Penyayang.” [An Nisaa’:23]
>> Amati Bagaimana Amarahnya
>> Setiap orang pasti pernah marah. Cuma ada yang melampiaskan kemarahannya
>> dengan perbuatan yang menyakitkan, ada juga yang sekedar mengeluarkan
>> kata-kata kotor, ada pula yang sekedar diam saja.
>> Kekerasan Dalam Rumah Tangga (KDRT) terjadi akibat pasangan tidak mampu
>> mengontrol amarahnya. Kadang bukan sekedar melukai, tapi juga bisa membunuh
>> pasangan atau anaknya. Oleh karena itu anda harus bisa mengetahui bagaimana
>> sifat calon pasangan anda jika marah agar tidak menyesal nantinya. Jangan
>> sampai, terutama kaum wanita, jadi sansak hidup yang selalu dipukul oleh
>> suaminya.
>> Ada wanita yang baru tahu suaminya kasar setelah menikah. Sering memukul
>> hingga membuat dia berdarah. Sebelum menikah, katanya calon suaminya sangat
>> baik. Oleh karena itu tak ada salahnya jika anda sekali dua kali mencoba
>> membuat pasangan anda marah agar hal semacam itu bisa dideteksi secara dini.
>> Jika anda terlanjur menikahi orang seperti ini, sebaiknya segera mencari
>> perlindungan dan bercerai. Memang setelah marah mereka sangat baik dan
>> sangat cepat menjadi baik lagi karena seluruh kemarahannya mereka keluarkan
>> kepada anda. Tapi pasti mereka akan mengulanginya lagi.
>> Sebaik-baik orang adalah yang diam jika dia marah. Jika pun berkata, dia
>> sekedar mengungkapkan hal yang dia tidak suka tanpa menyebut anda dengan
>> sebutan yang buruk.
>> Paling dekat dengan aku kedudukannya pada had kiamat adalah orang yang
>> paling baik akhlaknya dan sebaik-baik kamu ialah yang paling baik terhadap
>> keluarganya. (HR. Ar-Ridha)
>> Bila seorang dari kamu sedang marah hendaklah diam. (HR. Ahmad)
>> Selama menikah, Nabi belum pernah memukul istri atau pun anak-anaknya.
>> Pada saat anda sudah menikah, sebaiknya hanya ada 1 pihak saja yang marah.
>> Yang lain sebaiknya mengalah. Ketika marah, jangan sekali-kali mengucapkan
>> kata “Cerai.” Sebab itu bukanlah kata yang bisa diucapkan secara main-main
>> atau untuk mengancam.
>> Dari Abu Hurairah ra bahwa Rasulullah SAW bersabda: "Tiga hal yang bila
>> dikatakan dengan sungguh akan jadi dan bila dikatakan dengan main-main akan
>> jadi, yaitu: nikah, talak dan rujuk (kembali ke istri lagi)." Riwayat Imam
>> Empat kecuali Nasa'i. Hadits shahih menurut Hakim.
>> Jangan pula anda mengeluarkan kata-kata dari “Kebun Binatang” atau pun
>> sebutan menyakitkan lainnya.
>> “Hai orang-orang yang beriman, janganlah sekumpulan orang laki-laki
>> merendahkan kumpulan yang lain, boleh jadi yang ditertawakan itu lebih baik
>> dari mereka. Dan jangan pula sekumpulan perempuan merendahkan kumpulan
>> lainnya, boleh jadi yang direndahkan itu lebih baik. Dan janganlah suka
>> mencela dirimu sendiri (sesama Muslim) dan jangan memanggil dengan gelaran
>> yang mengandung ejekan. Seburuk-buruk panggilan adalah panggilan yang buruk
>> sesudah iman dan barangsiapa yang tidak bertobat, maka mereka itulah
>> orang-orang yang zalim.” [Al Hujuraat:11]
>> Jangan Mencintai Pasangan Anda Secara Berlebihan
>> Menurut pepatah Inggris: “Love me little, love me long”. Cintai aku
>> sedikit, tapi abadi. Biasanya pasangan yang cintanya berlebihan, sehingga di
>> depan umum pun tampil sangat mesra, dalam beberapa tahun saja pasti
>> bercerai. Ini karena rasa cintanya terlalu diumbar sehingga dalam waktu
>> singkat sudah “habis.”
>> Dalam Islam, kita tidak boleh berlebihan. Kita harus mengutamakan cinta
>> kita kepada Allah dan Rasulnya. Jika pun kita mencintai sesama atau pasangan
>> kita, itu karena Allah.
>> Barangsiapa memberi karena Allah, menolak karena Allah, mencintai karena
>> Allah, membenci karena Allah, dan menikah karena Allah, maka sempurnalah
>> imannya. (HR. Abu Dawud)
>> Jika kita mencintai pasangan kita lebih daripada Allah, niscaya hati kita
>> akan hancur dan putus asa jika pasangan kita meninggalkan kita baik karena
>> cerai atau pun karena mati.
>> Sebaliknya jika kita mencintai Allah di atas segalanya, niscaya kita akan
>> selalu tegar dan tabah karena kita yakin bahwa Allah itu Maha Hidup dan
>> Abadi serta selalu bersama dengan hambanya yang Saleh.
>> Menikahlah Karena Cinta
>> Seharusnya kita menikah karena cinta. Bukan karena paksaan. Oleh karena
>> itu, sebetulnya kisah kawin paksa antara Siti Nurbaya dengan Datuk Maringgih
>> itu bertentangan dalam Islam.
>> Dari Zakwan ia berkata: Aku mendengar Aisyah berkata: Aku bertanya kepada
>> Rasulullah saw. tentang seorang gadis perawan yang dinikahkan oleh
>> keluarganya, apakah ia harus dimintai persetujuan ataukah tidak? Beliau
>> menjawab: Ya, harus dimintai persetujuan! Lalu Aisyah berkata: Aku katakan
>> kepada beliau, perempuan itu merasa malu. Rasulullah saw. bersabda: Itulah
>> tanda setujunya bila ia diam. (Shahih Muslim No.2544)
>> Syiarkanlah Pernikahan
>> Dalam Islam, pernikahan itu meski itu adalah pernikahan kedua, ketiga,
>> atau keempat (poligami) harus disiarkan ke masyarakat luas agar nanti tidak
>> terjadi fitnah.
>> Dari Amir Ibnu Abdullah Ibnu al-Zubair, dari ayahnya Radliyallaahu 'anhu
>> bahwa Rasulullah Shallallaahu 'alaihi wa Sallam bersabda: "Sebarkanlah
>> berita pernikahan." Riwayat Ahmad. Hadits shahih menurut Hakim.
>> Hadis riwayat Anas bin Malik ra.:
>> Bahwa Nabi saw. melihat warna bekas wangian pengantin di tubuh Abdurrahman
>> bin Auf, lalu beliau bertanya: Apakah ini? Abdurrahman menjawab: Wahai
>> Rasulullah, sesungguhnya aku baru saja menikahi seorang wanita dengan mahar
>> seharga lima dirham emas. Rasulullah saw. lalu bersabda: Semoga Allah
>> memberkahimu dan rayakanlah walaupun dengan seekor kambing. (Shahih Muslim
>> No.2556)
>> Dari Anas Ibnu Malik ra bahwa Nabi SAW pernah melihat bekas kekuningan
>> pada Abdurrahman Ibnu Auf. Lalu beliau bersabda: "Apa ini?". Ia berkata:
>> Wahai Rasulullah, sesungguhnya aku telah menikahi seorang perempuan dengan
>> maskawin senilai satu biji emas. Beliau bersabda: "Semoga Allah
>> memberkahimu, selenggarakanlah walimah (resepsi) walaupun hanya dengan
>> seekor kambing." Muttafaq Alaihi dan lafadznya menurut Muslim.
>> Sering orang melakukan pernikahan secara diam-diam atau nikah siri
>> sehingga orang banyak tidak tahu apakah mereka berdua menikah atau tidak.
>> Itu jelas tidak sesuai dengan sunnah Nabi. Jika yang dilakukan pernikahan
>> siri adalah istri kedua sementara istri pertama dirayakan, maka itu adalah
>> ketidak-adilan yang tidak bisa ditolerir.
>> Dari Abu Hurairah ra bahwa Nabi SAW bersabda: "Barang siapa memiliki dua
>> orang istri dan ia condong kepada salah satunya (tidak adil), ia akan datang
>> pada hari kiamat dengan tubuh miring." Riwayat Ahmad dan Imam Empat, dan
>> sanadnya shahih.
>> Jangan Bercerai
>> Perceraian adalah hal yang halal tapi dibenci Allah:
>> Dari Ibnu Umar ra bahwa Rasulullah SAW bersabda: "Perbuatan halal yang
>> paling dibenci Allah ialah cerai." Riwayat Abu Dawud dan Ibnu Majah
>> Kenapa begitu?
>> Karena perceraian bukan hanya menyakitkan pihak yang bercerai, tapi juga
>> anak-anaknya.
>> Agar tidak bercerai, maka suami harus bertanggung-jawab memberi nafkah
>> lahir dan batin pada istrinya dan keluarganya serta memperlakukan mereka
>> dengan baik.
>> Istri juga harus paham bahwa suami adalah pemimpin keluarga dan
>> menghormatinya.
>> “Kaum laki-laki itu adalah pemimpin bagi kaum wanita, oleh karena Allah
>> telah melebihkan sebahagian mereka (laki-laki) atas sebahagian yang lain
>> (wanita), dan karena mereka (laki-laki) telah menafkahkan sebagian dari
>> harta mereka. Sebab itu maka wanita yang saleh, ialah yang taat kepada Allah
>> lagi memelihara diri[289] ketika suaminya tidak ada, oleh karena Allah telah
>> memelihara (mereka)..” [An Nisaa’:34]
>> Sediakanlah makan dan minuman bagi suami dan keluarganya. Karena wanita
>> bertanggung-jawab mengatur hal itu. Masing-masing punya tugas dan
>> tanggung–jawab.
>> Jika marah, sebaiknya diam. Jangan melontarkan kata-kata yang menyakitkan.
>> Apalagi sampai main tangan. Jika ada satu yang marah, yang lain hendaknya
>> mengalah. Sebab kalau keduanya sama-sama marah bisa berakibat “fatal.”
>> Istri juga harus menghargai orang tua suami, begitu pula sebaliknya karena
>> kedua orang tua tersebut seolah-olah sudah jadi orang tua mereka semua.
>> Sering perceraian terjadi karena faktor ekonomi, misalnya suami
>> penghasilannya kurang atau bahkan diPHK. Istri hendaknya tidak diam atau
>> justru merongrong suaminya. Sebaliknya coba bantu suaminya mencari nafkah.
>> Meski wanita tidak wajib mencari nafkah, toh Khadijah yang merupakan
>> wanita yang paling utama, membantu Nabi dengan harta kekayaannya.
>> Saya lihat juga para istri yang langgeng menikah dengan suaminya, aktif
>> membantu suaminya mencari uang dengan membuka katering atau berdagang di
>> rumah sehingga mereka bisa menyekolahkan anak-anaknya hingga kuliah.
>>
>> Baca selengkapnya di:
>> Media Islam – Belajar Islam sesuai Al Qur’an dan Hadits
>> www.media-islam.or.id
>>
>>
>> ===
>> Ayo Belajar Islam sesuai Al Qur'an dan Hadits
>> http://media-islam.or.id
>> Info untuk Indonesia lebih baik: www.infoindonesia.wordpress..com
>> Belajar Islam via SMS: REG SI ke 3252 Berhenti ketik:UNREG SI Hanya dari
>> Telkomsel
>>
>> Milis Syiar Islam: [email protected]
>>
>>
>>      Akses email lebih cepat. Yahoo! menyarankan Anda meng-upgrade browser
>> ke Internet Explorer 8 baru yang dioptimalkan untuk Yahoo! Dapatkan di sini!
>> http://downloads.yahoo.com/id/internetexplorer
>>
>> _______________________________________________
>> Is-lam mailing list
>> [email protected]
>> http://server03.abangadek.com/cgi-bin/mailman/listinfo/is-lam
>>
> _______________________________________________
> Is-lam mailing list
> [email protected]
> http://server03.abangadek.com/cgi-bin/mailman/listinfo/is-lam
>
> ________________________________
> Berselancar lebih cepat.
> Internet Explorer 8 yang dioptimalkan untuk Yahoo! otomatis membuka 2
> halaman favorit Anda setiap kali Anda membuka browser.Dapatkan IE8 di sini!
> (Gratis)
>
> ________________________________
>
> _______________________________________________
> Is-lam mailing list
> [email protected]
> http://server03.abangadek.com/cgi-bin/mailman/listinfo/is-lam
>
> _______________________________________________
> Is-lam mailing list
> [email protected]
> http://server03.abangadek.com/cgi-bin/mailman/listinfo/is-lam
>
>
_______________________________________________
Is-lam mailing list
[email protected]
http://server03.abangadek.com/cgi-bin/mailman/listinfo/is-lam

Kirim email ke