gak papa mas... kalo nurut saya kebenaran itu memang bersifat
mengandung subyektif... :))
Yang obyektif itu ya yg mengandung subyektif, dan yang sempurna itu
adlh yang mengandung ke-tidaksempurnaan.
Itu lah yg membedakan yang dicipta dengan yang mencipta.
Kalo semua pada-pada obyektif dan sempurna lha trus tuhan mau dikemanakeun?  :))

Jadi utk masalah jodoh kan sudah ada tuh kolom jodoh di
korang-koran... he..he...he...
- Wanita karir, 45 th, islam, layang, S3, berpenampilan menarik,
menguasai 7 bahasa, ingin menjalin hubungan serius dengan lelaki APA
ADA nya, diutamakan yang masih perjaka ting-ting dan siap jaga rumah!

:)
salam hangat

2009/8/13 Syarif Hidayat <[email protected]>:
> Hmmm...
>
> Pertanyaannya sangat sulit buat saya jawab.
>
> Mengingat dari kompetensi Mas Hamami yang jauh melebihi saya baik dari segi
> usia maupun pengalaman.
>
> Sungguh berat lidah saya (sebagai seekor ayam) untuk mengajari berenang
> kepada seekor bebek (pepatah orang jaman doeloe)
>
> Jadi tulisan saya ini tidak bersifat pencerahan, melainkan sharing
> informasi  dan perasaan yang cenderung bersifat subjektive.
>
>
>
> "Kalau melihat penuturan dibawah ini, nampaknya perempuan berada pada posisi
> pasif."
>
>
>
> Coba kita lihat lagi tulisannya,...
>
> Dek, maukah adik jadi istriku???
>
> Jawab :
>
>
>
> Ya, aku mau. (tampa basa-basi, ataupun alasan-alasan,.. wah yang kaya gini
> hanya terjadi kalo kita banyak tawakal dan istiqomah kepadaNYA.)
> Ya, tetapi jangan jangan sekarang... (disertai alasan-alasan, yang kaya gini
> memerlukan extra energi untuk sampai ke jengjang pernikahan)
> Ya, aku mau, tetapi dengan beberapa persyaratan,.... ???!!! (kalo sanggup ya
> ikutin, kalo gak sanggup ya gak usah dipaksain,, tinggal nanya ke calon yang
> lain)
> Tidak, aku tak sudi (tampa basa-basi, karna doi memang gak pengen jadi istri
> kita atau sudah ada hati yang lain)
> Hmmm... !!!??? (mas, biar saya fikir-fikir dulu.....jawaban gini biasanya
> berahir pada kekecewaan)
> Gak tahu lah mas....saya bingung...(doi bingung, bisa jadi karna doi belum
> siap, atau memandang kita belum siap)
> Saya mau,, tetapi saya gak tahu apa komentar orang tua saya. (ya udah
> tinggal nanya ke orang tuanya)
>
>
>
> Dalam contoh dari 7 dialog di atas, perempuan tidaklah sepenuhnya berada
> pada posisi pasif mas.
>
> Mari saya singkat 7 dialog tersebut.
>
> Sang lelaki bertanya kepada sang perempuan.
>
> Jika sang lelaki tidak bertanya maka sang perempuan tidak akan menjawab.
>
>
>
> Ya.. dalam hal ini sang perempuan bersifat pasif.
>
>
>
> Tetapi mari kita ganti cara penyampaiannya.
>
> Sang perempuan menjawab petanyaan sang lelaki.
>
> Sang perempuan tidak menjawab pertanyaan sang lelaki
>
>
>
> Nah, dalam hal ini sang perempuan tidaklah pasif.
>
> Menjawab pertanyaanpun bukanlah hal yang pasif. Karna jawaban selalu
> memerlukan pemikiran dan pengambilan keputusan yang melibatkan kemampuan
> intelektual. Saya kira 7 dialog di atas adalah bukanlah contoh pasif-isme
> perempuan.
>
> Contoh pasif-isme perempuan adalah perjodohan murni yang diawali tampa
> saling mengenal satu sama lain. (Padalah perjodohanpun bukanlah hal jelek)
>
> Saya pernah mendengar pepatah lama,,, katanya hak lelaki adalah memilih dan
> hak perempuan adalah menolak atau menerima. (saya lupa referensinya)
>
>
>
> Ada beberapa dan bahkan mungkin lumayan banyak saat ini perempuan yang belum
> juga ketemu jodohnya, mskipun dari segi usia sudah sangat2 memungkinkan
> untuk menikah dan bahkan keinginanpun sudah menggebu.
>
> Akibatnya, banyak kita jumpai perempuan yang biasa disebut dengan “perawan
> tua”. Nah….solusi seperti apa yang bisa diberikan/ditawarkan kepada mereka2
> ini yang kebetulan belum beruntung…?
>
>
>
> Perempuan yang belum juga bertemu jodoh pasti ada penyebabnya.
>
> Kalau boleh saya pilah sbb :
>
> Penyebab internal :
>
> -          Penampilan
>
> Penampilam terlalu mewah atau juga seksi justru pada kenyataan mengundang
> ketidak percayaan kaum pria kepada si wanita tersebut untuk bisa dijadikan
> istri yang baik, kecuali kepada lelaki yang memang tidak islami
>
> -          Perbuatan
>
> Perbuatan seperti “gila kerja” atau istilah kerennya wanita karir juga
> menjauhkan jodoh,  Sang perempuan terlalu menghabiskan energinya kepada
> hal-hal karir saja, Padahal karir itu sendiri belum tentu bermanfaat untuk
> dijadikan modal dalam mencapai kebahagiaan berumahtangga
>
> -          Perkataan
>
> Perkataan yang tidak baik, terlalu seronok, terlalu modern (bahasanya
> campur-campur, antara english, jawa dan betawi dengan logat melayu) Sangat
> tidak disukai kebanyakan lelaki yang baik-baik.
>
> -          Perniatan/pembatasan
>
> Membatasi diri seperti “saya hanya akan menikah dengan orang satu suku saja”
> atau “saya hanya akan menikah dengan orang yang harta atau posisi sosialnya
> di atas saya saja” juga sangat jitu menjauhkan jodoh.
>
> -          Lain-lain
>
> Kecelakaan, cacat fisik/mental, ke-Virginan masih menjadi pertimbangan utama
> para pria.
>
> Penyebab eksternal :
>
> -          Keadaan keluarga
>
> -          Keadaan lingkuangan tinggal
>
> -          Keadaan lingkungan pergaulan dan pekerjaan
>
> -          Status sosial
>
> -          Lain-lain
>
> Yang eksternal ini banyak sekali penyebanya, mulai dari faktor agama,
> madzhab,  ras, suku, etnis, kepercayaan, tahayul, kekayaan, gengsi, hingga
> tingkat pendidikan.
>
>
>
> Point dari tulisan saya di atas adalah, segala sesuatu pasti ada
> penyebabnya. Jika ada wanita yang telat menikah, cobalah cari dan temukan
> apa penyebabnya ….
>
> Jika mungkin bisa ketemu, maka jika bisa mengeliminir penyebabnya, Insya
> Allah akan mendekatkannya kepada jodoh.
>
> Kalo ada kasus begini misalnya :
>
> Saya adalah seorang perempuan berusia 45 tahun, saya adalah manager dari
> sebuah perusahan swasta yang mapan, penghasilan saya besar, relasi saya
> banyak, tetapi saya belum juga ketemu jodoh yang saya inginkan. Ustadz,,
> tolong ajari saya doa supaya cepat dapat jodoh…
>
>
>
> Nah gimana pak ustadz…? J
>
>
>
> ….. bersambung
>
>
>
>
>
>
>
>
>
_______________________________________________
Is-lam mailing list
[email protected]
http://server03.abangadek.com/cgi-bin/mailman/listinfo/is-lam

Kirim email ke