@Dewa :

Mas Hamami, kan katanya rizki dan jodoh itu ada ditangan Tuhan, jadi
bukan ditangan lelaki... :) 

SH : Saya setuju
Berarti kalo laki-laki bisa dibikin aktif maka perempuan juga bisa
dibikin aktif juga dong ya. teorinya sih begitu.


Mana mungkin si A bisa berjodoh dengan B jika B ini pasif. ini namanya
ya bertepuk sebelah tangan. Adam dipertemukan dengan Hawa, disitu ada
rasa ketertarikan (daya tarik) diantara keduanya. berarti disitu
dua-duanya aktif dong.
SH : Dari doeloe kan udah gitu mas,, di luar budaya Islam yang 
menjodoh-jodohkan itu Cuma terjadi di kalangan bangsawan dan orang-orang kaya 
saja dengan adanya tujuan tertentu,.. tetapi dalam budaya Islam arab, 
perjodohan terjadi karna hal itu sudah terbukti lebih bisa mencetak 
pasangan-pasangan rumah tangga yang sakinah. Ya karna itu dari mas dewa kan 
bilang,,, pacaran mau ampe 10 tahunpun, gak akan kita mendengar kentut pasangan 
kita. Jadi tujuan pacaran itukan hanya sebatas having fun saja, nah kalo gitu 
kenapa gak to the point saja, kan lebih cepat lebih baik. Btw,, Adam dan Hawa 
gak pacaran di Syurga loh mas… J ketika pandangan pertama Adam melihat Hawa,, 
kan Jibril bilang.. “Adam kamu harus membayar dulu maharnya”
Saya tdk tahu gimana dulu-dulunya bisa muncul etika "laki-laki aktif,
perempuan pasif" dlm proyek perjodohan; dan kemudian berbuntut
munculnya istilah perawan tua (dgn nada miring tentunya) bagi wanita2
yg belum menikah dalam batas usia tertentu. Sekilas ini kog ya seperti
hasil pentradisian oleh kaum2 tertentu untuk menempatkan kedudukan
lelaki sebagai berbeda dgn perempuan. dan celakanya kedudukan ini
kemudian bergeser pada pengertian perbedaan derajat sosial.

SH : Itu bukan etika Islam, sejak kemunculan Islam, kaum perempuan diberikan 
hak-hak menggugat dan hukum warispun diatur dan dilindungi dengan baik. 
Sebelumnya kaum wanita dianggap tidak penting banget sih

 Dan
sebagai akibatnya lantas dipercaya begitu saja bhw perawan tua itu
sebagai negatif (kalo perjaka tua?)

SH : Perawan tua emang negatif mas,…. Begitupun perjaka tua. Karna mereka belum 
mampu mengikuti sunah rosul, ya kalau bisa ya dibantu.

 atau ada semacam sanksi sosial

SH : Gak usah se-Ekstrim itu, kacian mereka… J
yang dikenakan kepada mereka. Begitu juga dengan wanita yg aktif
(menggunakan hak pilihnya) dalam perjodohan dikatakan sebagai ora
pantes.

SH : Pantas atau tidak pantas itu berbeda dengan benar atau tidak benar. 
Persamaannya hukum pantas dan tidak pantas adalah hukum”pamali”

Istilah pantas adalah kebenaran relatif yang hanya berlaku akibat adanya 
kepentingan, keadaan dan penyebab khusus. Jadi mari kita tinggalkan penilaian 
“pantas” atau “tidak pantas” dan kita ganti dengan istilah benar apa tidak 
benar yang mereferensi kepada Hukum Illahi?

Kalo mengikuti keyakinan tradisi ini ya sdh pasti akan ikut terimbas
kedalamnya berikut efek2nya. tapi kalo kita bisa melepaskan diri dari
sistem tradisional spt itu ya kita tak kan ikut terpengaruh juga.
SH : Mudah-mudahan kita hanya termasuk ke dalam golongan yang berada di atas 
jalan yang lurus… amiin


:)
salam hangat

SH : Waalaikumsalam J J J

 
_______________________________________________
Is-lam mailing list
[email protected]
http://server03.abangadek.com/cgi-bin/mailman/listinfo/is-lam

Kirim email ke