Monggo dilanjut deh Mas penjelasannya. 

Nampaknya penjelasannya agak mengana, nih....

 

  _____  

From: Syarif Hidayat [mailto:[email protected]] 
Sent: Thursday, August 13, 2009 8:27 AM
To: [email protected]
Subject: Re: [Is-lam] Tips dan Nasihat untuk Menikah

 

Hmmm...

Pertanyaannya sangat sulit buat saya jawab. 

Mengingat dari kompetensi Mas Hamami yang jauh melebihi saya baik dari segi
usia maupun pengalaman.

Sungguh berat lidah saya (sebagai seekor ayam) untuk mengajari berenang
kepada seekor bebek (pepatah orang jaman doeloe)

Jadi tulisan saya ini tidak bersifat pencerahan, melainkan sharing informasi
dan perasaan yang cenderung bersifat subjektive.

 

"Kalau melihat penuturan dibawah ini, nampaknya perempuan berada pada posisi
pasif."

 

Coba kita lihat lagi tulisannya,...

Dek, maukah adik jadi istriku??? 

Jawab :

 

1.      Ya, aku mau. (tampa basa-basi, ataupun alasan-alasan,.. wah yang
kaya gini hanya terjadi kalo kita banyak tawakal dan istiqomah kepadaNYA.) 
2.      Ya, tetapi jangan jangan sekarang... (disertai alasan-alasan, yang
kaya gini memerlukan extra energi untuk sampai ke jengjang pernikahan) 
3.      Ya, aku mau, tetapi dengan beberapa persyaratan,.... ???!!! (kalo
sanggup ya ikutin, kalo gak sanggup ya gak usah dipaksain,, tinggal nanya ke
calon yang lain) 
4.      Tidak, aku tak sudi (tampa basa-basi, karna doi memang gak pengen
jadi istri kita atau sudah ada hati yang lain) 
5.      Hmmm... !!!??? (mas, biar saya fikir-fikir dulu.....jawaban gini
biasanya berahir pada kekecewaan) 
6.      Gak tahu lah mas....saya bingung...(doi bingung, bisa jadi karna doi
belum siap, atau memandang kita belum siap) 
7.      Saya mau,, tetapi saya gak tahu apa komentar orang tua saya. (ya
udah tinggal nanya ke orang tuanya) 

 

Dalam contoh dari 7 dialog di atas, perempuan tidaklah sepenuhnya berada
pada posisi pasif mas.

Mari saya singkat 7 dialog tersebut.

Sang lelaki bertanya kepada sang perempuan.

Jika sang lelaki tidak bertanya maka sang perempuan tidak akan menjawab.

 

Ya.. dalam hal ini sang perempuan bersifat pasif.

 

Tetapi mari kita ganti cara penyampaiannya.

Sang perempuan menjawab petanyaan sang lelaki.

Sang perempuan tidak menjawab pertanyaan sang lelaki

 

Nah, dalam hal ini sang perempuan tidaklah pasif.

Menjawab pertanyaanpun bukanlah hal yang pasif. Karna jawaban selalu
memerlukan pemikiran dan pengambilan keputusan yang melibatkan kemampuan
intelektual. Saya kira 7 dialog di atas adalah bukanlah contoh pasif-isme
perempuan.

Contoh pasif-isme perempuan adalah perjodohan murni yang diawali tampa
saling mengenal satu sama lain. (Padalah perjodohanpun bukanlah hal jelek)

Saya pernah mendengar pepatah lama,,, katanya hak lelaki adalah memilih dan
hak perempuan adalah menolak atau menerima. (saya lupa referensinya)

 

Ada beberapa dan bahkan mungkin lumayan banyak saat ini perempuan yang belum
juga ketemu jodohnya, mskipun dari segi usia sudah sangat2 memungkinkan
untuk menikah dan bahkan keinginanpun sudah menggebu.

Akibatnya, banyak kita jumpai perempuan yang biasa disebut dengan "perawan
tua". Nah..solusi seperti apa yang bisa diberikan/ditawarkan kepada mereka2
ini yang kebetulan belum beruntung.?

 

Perempuan yang belum juga bertemu jodoh pasti ada penyebabnya.

Kalau boleh saya pilah sbb :

Penyebab internal :

1.                 Penampilan  

Penampilam terlalu mewah atau juga seksi justru pada kenyataan mengundang
ketidak percayaan kaum pria kepada si wanita tersebut untuk bisa dijadikan
istri yang baik, kecuali kepada lelaki yang memang tidak islami

2.                 Perbuatan

Perbuatan seperti "gila kerja" atau istilah kerennya wanita karir juga
menjauhkan jodoh,  Sang perempuan terlalu menghabiskan energinya kepada
hal-hal karir saja, Padahal karir itu sendiri belum tentu bermanfaat untuk
dijadikan modal dalam mencapai kebahagiaan berumahtangga

3.                 Perkataan

Perkataan yang tidak baik, terlalu seronok, terlalu modern (bahasanya
campur-campur, antara english, jawa dan betawi dengan logat melayu) Sangat
tidak disukai kebanyakan lelaki yang baik-baik.

4.                 Perniatan/pembatasan

Membatasi diri seperti "saya hanya akan menikah dengan orang satu suku saja"
atau "saya hanya akan menikah dengan orang yang harta atau posisi sosialnya
di atas saya saja" juga sangat jitu menjauhkan jodoh.

5.                 Lain-lain

Kecelakaan, cacat fisik/mental, ke-Virginan masih menjadi pertimbangan utama
para pria.

Penyebab eksternal :

6.                 Keadaan keluarga

7.                 Keadaan lingkuangan tinggal

8.                 Keadaan lingkungan pergaulan dan pekerjaan

9.                 Status sosial

10.             Lain-lain

Yang eksternal ini banyak sekali penyebanya, mulai dari faktor agama,
madzhab,  ras, suku, etnis, kepercayaan, tahayul, kekayaan, gengsi, hingga
tingkat pendidikan.

 

Point dari tulisan saya di atas adalah, segala sesuatu pasti ada
penyebabnya. Jika ada wanita yang telat menikah, cobalah cari dan temukan
apa penyebabnya ..

Jika mungkin bisa ketemu, maka jika bisa mengeliminir penyebabnya, Insya
Allah akan mendekatkannya kepada jodoh.

Kalo ada kasus begini misalnya :

Saya adalah seorang perempuan berusia 45 tahun, saya adalah manager dari
sebuah perusahan swasta yang mapan, penghasilan saya besar, relasi saya
banyak, tetapi saya belum juga ketemu jodoh yang saya inginkan. Ustadz,,
tolong ajari saya doa supaya cepat dapat jodoh.

 

Nah gimana pak ustadz.? :-)

 

... bersambung

 

 

 

 

----- Original Message ----- 

From:  <mailto:[email protected]> hamami 

To:  <mailto:[email protected]> [email protected] 

Sent: Wednesday, August 12, 2009 5:53 PM

Subject: Re: [Is-lam] Tips dan Nasihat untuk Menikah

 

Mas Syarif,

 

Kalau melihat penuturan dibawah ini, nampaknya perempuan berada pada posisi
pasif.

Ada beberapa dan bahkan mungkin lumayan banyak saat ini perempuan yang belum
juga ketemu jodohnya, mskipun dari segi usia sudah sangat2 memungkinkan
untuk menikah dan bahkan keinginanpun sudah menggebu.

Akibatnya, banyak kita jumpai perempuan yang biasa disebut dengan "perawan
tua". Nah..solusi seperti apa yang bisa diberikan/ditawarkan kepada mereka2
ini yang kebetulan belum beruntung.?

Untuk para pria bisa saja proaktif untuk mencari, nah..bagaimana dengan
perempuannya mengingat tradisi yang ada sulit untuk perempun proaktif.

Diera yang sudah sangat terbuka dan cenderung bebas seperti sekarang ini,
bagaimana Islam melihat tontonan "Take me out" or "Take him out" yang
ditayangkan salah satu TV swasta.

Monggo ditunggu pencerahannya.

 

Wassalam

 

  _____  

From: Syarif Hidayat [mailto:[email protected]] 
Sent: Wednesday, August 12, 2009 2:48 PM
To: [email protected]
Subject: Re: [Is-lam] Tips dan Nasihat untuk Menikah

 

Apa susahnya nanya gitu.... :)

Kemungkinan jawabanya toh pasti sbb :

 

Dek, maukah adik jadi istriku??? 

Jawab :

1.      Ya, aku mau. (tampa basa-basi, ataupun alasan-alasan,.. wah yang
kaya gini hanya terjadi kalo kita banyak tawakal dan istiqomah kepadaNYA.) 

2.    Ya, tetapi jangan jangan sekarang... (disertai alasan-alasan, yang
kaya gini memerlukan extra energi untuk sampai ke jengjang pernikahan) 

3.    Ya, aku mau, tetapi dengan beberapa persyaratan,.... ???!!! (kalo
sanggup ya ikutin, kalo gak sanggup ya gak usah dipaksain,, tinggal nanya ke
calon yang lain) 

4.    Tidak, aku tak sudi (tampa basa-basi, karna doi memang gak pengen jadi
istri kita atau sudah ada hati yang lain) 

5.    Hmmm... !!!??? (mas, biar saya fikir-fikir dulu.....jawaban gini
biasanya berahir pada kekecewaan) 

6.    Gak tahu lah mas....saya bingung...(doi bingung, bisa jadi karna doi
belum siap, atau memandang kita belum siap) 

7.    Saya mau,, tetapi saya gak tahu apa komentar orang tua saya. (ya udah
tinggal nanya ke orang tuanya) 

 

Dari 7 kemungkinan jawaban di atas, hanya 1 jawaban yang menyenangkan, dan
sisanya 6 jawaban yang  lainnya, menandakan bahwa memang wanita itu adalah
bisa menjadi beban mental bagi kaum pria... hi,,,hi,,hi..

 

Pernikahan itu adalah hal yang tidak sulit tetapi jangan dimudah-mudahin,
Jadi menurut pengalaman saya,.. jangan dibikin sulit. 

Karna Allah SWT menghendaki kemudahan kepada hamba-hambanya.

Jujur, selama masa bujang, hanya pacaran 1 kali saja. itupun ketika masih
lepas ABG (usia 20-22 tahun), dan hasilnya memang hanya memperburuk prestasi
saja. Setelah itu saya males pacaran. Dengan istri saya yang sekarang tidak
melalui proses pacaran dulu dan tampa dijodohkan. Pertama saya langsung
suka, kemudian kenalan, setelah 6 bulan baru nanya yang tadi diatas.

Alhamdullilah,... hinga saat ini masih rukun-rukun,,,, malah saya semakin
sadar,, bahwa banyak sekali hal-hal yang sebelumnya tidak mampu saya
lakukan, tetapi berhasil saya lakukan berkat dukungan dan doa istri saya.
Terima kasih dan puji syukur hanya kepada ALLAH SWT.

Btw,, yang diposting Kang Nizami itu benar, dan saya setuju...

_______________________________________________
Is-lam mailing list
[email protected]
http://server03.abangadek.com/cgi-bin/mailman/listinfo/is-lam

Kirim email ke