Laporan dari Den Haag

Di Belanda Makanan Bersertifikat Halal Merebak

Eddi Santosa - detikRamadan

Gambar

 
<http://openx.detik.com/delivery/ck.php?n=acc43999&cb=INSERT_RANDOM_NUMBER_H
ERE> 

Den Haag -Kalau di Indonesia masih ada 'pembangkangan' sebagian produsen
terhadap sertifikat halal, di Negeri Belanda justru produsen proaktif
merespon pasar halal. Bagaimana ini bisa dijelaskan?

Kunci jawaban ada pada kesadaran umat. Selama umat rela menjadikan perutnya
seperti pembuangan sampah Bandar Gebang alias apa saja masuk, selama itu
pula produsen tidak perlu merasa peduli dengan produk yang ditawarkan. Toh
akan dibeli dan dimakan juga.

Di Belanda mayoritas umat islam, baik warga Belanda asli maupun keturunan,
sangat sadar ketentuan-ketentuan atau syariat agamanya. Bahkan warga Belanda
asli yang telah masuk Islam umumnya jauh lebih disiplin dan ketat menjunjung
syariat tersebut. Sadar keyakinan, selanjutnya membentuk kesadaran hak.

Maka pelan tapi pasti komunitas muslim mengupayakan sendiri kebutuhan halal,
sebagaimana komunitas Yahudi juga memenuhi kebutuhan kosher mereka.
Muncullah islamitische slagerij (toko daging islam) dan minimarket yang
menyediakan makanan minuman halal.  

Selain memperhatikan kehalalan yang kasat mata seperti daging, warga muslim
di Belanda juga cermat memperhatikan kandungan zat aditif produk makanan
minuman, yang secara standar di Eropa menggunakan kode E, diikuti angka.
Misalnya jenis emulgator apa yang digunakan. Apakah terbuat dari bahan
nabati, atau dari babi?

Kesadaran ini akhirnya membentuk posisi tawar kuat dalam lingkar ekonomi.
Bayangkan, di Negeri Belanda ada sekitar 850.000 warga muslim (Centraal
Bureau voor Statistiek/CBS, 2007-2008), yang disiplin mencari kebutuhan
makanan minuman halal di pasar eksklusif.

Jika diasumsikan dari kebutuhan daging saja per kepala minimal EUR10,00 per
pekan, maka potensi pasar yang tersedia sekurangnya EUR8,5 juta per pekan!
Menggiurkan.

Begitu besar dan potensial pasar muslim, sehingga raksasa Albert Heijn (AH),
market leader yang menguasai 31,3% pangsa pasar kelas menengah atas,
langsung menyergap dan menggarapnya. Produk halal AH ini, meliputi daging
segar dan produk turunannya, secara khusus ditandai dengan stiker halal
warna hijau dan ditempatkan secara terpisah.

AH menjalin kerjasama dengan rumah-rumah pemotongan muslim bersertifikat,
Deen-Hobu dan InterChicken di bawah pengawasan Halal International Controle
U.A, Den Haag. Pengepakan dan distribusinya juga diperlakukan khusus oleh
mereka. Selain itu AH juga melakukan komunikasi gencar melalui iklan radio
televisi dan situsweb.

Sedemikian rupa perkembangannya di Belanda, sehingga orang sampai mengatakan
bahwa di Belanda mencari makanan halal lebih jelas dan mudah.

 

 

 

<<image001.jpg>>

<<image002.gif>>

_______________________________________________
Is-lam mailing list
[email protected]
http://server03.abangadek.com/cgi-bin/mailman/listinfo/is-lam

Kirim email ke