AlhamduLILLAH......  
  ----- Original Message ----- 
  From: A.Dharmawan 
  To: [email protected] 
  Sent: Thursday, August 27, 2009 1:17 AM
  Subject: [Is-lam] Halalan Toyyiban...


   

  Laporan dari Den Haag

  Di Belanda Makanan Bersertifikat Halal Merebak

  Eddi Santosa - detikRamadan





  Den Haag -Kalau di Indonesia masih ada 'pembangkangan' sebagian produsen 
terhadap sertifikat halal, di Negeri Belanda justru produsen proaktif merespon 
pasar halal. Bagaimana ini bisa dijelaskan?

  Kunci jawaban ada pada kesadaran umat. Selama umat rela menjadikan perutnya 
seperti pembuangan sampah Bandar Gebang alias apa saja masuk, selama itu pula 
produsen tidak perlu merasa peduli dengan produk yang ditawarkan. Toh akan 
dibeli dan dimakan juga.

  Di Belanda mayoritas umat islam, baik warga Belanda asli maupun keturunan, 
sangat sadar ketentuan-ketentuan atau syariat agamanya. Bahkan warga Belanda 
asli yang telah masuk Islam umumnya jauh lebih disiplin dan ketat menjunjung 
syariat tersebut. Sadar keyakinan, selanjutnya membentuk kesadaran hak.

  Maka pelan tapi pasti komunitas muslim mengupayakan sendiri kebutuhan halal, 
sebagaimana komunitas Yahudi juga memenuhi kebutuhan kosher mereka. Muncullah 
islamitische slagerij (toko daging islam) dan minimarket yang menyediakan 
makanan minuman halal.  

  Selain memperhatikan kehalalan yang kasat mata seperti daging, warga muslim 
di Belanda juga cermat memperhatikan kandungan zat aditif produk makanan 
minuman, yang secara standar di Eropa menggunakan kode E, diikuti angka. 
Misalnya jenis emulgator apa yang digunakan. Apakah terbuat dari bahan nabati, 
atau dari babi?

  Kesadaran ini akhirnya membentuk posisi tawar kuat dalam lingkar ekonomi. 
Bayangkan, di Negeri Belanda ada sekitar 850.000 warga muslim (Centraal Bureau 
voor Statistiek/CBS, 2007-2008), yang disiplin mencari kebutuhan makanan 
minuman halal di pasar eksklusif.

  Jika diasumsikan dari kebutuhan daging saja per kepala minimal EUR10,00 per 
pekan, maka potensi pasar yang tersedia sekurangnya EUR8,5 juta per pekan! 
Menggiurkan.

  Begitu besar dan potensial pasar muslim, sehingga raksasa Albert Heijn (AH), 
market leader yang menguasai 31,3% pangsa pasar kelas menengah atas, langsung 
menyergap dan menggarapnya. Produk halal AH ini, meliputi daging segar dan 
produk turunannya, secara khusus ditandai dengan stiker halal warna hijau dan 
ditempatkan secara terpisah.

  AH menjalin kerjasama dengan rumah-rumah pemotongan muslim bersertifikat, 
Deen-Hobu dan InterChicken di bawah pengawasan Halal International Controle 
U.A, Den Haag. Pengepakan dan distribusinya juga diperlakukan khusus oleh 
mereka. Selain itu AH juga melakukan komunikasi gencar melalui iklan radio 
televisi dan situsweb.

  Sedemikian rupa perkembangannya di Belanda, sehingga orang sampai mengatakan 
bahwa di Belanda mencari makanan halal lebih jelas dan mudah.

   

   

   



------------------------------------------------------------------------------


  _______________________________________________
  Is-lam mailing list
  [email protected]
  http://server03.abangadek.com/cgi-bin/mailman/listinfo/is-lam

<<image001.jpg>>

_______________________________________________
Is-lam mailing list
[email protected]
http://server03.abangadek.com/cgi-bin/mailman/listinfo/is-lam

Kirim email ke