Alhamdulillah….
From: [email protected] [mailto:[email protected]] On Behalf Of AFR Sent: 19 September 2009 8:55 To: [email protected]; [email protected] Subject: Re: [Is-lam] Lailatul Qadar Dipersimpangan Jalan Diantara Dua Pemikiran, lanjutan2 --c| menurut saya, ibadah dgn motif 'memburu' makhluk & bukannya ridha Allah SWT, itu beresiko tertolak walaupun objek yg diburu itu bukan sesuatu yg salah, atw bahkan hal yg dijanjikan-Nya. bbrp org adalah yg terlanjur jiwanya bermental bhw segala harapan, sbgmana thd urusan duniawi, harus ditempuh dgn usaha. lalu ketika tak tecapai tujuan org ini mengatakan: wajarlah, wong namanya juga usaha. saya kira utk urusan ukhrawi dihadapan Allah SWT tidak bisa begitu. kalo saja nilai amalan utk ukhrawi tertolak, sia-sialah amalan itu. jadi akan lebih baik jika kita perbaiki niatan, bukan lailatul qadr yg dicari, tapi ridha Allah SWT. dipaparkannya ssorg bertaqarub sedemikian khusyu' mengharap ridha Allah SWT lalu mendptkan itu. ternyata begitu indah karunia itu yg jika narasikan cara didptkannya saja butuh waktu sedikitnya 1000 bulan. sang abid sendiri mungkin gak terpikir mendaptkannya. dari paparan spt itu jangan lantas di by-pass, jadi kalo ingin memperoleh malam Qadr, mesti begini-begitu sebab ada kisah demikian. inilah yg membuat amalan itu tertolak sebab niatnya tak langsung kepada Allah SWT. sekalipun org lakukan shaleh utk mendukung itu, niscaya saja tertolak secara hakikat. bukankah berbuat utk makhluk itu akan membuat sang al-Khaliiq 'cemburu'? hanya Allah SWT tempat bergantung dan dituju. selaras dgn kisah bgmana seorg Bilal yg oleh Rasulullah SAW disebut sbgai salah satu calon penghuni surga yg dekat dgn beliau. begitu cintanya Bilal pada Rasulullah SAW, apapun dia lakukan agar bisa kulitnya yg legam bisa bersentuhan dgn kulit mulia beliau. Subhanallah, Bilal pun tak menyadari kalau ternyata itu karunia yg pasti akan dia terima. lalu apakah lantas karena itu org lalu mencari-cari kulit beliau? kawans Muslim, berikut saya sampaikan hadist Qudsi dari Abu Hurairah, dikisahkan di hari berhisab ada org yg diwafatkan dlm keadaan syahid, ada yg wafat dgn ilmu agama yg tinggi (ulama), ada yg wafat dikenal kedermawannya. saat dihisab mereka ini ditanyain satu per satu ttg hasratnya sblm apa yg mereka dapatkan predikat itu, niat mereka mengakunya mengharap ridha Allah. maasya Allah, ternyata semua niatnya itu ditolak-Nya karena menurut Allah SWT, semua itu bohong lalu lenyap amalan itu. laa hawla walaa quwwata illa billahil adziim, berlindung kita pada Allah SWT akan nasib seperti itu. marilah kita perbaiki niat ibdaha kita mumpung masih ada waktu. kalau ada niat yg lalu itu keliru, sedikit kesadaran kita hari ini, insya Allah akan membukakan ampunan dan rahmat-Nya. berusaha mensucikan niat semata demi Allah SWT saja walau mungkin gagal itu jauh lebih baik dr pd salah berniat walaupun sptnya berhasil. salam, Fahru --- On Sat, 9/19/09, Alkhori M <[email protected]> wrote: From: Alkhori M <[email protected]> Subject: [Is-lam] Lailatul Qadar Dipersimpangan Jalan Diantara Dua Pemikiran, lanjutan2 To: [email protected] Date: Saturday, September 19, 2009, 3:16 AM Lailatul Qadar Dipersimpangan Jalan Diantara Dua Pemikiran, lanjtan2 Abstraks: Pertanyaan yang menggelitik kadang-kadang perlu ENERGI untuk memikirkanya yaitu ADILKAH TUHAN DALAM DISTRIBUSI LAILATUL QADAR, jika hanya diberikan pada seseorang yang hanya MENGEJAR LAILATUL QADAR pada malam-malam Ramadan saja, atau tuhan akan memantau hasil performance setahun ummat yang bertaqwa, sehingga tanpa harus mengejar, Lailatul Qadar akan merupakan BONUS bagi mereka-mereka yang bertaqwa yaitu yang melaksanakan rukun iman dan rukun islam secara menyeluruh plus full option menjadi seorang yang IKHSAN dan MUKHLISIN? Makanya judul diatas dituliskan dengan kalimat Lailatul Qadar Dipersimpangan Jalan Diantara Dua Pemikiran. ü Kelompok pemikiran yang pertama, mereka beranggapan, Kun Fa Ya Kun, semuanya urusan Tuhan, kalau pada Laitul Qadar, beliau itu tidak tidur-tidur dan terus saja ber-ibadah, who knows kejiprat lailatul qadar, alhamdulillah, maka type-type manusia begini, ada istilah pada mereka yaitu berburu, mengejar, memburu, HUNTING lailatul qadar. ü Kelompok pemikiran kedua, mereka tidak ada istilah berburu atau HUNTING lailatul qadar, karena pemikiran yang kedua ini lailatul qadar bukanlah urusan yang hanya Kun Fa Ya Kun, tapi adalah proses yang terjadi pada periode 355 hari dimana pada periode 10 hari berikutnya adalah PEMATANGAN, maka satu tahun yang 365 hari dimana 10 hari terakhir pada bulan ramadan adalah perlu peningkatan ibadah karena hari-hari tersebut adalah merupakan IMTIHAN/ EXAMINATION kalau pada hari-hari UJIAN tersebut nilai-nya bagus ditambah HOME WORK selama 355 hari yang lalu, maka BONUS lailatul qadar akan di-REWARD tanpa harus membuat istilah berburu lalitul qadar. Diantara kedua pemikiran tersebut janganlah di-PILAH tapi disinergi-kan, insya Allah lailatul qadar yang menjadi dambaan akan di-PETIK sebagai tanda orang-orang yang ber-TAQWA. Tanda bertaqwa itu akan ter-REFLEKSI dari perbuatan, ucapan dan BEHAVIOR setelah menggapai hari KEMENANGAN untuk mengalahkan NAFSU DIRI SENDIRI, maka segala perbuatan tergantung dari NIAT. Maka setelah ramadan tanda-tanda memperoleh lailatul qadar terlihat dari behaviour seseorang setelah ramadan. Getting better or getting worse or not changing, masya Allah. Insya Allah bersambung, salam kompak selalu dari Doha , State of Qatar. Alkhori M Alkhor Community Qatar ================================================ Lailatul Qadar Dipersimpangan Jalan Diantara Dua Pemikiran, Abstarks:Didalam perjalanan Islam yang panjang telah terdapat dua aliran pemikiran Islam yang mana diantara keduanya saling mengisi jika dilihat secara menyeluruh, tapi akan sangat bertentangan kalau hanya dilihat satu sisi saja. Pemikiran tersebut adalah JABARIYAH & QADARIYAH. Disini pembaca dianggap telah mengerti akan kedua konsep tersebut sama seperti ADAGIUM. Selanjutnya beranjak kepada konsep Lailatul Qadar. Pertanyaan pertama yang harus dijawab adalah kapan malam Lailatul Qadar tersebut? Berdasarkan alqur’an malam lailatul qadar ada dibulan Ramadan, kenapa? ü Karena pada lailatul qadar adalah dimana al-Qur’an diturunkan ü Karena pada lailatul qadar adalah lebih baik dari 1000 bulan Specifikasi kedua bullet diatas terdapat pada bulan Ramadan ü Pada bulan Ramadan al-Qur’an diturunkan ü Ramadan adalah bulan Mulia Selanjutnya, kapan dibulan Ramadan puncaknya Lailatul Qadar? ü 10 hari yang pertama dinamakan rahmah ü 10 hari yang kedua dinamakan maghfirah/ pengampunan ü 10 hari ketiga dinamakam Ithqun min (al) Naar (terhindar dari api NERAKA), tidak ada yang lebih hebat selain terhindar dari api neraka, yaitu orang-orang yang terhindar dari api neraka adalah orang-orang yang telah ter-ampunkan segala doas-dosa-nya yang mana berarti beliau-beliau itulah adalah CALPENGSUR yaitu calon penghuni surga. Maka berdasarkan ketiga bullet diatas, maka sepakat ulama-ulama bahwa Lailatul Qadar adalah terjadi pada hari-hari setelah malam ke-20 dari ramadan yaitu pada hari ke-10 yang ketiga yaitu yang dikenal dengan Ithqun min (al) Naar (ithqun minan naar), yaitu terbebas pada api neraka. Ulama-ulama sepakat bahwa Laitul Qadar adalah setelah malam 20 keatas puasa ramadan. Tapi mereka berbeda untuk tidak sepakat cara menggapai Laitul Qadar, makanya judul diatas tertuliskan sbb: Lailatul Qadar Dipersimpangan Jalan Diantara Dua Pemikiran. Insya Allah bersambung, salam kompak selalu dari Doha , State of Qatar. Alkhori M Alkhor Community Qatar -----Inline Attachment Follows----- _______________________________________________ Is-lam mailing list [email protected] <http://server03.abangadek.com/cgi-bin/mailman/listinfo/is-lam> http://server03.abangadek.com/cgi-bin/mailman/listinfo/is-lam
_______________________________________________ Is-lam mailing list [email protected] http://server03.abangadek.com/cgi-bin/mailman/listinfo/is-lam
