Yahakumullah

  ----- Original Message ----- 
  From: Dewa Gede Permana 
  To: [email protected] 
  Sent: Saturday, September 19, 2009 7:10 PM
  Subject: Re: [Is-lam] Lailatul Qadar Dipersimpangan Jalan DiantaraDua 
Pemikiran, lanjutan2 --c|


  Alhamdulillah….

   

  From: [email protected] 
[mailto:[email protected]] On Behalf Of AFR
  Sent: 19 September 2009 8:55
  To: [email protected]; [email protected]
  Subject: Re: [Is-lam] Lailatul Qadar Dipersimpangan Jalan Diantara Dua 
Pemikiran, lanjutan2 --c|

   

        menurut saya, ibadah dgn motif 'memburu' makhluk & bukannya ridha Allah 
SWT, itu beresiko tertolak walaupun objek yg diburu itu bukan sesuatu yg salah, 
atw bahkan hal yg dijanjikan-Nya. 

        bbrp org adalah yg terlanjur jiwanya bermental bhw segala harapan, 
sbgmana thd urusan  duniawi, harus ditempuh dgn usaha. lalu ketika tak tecapai 
tujuan org ini mengatakan: wajarlah, wong namanya juga usaha. saya kira utk 
urusan ukhrawi dihadapan Allah SWT tidak bisa begitu. kalo saja nilai amalan 
utk ukhrawi tertolak, sia-sialah amalan itu.

        jadi akan lebih baik jika kita perbaiki niatan, bukan lailatul qadr yg 
dicari, tapi ridha Allah SWT. dipaparkannya ssorg bertaqarub sedemikian khusyu' 
mengharap ridha Allah SWT lalu mendptkan itu. ternyata begitu indah karunia itu 
yg jika narasikan cara didptkannya saja butuh waktu sedikitnya 1000 bulan. sang 
abid sendiri mungkin gak terpikir mendaptkannya. 

        dari paparan spt itu jangan lantas di by-pass, jadi kalo ingin 
memperoleh malam Qadr, mesti begini-begitu sebab ada kisah demikian. inilah yg 
membuat amalan itu tertolak sebab niatnya tak langsung kepada Allah SWT. 
sekalipun org lakukan shaleh utk mendukung itu, niscaya saja tertolak secara 
hakikat. 

        bukankah berbuat utk makhluk itu akan membuat sang al-Khaliiq 
'cemburu'? 
        hanya Allah SWT tempat bergantung dan dituju.

        selaras dgn kisah bgmana seorg Bilal yg oleh Rasulullah SAW disebut 
sbgai salah satu calon penghuni surga yg dekat dgn beliau. begitu cintanya 
Bilal pada Rasulullah SAW, apapun dia lakukan agar bisa kulitnya yg legam bisa 
bersentuhan dgn kulit mulia beliau. Subhanallah, Bilal pun tak menyadari kalau 
ternyata itu karunia yg pasti akan dia terima. lalu apakah lantas karena itu 
org lalu mencari-cari kulit beliau?

        kawans Muslim, 
        berikut saya sampaikan hadist Qudsi dari Abu Hurairah, dikisahkan di 
hari berhisab ada org yg diwafatkan dlm keadaan syahid, ada yg wafat dgn ilmu 
agama yg tinggi (ulama), ada yg wafat dikenal kedermawannya. saat dihisab 
mereka ini ditanyain satu per satu ttg hasratnya sblm apa yg mereka dapatkan 
predikat itu, niat mereka mengakunya mengharap ridha Allah. 

        maasya Allah, 
        ternyata semua niatnya itu ditolak-Nya karena menurut Allah SWT, semua 
itu bohong lalu lenyap amalan itu. laa hawla walaa quwwata illa billahil 
adziim, berlindung kita pada Allah SWT akan nasib seperti itu. 

        marilah kita perbaiki niat ibdaha kita mumpung masih ada waktu. kalau 
ada niat yg lalu itu keliru, sedikit kesadaran kita hari ini, insya Allah akan 
membukakan ampunan dan rahmat-Nya. berusaha mensucikan niat semata demi Allah 
SWT saja walau mungkin gagal itu jauh lebih baik dr pd salah berniat walaupun 
sptnya berhasil.


        salam,
        Fahru
        --- On Sat, 9/19/09, Alkhori M <[email protected]> wrote:


        From: Alkhori M <[email protected]>
        Subject: [Is-lam] Lailatul Qadar Dipersimpangan Jalan Diantara Dua 
Pemikiran, lanjutan2
        To: [email protected]
        Date: Saturday, September 19, 2009, 3:16 AM

        Lailatul Qadar Dipersimpangan Jalan Diantara Dua Pemikiran, lanjtan2

        Abstraks: Pertanyaan yang menggelitik kadang-kadang perlu ENERGI untuk 
memikirkanya yaitu ADILKAH TUHAN DALAM DISTRIBUSI LAILATUL QADAR, jika hanya 
diberikan pada seseorang yang hanya MENGEJAR LAILATUL QADAR pada malam-malam 
Ramadan saja, atau tuhan akan memantau hasil performance setahun ummat yang 
bertaqwa, sehingga tanpa harus mengejar, Lailatul Qadar akan merupakan BONUS 
bagi mereka-mereka yang bertaqwa yaitu yang melaksanakan rukun iman dan rukun 
islam secara menyeluruh plus full option menjadi seorang yang IKHSAN dan 
MUKHLISIN?

        Makanya judul diatas dituliskan dengan kalimat Lailatul Qadar 
Dipersimpangan Jalan Diantara Dua Pemikiran.

        ü       Kelompok pemikiran yang pertama, mereka beranggapan, Kun Fa Ya 
Kun, semuanya urusan Tuhan, kalau pada Laitul Qadar, beliau itu tidak 
tidur-tidur dan terus saja ber-ibadah, who knows kejiprat lailatul qadar, 
alhamdulillah, maka type-type manusia begini, ada istilah pada mereka yaitu 
berburu, mengejar, memburu, HUNTING lailatul qadar.

        ü       Kelompok pemikiran kedua, mereka tidak ada istilah berburu atau 
HUNTING lailatul qadar, karena pemikiran yang kedua ini lailatul qadar bukanlah 
urusan yang hanya Kun Fa Ya Kun, tapi adalah proses yang terjadi pada periode 
355 hari dimana pada periode 10 hari berikutnya adalah PEMATANGAN, maka satu 
tahun yang 365 hari dimana 10 hari terakhir pada bulan ramadan adalah perlu 
peningkatan ibadah karena hari-hari tersebut adalah merupakan IMTIHAN/ 
EXAMINATION kalau pada hari-hari UJIAN tersebut nilai-nya bagus ditambah HOME 
WORK selama 355 hari yang lalu, maka BONUS lailatul qadar akan di-REWARD tanpa 
harus membuat istilah berburu lalitul qadar.

        Diantara kedua pemikiran tersebut janganlah di-PILAH tapi 
disinergi-kan, insya Allah lailatul qadar yang menjadi dambaan akan di-PETIK 
sebagai tanda orang-orang yang ber-TAQWA. Tanda bertaqwa itu akan ter-REFLEKSI 
dari perbuatan, ucapan dan BEHAVIOR setelah menggapai hari KEMENANGAN untuk 
mengalahkan NAFSU DIRI SENDIRI, maka segala perbuatan tergantung dari NIAT. 
Maka setelah ramadan tanda-tanda memperoleh lailatul qadar terlihat dari 
behaviour seseorang setelah ramadan. Getting better or getting worse or not 
changing, masya Allah.

         Insya Allah bersambung, salam kompak selalu dari Doha , State of Qatar.

        Alkhori M

        Alkhor Community

        Qatar

        ================================================

        Lailatul Qadar Dipersimpangan Jalan Diantara Dua Pemikiran,

        Abstarks:Didalam perjalanan Islam yang panjang telah terdapat dua 
aliran pemikiran Islam yang mana diantara keduanya saling mengisi jika dilihat 
secara menyeluruh, tapi akan sangat bertentangan kalau hanya dilihat satu sisi 
saja. Pemikiran tersebut adalah JABARIYAH & QADARIYAH. Disini pembaca dianggap 
telah mengerti akan kedua konsep tersebut sama seperti ADAGIUM. Selanjutnya 
beranjak kepada konsep Lailatul Qadar.

        Pertanyaan pertama yang harus dijawab adalah kapan malam Lailatul Qadar 
tersebut?

        Berdasarkan alqur’an malam lailatul qadar ada dibulan Ramadan, kenapa?

        ü       Karena pada lailatul qadar adalah dimana al-Qur’an diturunkan

        ü       Karena pada lailatul qadar adalah lebih baik dari 1000 bulan

        Specifikasi kedua bullet diatas terdapat pada bulan Ramadan

        ü       Pada bulan Ramadan al-Qur’an diturunkan

        ü       Ramadan adalah bulan Mulia

        Selanjutnya, kapan dibulan Ramadan puncaknya Lailatul Qadar?

        ü       10 hari yang pertama dinamakan rahmah

        ü       10 hari yang kedua dinamakan maghfirah/ pengampunan

        ü       10 hari ketiga dinamakam Ithqun min (al) Naar (terhindar dari 
api NERAKA), tidak ada yang lebih hebat selain terhindar dari api neraka, yaitu 
orang-orang yang terhindar dari api neraka adalah orang-orang yang telah 
ter-ampunkan segala doas-dosa-nya yang mana berarti beliau-beliau itulah adalah 
CALPENGSUR yaitu calon penghuni surga.

        Maka berdasarkan ketiga bullet diatas, maka sepakat ulama-ulama bahwa 
Lailatul Qadar adalah terjadi pada hari-hari setelah malam ke-20 dari ramadan 
yaitu pada hari ke-10 yang ketiga yaitu yang dikenal dengan Ithqun min  (al) 
Naar (ithqun minan naar), yaitu terbebas pada api neraka. Ulama-ulama sepakat 
bahwa Laitul Qadar adalah setelah malam 20 keatas puasa ramadan. Tapi mereka 
berbeda untuk tidak sepakat cara menggapai Laitul Qadar, makanya judul diatas 
tertuliskan sbb: Lailatul Qadar Dipersimpangan Jalan Diantara Dua Pemikiran.

        Insya Allah bersambung, salam kompak selalu dari Doha , State of Qatar.

        Alkhori M

        Alkhor Community

        Qatar


        -----Inline Attachment Follows-----

        _______________________________________________
        Is-lam mailing list
        [email protected]
        http://server03.abangadek.com/cgi-bin/mailman/listinfo/is-lam
       

   



------------------------------------------------------------------------------


  _______________________________________________
  Is-lam mailing list
  [email protected]
  http://server03.abangadek.com/cgi-bin/mailman/listinfo/is-lam
_______________________________________________
Is-lam mailing list
[email protected]
http://server03.abangadek.com/cgi-bin/mailman/listinfo/is-lam

Kirim email ke