Saya sempat dekat dgn “Mas Ito” (Sarlito WS), demikian panggilan semua
mahasiswa psikologi kepada blio waktu itu selaku dosen; tahun pertama
diajari Teori dan Aliran Psikologi dan Filsafat, pas ujian akhir semester
justru secara tidak sengaja saya malah disodori lembar soal ujian berikut
kunci jawabannya !? Tak pelak lagi beberapa menit kemudian saya maju kedepan
dan bertanya ke blio “Mas, ini apa?”… blio cuma nyengir dan kemudian
mengganti lembar ujian dengan yg baru yg masih kosong…. Hasil akhir ujian
ternyata hanya saya yg mendapatkan nilai A ! padahal saya merasa ada yg
salah dgn jawaban saya… he..he…he… Terkadang memang ada yg nyentrik didiri
blio yg satu ini, bicara ceplas-ceplos dan egalitarian kepada mahasiswa
didiknya.

 

Berhubung blio lebih konsen menekuni bidang Ilmu Psikologi Sosial maka
pandangan mengenai perilaku agresifitas “ngamuk” yg bersifat Social
Descriptive ini tentu saja cenderung mencari variable-variabel sosial
sebagai “penyebab pendukung” berikut “penyebab pencetus” munculnya perilaku
amuk massa. Saya secara pribadi justru malah lebih tertarik dengan selipan
di tulisan blio mengenai pendapat Gustav Le Bon perihal Collective Mind
(jiwa kolektif), yg sampai saat ini para ahli psikoanalisa (depth
psychology) pun tak sanggup menjelaskan secara rinci. Kalo pendapat saya
secara pribadi ini adalah mengarah kepada anasir-anasir adanya mekanisme
“keadilan alamiah” sebagai wujud kehendak dari Yang Serba Maha dalam menjaga
tatanan masyarakat manusia dalam kerangka menjaga keseimbangan alam.

 

J

wassalam

 

From: [email protected]
[mailto:[email protected]] On Behalf Of Alkhori M
Sent: 22 September 2009 11:41
To: [email protected]
Subject: Re: [Is-lam] Amuk

 

Bapak yang satu ini pernah beberapa kali ke Arun*, dan yang sangat populer
saat itu adalah 3 istilah beliau TENTANG HIDUP yaitu:

ü       Pandangan hidup, umur remaja, baru memandang saja sudah hidup

ü       Pegangan hidup, kalau sudah megang atau dipegang baru hidup ini
termasuk manusia normal

ü       Perjuangan hidup, ini gejala normal para laskar tak berguna, sudah
berjuang tapi tidak mau hidup-hidup, kasihan memang

Selanjutnya bacalah artikel dibawah yang ditulis beliau, sangat-sangat
menarik, iqra’, iqra’ dan iqra karena itulah wahyu pertama yang diturunkan.

Legend, Arun* adalah dimana saya pernah berkarya selama 22 tahun, dan
sekarang hijrah ke Qatar dan disini sdh berkarya 11 tahun, Alhamdulillah
telah 33 tahun bekerja di pabrik LNG dan masih diberikan kesehatan. Arun LNG
sewaktu masih jaya-jayanya adalah termasuk salah satu kilang ter-modern dan
terbesar di dunia. Sekarang di Qatar dimana tempat saya mencangkol menjadi
kuli adalah juga kilang LNG yang terbesar dan termodern di Dunia, dimana
karyawanya adalah berbilang bangsa lebih 44 warga negara bekerja disini
sekarang. Global crisis economy juga berdampak disini, dimana beberapa
project juga tertunda. Tapi tidak separah di Dubai. 

Alkhori M

Alkhor Community

Qatar

From: [email protected]
[mailto:[email protected]] On Behalf Of Dewa Gede
Permana
Sent: Tuesday, September 22, 2009 6:14 AM
To: [email protected]
Subject: [Is-lam] Amuk

Amuk
Prof. DR. Sarlito Wirawan Sarwono
Dekan Fakultas Psikologi Universitas Indonesia
Istilah yang berasal dari kata Melayu ini ada dalam kamus Bahasa Inggris
(dieja: amuck). Artinya sama dengan dalam bahasa Indonesia: mengamuk. Dalam
dunia kedokteran jiwa, amuk biasa terjadi pada penderita schizophrenia
(awam: gila) yang akut, sehingga pasien itu terpaksa diikat di tempat tidur
(kalau di desa: dipasung). Kalau yang ngamuk beramai-ramai, menurut versi
Polri namanya rusuh massa dan mengatasinya dengan PHH (pasukan anti
huru-hara).
Dalam dunia psikologi, amuk sebenarnya adalah hal yang biasa. Anak kecil pun
bisa mengamuk, nangis dan menjerit-jerit sejadi-jadinya atau
berguling-guling di lantai. Namanya: temper tantrum. Ibu-ibu juga bisa
menangis, menjerit-jerit dan menjambaki rambutnya sendiri dan menyerang
orang yang mau mendekatinya. Namanya: hysteria. Semuanya itu terjadi,
biasanya kalau orang sudah frustrasi berat: anak minta mainan tidak diberi,
atau isteri yang suaminya selingkuh.
Tetapi amuk bukanlah sekedar agresif karena frustrasi. Orang mengamuk bisa
karena alasan yang tidak jelas. Bahkan mungkin tanpa alasan sama sekali.
Orang yang beberapa menit yang lalu masih baik-baik, ngobrol dengan
teman-temannya di warung, bisa tiba-tiba melempari toko, membakar mobil yang
liwat, bahkan membakar pencopet yang tertangkap. Padahal dia sama sekali
tidak ada urusannya dengan toko atau mobil itu, dan ia pun tidak tahu apakah
orang yang dibakarnya itu pencopet beneran atau bukan.
Uniknya, istilah amuck dalam bahasa Inggris justru diadopsi dari bahasa
Indonesia (dulu: Melayu). Padahal biasanya bahasa Indonesia-lah yang
mengadopsi kata-kata dari bahasa Inggris. Jelas bahwa di mata orang Inggris
(mungkin di jamannya Gubernur Jenderal Inggris Raffles) orang Indonesia
amat-sangat suka mengamuk.



_______________________________________________
Is-lam mailing list
[email protected]
http://server03.abangadek.com/cgi-bin/mailman/listinfo/is-lam

Kirim email ke