Metafisika Puasa : Taklukan Sinar Iblis

Oleh : KH Bahaudin Mudhary

 

IX. PUASA TAKLUKKAN SINAR IBLIS

 

Adalah mafhum belaka bahwa nafsu itu mengandung ajakan yang dapat disamakan
dengan instink hewan, antara lain instink lapar instink menghindarkan diri
atau mencari perlindungan, instink loba instink tamak, instink berkelahi,
berperang, dan semacamnya.

 

Semua nafsu tersebut adalah berbentuk api yang abstrak yang mengandung
ajakan berupa keinginan yang berkobar untuk menyampaikan maksudnya, tak
ubahnya bagaikan api yang berkobar untuk menjilat apa saja yang berada di
sekitarnya.

 

Api yang abstrak itu hanya mempunyai hubungan saling menggetar resonansi
dengan mahluk yang tersusun dari api yang abstrak, ialah iblis dan setan.

 

Iblis dan setan menurut kejadiannya berasal dari elektron hidup berujud dari
daya daya elektro magnetik, semisal dengan sinar membunuh (dudende snruol?)
yang mempunyai gelombang 0,000,0! sampai dengan 0,000,001 Iebih pendek dari
gelombang arus listrlk tehnik bolak balik, lebih pendek dari telegraf tanpa
kawat, lebih pendek dari gelombang radio dan sinar cahaya, bahkan lebih
pendek dari sinar ultra violet.

 

Oleh karenanya, siapa yang tidak dapat mengendalikan hawa nafsunya akan
menjadi korban sinar iblis (setan), pikirannya selalu dikendalikan iblis
yang mengajak berbuat buruk dan jahat sesuai dengan sifat yang dimiliki oleh
iblis (setan).

 

Maka untuk mencegah agar nafsu nafsu ahlak bertindak leluasa di dalam tubuh
harus senantiasa diusahakan suatu alat yang ampuh untuk menaklukannya ialah
dengan daya daya yang mempunyai gelombang yang lebih pendek daripada
gelombang Iblis, yaitu Sinar Tuhan "Nurullah"

 

Sinar Tuhan dapat diperoleh dengan bermacam syarat beribadah antara lain
ialah puasa, sehingga dengan otomatis elektron elektron bebas yang berada
ditubuh jasmani memanjat ke alam Tuhan. Karena Sinar Tuhan adalah gelombang
paling pendek dari semua gelombang dan menembus alam semesta, dalam segala
keadaan, termasuk otak manusia.

 

Sinar Tuhan yang menembus ke dalam otak manusia sanggup menghancur-leburkan
gelombang iblis dan setan yang bersarang di dalam otak. Sinar Tuhan yang
menembus ke otak manusia, lalu sinar itu diserap oleh badan budi maka akan
menimbulkan pikiran disebabkan daya daya dalam otak telah beresonansi dengan
Alam Tuhan.

 

Otak yang berisi Sinar Tuhan dinamakan otak batin yang sanggup mencegah
segala kegiatan hawa nafsu (iblis dan setan) sehingga pancaindera dan alat
alat tubuh dapat dikendalikan dengan sempurna.

 

Misalnya mata dapat dicegah dari pandangan yang membawa pengaruh buruk,
telinga dapat dicegah dari mendengarkan kata kata yang memberikan pengaruh
menimbulkan amarah lisan, dapat pula menahan kata kata buruk, memfitnah dan
kata kata yang tidak sedap, kotor menyakitkan hati orang, rasa dengki, iri
hati, loba, tamak rakus, takabur, riya dan segala macam tindakan tingkah
laku dan gerak gerik yang menjurus kepada kejahatan dapat dihindari.

 

Jelaslah bahwa melakukan puasa menurut ajaran Islam tidak hanya sanggup
menahan lapar dan haus semata, melainkan harus mampu menutup semua pintu
pintu alat pancaindera agar tidak kemasukan daya daya iblis dan setan. Sabda
Nabi:

 

"Beberapa banyak orang berpuasa tetapi pusanya tiada berarti kecuali Iapar
menahan lapar dan dahaga saja."

 

Maksud hadits ini, orang yang berpuasa hanya menahan lapar dari dahaga
tetapi tidak dapat mencegah perbuatannya dari pengaruh nafsu iblis dan
setan, maka puasanya tidak memperoleh hikmah apa-apa.

 

Sabdanya lagi: "Siapa yang tidak dapat menahan kata kata buruk dan berbuat
buruk maka bagi Allah tiada guna ia menahan lapar dan dahaganya "

 

Jadi yang dimaksudkan dengan puasa bukan hanya sanggup menahan lapar dan
haus saja, tetapi rohaninya (badan halus) harus mampu pula menghalau nafsu
nafsu Iblis dan setan yang mengandung ajakan untuk berbuat jahat .

 

Berkata Umar lbnul Khattab "Perangilah nafsu nafsumu sebelum kamu memerangi
musuh musuhmu". Memerangi hawa nafsu pasti dapat ditundukkan dengan
melakukan puasa ialah puasa lahiriyah dan puasa rohaniyah. Puasa lahiriyah
yakni menahan makan dan minum, dan Puasa rohaniyah ialah menutup alat
pancaindera dan segala macam days days yang menimbulkan nafsu yang
berkonotasi kepada perbuatan yang maksiat.

 

_______________________________________________
Is-lam mailing list
[email protected]
http://server03.abangadek.com/cgi-bin/mailman/listinfo/is-lam

Kirim email ke