sadis itu 'kan kata orang2 kafir, tul gak?
kapan ini bisa berlaku di Indonesia?
atw nunggu ada kudeta atw revolusi begitu?
salam,
Fahru
---
Cara Sadis Gerilyawan Somalia Berlakukan Hukuman
Sabtu, 10 Oktober 2009 | 05:28 WIB
NAIROBI, KOMPAS.com -
Gerilyawan garis keras al-Shabaab memotong satu kaki dan satu tangan
dari dua pemuda yang dituduh menjadi perampok di kota pelabuhan
Kismayu, Somalia selatan, Jumat (9/10). Seorang pria lokal ketiga yang
dijatuhi hukuman yang sama hanya dipotong satu kakinya setelah kelompok
gerilyawan itu mengetahui bahwa salah satu tangan pria itu cacat.
Al-Shabaab
menerapkan hukum sharia Islam yang ketat di sebagian besar wilayah
selatan Somalia dan daerah-daerah Mogadishu, ibukota negara tersebut.
Jumat, ribuan warga Kismayu berkumpul di sebuah lapangan pusat untuk
menyaksikan pelaksanaan hukuman amputasi itu.
"Mengejutkan.
Tidak ada yang tahan menyaksikan hal itu. Mereka berdarah hebat ketika
mereka dibawa pergi," kata wanita setempat Asha Bulle kepada Reuters
melalui telefon dari lokasi kejadian.
Seorang saksi mata
lain, Farah Hussein, mengatakan, penduduk diberi tahu gerilyawan
al-Shabaab pada Kamis agar mereka menyaksikan penghukuman itu, dan
penduduk di kota pelabuhan tersebut datang untuk melihat pemotongan
tangan dan kaki pada Jumat itu.
"Seluruh ketiga orang ini adalah kerabat dekat. Mereka dituduh menghadang
sebuah mobil di hutan dan merampoknya," katanya.
Pengadilan
Islam yang dikelola para ulama al-Shabaab memerintahkan eksekusi,
pencambukan dan amputasi di sebagian besar wilayah Kismayu dan
daerah-daerah Mogadishu yang mereka kuasai. Somalia dilanda pergolakan
kekuasaan dan anarkisme sejak panglima-panglima perang menggulingkan
diktator militer Mohamed Siad Barre pada 1991.
Penculikan,
kekerasan mematikan dan perompakan melanda negara tersebut. Sejak awal
2007, gerilyawan menggunakan taktik bergaya Irak, termasuk sejumlah
serangan bom dan pembunuhan pejabat, pekerja bantuan, intelektual dan
prajurit Ethiopia.
Ribuan orang tewas dan sekitar satu
juta orang hidup di tempat-tempat pengungsian di dalam negeri akibat
konflik tersebut. Pemerintah sementara telah menandatangani perjanjian
perdamaian dengan sejumlah tokoh oposisi, namun kesepakatan itu ditolak
oleh al-Shabaab dan kelompok-kelompok lain oposisi yang berhaluan keras.
Washington
menyebut al-Shabaab sebagai sebuah organisasi teroris yang memiliki
hubungan dekat dengan jaringan al-Qaeda pimpinan Osama bin Laden.
Gerilyawan muslim garis keras, yang meluncurkan ofensif sejak 7 Mei
untuk menggulingkan pemerintah sementara dukungan PBB yang dipimpin
oleh tokoh moderat Sharif Ahmed, meningkatkan serangan-serangan mereka.
Tiga
pejabat penting tewas dalam beberapa hari, yang mencakup seorang
anggota parlemen, seorang komandan kepolisian Mogadishu dan seorang
menteri yang terbunuh dalam serangan bom bunuh diri. Selain
pemberontakan berdarah, pemerintah Somalia juga menghadapi rangkaian
perompakan di lepas pantai negara itu.
Pemerintah
transisi lemah Somalia tidak mampu menghentikan aksi perompak yang
membajak kapal-kapal dan menuntut uang tebusan bagi pembebasan
kapal-kapal itu dan awak mereka. Perompak, yang bersenjatakan granat
roket dan senapan otomatis, menggunakan kapal-kapal cepat untuk memburu
sasaran mereka.
Perairan di lepas pantai Somalia
merupakan tempat paling rawan pembajakan di dunia, dan Biro Maritim
Internasional melaporkan 24 serangan di kawasan itu antara April dan
Juni tahun lalu saja.
_______________________________________________
Is-lam mailing list
[email protected]
http://server03.abangadek.com/cgi-bin/mailman/listinfo/is-lam