Assalamu'alaikum: Bang Bango,
Ketika terjadi musibah massal manusia sebagai korban bencana akan terbagi ke dalam: 1. Mati atau terluka berat 2. Melarikan diri ke daerah lain (cari selamat tanpa hiraukan harta atau keluarga tersisa) 3. Menjadi Penonton (tak tau berbuat apa, panic) 4. Menjadi penjarah (memanfaatkan situasi panic, bisa saja sebelum bencana memang ini kerjanya, atau ada yang spontan setelah bencana) 5. Menjadi penyelamat (cepat sadar situasi setelah bencana). Hari pertama tsunami Aceh. No. 5 mengumpulkan No 1 di tempat mana saja, dipisahkan (a) meninggal dan (b) luka berat (luka ringan kadang jadi No 5). Dalam hitungan menit yang (b) pindah ke (a). No 2 lari (kebanyakan pejabat, pengusaha, baik via airport mau pun jalan darat). No. 3 luntang lantung, kayak turis, panic, tak percaya apa yang dilihat dan dialaminya. No 4, ini yang menjadi penambah bencana. Kasus di Aceh tidak semuanya preman dari luar, penjarah local pun banyak. Misalnya, Tsunami pukul 8 pagi, saya selamatkan diri. Ketika kembali ke rumah (air tidak naik ke lantai 2) pukul 11, semua harta lenyap, laptop, PC, TV semua digondol. Dinding ruko bawah semua bolong diterjang tsunami. Jadi mudah aja masuk dan ke lantai 2. Hari kedua dan seterusnya No 4 antar propinsi masuk. Pagar besi rumah kosong walau tak kena tsunami ditarik pakai truck. Motor dan mobil diambil dari lumpur dilarikan ke luar daerah. Saya masuk No 5. Di komplek saya semua motor kami ambil dari lumpur kumpul diamankan di satu tempat di jaga. Bila pemilik atau keluarga pemilik datang dan kami kenal motor diserahkan. Kadang2 diberi tip ongkos tarik dari lumpur, cukup untuk beli makanan dan baju kaos. Semua mobil dalam komplek (baik punya local atau yang hanyut ke situ) kami copot rodanya supaya tidak ditarik penjarah. Bila pemilik atau keluarga pemilik datang kami pasang rodanya kembali. Saya kagum anggota No. 5 ini. Sebagian dari mereka hanya tinggal sendiri, keluarga hilang atau ditemukan mayat keluarganya. Namun mayat itu tidak ada perlakukan khusus dan diserahkan langsung ke relawan untuk diangkut ke kuburan masal. Mau diapakan, hanya tinggal sendirian, rumah tak ada lagi. Sebaiknya pemerintah membentuk Badan Pengelola Bencana (kayaknya udah ada ya) yang melatih masyarakat bukan hanya menyelamatkan diri tapi juga tanggap terhadap keamanan lingkungan, baik di daerah bencana mau pun di daerah yang bukan daerah bencana. Sering terjadi ada issue bohong tsunami datang kampong jadi kosong, nah maling yang masuk. Lucunya ketika mengamankan diri satu mobil pickup muat 40 orang, dan ketika kembali hanya sebagian yang muat. Wassalam, Secuil ingatan ketika bencana tsunami di Aceh Wong -----Original Message----- From: [email protected] [mailto:[email protected]] On Behalf Of Bango Samparan Sent: 10 Oktober 2009 12:16 To: [email protected] Subject: Re: [Is-lam] Cara Sadis Gerilyawan Somalia Berlakukan Hukuman Barangkali diskusi tentang gempa ini bisa menjadi renungan: ... Satu tambahan yang sy lupa menuliskannya, adalah soal: Penjarahan. Di Padang terjadi penjarahan, sy tidak tahu apa sudah berhasil diatasi? Di Bantul dulu, di minggu pertama kedua, jg datang penjarah, kami, menduga para penjarah waktu itu datang dari sekitar Magelang dan Pati. Di Aceh, penjarah, datang kabarnya dari para preman Medan. Berbeda dengan di Aceh, penjarahan di Bantul bisa diatasi, dengan cara yang keras. Sy agak ngeri dengan cara itu, tapi mungkin itu satu-satunya cara menghentikan penjarahan. Yaitu dengan kekerasan. Marinir menembak mati dan penjarah dibuang ke kali. Sy dengar dari kawan sy, brimob jg nembak mati, dan penjarah yang ketangkap penduduk, ada yang mati di massa. Waktu itu, tidak ada beritanya di koran, tp sy sempat iseng tanya ke seorang polisi, perwira menengah Polda DIY, kalau penjarah yang tewas oleh petugas maupun massa, ada 5 orang. Dan setelah itu, aman Bantul, tak ada lagi penjarah. Problem kita, di Padang (Aceh dan mungkin di daerah gempa/bencana lain), sering tidak ada perintah pada aparat kita, untuk bertindak keras pada para penjarah. Soalnya sering pejabat yang punya kewajiban itu, lupa, atau memang tidak punya pengalaman menangani bencana, atau jg jadi korban. Karena itu, akalu tidak ada perintah itu, ya harus ada yang memberi 'perintah' kepada polisi atau tentara kita, agar bertindak keras kepada para penjarah. Salam hangat B. Samparan --- On Sat, 10/10/09, AFR <[email protected]> wrote: > From: AFR <[email protected]> > Subject: [Is-lam] Cara Sadis Gerilyawan Somalia Berlakukan Hukuman > To: [email protected] > Date: Saturday, October 10, 2009, 7:23 AM > sadis itu > 'kan kata orang2 kafir, tul gak? > > kapan ini bisa berlaku di Indonesia? > atw nunggu ada kudeta atw revolusi begitu? > > > salam, > Fahru > --- > Cara > Sadis Gerilyawan Somalia Berlakukan Hukuman > > > > > > > > > > Sabtu, 10 Oktober > 2009 | 05:28 WIB > > > NAIROBI, KOMPAS.com - > Gerilyawan garis keras al-Shabaab memotong satu kaki dan > satu tangan > dari dua pemuda yang dituduh menjadi perampok di kota > pelabuhan > Kismayu, Somalia selatan, Jumat (9/10). Seorang pria lokal > ketiga yang > dijatuhi hukuman yang sama hanya dipotong satu kakinya > setelah kelompok > gerilyawan itu mengetahui bahwa salah satu tangan pria itu > cacat. > > Al-Shabaab > menerapkan hukum sharia Islam yang ketat di sebagian besar > wilayah > selatan Somalia dan daerah-daerah Mogadishu, ibukota negara > tersebut. > Jumat, ribuan warga Kismayu berkumpul di sebuah lapangan > pusat untuk > menyaksikan pelaksanaan hukuman amputasi itu. > > "Mengejutkan. > Tidak ada yang tahan menyaksikan hal itu. Mereka berdarah > hebat ketika > mereka dibawa pergi," kata wanita setempat Asha Bulle > kepada Reuters > melalui telefon dari lokasi kejadian. > > Seorang saksi mata > lain, Farah Hussein, mengatakan, penduduk diberi tahu > gerilyawan > al-Shabaab pada Kamis agar mereka menyaksikan penghukuman > itu, dan > penduduk di kota pelabuhan tersebut datang untuk melihat > pemotongan > tangan dan kaki pada Jumat itu. > > "Seluruh ketiga orang ini adalah kerabat dekat. Mereka > dituduh menghadang sebuah mobil di hutan dan > merampoknya," katanya. > > Pengadilan > Islam yang dikelola para ulama al-Shabaab memerintahkan > eksekusi, > pencambukan dan amputasi di sebagian besar wilayah Kismayu > dan > daerah-daerah Mogadishu yang mereka kuasai. Somalia dilanda > pergolakan > kekuasaan dan anarkisme sejak panglima-panglima perang > menggulingkan > diktator militer Mohamed Siad Barre pada 1991. > > Penculikan, > kekerasan mematikan dan perompakan melanda negara tersebut. > Sejak awal > 2007, gerilyawan menggunakan taktik bergaya Irak, termasuk > sejumlah > serangan bom dan pembunuhan pejabat, pekerja bantuan, > intelektual dan > prajurit Ethiopia. > > Ribuan orang tewas dan sekitar satu > juta orang hidup di tempat-tempat pengungsian di dalam > negeri akibat > konflik tersebut. Pemerintah sementara telah menandatangani > perjanjian > perdamaian dengan sejumlah tokoh oposisi, namun kesepakatan > itu ditolak > oleh al-Shabaab dan kelompok-kelompok lain oposisi yang > berhaluan keras. > > Washington > menyebut al-Shabaab sebagai sebuah organisasi teroris yang > memiliki > hubungan dekat dengan jaringan al-Qaeda pimpinan Osama bin > Laden. > Gerilyawan muslim garis keras, yang meluncurkan ofensif > sejak 7 Mei > untuk menggulingkan pemerintah sementara dukungan PBB yang > dipimpin > oleh tokoh moderat Sharif Ahmed, meningkatkan > serangan-serangan mereka. > > Tiga > pejabat penting tewas dalam beberapa hari, yang mencakup > seorang > anggota parlemen, seorang komandan kepolisian Mogadishu dan > seorang > menteri yang terbunuh dalam serangan bom bunuh diri. Selain > pemberontakan berdarah, pemerintah Somalia juga menghadapi > rangkaian > perompakan di lepas pantai negara itu. > > Pemerintah > transisi lemah Somalia tidak mampu menghentikan aksi > perompak yang > membajak kapal-kapal dan menuntut uang tebusan bagi > pembebasan > kapal-kapal itu dan awak mereka. Perompak, yang > bersenjatakan granat > roket dan senapan otomatis, menggunakan kapal-kapal cepat > untuk memburu > sasaran mereka. > > Perairan di lepas pantai Somalia > merupakan tempat paling rawan pembajakan di dunia, dan Biro > Maritim > Internasional melaporkan 24 serangan di kawasan itu antara > April dan > Juni tahun lalu saja. > > > > -----Inline Attachment Follows----- > > _______________________________________________ > Is-lam mailing list > [email protected] > http://server03.abangadek.com/cgi-bin/mailman/listinfo/is-lam > _______________________________________________ Is-lam mailing list [email protected] http://server03.abangadek.com/cgi-bin/mailman/listinfo/is-lam _______________________________________________ Is-lam mailing list [email protected] http://server03.abangadek.com/cgi-bin/mailman/listinfo/is-lam
