Dengan Lailatulqadar Menggapai Surga 3 Dimensi dan Manusia Bukan Makhluk
Sirkus

(Subtitel: Film 3 Dimensi dan Surga 3 Dimensi)

Ketika layar film yang 2 dimensi ditayangkan film 3 dimensi pada saat itu
diperlukan alat bantu yaitu kaca mata khusus agar film 3 dimensi bisa
terlihat REAL pada layar yang hanya ada panjang & lebar yaitu 2 dimensi.
Tapi sekarang dengan teknik digital maka video yang 3 dimensi bisa terlihat
dengan sempurna tanpa alat bantu, itulah kemajuan teknologi. Tapi bagaimana
dengan surga 3 dimensi, ternyata dibidang AGAMA hal itu masih sangat
tertinggal jauh. Dalam ber-AGAMA masih terbatas pada 2 dimensi untuk
menggapai surga yang 3 dimensi.

Dimensi Pertama, kelompok ini mempercayai, bahwa surga adalah tergantung
tuhan. Dan sebagai produk derivative-nya, maka kalau SURGA adalah hak
PRIVILEDGE Tuhan, maka seharusnya KERUKUNAN HIDUP ANTAR AGAMA harus langgeng
dan DAMAI, tanpa perlu ada pihak-pihak tertentu meng-claim telah memegang
kunci surga. Maka teruslah dijaga kerukunan damai dan rukun diantara ummat
antar agama. 

Dimensi Kedua, karena tuhan telah menciptakan adanya SURGA & NERAKA, maka
kelompok ini mempercayai bahwa manusia boleh dan punya pilihan kalau
melenceng akan terjerembab ke NERAKA, makanya setiap hari quality ber-AGAMA
terus ditingkatkan, kalau baru lahir, instint dan emosi lebih berperan, maka
setelah beranjak dewasa dan terus meningkat level muttaqiin akan terus
bertambah hingga bisa tercapai dimensi ketiga yaitu level yang tertinggi
yaitu semuanya adalah KE-IKHLASAN dan KECINTAAN kepada tuhan semata.
Sehingga semua makhluk tuhan akan diperlakukan sesuai dengan fitrahnya dan
harus disayangi yaitu sesuai dengan hidayah dan kasih tuhan.

Dimensi Ketiga, Mukhlisin yaitu orang-orang yang beramal hanya semata karena
lillahi ta'ala dan karena cintanya kepada TUHAN tanpa ada embel-embel SURGA
yang ingin digapai. Lihat posting "BERAGAMA SEPERTI LUMBA-LUMBA DI ANCOL
ATAU SINGA SIRKUS. Salam kompak selalu dari Doha, State of Qatar. Insya
Allah bersambung.

Salam,

Alkhori M

Doha, State of Qatar

============================================================================

Dengan Lailatulqadar Menggapai Surga 3 Dimensi dan Manusia Bukan Makhluk
Sirkus

Glosary: Ada 3 konsep yang perlu dihaluskan (Defined) yaitu 

1.      Lailatulqadar (ini sudah hampir jelas) 
2.      Surga 3 Dimensi (umumnya ummat Islam hanya mampu menggapai 2 dimensi
saja) 
3.      Manusia Bukan Makhluk Sirkus (tentu banyak yang tahu bagaimana
binatang sirkus dilatih sehingga menjadi tontonan yang menarik) 

Sewaktu seorang dilahirkan, karena instink-nya sebagai manusia, maka
menangislah bayi calon manusia tersebut. Mengapa sang bayi menangis, kalau
secara medis itu sangat perlu agar saluran pernafasan sang bayi menjadi baik
dan menjadi bersih dan kering sehingga sang bayi akan sehat, mengapa itu
bisa terjadi itulah instint sang bayi karena beliau dilahirkan sebagai
seorang manusia di bumi Allah ini. Dengan bertambah waktu dari hari ke bulan
dan ke tahun, maka berkembanglah kemampuan manusia tadi sehingga penggunaan
AKAL makin bertambah. Kalau sewaktu kecil setiap perbuatan harus dirangsang
dengan REWARD, maka makin bertambah umur, maka AKAL makin berperan.

Binatang sirkus ketika dilatih, setiap berhasil selalu diberikan HADIAH/
REWARD, begitulah binatang sirkus dilatih, walapun sudah bertahun-tahun
binatang sirkus masih tetap mengharapkan HADIAH setiap melakukan sesuatu,
mengapa demikian, karena pada bintang hanya ada NAFSU tapi tidak deberikan
AKAL oleh sang KHALIK. Jadi kalau pertama-tama semasa kecil manusia setiap
melakukan seseuatu selalu dirangsang dengan HADIAH, tapi dengan makin dewasa
maka AKAL akan mengambil alih INSTINT yang penuh NAFSU sehingga manusia
melakukan sesuatu terutama yang menyangkut RITUAL adalah sudah berdasarkan
AKAL bukan lagi NAFSU, maka jika manusia melakukan sesuatu karena PAMRIH
bukan IKHLAS apa bedanya manusia dengan peliharaan di SIRKUS. Maka judul
diatas dituliskan MANUSIA BUKAN MAKHLUK SIRKUS yang berbuat karena imbalan.
Salam kompak selalu dari Doha, State of Qatar. Insya Allah bersambung.

Salam,

Alkhori M

Doha, State of Qatar

 

 

_______________________________________________
Is-lam mailing list
[email protected]
http://server03.abangadek.com/cgi-bin/mailman/listinfo/is-lam

Kirim email ke