Dengan Lailatulqadar Menggapai Surga 3 Dimensi dan Manusia Bukan Makhluk Sirkus
(Subtitel: Ber-Agama Sperti Lumba-Lumba Di Ancol atau Singa Sirkus) Setelah lumba-lumba di Ancol melakukan sebuah atraksi, maka sang pelatih selalu melemparkan anak ikan kemulut lumba-lumba tersebut dan itu terus berlanjut, begitulah terus terjadi pada lumba-lumba tersebut, setiap melakukan atraksi akan diberikan hadiah. Sama juga dengan singa-singa di sirkus, setiap melakukan atraksi oleh pelatih selalu diberikan makanan kesenangan singa-singa tersebut. Dan yang sangat penting singa-singa tersebut dijaga agar jangan sampai lapar kalau kelaparan akan berubah hyper behaviour. Begitulah tingkah laku hewan-hewan atau binatang-binatang yang hanya mengandalkan nafsu-nya. Memang demikianlah hirarki makhluk ciptaan tuhan. Hewan hanya ada NAFSU, manusia mempunyai AKAL & NAFSU, sementara malaikat hanya ada AKAL. Dalam ber-AGAMA manusia itu (karena penulis adalah muslim) maka yang diambil sebagai contoh adalah agama islam. Kalau shalat berjama'ah pahalanya 27x maka shalat berjama'ah sangat URGENT, TAPI WHAT NEXT TER-ABAIKAN, TAPI WHAT NEXT TERLUPAKAN, tapi sayangnya SPIRIT berjama'ah itu sendiri tidak terdapat dalam kehidupan sehari-hari, berjama'ah hanya terlihat didalam mesjid, setelah keluar dari mesjid, lupalah pesan dan tujuan dari berjama'ah. Makanya jama'ah TABLIGH mereka sangat mengerti arti jama'ah, sehingga mereka mempunyai AMIR yang selalu mereka taati. Tapi musuh islam sangat tahu kekuatan jama'ah TABLIGH, maka dihembuskan berita-berita jelek tentang kelompok tersebut. Karena banyak yang masih ber-AGAMA seperti LUMBA-LUMBA dan SINGA SIRKUS, maka mereka percaya saja berita bohong yang dicapkan kepada jama'ah TABLIGH tersebut. Kalau bulan Ramadhan, setiap amalan pada bulan ramadhan pahalanya berlipat ganda, maka pada bulan ramadhan, banyaklah ummat islam bersedeqah, tapi lagi-lagi WHAT NEXT setelah ramadhan, mana sedeqah yang selama ramadhan banyak dikeluarkan, tapi setelah ramadhan berlalu, sedeqah juga berlalu, lagi-lagi WHAT NEXT TERLUPAKAN. Makanya yang ber-AGAMA SEPERTI LUMBA-LUMBA atau SINGA SIRKUS, mereka akan melakukan sesuatu/ amalan karena masih mengharapkan PAMRIH DARI TUHAN. Lihat posting "IKTIQAF dan TIADA HARI TANPA SEDEQAH" Salam kompak selalu dari Doha, State of Qatar. Insya Allah bersambung. Salam, Alkhori M Doha, State of Qatar ============================================================================ Dengan Lailatulqadar Menggapai Surga 3 Dimensi dan Manusia Bukan Makhluk Sirkus (Subtitel: Film 3 Dimensi dan Surga 3 Dimensi) Ketika layar film yang 2 dimensi ditayangkan film 3 dimensi pada saat itu diperlukan alat bantu yaitu kaca mata khusus agar film 3 dimensi bisa terlihat REAL pada layar yang hanya ada panjang & lebar yaitu 2 dimensi. Tapi sekarang dengan teknik digital maka video yang 3 dimensi bisa terlihat dengan sempurna tanpa alat bantu, itulah kemajuan teknologi. Tapi bagaimana dengan surga 3 dimensi, ternyata dibidang AGAMA hal itu masih sangat tertinggal jauh. Dalam ber-AGAMA masih terbatas pada 2 dimensi untuk menggapai surga yang 3 dimensi. Dimensi Pertama, kelompok ini mempercayai, bahwa surga adalah tergantung tuhan. Dan sebagai produk derivative-nya, maka kalau SURGA adalah hak PRIVILEDGE Tuhan, maka seharusnya KERUKUNAN HIDUP ANTAR AGAMA harus langgeng dan DAMAI, tanpa perlu ada pihak-pihak tertentu meng-claim telah memegang kunci surga. Maka teruslah dijaga kerukunan damai dan rukun diantara ummat antar agama. Dimensi Kedua, karena tuhan telah menciptakan adanya SURGA & NERAKA, maka kelompok ini mempercayai bahwa manusia boleh dan punya pilihan kalau melenceng akan terjerembab ke NERAKA, makanya setiap hari quality ber-AGAMA terus ditingkatkan, kalau baru lahir, instint dan emosi lebih berperan, maka setelah beranjak dewasa dan terus meningkat level muttaqiin akan terus bertambah hingga bisa tercapai dimensi ketiga yaitu level yang tertinggi yaitu semuanya adalah KE-IKHLASAN dan KECINTAAN kepada tuhan semata. Sehingga semua makhluk tuhan akan diperlakukan sesuai dengan fitrahnya dan harus disayangi yaitu sesuai dengan hidayah dan kasih tuhan. Dimensi Ketiga, Mukhlisin yaitu orang-orang yang beramal hanya semata karena lillahi ta'ala dan karena cintanya kepada TUHAN tanpa ada embel-embel SURGA yang ingin digapai. Lihat posting "BERAGAMA SEPERTI LUMBA-LUMBA DI ANCOL ATAU SINGA SIRKUS. Salam kompak selalu dari Doha, State of Qatar. Insya Allah bersambung. Salam, Alkhori M Doha, State of Qatar ============================================================================ Dengan Lailatulqadar Menggapai Surga 3 Dimensi dan Manusia Bukan Makhluk Sirkus Glosary: Ada 3 konsep yang perlu dihaluskan (Defined) yaitu 1. Lailatulqadar (ini sudah hampir jelas) 2. Surga 3 Dimensi (umumnya ummat Islam hanya mampu menggapai 2 dimensi saja) 3. Manusia Bukan Makhluk Sirkus (tentu banyak yang tahu bagaimana binatang sirkus dilatih sehingga menjadi tontonan yang menarik) Sewaktu seorang dilahirkan, karena instink-nya sebagai manusia, maka menangislah bayi calon manusia tersebut. Mengapa sang bayi menangis, kalau secara medis itu sangat perlu agar saluran pernafasan sang bayi menjadi baik dan menjadi bersih dan kering sehingga sang bayi akan sehat, mengapa itu bisa terjadi itulah instint sang bayi karena beliau dilahirkan sebagai seorang manusia di bumi Allah ini. Dengan bertambah waktu dari hari ke bulan dan ke tahun, maka berkembanglah kemampuan manusia tadi sehingga penggunaan AKAL makin bertambah. Kalau sewaktu kecil setiap perbuatan harus dirangsang dengan REWARD, maka makin bertambah umur, maka AKAL makin berperan. Binatang sirkus ketika dilatih, setiap berhasil selalu diberikan HADIAH/ REWARD, begitulah binatang sirkus dilatih, walapun sudah bertahun-tahun binatang sirkus masih tetap mengharapkan HADIAH setiap melakukan sesuatu, mengapa demikian, karena pada bintang hanya ada NAFSU tapi tidak deberikan AKAL oleh sang KHALIK. Jadi kalau pertama-tama semasa kecil manusia setiap melakukan seseuatu selalu dirangsang dengan HADIAH, tapi dengan makin dewasa maka AKAL akan mengambil alih INSTINT yang penuh NAFSU sehingga manusia melakukan sesuatu terutama yang menyangkut RITUAL adalah sudah berdasarkan AKAL bukan lagi NAFSU, maka jika manusia melakukan sesuatu karena PAMRIH bukan IKHLAS apa bedanya manusia dengan peliharaan di SIRKUS. Maka judul diatas dituliskan MANUSIA BUKAN MAKHLUK SIRKUS yang berbuat karena imbalan. Salam kompak selalu dari Doha, State of Qatar. Insya Allah bersambung. Salam, Alkhori M Doha, State of Qatar
_______________________________________________ Is-lam mailing list [email protected] http://server03.abangadek.com/cgi-bin/mailman/listinfo/is-lam
