Saat ini Jakarta merupakan kota dengan udara terkotor ketiga di dunia. Kali2nya pun sudah kotor dan tercemar sehingga nyaris tidak ada ikan yang bisa hidup. Sementara hutan kota/kebun terus berkurang berubah jadi bangunan.. Contohnya di Senayan sudah jadi Hotel Atlet, Plaza Senayan, Sudirman Place, dsb.
Solusinya adalah memindahkan ibukota dari Jakarta jika kita mau selamat. http://infoindonesia.wordpress.com/2008/02/18/memindahkan-ibukota-dari-jakarta/ === Media Islam - Belajar Islam sesuai Al Qur'an dan Hadits http://media-islam.or.id ----- Pesan Asli ---- > Dari: Mawan Sugiyanto <[email protected]> > Kepada: [email protected] > Terkirim: Kam, 5 November, 2009 14:19:12 > Judul: Re: [Is-lam] Mencintai Alam. Jangan Berbuat Kerusakan di Muka Bumi > > awwww > > hiks hiks.. > sayangnya merusak itu dijadikan tumpuan atas nama kemaslahatan. misalnya tiap > pagi naik motor/mobil yang jelas-jelas juga merusak lingkungan. tapi atas > nama > bekerja, kita menjadi bagian perusakan itu. Dan bagian ini menjadi hal yang > tak > terpisahkan, bagi sebagian orang adalah sebuah keniscayaan, mau bagaimana > lagi? > ---termasuk saya yang nulis ini--- > > 2011 katanya kemacetan jakarta sampai pada puncaknya. > > bimaa kasyabat aidinnas...... > > :(( > > > wwww > > > mawan sugiyantobogor, indonesia www.maoneid.indoinvestor.com > > > --- On Wed, 11/4/09, A Nizami wrote: > > > From: A Nizami > > Subject: [Is-lam] Mencintai Alam. Jangan Berbuat Kerusakan di Muka Bumi > > To: "Is-lam" > > Date: Wednesday, November 4, 2009, 8:50 AM > > Sesungguhnya Allah SWT menciptakan > > Langit dan Bumi beserta > > seluruh isinya sebagai hadiah/rahmat bagi ummat manusia. > > “Dan Dia telah > > menundukkan untukmu apa yang di langit dan apa yang di bumi > > semuanya, (sebagai > > rahmat) daripada-Nya. Sesungguhnya pada yang demikian itu > > benar-benar terdapat > > tanda-tanda (kekuasaan Allah) bagi kaum yang > > berfikir.” [Al Jaatsiyah 13] > > Allah memberikan kita air untuk > > minum dan juga bermacam-macam buah-buahan untuk dimakan. > > “Allah-lah yang > > telah menciptakan langit dan bumi dan menurunkan air hujan > > dari langit, > > kemudian Dia mengeluarkan dengan air hujan itu berbagai > > buah-buahan menjadi > > rezki untukmu; dan Dia telah menundukkan bahtera bagimu > > supaya bahtera itu, > > berlayar di lautan dengan kehendak-Nya, dan Dia telah > > menundukkan (pula) bagimu > > sungai-sungai.” [Ibrahim 32] > > “Dan Kami turunkan > > dari langit air yang banyak manfaatnya lalu Kami tumbuhkan > > dengan air itu > > pohon-pohon dan biji-biji tanaman yang diketam, dan pohon > > kurma yang > > tinggi-tinggi yang mempunyai mayang yang bersusun- susun, > > untuk menjadi rezki > > bagi hamba-hamba (Kami), dan Kami hidupkan dengan air itu > > tanah yang mati > > (kering). Seperti itulah terjadinya kebangkitan.” [Qaaf > > 9-11] > > “Dan Dialah yang > > menjadikan kebun-kebun yang berjunjung dan yang tidak > > berjunjung, pohon korma, > > tanam-tanaman yang bermacam-macam buahnya, zaitun dan > > delima yang serupa > > (bentuk dan warnanya) dan tidak sama (rasanya). Makanlah > > dari buahnya (yang > > bermacam-macam itu) bila dia berbuah, dan tunaikanlah > > haknya di hari memetik > > hasilnya (dengan disedekahkan kepada fakir miskin); dan > > janganlah kamu > > berlebih-lebihan. Sesungguhnya Allah tidak menyukai orang > > yang > > berlebih-lebihan.” [Al An'aam 141] > > Berbagai tanaman bukan hanya memberi > > kita makanan, tapi juga udara yang segar dan bermacam-macam > > obat-obatan. > > Allah juga memberi kita binatang > > ternak yang bisa kita makan dan kendarai. > > “Dan di antara hewan ternak itu ada yang > > dijadikan untuk pengangkutan dan ada yang untuk disembelih. > > Makanlah dari rezki > > yang telah diberikan Allah kepadamu, dan janganlah kamu > > mengikuti langkah-langkah > > syaitan. Sesungguhnya syaitan itu musuh yang nyata > > bagimu.” [Al An'aam 142] > > Allah memberi kita laut dan sungai > > yang mengandung berbagai binatang air/ikan untuk kita > > makan. > > “Dan Dia-lah, Allah > > yang menundukkan lautan (untukmu), agar kamu dapat memakan > > daripadanya daging > > yang segar (ikan), dan kamu mengeluarkan dari lautan itu > > perhiasan yang kamu > > pakai; dan kamu melihat bahtera berlayar padanya, dan > > supaya kamu mencari > > (keuntungan) dari karunia-Nya, dan supaya kamu > > bersyukur..” [An Nahl 14] > > Allah telah memberi kita alam berupa > > air, udara, laut, sungai, tanah dan sebagainya yang bisa > > kita makan. > > “Katakanlah: > > "Siapakan yang memberi rezeki kepadamu dari langit dan dari > > bumi?" > > Katakanlah: "Allah", dan sesungguhnya kami atau kamu > > (orang-orang > > musyrik), pasti berada dalam kebenaran atau dalam kesesatan > > yang nyata.” [Saba' > > 24] > > Allah memerintahkan kita juga untuk > > makan rezeki yang halal dan baik serta bersyukur kepada > > Allah dan menyembahnya.. > > “Maka makanlah yang > > halal lagi baik dari rezki yang telah diberikan Allah > > kepadamu; dan syukurilah > > nikmat Allah, jika kamu hanya kepada-Nya saja menyembah.” > > [An Nahl 114] > > Jika alam ini baik, niscaya kita > > bisa mendapat makanan dan minuman yang baik dan sehat untuk > > kita. Tapi jika > > alam ini kotor atau rusak, niscaya kita sulit untuk > > mendapatkan makanan dan > > minuman tersebut. > > Oleh karena itu, Allah memerintahkan > > kita untuk tidak berbuat kerusakan di muka bumi. > > “Dan janganlah kamu > > membuat kerusakan di muka bumi, sesudah Allah > > memperbaikinya dan berdoalah > > kepada-Nya dengan rasa takut (tidak akan diterima) dan > > harapan (akan > > dikabulkan). Sesungguhnya rahmat Allah amat dekat kepada > > orang-orang yang > > berbuat baik.” [Al A'raaf 56] > > Sungai-sungai yang bersih seperti di Kalimantan, Sumatera, > > Sulawesi, dan > > Papua memberikan banyak makanan kepada penduduknya berupa > > ikan, udang segar, > > atau bintang airnya untuk di makan. Berbagai ikan seperti > > ikan Arowana, ikan > > Mas, Mujair, Sepat, Gabus, Udang Besar, bahkan mamalia air > > seperti Pesut > > Mahakam ada di sungai yang bersih airnya. > > Sebetulnya tidak perlu ada rakyat > > miskin yang kelaparan jika sungainya bersih karena mereka > > bisa memakan binatang > > atau pun tanaman yang hidup di sungai tersebut. > > Namun manusia merusaknya dengan > > membuang berbagai kotoran/limbah dari rumah dan > > pabrik-pabrik sehingga sungainya > > kotor dan bau seperti Kali Ancol, Kali Sunter, Kali > > Ciliwung,dan sebagainya. Di > > kali Ancol, orang yang mencoba berenang di situ bisa > > gatal-gatal kulitnya dan > > mati karena bau dan kotornya. Tidak ada ikan atau udang > > yang bisa hidup di sana > > kecuali paling ikan Sapu-sapu yang banyak orang tidak mau > > memakannya karena > > jijik. > > Nabi melarang kita membunuh manusia > > yang tidak bersalah atau pun menebang pohon semena-mena. > > Hadis riwayat Abu > > Syuraih Al-Adawi ra.: > > Dalam satu hadits > > yang panjang Nabi bersabda: Sesungguhnya kota Mekah > > diharamkan oleh Allah dan > > bukan manusia yang mengharamkannya. Maka tidak halal bagi > > orang yang beriman > > kepada Allah dan hari kiamat menumpahkan darah dan menebang > > pohon di sana. ..Hendaklah > > orang yang hadir menyaksikan menyampaikan kepada orang yang > > tidak hadir!. > > (Shahih Muslim No.2413) > > Pohon mampu menurunkan suhu yang > > panas dari sinar matahari hingga 100 celsius dengan cara > > menghalangi > > sinar matahari hingga tidak menimpa langsung ke tubuh kita. > > Sayang manusia > > dengan berbagai alasan seperti takut kotor atau tidak mau > > keindahan gedungnya > > terhalang pohon, akhirnya menebang pohon. Akibatnya > > pemanasan global (Global > > Warming) pun makin menjadi-jadi. Bahkan di puncak pun > > seperti Taman Bunga yang > > hanya menanam bunga kecil-kecil dengan sedikit pohon yang > > rindang atau Kebun > > Teh, udara jadi serasa panas karena tidak ada pohon yang > > teduh menaungi badan > > kita. > > Pohon juga memberikan oksigen/udara > > bersih untuk kita bernapas. Dengan banyaknya penebangan > > pohon di Jakarta karena > > pembangunan Mal dan Gedung Perkantoran atau pelebaran > > jalan, maka oksigen yang > > dikeluarkan pohon berkurang. Sementara asap kendaraan atau > > pun pabrik di > > Jabodetabek terus bertambah sehingga saat ini Jakarta > > merupakan kota dengan > > udara terkotor ketiga di dunia! Banyak orang termasuk > > anak-anak menderita batuk > > atau penyakit pernafasan lain secara kronis atau > > berulang-kali. Jakarta dalam > > jangka waktu dekat bisa jadi kota mati! > > Berkali-kali Allah melarang kita > > untuk tidak berbuat kerusakan di muka bumi dan memberi azab > > berupa bencana alam > > sebagai siksanya. Contohnya penduduk Madyan diberi azab > > gempa karena > > membangkang: > > “Dan (Kami telah > > mengutus) kepada penduduk Madyan, saudara mereka Syu'aib, > > maka ia berkata: > > "Hai kaumku, sembahlah olehmu Allah, harapkanlah (pahala) > > hari akhir, dan > > jangan kamu berkeliaran di muka bumi berbuat > > kerusakan." > > Maka mereka > > mendustakan Syu'aib, lalu mereka ditimpa gempa yang > > dahsyat, dan jadilah mereka > > mayat-mayat yang bergelimpangan di tempat-tempat tinggal > > mereka.” [ Al > > 'Ankabuut 36-37] > > Meski Allah melarang ummat Islam > > untuk membuka aurat di depan umum, sayangnya banyak > > Muslimah yang membuka > > auratnya. Alasannya demi “Tuntutan Skenario” atau agar > > bisa mengikuti kontes > > “Puteri Indonesia” atau “Ratu Dunia.” Di kontes > > “Puteri Indonesia”, banyak > > muslimah yang dipaksa untuk melepas jilbabnya. Bahkan jika > > mereka lolos dan > > mengikuti kontes “Ratu Dunia”, mereka diharuskan > > berpakaian renang di depan > > umum! > > Di antaranya adalah 2 finalisnya > > dari Minangkabau dan Aceh Nangroe Darussalam pada kontes > > Puteri Indonesia > > Oktober 2009. Padahal 2 daerah tersebut baru saja dilanda > > bencana besar berupa > > Tsunami Aceh tahun 2004 yang menewaskan 200 ribu orang dan > > Gempa Padang 30 > > September 2009 yang menewaskan 1.100 orang lebih! Allah > > memerintahkan para > > Muslimah untuk menutup aurat dan memakai jilbab di tempat > > umum. Namun mereka > > membukanya. Adakah mereka tidak takut akan siksa Allah yang > > sangat pedih? > > Mereka lebih memilih mematuhi perintah manusia ketimbang > > perintah Allah. > > Di Indonesia ada pertemuan 4 lempeng > > tektonik raksasa yaitu: Eurasia, Indo-Australia, Filipina, > > dan Karolina. > > Gunung-gunung berapi pun menyebar di sepanjang pertemuan > > lempeng itu seperti > > gunung Kerinci, Gunung Krakatau, Gunung Gede, Gunung > > Pangrango, Gunung Merapi, > > Gunung Agung, Gunung Tambora, dan sebagainya. Setiap 2 > > menit, lempeng tersebut > > bertumbukan. Namun Allah-lah yang menahan sehingga gempa > > besar tidak terjadi > > setiap 2 menit. Allah bisa saja membiarkan tumbukan > > tersebut menjadi besar dan > > berakibat fatal bagi manusia sehingga terjadi gempa besar > > yang mematikan > > seperti Gempa Yogya yang menewaskan 5000 orang atau pun > > gempa Padang. > > Saya ingat betul sebelum gempa Yogya > > terjadi bagaimana Sri Sultan bersama istrinya diberitakan > > media massa menentang > > mati-matian RUU Anti Pornografi. Timbul kesan di hati saya > > Sri Sultan dan > > Istrinya tidak ingin kemaksiatan seperti Pornografi atau > > perzinahan dilarang > > oleh pemerintah. Bagaimana Allah tidak marah jika ada orang > > yang ingin > > kemaksiatan berjalan dengan bebas? > > Malaysia berani mengusir Inul karena > > menganggap goyang “ngebor”nya Inul terlalu jorok dan > > tidak sesuai dengan ajaran > > Islam. Namun seorang Menteri yang berafiliasi dengan satu > > partai yang “berbau” > > Islam justru marah-marah karenanya. Di Indonesia berbagai > > goyang dangdut yang > > mesum dan jorok merajalela di TV, acara perkawinan, hingga > > kampanye pemilu > > partai politik. Bagaimanakah kita bisa mengharap Allah > > tidak menurunkan azabnya > > jika kemaksiatan terus berlangsung? > > Allah melarang kita merusak tanaman > > dan juga binatang. > > “Dan apabila ia > > berpaling (dari kamu), ia berjalan di bumi untuk mengadakan > > kerusakan padanya, > > dan merusak tanam-tanaman dan binatang ternak, dan Allah > > tidak menyukai > > kebinasaan. [Al Baqarah 205] > > Berapa banyak tanaman yang punah > > karena di tebang manusia? Padahal tanaman tersebut selain > > memberikan oksigen > > dan naungan bagi manusia juga memberikan makanan dan obat? > > Berapa banyak binatang yang punah > > karena dibunuh manusia? Baik sengaja atau pun tidak sengaja > > seperti berbagai > > ikan segar yang kini sudah tidak ada lagi di banyak sungai > > di Jawa karena > > dikotori oleh manusia. > > Begitu banyak Allah memberi kita > > nikmat berupa alam, flora, dan fauna sehingga Allah > > melarang kita merusaknya [Al > > A'raaf 74 dan Al Baqarah 60] > > Allah juga memerintahkan kita untuk > > menyempurnakan takaran dan timbangan dan melarang kita > > mengurangi takaran dan > > timbangan: > > “Dan (Kami telah > > mengutus) kepada penduduk Madyan saudara mereka, Syu'aib. > > Ia berkata: "Hai > > kaumku, sembahlah Allah, sekali-kali tidak ada Tuhan bagimu > > selain-Nya. > > Sesungguhnya telah datang kepadamu bukti yang nyata dari > > Tuhanmu. Maka > > sempurnakanlah takaran dan timbangan dan janganlah kamu > > kurangkan bagi manusia > > barang-barang takaran dan timbangannya, dan janganlah kamu > > membuat kerusakan di > > muka bumi sesudah Tuhan memperbaikinya. Yang demikian itu > > lebih baik bagimu > > jika betul-betul kamu orang-orang yang beriman." [Al A'raaf > > 85] > > Di Arab Saudi, takaran dan timbangan > > nyaris tidak berubah. Ketika tahun 1983 saya ke sana, harga > > satu minuman kaleng > > hanya 1 real. Ternyata sekarang pun harganya tetap sama. > > Bukan hanya minuman > > kaleng yang harganya tetap, tapi sajadah, kurma, bensin, > > dan sebagainya > > harganya tetap sama di dalam real. Akibatnya rakyatnya > > makmur dan bisa > > membangun rumah dan mobil yang kuat, aman, dan nyaman. > > Meski gaji tidak naik, > > namun mereka tetap bisa membeli barang dalam takaran dan > > timbangan yang sama. > > Sebaliknya di Indonesia orang gemar > > mengurangi takaran dan timbangan. Istilah umum yang kita > > kenal adalah kenaikan > > barang/gaji. Pemerintah berulang-kali menaikan harga barang > > seperti BBM (tahun > > 2004 hanya Rp 1.800/ltr tahun 2009 jadi Rp 4.500/ltr), > > listrik, LPG, tarif Tol, > > dan sebagainya.. Bahkan khusus tarif Tol, dibuat UU yang > > menentukan tarif Tol > > naik setiap 2 tahun sekali meski harusnya mereka sudah > > mencapai titik impas > > (BEP) sehingga harusnya justru turun karena tidak perlu > > mengeluarkan biaya besar > > seperti pembelian tanah/pembangunan jalan. Dengan kenaikan > > harga barang, dengan > > uang yang sama takaran/timbangan yang kita terima > > berkurang/dikurangi! > > Meski pemerintah rajin menaikkan > > gaji pejabat, PNS, Tentara, dan Polri, sayangnya jumlahnya > > tidak sampai 5% dari > > jumlah penduduk Indonesia. 80% penduduk Indonesia justru > > gajinya tidak > > mengalami kenaikan bahkan banyak yang PHK karena perusahaan > > tidak mampu lagi > > membiayai biaya operasional yang makin membengkak. > > Akibatnya mayoritas rakyat > > Indonesia bertambah miskin setiap kali terjadi kenaikan > > harga barang atau pun > > gaji para pejabat dan PNS karena harga barang juga pasti > > ikut naik. > > Nilai rupiah terus > > menyusut/berkurang. Jika tahun 1975 1 US$ = Rp 415 dan 1 > > Yen = Rp 1,5, sekarang > > 1 US$=Rp 9.500 dan 1 Yen = Rp 114. Artinya nilai rupiah > > terus menurun dan tidak > > ada harganya. Rakyat Indonesia bertambah miskin karena > > kenaikan penghasilan > > tidak setara dengan penurunan nilai rupiah. > > Akibatnya mayoritas rakyat tidak > > mampu membangun rumah di tempat yang aman dan tahan gempa > > atau bencana lainnya. > > Kefakiran (kemiskinan) dekat dengan kekufuran, begitu kata > > Nabi. Kemiskinan > > yang merajalela akhirnya membuat angka kejahatan > > (penculikan, perampokan, > > korupsi, pembunuhan) naik. Gangguan Jiwa dan angka bunuh > > diri juga meningkat > > akibat kesulitan ekonomi. Setiap ada pembagian zakat yang > > dulu biasanya aman, > > kini sering ricuh dan menimbulkan korban jiwa akibat > > banyaknya fakir miskin > > yang berebut. Angka perceraian karena masalah ekonomi juga > > meningkat. 11,5 juta > > penduduk Indonesia menderita kelaparan (kurang gizi/busung > > lapar).. Di Yahukimo > > Papua, 92 orang tewas pada periode Januari-September 2009! > > Itu semua adalah > > kerusakan masyarakat yang terjadi akibat ketamakan pihak > > pengusaha yang > > berkolaborasi dengan penguasa. > > “Dan bila dikatakan > > kepada mereka:"Janganlah kamu membuat kerusakan di muka > > bumi". Mereka > > menjawab: "Sesungguhnya kami orang-orang yang mengadakan > > perbaikan." > > Ingatlah, > > sesungguhnya mereka itulah orang-orang yang membuat > > kerusakan, tetapi mereka > > tidak sadar. [Al Baqarah 11-12] > > Mudah-mudahan dengan tulisan ini > > kita semua sadar dan berhenti berbuat kerusakan yang tidak > > kita sadari. > > === > > Media Islam - Belajar Islam sesuai Al Qur'an dan Hadits > > http://media-islam.or.id > > > > > > > > Yahoo! Mail Kini Lebih Cepat dan Lebih > > Bersih. Rasakan bedanya sekarang! http://id.mail.yahoo.com > > > > _______________________________________________ > > Is-lam mailing list > > [email protected] > > http://server03.abangadek.com/cgi-bin/mailman/listinfo/is-lam > > > > > > _______________________________________________ > Is-lam mailing list > [email protected] > http://server03.abangadek.com/cgi-bin/mailman/listinfo/is-lam Yahoo! Mail Kini Lebih Cepat dan Lebih Bersih. Rasakan bedanya sekarang! http://id.mail.yahoo.com _______________________________________________ Is-lam mailing list [email protected] http://server03.abangadek.com/cgi-bin/mailman/listinfo/is-lam
