Apalagi di kawasan Ancol, yang seharusnya dijadikan "hutan bakau" malah 
menjadi perumahan....  Dan daerah lainnya yang sekarang ini seakan2 kejar2an 
mempersembahkan hunian mewah, disamping hunian kumuh yang ada di 
jakarta,,,,,

Ironis dan tragis.....

----- Original Message ----- 
From: "A Nizami" <[email protected]>
To: <[email protected]>
Sent: Friday, November 06, 2009 2:29 PM
Subject: [Is-lam] Bls: Mencintai Alam. Jangan Berbuat Kerusakan di Muka Bumi


> Saat ini Jakarta merupakan kota dengan udara terkotor ketiga di dunia.
> Kali2nya pun sudah kotor dan tercemar sehingga nyaris tidak ada ikan yang 
> bisa hidup.
> Sementara hutan kota/kebun terus berkurang berubah jadi bangunan.. 
> Contohnya di Senayan sudah jadi Hotel Atlet, Plaza Senayan, Sudirman 
> Place, dsb.
>
> Solusinya adalah memindahkan ibukota dari Jakarta jika kita mau selamat.
>
> http://infoindonesia.wordpress.com/2008/02/18/memindahkan-ibukota-dari-jakarta/
>
>
> ===
> Media Islam - Belajar Islam sesuai Al Qur'an dan Hadits
> http://media-islam.or.id
>
>
>
> ----- Pesan Asli ----
>> Dari: Mawan Sugiyanto <[email protected]>
>> Kepada: [email protected]
>> Terkirim: Kam, 5 November, 2009 14:19:12
>> Judul: Re: [Is-lam] Mencintai Alam. Jangan Berbuat Kerusakan di Muka Bumi
>>
>> awwww
>>
>> hiks hiks..
>> sayangnya merusak itu dijadikan tumpuan atas nama kemaslahatan. misalnya 
>> tiap
>> pagi naik motor/mobil yang jelas-jelas juga merusak lingkungan. tapi atas 
>> nama
>> bekerja, kita menjadi bagian perusakan itu. Dan bagian ini menjadi hal 
>> yang tak
>> terpisahkan, bagi sebagian orang adalah sebuah keniscayaan, mau bagaimana 
>> lagi?
>> ---termasuk saya yang nulis ini---
>>
>> 2011 katanya kemacetan jakarta sampai pada puncaknya.
>>
>> bimaa kasyabat aidinnas......
>>
>> :((
>>
>>
>> wwww
>>
>>
>> mawan sugiyantobogor, indonesia  www.maoneid.indoinvestor.com
>>
>>
>> --- On Wed, 11/4/09, A Nizami wrote:
>>
>> > From: A Nizami
>> > Subject: [Is-lam] Mencintai Alam. Jangan Berbuat Kerusakan di Muka Bumi
>> > To: "Is-lam"
>> > Date: Wednesday, November 4, 2009, 8:50 AM
>> >  Sesungguhnya Allah SWT menciptakan
>> > Langit dan Bumi beserta
>> > seluruh isinya sebagai hadiah/rahmat bagi ummat manusia.
>> > “Dan Dia telah
>> > menundukkan untukmu apa yang di langit dan apa yang di bumi
>> > semuanya, (sebagai
>> > rahmat) daripada-Nya. Sesungguhnya pada yang demikian itu
>> > benar-benar terdapat
>> > tanda-tanda (kekuasaan Allah) bagi kaum yang
>> > berfikir.”  [Al Jaatsiyah 13]
>> > Allah memberikan kita air untuk
>> > minum dan juga bermacam-macam buah-buahan untuk dimakan.
>> > “Allah-lah yang
>> > telah menciptakan langit dan bumi dan menurunkan air hujan
>> > dari langit,
>> > kemudian Dia mengeluarkan dengan air hujan itu berbagai
>> > buah-buahan menjadi
>> > rezki untukmu; dan Dia telah menundukkan bahtera bagimu
>> > supaya bahtera itu,
>> > berlayar di lautan dengan kehendak-Nya, dan Dia telah
>> > menundukkan (pula) bagimu
>> > sungai-sungai.” [Ibrahim 32]
>> > “Dan Kami turunkan
>> > dari langit air yang banyak manfaatnya lalu Kami tumbuhkan
>> > dengan air itu
>> > pohon-pohon dan biji-biji tanaman yang diketam, dan pohon
>> > kurma yang
>> > tinggi-tinggi yang mempunyai mayang yang bersusun- susun,
>> > untuk menjadi rezki
>> > bagi hamba-hamba (Kami), dan Kami hidupkan dengan air itu
>> > tanah yang mati
>> > (kering). Seperti itulah terjadinya kebangkitan.” [Qaaf
>> > 9-11]
>> > “Dan Dialah yang
>> > menjadikan kebun-kebun yang berjunjung dan yang tidak
>> > berjunjung, pohon korma,
>> > tanam-tanaman yang bermacam-macam buahnya, zaitun dan
>> > delima yang serupa
>> > (bentuk dan warnanya) dan tidak sama (rasanya). Makanlah
>> > dari buahnya (yang
>> > bermacam-macam itu) bila dia berbuah, dan tunaikanlah
>> > haknya di hari memetik
>> > hasilnya (dengan disedekahkan kepada fakir miskin); dan
>> > janganlah kamu
>> > berlebih-lebihan. Sesungguhnya Allah tidak menyukai orang
>> > yang
>> > berlebih-lebihan.” [Al An'aam 141]
>> > Berbagai tanaman bukan hanya memberi
>> > kita makanan, tapi juga udara yang segar dan bermacam-macam
>> > obat-obatan.
>> > Allah juga memberi kita binatang
>> > ternak yang bisa kita makan dan kendarai.
>> >  “Dan di antara hewan ternak itu ada yang
>> > dijadikan untuk pengangkutan dan ada yang untuk disembelih.
>> > Makanlah dari rezki
>> > yang telah diberikan Allah kepadamu, dan janganlah kamu
>> > mengikuti langkah-langkah
>> > syaitan. Sesungguhnya syaitan itu musuh yang nyata
>> > bagimu.”  [Al An'aam 142]
>> > Allah memberi kita laut dan sungai
>> > yang mengandung berbagai binatang air/ikan untuk kita
>> > makan.
>> > “Dan Dia-lah, Allah
>> > yang menundukkan lautan (untukmu), agar kamu dapat memakan
>> > daripadanya daging
>> > yang segar (ikan), dan kamu mengeluarkan dari lautan itu
>> > perhiasan yang kamu
>> > pakai; dan kamu melihat bahtera berlayar padanya, dan
>> > supaya kamu mencari
>> > (keuntungan) dari karunia-Nya, dan supaya kamu
>> > bersyukur..” [An Nahl 14]
>> > Allah telah memberi kita alam berupa
>> > air, udara, laut, sungai, tanah dan sebagainya yang bisa
>> > kita makan.
>> > “Katakanlah:
>> > "Siapakan yang memberi rezeki kepadamu dari langit dan dari
>> > bumi?"
>> > Katakanlah: "Allah", dan sesungguhnya kami atau kamu
>> > (orang-orang
>> > musyrik), pasti berada dalam kebenaran atau dalam kesesatan
>> > yang nyata.” [Saba'
>> > 24]
>> > Allah memerintahkan kita juga untuk
>> > makan rezeki yang halal dan baik serta bersyukur kepada
>> > Allah dan menyembahnya..
>> > “Maka makanlah yang
>> > halal lagi baik dari rezki yang telah diberikan Allah
>> > kepadamu; dan syukurilah
>> > nikmat Allah, jika kamu hanya kepada-Nya saja menyembah.”
>> > [An Nahl 114]
>> > Jika alam ini baik, niscaya kita
>> > bisa mendapat makanan dan minuman yang baik dan sehat untuk
>> > kita. Tapi jika
>> > alam ini kotor atau rusak, niscaya kita sulit untuk
>> > mendapatkan makanan dan
>> > minuman tersebut.
>> > Oleh karena itu, Allah memerintahkan
>> > kita untuk tidak berbuat kerusakan di muka bumi.
>> > “Dan janganlah kamu
>> > membuat kerusakan di muka bumi, sesudah Allah
>> > memperbaikinya dan berdoalah
>> > kepada-Nya dengan rasa takut (tidak akan diterima) dan
>> > harapan (akan
>> > dikabulkan). Sesungguhnya rahmat Allah amat dekat kepada
>> > orang-orang yang
>> > berbuat baik.” [Al A'raaf 56]
>> > Sungai-sungai yang bersih seperti di Kalimantan, Sumatera,
>> > Sulawesi, dan
>> > Papua memberikan banyak makanan kepada penduduknya berupa
>> > ikan, udang segar,
>> > atau bintang airnya untuk di makan. Berbagai ikan seperti
>> > ikan Arowana, ikan
>> > Mas, Mujair, Sepat, Gabus, Udang Besar, bahkan mamalia air
>> > seperti Pesut
>> > Mahakam ada di sungai yang bersih airnya.
>> > Sebetulnya tidak perlu ada rakyat
>> > miskin yang kelaparan jika sungainya bersih karena mereka
>> > bisa memakan binatang
>> > atau pun tanaman yang hidup di sungai tersebut.
>> > Namun manusia merusaknya dengan
>> > membuang berbagai kotoran/limbah dari rumah dan
>> > pabrik-pabrik sehingga sungainya
>> > kotor dan bau seperti Kali Ancol, Kali Sunter, Kali
>> > Ciliwung,dan sebagainya. Di
>> > kali Ancol, orang yang mencoba berenang di situ bisa
>> > gatal-gatal kulitnya dan
>> > mati karena bau dan kotornya. Tidak ada ikan atau udang
>> > yang bisa hidup di sana
>> > kecuali paling ikan Sapu-sapu yang banyak orang tidak mau
>> > memakannya karena
>> > jijik.
>> > Nabi melarang kita membunuh manusia
>> > yang tidak bersalah atau pun menebang pohon semena-mena.
>> > Hadis riwayat Abu
>> > Syuraih Al-Adawi ra.:
>> > Dalam satu hadits
>> > yang panjang Nabi bersabda: Sesungguhnya kota Mekah
>> > diharamkan oleh Allah dan
>> > bukan manusia yang mengharamkannya. Maka tidak halal bagi
>> > orang yang beriman
>> > kepada Allah dan hari kiamat menumpahkan darah dan menebang
>> > pohon di sana. ..Hendaklah
>> > orang yang hadir menyaksikan menyampaikan kepada orang yang
>> > tidak hadir!.
>> > (Shahih Muslim No.2413)
>> > Pohon mampu menurunkan suhu yang
>> > panas dari sinar matahari hingga 100 celsius dengan cara
>> > menghalangi
>> > sinar matahari hingga tidak menimpa langsung ke tubuh kita.
>> > Sayang manusia
>> > dengan berbagai alasan seperti takut kotor atau tidak mau
>> > keindahan gedungnya
>> > terhalang pohon, akhirnya menebang pohon. Akibatnya
>> > pemanasan global (Global
>> > Warming) pun makin menjadi-jadi. Bahkan di puncak pun
>> > seperti Taman Bunga yang
>> > hanya menanam bunga kecil-kecil dengan sedikit pohon yang
>> > rindang atau Kebun
>> > Teh, udara jadi serasa panas karena tidak ada pohon yang
>> > teduh menaungi badan
>> > kita.
>> > Pohon juga memberikan oksigen/udara
>> > bersih untuk kita bernapas. Dengan banyaknya penebangan
>> > pohon di Jakarta karena
>> > pembangunan Mal dan Gedung Perkantoran atau pelebaran
>> > jalan, maka oksigen yang
>> > dikeluarkan pohon berkurang. Sementara asap kendaraan atau
>> > pun pabrik di
>> > Jabodetabek terus bertambah sehingga saat ini Jakarta
>> > merupakan kota dengan
>> > udara terkotor ketiga di dunia! Banyak orang termasuk
>> > anak-anak menderita batuk
>> > atau penyakit pernafasan lain secara kronis atau
>> > berulang-kali. Jakarta dalam
>> > jangka waktu dekat bisa jadi kota mati!
>> > Berkali-kali Allah melarang kita
>> > untuk tidak berbuat kerusakan di muka bumi dan memberi azab
>> > berupa bencana alam
>> > sebagai siksanya. Contohnya penduduk Madyan diberi azab
>> > gempa karena
>> > membangkang:
>> > “Dan (Kami telah
>> > mengutus) kepada penduduk Madyan, saudara mereka Syu'aib,
>> > maka ia berkata:
>> > "Hai kaumku, sembahlah olehmu Allah, harapkanlah (pahala)
>> > hari akhir, dan
>> > jangan kamu berkeliaran di muka bumi berbuat
>> > kerusakan."
>> > Maka mereka
>> > mendustakan Syu'aib, lalu mereka ditimpa gempa yang
>> > dahsyat, dan jadilah mereka
>> > mayat-mayat yang bergelimpangan di tempat-tempat tinggal
>> > mereka.” [ Al
>> > 'Ankabuut 36-37]
>> > Meski Allah melarang ummat Islam
>> > untuk membuka aurat di depan umum, sayangnya banyak
>> > Muslimah yang membuka
>> > auratnya. Alasannya demi “Tuntutan Skenario” atau agar
>> > bisa mengikuti kontes
>> > “Puteri Indonesia” atau “Ratu Dunia.” Di kontes
>> > “Puteri Indonesia”, banyak
>> > muslimah yang dipaksa untuk melepas jilbabnya. Bahkan jika
>> > mereka lolos dan
>> > mengikuti kontes “Ratu Dunia”, mereka diharuskan
>> > berpakaian renang di depan
>> > umum!
>> > Di antaranya adalah 2 finalisnya
>> > dari Minangkabau dan Aceh Nangroe Darussalam pada kontes
>> > Puteri Indonesia
>> > Oktober 2009. Padahal 2 daerah tersebut baru saja dilanda
>> > bencana besar berupa
>> > Tsunami Aceh tahun 2004 yang menewaskan 200 ribu orang dan
>> > Gempa Padang 30
>> > September 2009 yang menewaskan 1.100 orang lebih! Allah
>> > memerintahkan para
>> > Muslimah untuk menutup aurat dan memakai jilbab di tempat
>> > umum. Namun mereka
>> > membukanya. Adakah mereka tidak takut akan siksa Allah yang
>> > sangat pedih?
>> > Mereka lebih memilih mematuhi perintah manusia ketimbang
>> > perintah Allah.
>> > Di Indonesia ada pertemuan 4 lempeng
>> > tektonik raksasa yaitu: Eurasia, Indo-Australia, Filipina,
>> > dan Karolina.
>> > Gunung-gunung berapi pun menyebar di sepanjang pertemuan
>> > lempeng itu seperti
>> > gunung Kerinci, Gunung Krakatau, Gunung Gede, Gunung
>> > Pangrango, Gunung Merapi,
>> > Gunung Agung, Gunung Tambora, dan sebagainya. Setiap 2
>> > menit, lempeng tersebut
>> > bertumbukan. Namun Allah-lah yang menahan sehingga gempa
>> > besar tidak terjadi
>> > setiap 2 menit. Allah bisa saja membiarkan tumbukan
>> > tersebut menjadi besar dan
>> > berakibat fatal bagi manusia sehingga terjadi gempa besar
>> > yang mematikan
>> > seperti Gempa Yogya yang menewaskan 5000 orang atau pun
>> > gempa Padang.
>> > Saya ingat betul sebelum gempa Yogya
>> > terjadi bagaimana Sri Sultan bersama istrinya diberitakan
>> > media massa menentang
>> > mati-matian RUU Anti Pornografi. Timbul kesan di hati saya
>> > Sri Sultan dan
>> > Istrinya tidak ingin kemaksiatan seperti Pornografi atau
>> > perzinahan dilarang
>> > oleh pemerintah. Bagaimana Allah tidak marah jika ada orang
>> > yang ingin
>> > kemaksiatan berjalan dengan bebas?
>> > Malaysia berani mengusir Inul karena
>> > menganggap goyang “ngebor”nya Inul terlalu jorok dan
>> > tidak sesuai dengan ajaran
>> > Islam. Namun seorang Menteri yang berafiliasi dengan satu
>> > partai yang “berbau”
>> > Islam justru marah-marah karenanya. Di Indonesia berbagai
>> > goyang dangdut yang
>> > mesum dan jorok merajalela di TV, acara perkawinan, hingga
>> > kampanye pemilu
>> > partai politik. Bagaimanakah kita bisa mengharap Allah
>> > tidak menurunkan azabnya
>> > jika kemaksiatan terus berlangsung?
>> > Allah melarang kita merusak tanaman
>> > dan juga binatang.
>> > “Dan apabila ia
>> > berpaling (dari kamu), ia berjalan di bumi untuk mengadakan
>> > kerusakan padanya,
>> > dan merusak tanam-tanaman dan binatang ternak, dan Allah
>> > tidak menyukai
>> > kebinasaan. [Al Baqarah 205]
>> > Berapa banyak tanaman yang punah
>> > karena di tebang manusia? Padahal tanaman tersebut selain
>> > memberikan oksigen
>> > dan naungan bagi manusia juga memberikan makanan dan obat?
>> > Berapa banyak binatang yang punah
>> > karena dibunuh manusia? Baik sengaja atau pun tidak sengaja
>> > seperti berbagai
>> > ikan segar yang kini sudah tidak ada lagi di banyak sungai
>> > di Jawa karena
>> > dikotori oleh manusia.
>> > Begitu banyak Allah memberi kita
>> > nikmat berupa alam, flora, dan fauna sehingga Allah
>> > melarang kita merusaknya [Al
>> > A'raaf 74 dan Al Baqarah 60]
>> > Allah juga memerintahkan kita untuk
>> > menyempurnakan takaran dan timbangan dan melarang kita
>> > mengurangi takaran dan
>> > timbangan:
>> > “Dan (Kami telah
>> > mengutus) kepada penduduk Madyan saudara mereka, Syu'aib.
>> > Ia berkata: "Hai
>> > kaumku, sembahlah Allah, sekali-kali tidak ada Tuhan bagimu
>> > selain-Nya.
>> > Sesungguhnya telah datang kepadamu bukti yang nyata dari
>> > Tuhanmu. Maka
>> > sempurnakanlah takaran dan timbangan dan janganlah kamu
>> > kurangkan bagi manusia
>> > barang-barang takaran dan timbangannya, dan janganlah kamu
>> > membuat kerusakan di
>> > muka bumi sesudah Tuhan memperbaikinya. Yang demikian itu
>> > lebih baik bagimu
>> > jika betul-betul kamu orang-orang yang beriman." [Al A'raaf
>> > 85]
>> > Di Arab Saudi, takaran dan timbangan
>> > nyaris tidak berubah. Ketika tahun 1983 saya ke sana, harga
>> > satu minuman kaleng
>> > hanya 1 real. Ternyata sekarang pun harganya tetap sama.
>> > Bukan hanya minuman
>> > kaleng yang harganya tetap, tapi sajadah, kurma, bensin,
>> > dan sebagainya
>> > harganya tetap sama di dalam real. Akibatnya rakyatnya
>> > makmur dan bisa
>> > membangun rumah dan mobil yang kuat, aman, dan nyaman.
>> > Meski gaji tidak naik,
>> > namun mereka tetap bisa membeli barang dalam takaran dan
>> > timbangan yang sama.
>> > Sebaliknya di Indonesia orang gemar
>> > mengurangi takaran dan timbangan. Istilah umum yang kita
>> > kenal adalah kenaikan
>> > barang/gaji. Pemerintah berulang-kali menaikan harga barang
>> > seperti BBM (tahun
>> > 2004 hanya Rp 1.800/ltr tahun 2009 jadi Rp 4.500/ltr),
>> > listrik, LPG, tarif Tol,
>> > dan sebagainya.. Bahkan khusus tarif Tol, dibuat UU yang
>> > menentukan tarif Tol
>> > naik setiap 2 tahun sekali meski harusnya mereka sudah
>> > mencapai titik impas
>> > (BEP) sehingga harusnya justru turun karena tidak perlu
>> > mengeluarkan biaya besar
>> > seperti pembelian tanah/pembangunan jalan. Dengan kenaikan
>> > harga barang, dengan
>> > uang yang sama takaran/timbangan yang kita terima
>> > berkurang/dikurangi!
>> > Meski pemerintah rajin menaikkan
>> > gaji pejabat, PNS, Tentara, dan Polri, sayangnya jumlahnya
>> > tidak sampai 5% dari
>> > jumlah penduduk Indonesia. 80% penduduk Indonesia justru
>> > gajinya tidak
>> > mengalami kenaikan bahkan banyak yang PHK karena perusahaan
>> > tidak mampu lagi
>> > membiayai biaya operasional yang makin membengkak.
>> > Akibatnya mayoritas rakyat
>> > Indonesia bertambah miskin setiap kali terjadi kenaikan
>> > harga barang atau pun
>> > gaji para pejabat dan PNS karena harga barang juga pasti
>> > ikut naik.
>> > Nilai rupiah terus
>> > menyusut/berkurang. Jika tahun 1975 1 US$ = Rp 415 dan 1
>> > Yen = Rp 1,5, sekarang
>> > 1 US$=Rp 9.500 dan 1 Yen = Rp 114. Artinya nilai rupiah
>> > terus menurun dan tidak
>> > ada harganya. Rakyat Indonesia bertambah miskin karena
>> > kenaikan penghasilan
>> > tidak setara dengan penurunan nilai rupiah.
>> > Akibatnya mayoritas rakyat tidak
>> > mampu membangun rumah di tempat yang aman dan tahan gempa
>> > atau bencana lainnya.
>> > Kefakiran (kemiskinan) dekat dengan kekufuran, begitu kata
>> > Nabi. Kemiskinan
>> > yang merajalela akhirnya membuat angka kejahatan
>> > (penculikan, perampokan,
>> > korupsi, pembunuhan) naik. Gangguan Jiwa dan angka bunuh
>> > diri juga meningkat
>> > akibat kesulitan ekonomi. Setiap ada pembagian zakat yang
>> > dulu biasanya aman,
>> > kini sering ricuh dan menimbulkan korban jiwa akibat
>> > banyaknya fakir miskin
>> > yang berebut. Angka perceraian karena masalah ekonomi juga
>> > meningkat. 11,5 juta
>> > penduduk Indonesia menderita kelaparan (kurang gizi/busung
>> > lapar).. Di Yahukimo
>> > Papua, 92 orang tewas pada periode Januari-September 2009!
>> > Itu semua adalah
>> > kerusakan masyarakat yang terjadi akibat ketamakan pihak
>> > pengusaha yang
>> > berkolaborasi dengan penguasa.
>> > “Dan bila dikatakan
>> > kepada mereka:"Janganlah kamu membuat kerusakan di muka
>> > bumi". Mereka
>> > menjawab: "Sesungguhnya kami orang-orang yang mengadakan
>> > perbaikan."
>> > Ingatlah,
>> > sesungguhnya mereka itulah orang-orang yang membuat
>> > kerusakan, tetapi mereka
>> > tidak sadar. [Al Baqarah 11-12]
>> > Mudah-mudahan dengan tulisan ini
>> > kita semua sadar dan berhenti berbuat kerusakan yang tidak
>> > kita sadari.
>> >  ===
>> > Media Islam - Belajar Islam sesuai Al Qur'an dan Hadits
>> > http://media-islam.or.id
>> >
>> >
>> >
>> >       Yahoo! Mail Kini Lebih Cepat dan Lebih
>> > Bersih. Rasakan bedanya sekarang! http://id.mail.yahoo.com
>> >
>> > _______________________________________________
>> > Is-lam mailing list
>> > [email protected]
>> > http://server03.abangadek.com/cgi-bin/mailman/listinfo/is-lam
>> >
>>
>>
>>
>> _______________________________________________
>> Is-lam mailing list
>> [email protected]
>> http://server03.abangadek.com/cgi-bin/mailman/listinfo/is-lam
>
>
>
>      Yahoo! Mail Kini Lebih Cepat dan Lebih Bersih. Rasakan bedanya 
> sekarang! http://id.mail.yahoo.com
>
> _______________________________________________
> Is-lam mailing list
> [email protected]
> http://server03.abangadek.com/cgi-bin/mailman/listinfo/is-lam
> 



_______________________________________________
Is-lam mailing list
[email protected]
http://server03.abangadek.com/cgi-bin/mailman/listinfo/is-lam

Kirim email ke