Perilaku akting anggota dewan didepan kamera memang sudah keterlaluan.

Btw, saya senang sekali mendengar pak JK ketika mengatakan : “saya tidak 
mengintervensi…. tetapi saya MEMERINTAHKAN!”. 

 

 

From: [email protected] 
[mailto:[email protected]] On Behalf Of A Nizami
Sent: Friday, January 15, 2010 2:49 PM
To: [email protected]
Subject: [Is-lam] Bls: Beda Kaca Mata, Copas Detik.Com: Effendi Gazali: Etika 
Pansus Masih Dalam Batas Kewajaran

 

Iya.
Masak ada kata2 Bangsat dan Kodok di Pansus Century?
Harusnya SBY menindak orang2 PD yang melakukan itu di rapat internal sebelum 
mengkritik orang2 di luar partainya melalui media massa.

 

===
Belajar Islam sesuai Al Qur'an dan Hadits
http://media-islam.or.id

 

 

Dari: Saidi <[email protected]>
Kepada: [email protected]
Terkirim: Jum, 15 Januari, 2010 14:52:19
Judul: Re: [Is-lam] Beda Kaca Mata, Copas Detik.Com: Effendi Gazali: Etika 
Pansus Masih Dalam Batas Kewajaran




Urus dulu anak buahnya baru urusin orang lain...  Yang gak punya etika dan 
meresahkan anggota yang lain khan si Poltak yang Raja Minyak dari Medan itu 
lhoo....   

----- Original Message ----- 

From: Alkhori M <mailto:[email protected]>  

To: [email protected] ; [email protected] 
<mailto:[email protected]>  ; [email protected] ; 
[email protected] 

Sent: Friday, January 15, 2010 12:14 PM

Subject: [Is-lam] Beda Kaca Mata, Copas Detik.Com: Effendi Gazali: Etika Pansus 
Masih Dalam Batas Kewajaran

 

Jumat, 15/01/2010 11:48 WIB
SBY Kritik Etika Pansus
Effendi Gazali: Etika Pansus Masih Dalam Batas Kewajaran
Elvan Dany Sutrisno - detikNews

Error! Filename not specified.

Jakarta - Kritikan Presiden SBY yang disampaikan Menkominfo Tifatul Sembiring 
menunai pro kontra. Ketua DPR Marzuki Alie jelas mendukung statement 'bos'nya. 
Sementara ahli komunikasi politik dari UI Efendi Gazali menilai sikap Pansus 
Angket Century masih dalam batas-batas yang wajar.
"Apa yang disampaikan Pansus kepada saksi masih dalam batas etika politik yang 
wajar. Terkait beberapa anggota pansus yang berbicara berlebihan, harusnya 
dewan pembinanya (SBY) segera menegur," kata Effendi dalam diskusi di Gedung 
DPR, Senayan, Jakarta , Jumat (15/1/2010).
Menurut Effendi, seharusnya sebelum menegur Pansus secara keseluruhan, SBY 
menegur dulu sikap beberapa anggota FPD di Pansus. Apalagi sorotan tajam publik 
pada Pansus juga disebabkan karena perilaku orang-orang tertentu itu.
"Jadi ketua dewan pembinannya harus menegur anggotanya dulu. Jangan 
mengata-katai anggota Pansus lainnya tidak beretika," papar dosen komunikasi 
politik UI ini.
Selain itu, Gazali juga mengkritisi soal banyaknya saksi yang dinilai berbelit 
dalam memberikan keterangan. Akibatnya anggota Pansus menjadi lebih keras dalam 
memberikan pertanyaan sehingga dikesankan kurang beretika.
"Beberapa saksi yang terlalu berbelit-belit juga membuat Pansus repot dan harus 
mengeksplorasi pertanyaan yang lebih dalam," pungkas Effendi.
(van/iy) 

Alkhori M

Al-Dhakhira Area, Villa No. 2

Doha, State of Qatar

 

  _____  

_______________________________________________
Is-lam mailing list
[email protected]
http://server03.abangadek.com/cgi-bin/mailman/listinfo/is-lam

 

  _____  

Menambah 
<http://sg.rd.yahoo.com/id/messenger/trueswitch/mailtagline/*http:/id.messenger.yahoo.com/invite/>
  banyak teman sangatlah mudah dan cepat.
Undang teman dari Hotmail, Gmail ke Yahoo! Messenger sekarang!

_______________________________________________
Is-lam mailing list
[email protected]
http://server03.abangadek.com/cgi-bin/mailman/listinfo/is-lam

Kirim email ke