iya, dan mungkin sebagian kalangan pun membaca ini sebagai pertarungan kepentingan atas nama partai atau koalisi partai saja, dan itu artinya yg sudah lepas dari kepentingan rakyat yg mereka wakili.
(meskipun kata-kata yg mengatas namakan rakyat sering disebut-sebut didepan microphone)… J From: [email protected] [mailto:[email protected]] On Behalf Of A Nizami Sent: Friday, January 15, 2010 3:28 PM To: [email protected] Subject: [Is-lam] Bls: Bls: Beda Kaca Mata, Copas Detik.Com: Effendi Gazali: Etika Pansus Masih Dalam Batas Kewajaran Sebetulnya di Pansus Century ada 2 kubu yang berlawanan: 1. Yang ingin kasus Century dibongkar tuntas 2. Yang ingin kasus Century tidak dibongkar atau hasilnya tidak jelas/kabur Nah karena adanya 2 kubu yang berlawanan itulah maka terjadi debat dan keluar kata2 yang tidak pantas. Namun sepertinya akibat ulah segelintir orang, ada skenario untuk mendiskreditkan seluruh Dewan. Contohnya di Kaskus ada yang menulis "Kebun Binatang Terbesar dan Termegah di Asia", begitu diklik, ternyata Gedung MPR/DPR. Saat ini seperti ada "pertarungan" antara Pemerintah khususnya Budi dan Sri dengan anggota Pansus Century terutama dari PDIP, Gerindra, dan Hanura yang merupakan oposisi. Jika seluruh anggota Dewan bisa didiskreditkan, maka hancur pulalah Kredibilitas Pansus Century. Namun semoga hal tsb tidak benar dan mudah2an semua pejabat di Indonesia pada ingat Allah dan Mati sehingga pada jujur2 dan sopan2... === Belajar Islam sesuai Al Qur'an dan Hadits http://media-islam.or.id Dari: Dewa Gede Permana <[email protected]> Kepada: [email protected] Terkirim: Jum, 15 Januari, 2010 15:03:52 Judul: Re: [Is-lam] Bls: Beda Kaca Mata, Copas Detik.Com: Effendi Gazali: Etika Pansus Masih Dalam Batas Kewajaran Perilaku akting anggota dewan didepan kamera memang sudah keterlaluan. Btw, saya senang sekali mendengar pak JK ketika mengatakan : “saya tidak mengintervensi…. tetapi saya MEMERINTAHKAN!”. From: [email protected] [mailto:[email protected]] On Behalf Of A Nizami Sent: Friday, January 15, 2010 2:49 PM To: [email protected] Subject: [Is-lam] Bls: Beda Kaca Mata, Copas Detik.Com: Effendi Gazali: Etika Pansus Masih Dalam Batas Kewajaran Iya. Masak ada kata2 Bangsat dan Kodok di Pansus Century? Harusnya SBY menindak orang2 PD yang melakukan itu di rapat internal sebelum mengkritik orang2 di luar partainya melalui media massa. === Belajar Islam sesuai Al Qur'an dan Hadits http://media-islam.or.id Dari: Saidi <[email protected]> Kepada: [email protected] Terkirim: Jum, 15 Januari, 2010 14:52:19 Judul: Re: [Is-lam] Beda Kaca Mata, Copas Detik.Com: Effendi Gazali: Etika Pansus Masih Dalam Batas Kewajaran Urus dulu anak buahnya baru urusin orang lain... Yang gak punya etika dan meresahkan anggota yang lain khan si Poltak yang Raja Minyak dari Medan itu lhoo.... ----- Original Message ----- From: Alkhori M <mailto:[email protected]> To: [email protected] ; [email protected] <mailto:[email protected]> ; [email protected] ; [email protected] Sent: Friday, January 15, 2010 12:14 PM Subject: [Is-lam] Beda Kaca Mata, Copas Detik.Com: Effendi Gazali: Etika Pansus Masih Dalam Batas Kewajaran Jumat, 15/01/2010 11:48 WIB SBY Kritik Etika Pansus Effendi Gazali: Etika Pansus Masih Dalam Batas Kewajaran Elvan Dany Sutrisno - detikNews Error! Filename not specified. Jakarta - Kritikan Presiden SBY yang disampaikan Menkominfo Tifatul Sembiring menunai pro kontra. Ketua DPR Marzuki Alie jelas mendukung statement 'bos'nya. Sementara ahli komunikasi politik dari UI Efendi Gazali menilai sikap Pansus Angket Century masih dalam batas-batas yang wajar. "Apa yang disampaikan Pansus kepada saksi masih dalam batas etika politik yang wajar. Terkait beberapa anggota pansus yang berbicara berlebihan, harusnya dewan pembinanya (SBY) segera menegur," kata Effendi dalam diskusi di Gedung DPR, Senayan, Jakarta , Jumat (15/1/2010). Menurut Effendi, seharusnya sebelum menegur Pansus secara keseluruhan, SBY menegur dulu sikap beberapa anggota FPD di Pansus. Apalagi sorotan tajam publik pada Pansus juga disebabkan karena perilaku orang-orang tertentu itu. "Jadi ketua dewan pembinannya harus menegur anggotanya dulu. Jangan mengata-katai anggota Pansus lainnya tidak beretika," papar dosen komunikasi politik UI ini. Selain itu, Gazali juga mengkritisi soal banyaknya saksi yang dinilai berbelit dalam memberikan keterangan. Akibatnya anggota Pansus menjadi lebih keras dalam memberikan pertanyaan sehingga dikesankan kurang beretika. "Beberapa saksi yang terlalu berbelit-belit juga membuat Pansus repot dan harus mengeksplorasi pertanyaan yang lebih dalam," pungkas Effendi. (van/iy) Alkhori M Al-Dhakhira Area, Villa No. 2 Doha, State of Qatar _____ _______________________________________________ Is-lam mailing list [email protected] http://server03.abangadek.com/cgi-bin/mailman/listinfo/is-lam _____ Menambah banyak teman sangatlah mudah dan cepat. <http://sg.rd.yahoo..com/id/messenger/trueswitch/mailtagline/*http:/id.messenger.yahoo.com/invite/> Undang teman dari Hotmail, Gmail ke Yahoo! Messenger sekarang! _____ Nikmati <http://sg.rd.yahoo.com/th/messenger/pingbox/mailtagline/*http:/id.messenger.yahoo.com/pingbox/> chatting lebih sering di blog dan situs web Gunakan Wizard Pembuat Pingbox Online
_______________________________________________ Is-lam mailing list [email protected] http://server03.abangadek.com/cgi-bin/mailman/listinfo/is-lam
