Kalau semua jema'ah Haji/Umrah di seluruh dunia sepakat tidak mau haji/umrah sampai vaksin babi itu dihilangkan, tentu pemerintah Saudi berpikir ulang.. Mereka bisa kehilangan sekitar 50 juta orang dan masing2 belanja sekitar Rp 10 juta di Saudi, Pemerintah Saudi berpotensi kehilangan uang sebesar Rp 500 trilyun dari bisnis (kenyataannya memang dibisniskan) Haji dan Umrah.
Wassalam === Belajar Islam sesuai Al Qur'an dan Hadits http://media-islam.or.id ----- Pesan Asli ---- > Dari: Harry Sufehmi <[email protected]> > Kepada: [email protected] > Terkirim: Sen, 25 Januari, 2010 21:21:43 > Judul: Re: [Is-lam] Vaksin Meningitis dari Babi - Bagaimana Haji Diterima > Allah? > > Ada kutipan yang menarik : > > =========== > meningitis vaccine which was suspected to contain swine enzyme but the > Saudi government maintained its policy and required meningitis > vaccination for hajj pilgrims,” the minister said > =========== > > Inilah inti masalahnya; > Pemerintah Saudi tetap mewajibkan vaksinasi tersebut, walaupun sudah > jelas keharamannya. > > Seharusnya, kalaupun mau tetap mewajibkan, mbok ya berikan solusinya. > Misal; adakan tender pengadaan vaksin meningitis yang bebas babi. > > Untuk negara sekaya Saudi, ini tentu bukan hal yang sulit. > > Nah, sekarang mari kita lihat -- apakah rezim Saudi lebih memilih > birokrasi, atau agamanya. > > > Salam, HS > > > > > On 1/25/10, A Nizami wrote: > > Assalamu'alaikum wr wb, > > Pemerintah Saudi mewajibkan para > > jema'ah haji untuk disuntik vaksin Meningitis. Padahal dalam pembuatan > > vaksin tersebut mengandung babi yang diharamkan oleh Allah. > > > > “Sesungguhnya Allah > > hanya mengharamkan bagimu bangkai, darah, daging babi, dan binatang > > yang ketika disembelih disebut nama selain Allah” [Al Baqarah:173] > > > > Bagaimana mungkin para jema'ah haji tersebut hajinya diterima oleh > > Allah jika dalam tubuh mereka terdapat babi atau unsur yang berkembang > > melalui babi meski hanya sebesar zarah? > > > > Padahal gara-gara makanan, doa kita bisa tidak diterima oleh Allah. > > Ibnu Abbas berkata bahwa Sa'ad bin Abi Waqash berkata kepada Nabi SAW, > > "Ya Rasulullah, doakanlah aku agar menjadi orang yang dikabulkan > > doa-doanya oleh Allah." Apa jawaban Rasulullah SAW, "Wahai Sa'ad > > perbaikilah makananmu (makanlah makanan yang halal) niscaya engkau akan > > menjadi orang yang selalu dikabulkan doanya. Dan demi jiwaku yang ada > > di tangan-Nya, sungguh jika ada seseorang yang memasukkan makanan haram > > ke dalam perutnya, maka tidak akan diterima amalnya selama 40 hari dan > > seorang hamba yang dagingnya tumbuh dari hasil menipu dan riba, maka > > neraka lebih layak baginya." (HR At-Thabrani) > > > > Sayang sekali jika Naik Haji dengan biaya mahal, waktu dan tenaga, > > ternyata tidak diterima Allah hanya karena disuntik vaksin meningitis > > yang diolah melalui babi.. > > > > Semoga pemerintah Saudi mau mencabut kebijakan wajib suntik vaksin > > meningitis selama belum ditemukan vaksin yang halal. Toh ternyata > > pengobatan Islami pun mampu menolak vaksin meningitis. Bahkan sebelum > > vaksin tsb ditemukan juga ummat Islam aman-aman saja dalam berhaji. > > > > Bagaimana pun juga keharaman Babi tidak bisa dihalalkan dalam hal > > masalah Haji dengan alasan DARURAT. Darurat itu adalah jika tidak > > dimakan maka orang tsb mati. Sedangkan dalam hal ini cuma tidak bisa > > berhaji. Dan berhaji pun bisa tidak dilakukan dengan alasan jika tidak > > mampu atau terjadi perang dahsyat sehingga berbahaya bagi jiwa. > > > > Sesungguhnya tujuan kita beribadah adalah agar kita jadi orang yang > > takwa. Takwa itu adalah menjalankan segala perintah Allah dan menjauhi > > larangannya. Bagaimana kita bisa bertakwa sementara kita membangkang > > terhadap perintah Allah dengan memakai produk yang berasal dari Babi? > > > > Tindakan produsen Vaksin Meningitis yang memakai babi ketimbang > > binatang lain yang halal seperti Sapi atau domba jelas tidak dapat kita > > terima. Sebaiknya pemerintah Saudi mencari alternatif Vaksin yang halal > > atau coba menoleh pengobatan Islami seperti Madu, Habbatus Saudah, dsb > > sehingga para jema'ah haji bebas dari hal yang diharamkan Allah. > > > > Wassalam > > > > > > > > MUI: Vaksin Meningitis Haram > > Senin, 8 Juni 2009 - 06:29 wib > > JAKARTA - Komisi Fatwa Majelis Ulama Indonesia (MUI) akhirnya mengharamkan > > vaksin meningitis yang wajib digunakan bagi calon jamaah haji dan umrah. > > > > Ketua > > MUI Amidhan mengatakan, keputusan itu merupakan hasil pertimbangan dan > > analisis dari anggota Komisi Fatwa MUI. Dari analisis itu dinyatakan > > bahwa proses pembuatan vaksin meningitis bermerek "Mencevax ACWY" > > tersebut menggunakan enzim babi. > > > > "Keterangan yang paling kuat > > itu disampaikan Departemen Kesehatan (Depkes) yang mempertegas bahwa > > vaksin tersebut mengandung enzim babi," tegas Amidhan ketika dihubungi > > Seputar Indonesia di Jakarta kemarin. > > > > Dengan adanya ketetapan > > ini, terang Amidhan, MUI membatalkan rencana pergi ke Belgia guna > > menyaksikan langsung proses pembuatan vaksin meningitis tersebut. > > "Tidak ada lagi yang mau dibuktikan. Jadi, kami urungkan niat ke > > Belgia,"katanya. > > > > Sebelumnya diberitakan, penelitian Lembaga > > Pengkajian Pangan dan Obat-obatan dan Kosmetika (LPPOM) MUI Sumatera > > Selatan (Sumsel) menemukan kandungan vaksin meningitis yang mengandung > > enzim babi. > > > > Padahal, vaksin meningitis harus diberikan kepada > > setiap calon jamaah haji atau umrah melalui Nota Diplomatik Duta Besar > > (Dubes) Arab Saudi di Jakarta No.211/94/71/577 tanggal 1 Juni 2006. > > > > Surat > > itu menyatakan, Pemerintah Arab Saudi mewajibkan setiap calon jamaah > > umrah, haji, dan tenaga kerja Indonesia (TKI) mendapat imunisasi > > meningitis sebagai syarat untuk mendapatkan visa. Atas dasar surat itu, > > Pemerintah Indonesia kemudian mewajibkan semua calon jamaah haji dan > > umrah untuk disuntik vaksin meningitis. > > > > Untuk kepentingan ini, > > pemerintah kemudian menggunakan vaksin bermerek Mencevax ACWY yang > > diproduksi oleh PT GlaxoSmithKline Beecham Pharmaceuticals (GSK) dari > > Belgia.Perusahaan tersebut sebenarnya telah mengirim surat ke > > Direktorat Jenderal Pengendalian Penyakit dan Penyehatan Lingkungan > > (Dirjen P2PL) Depkes. > > > > Dalam suratnya, perusahaan itu menyatakan > > bahwa produknya sudah tidak mengandung enzim babi. Enzim babi, sebut > > perusahaan itu dalam suratnya, hanya digunakan dalam proses awal > > pembuatan vaksin meningitis. > > > > Setelah itu dihilangkan, sehingga > > produk akhir vaksin tidak lagi mengandung unsur babi. Bahkan, Mencevax > > ACWY formula baru ini telah mendapatkan persetujuan dari Badan Pengawas > > Obat dan Makanan (BPOM) pada 6 April 2009. Atas keterangan ini,Amidhan > > menyatakan, MUI masih ragu atas klaim tersebut. > > > > "Tidak mungkin tidak mengandung babi kalau mediasinya menggunakan enzim > > babi," tegasnya. > > > > Lebih > > lanjut Amidhan mengatakan, MUI akan menemui Dubes Arab Saudi di > > Indonesia untuk mempertanyakan alasan diwajibkannya pemberian vaksin > > meningitis bagi jamaah haji. > > > > Jika pemberian vaksin itu merupakan > > kewajiban yang tidak bisa dihindari, kata dia, Komisi Fatwa akan > > bersidang kembali untuk menetapkan fatwa selanjutnya. Amidhan juga > > mendesak pemerintah segera mengusahakan alternatif vaksin meningitis > > jenis lain sebagai penggantinya. > > > > Menanggapi hal ini, Sekretaris > > Jenderal (Sekjen) Penyelenggaraan Haji dan Umrah Departemen Agama > > (Depag) Abdul Ghafur Djawahir mengatakan, pihaknya hanya menunggu > > keputusan akhir MUI dan Depkes terkait penggunaan vaksin meningitis > > tersebut. Sebab, menurut dia, pemberian vaksin merupakan wewenang > > Depkes. > > > > "Depag hanya menunggu kesepakatan MUI dan Depkes. Karena > > persoalan perusahaan pembuat vaksin, yaitu PT GSK merupakan kewenangan > > Depkes.Setelah mendapatkan hasil, baru dikoordinasikan dengan > > kita,"terangnya. > > > > Sementara itu, Koordinator Forum Reformasi Haji > > Indonesia (FOR Haji) Ade Marfuddin, mengatakan fatwa haram mengenai > > vaksin meningitis belum cukup. Dia meminta MUI untuk membuat fatwa yang > > benar sesuai dengan fakta. > > > > Ade menambahkan jika fatwa tersebut > > harus mengarah ke darurat, maka MUI harus menjelaskan alasannya. "Jika > > seperti itu harus ada batas waktunya disertai dengan catatan perbaikan > > dan mencari alternatif vaksin berbahan lain," terangnya. (Koran SI/Koran > > SI/kem) > > http://news.okezone.com/read/2009/06/08/1/226971/1/mui-vaksin-meningitis-haram > > > > > > MUI : Vaksin Meningitis Haram! > > > > Setelah > > 10 tahun digunakan, vaksin meningitis yang disuntikkan ke tubuh calon > > jamaah haji dan umrah Indonesia, dipermasalahkan baru-baru ini. > > Permasalahan bermula saat Majelis Ulama Indonesia (MUI) wilayah > > Sumatera Selatan mencurigai adanya unsur babi dalam vaksin tersebut > > yang jelas-jelas diharamkan penggunaannya bagi Ummat Islam. MUI pusat > > menerima pengaduan ini dan segera mengadakan penelitian. > > Sebelumnya sempat beredar laporan yang mengatakan di tahun 2003 MUI > > pernah menghalalkan vaksin meningitis, tetapi mengapa baru sekarang > > dipermasalahkan? > > "Persoalan vaksin meningitis tidak pernah dibahas oleh MUI, baru > > dibahas sekarang setelah ada laporan dari Sumatera Selatan," ujar H. > > Aminudin Yakub, MA, anggota Komisi Fatwa MUI dalam acara Talkshow yang > > digelar kemarin (27/6) di Mesjid Agung Al-Azhar, Jakarta Selatan. > > Dalam acara yang digaungi oleh Majelis Mujahidin Indonesia (MMI) > > ini, Badan POM menyatakan bahwa dalam vaksin sudah tidak ada lagi unsur > > babi, jadi bisa digunakan oleh jamaah haji dan umrah. > > "Polisakarida (bahan aktif vaksin meningitis) bersentuhan dengan > > gliserol (lemak babi) dalam proses pembuatan sampai tiga kali. Setelah > > itu dilakukan penyaringan," ujar salah satu anggota LPPOM. > > "Memang benar dalam proses produksinya vaksin meningitis bersentuhan > > dengan babi. Tapi vaksinnya sudah tidak mengandung babi lagi karena > > dilakukan proses ultrafiltrasi," klaim anggota Badan POM menjawab. > > Walau Badan POM mengatakan pada hasil akhir vaksin tersebut terbebas > > dari unsur babi, MUI tetap mengharamkannya karena dalam kasus ini > > terjadi syubhat, tidak ada yang dapat memastikan apakah benar tidak > > lagi mengandung unsur babi. "Apa-apa yang bersentuhan dengan babi maka > > menjadi haram," ujar H. Aminudin Yakub, MA. > > Dasar hukum MUI mengharamkan vaksin ini adalah, pertama karena > > pemanfaatan babi. Kami mengharamkan apapun yang bersentuhan dengan babi > > (karena babi jelas-jelas keharamannya, terdapat dalam Al-Baqarah : > > 173). Kedua, ikhtilat, pencampuran secara cair dan sangat memungkinkan > > akan ikut terangkat di proses akhir, karena hanya disaring. Ketiga, > > dalam proses produksi vaksin meningitis formula baru ternyata masih > > menggunakan bahan dari hewan yang diharamkan. Keempat, pendeteksian di > > akhir menggunakan alat PCR yang tidak bisa mendeteksi protein. Jadi MUI > > menyatakan bahwa terdapat syubhat dalam vaksin meningitis ini. > > Vaksin meningitis yang digunakan di Indonesia adalah vaksin dengan > > nama dagang Mancevax ACW135Y produksi Belgia yang juga dipakai di 77 > > negeri Islam di dunia termasuk Malaysia. > > Tentang informasi bahwa Malaysia telah memproduksi sendiri vaksin > > meningitis yang halal, dibantah oleh Menteri Kesehatan, Dr dr Siti > > Fadilah Supari. Menkes telah mendapatkan informasi langsung dari salah > > seorang Direktur Lembaga Halal Malaysia ( Direktur Sijjil) Tn Zainal > > Abidin Bin Jaffar yang menyatakan sampai saat ini Malaysia belum bisa > > memproduksi vaksin meningitis sendiri. > > Hingga kini MUI belum mengeluarkan fatwa haram secara resmi terkait > > vaksin meningitis ini, karena MUI tidak ingin menciptakan kegelisahan > > di tengah-tengah masyarakat. MUI telah mendatangi Kedutaan Arab Saudi > > di Indonesia dan permasalahan ini masih akan terus diproses hingga > > ditemukan solusi yang sesuai dengan syariat Islam. > > Acara talk show ini juga di dukung oleh dua media online > > Eramuslim.com dan Arrahmah.com serta bekerjasama dengan Majelis ilmu > > Ar-royyan, Asy-Syafi'iyyah, Forum Umat Islam, FPI dan beberapa ormas - > > cukup mendapat respon yang positif dari para peserta dengan antusiasnya > > peserta bertanya kepada para pembicara. (eramuslim/arrahmah.com) > > http://www.eramuslim.com/berita/nasional/mui-vaksin-meningitis-haram.htm > > > > Clerics meningitis vaccine contains an enzyme from pigs > > Indonesian clerics ask Saudi to drop hajj vaccine > > > > > > Indonesian clerks said vaccine containing pig enzymes contradict the Hajj > > obligation > > JAKARTA (AlArabiya.net, Agencies) > > Indonesia's > > top Muslim body called on Saudi Arabia Monday to drop a mandatory > > meningitis vaccination for Hajj pilgrims on the basis that the > > injection contains an enzyme from pigs, an animal considered impure in > > Islam. > > > > "We sent a letter to the Saudi government over the required meningitis > > vaccination for the pilgrims following our findings that it contains a > > pig substance," said the head of the Indonesian Council of Ulema Ma'ruf > > Amin. > > > > Amin said the vaccine manufacturer GlaxoSmithKline had confirmed that a > > pig enzyme was used in the early stages of production of the vaccine, > > but was not in the final product. > > " As > > the hajj pilgrimage is a religious obligation, we have asked the Saudi > > authorities not to insist on the meningitis vaccination requirement" > > Maruf Amin, head of Indonesian Council of Ulema > > "The manufacturing company said that using a porcine enzyme in the initial > > process of its production is unavoidable," he said. > > > > "As the hajj pilgrimage is a religious obligation, we have asked the > > Saudi authorities not to insist on the meningitis vaccination > > requirement," Amin said, adding that if necessary, an alternative > > should be found. > > > > According to an official at Indonesia's religious affairs ministry, > > Saudi Arabia has required pilgrims to have a meningitis vaccination for > > 10 years now, following an outbreak that originated with African > > pilgrims. > > > > In 2006, the Britain-based Medical News Today magazine said meningitis > > outbreaks during the Muslim pilgrimage were serious. > > > > "As a result of an outbreak of Meningococcal infection during Hajj > > there has been a tragic loss of over 20 innocent human lives amongst > > British Hajj pilgrims," the magazine quoted doctors as saying. > > "Meningitis is a real and very serious risk for Hajj pilgrims. They may > > also bring the meningitis germs back to their families, friends and > > community.” > > > > The presence of pork substance in the vaccination is especially of > > concern when put in relation to the holy pilgrimage of Hajj as it > > requires Muslims to be in a state of “ihram,” or purity. > > > > With nearly 90 percent of Indonesia's 234 million people Muslim, most > > of whom practice a moderate version of the religion, and the > > consumption of pork being off-limits by Islam, the matter is of upmost > > importance. > > http://www..alarabiya.net/articles/2009/06/08/75297.html > > > > Indonesia Minister, Clerics Clash over Hajj Swine Vaccine’ Requirement > > > > June 18, 2009 by TMO · Leave a Comment > > Listen to this article.. Powered by Odiogo.com > > > > JAKARTA, > > June 15 — The Indonesian Council of Ulema (MUI) and the health minister > > are now at odds over a requirement for hajj pilgrims to take an > > anti-meningitis vaccine which allegedly contains a swine enzyme before > > travelling to the Holy Land, Antara news agency reported. > > > > “Health > > Minister Siti Fadilah Supari’s statement that MUI has no right to > > decide whether meningitis vaccine is ‘halal’ (allowed in Islam) or > > ‘haram’ (banned) can mislead and create unrest among Muslims,” MUI > > Chairman Amidhan, said yesterday. > > > > According to the MUI chairman, > > the health minister as a state official should not have made the > > statement as it would create unrest among Muslims. The minister made > > the statement at a meeting of the Aisyiyah women wing of the > > Muhammadiyah Muslim organisation in Yoyakarta yesterday. > > > > “I read her statement in the running text of a television broadcast Sunday > > morning,” Amidhan said. > > > > MUI > > has the authority to decide whether or not a product is halal or haram > > based on Law No. 7 / 1996 on Food. One of its articles clearly > > stipulates that the halal certification of a product would be issued by > > MUI. > > > > MUI is equipped with two institutions in this case. One is > > the Institute for Assessment of Food, Drug and Cosmetics (LPPOM) and > > the other one is the Commission on Edicts and Legal Affairs. > > > > “Before > > MUI decides whether a product is halal or haram, its team will check it > > in the field and test it in a laboratory, the results of which would be > > taken to and discussed with the edict commission. We have the > > experience to handle such a problem for 20 years,” Amidhan said. > > > > At > > the Aisyiyah meeting, Health Minister Siti Fadilah Supari said that > > Indonesian would-be hajj pilgrims were obliged to receive a meningitis > > vaccine before they left for Saudi Arabia because the Saudi government > > had decided to oblige pilgrims to have one. > > > > “The Saudi > > government obliges all hajj pilgrims to have meningitis vaccine in > > order to protect them from cerebral membrane inflammation,” the > > minister said. She was responding to a rejection by a hajj pilgrim > > organiser group to provide meningitis vaccine as the vaccine was > > suspected to contain swine enzyme. > > > > The minister said that the > > requirement set by the Saudi government to have meningitis vaccine for > > would-be hajj pilgrims was final. Pilgrims should be injected with the > > vaccine if they wanted to travel to Saudi Arabia. > > > > “I have told > > the Saudi health minister about the pros and cons on the use of the > > meningitis vaccine which was suspected to contain swine enzyme but the > > Saudi government maintained its policy and required meningitis > > vaccination for hajj pilgrims,” the minister said. > > > > Therefore, > > Indonesia’s would-be hajj pilgrims should receive meningitis vaccine > > injection in the first place before they could depart to Saudi Arabia. > > Without taking the meningitis vaccine, a would-be hajj pilgrim would > > not be allowed to go to the Holy Land. > > > > “So far, there is only > > one kind of meningitis vaccine used by hajj pilgrims. This vaccine is > > produced by a US pharmacy. So far, no other pharmacy has produced > > meningitis vaccine,” the minister said. > > > > The minister said that > > the US company was going to produce another type of meningitis vaccine. > > They claimed the new product was an innovative version of the previous > > one.. > > > > “Therefore, the price of the new vaccine which was claimed > > to be free from pig enzyme is far higher than that of the previous > > vaccine,” the minister said. > > > > With regard to the present vaccine, > > the minister said that the institution that had the right to assess the > > substance of the vaccine was the ministry of health, not the MUI. So, > > MUI had neither right nor authority or competence to assess the > > substance of the meningitis vaccine and decided that it was halal or > > haram. > > > > “MUI may decide that swine is halal or haram, but as far > > as a vaccine is concerned, the institution which has the right and > > competence to assess its substance is the health ministry,” Minister > > Supari said. > > > > However, it was reported that MUI had received the > > very information on the swine enzyme substance in the meningitis > > vaccine from the health ministry itself, namely its Advisory Council on > > Health and Religious Legal Affairs (MPKS). > > > > Amidhan said that MUI > > had the information from the MPKS which held a meeting with the > > meningitis vaccine producer. It was learnt from the results of a > > meeting between MPKS and the vaccine producer Glaxo Smith Kline (GSK), > > that the vaccine contained swine enzyme. > > > > The producer even admitted that the meningitis vaccine contained swine > > enzyme. > > > > “That > > is why we say that the vaccine is haram,” the MUI chairman said. MUI > > has sent a letter to the Saudi government with regard to the > > requirement for pilgrims to have meningitis vaccine.. > > > > The highest > > Islamic regulating council took the step because all parties involved > > in the organization of hajj pilgrimage in the country had agreed that > > the vaccine contained pig substance. > > > > “We are waiting for a > > response from the Saudi government. However, if the Saudi government > > insists on its decision to require pilgrims to take meningitis vaccine, > > then we will use it based on the principle of emergency. Of course this > > would continue to create unrest,” Amidhan said. — Bernama > > > > http://muslimmedianetwork.com/mmn/?tag=meningitis-vaccine > > > > > > > > === > > Belajar Islam sesuai Al Qur'an dan Hadits > > http://media-islam.or.id > > > > > > === > > Belajar Islam sesuai Al Qur'an dan Hadits > > http://media-islam.or.id > > > > > > > > > > ___________________________________________________________________________ > > Yahoo! sekarang memiliki alamat Email baru. > > Dapatkan nama yang selalu Anda inginkan di domain baru @ymail dan > > @rocketmail. > > Cepat sebelum diambil orang lain! > > http://mail.promotions.yahoo.com/newdomains/id/ > > > > _______________________________________________ > > Is-lam mailing list > > [email protected] > > http://server03.abangadek.com/cgi-bin/mailman/listinfo/is-lam > > > _______________________________________________ > Is-lam mailing list > [email protected] > http://server03.abangadek.com/cgi-bin/mailman/listinfo/is-lam Selalu bisa chat di profil jaringan, blog, atau situs web pribadi! Yahoo! memungkinkan Anda selalu bisa chat melalui Pingbox. Coba! http://id.messenger..yahoo.com/pingbox/ _______________________________________________ Is-lam mailing list [email protected] http://server03.abangadek.com/cgi-bin/mailman/listinfo/is-lam
