Siape nyang bilang SBY tukang sulap? Pan udeh jadi ntu album yg ke-3 judule
"Kuyakin Sampai Disana".

Tapi yg nyanyiin pantesnya band Kuburan.. Pan katanye kalo udeh di kuburan
pasti sampai deh disana..  xixiiii..

 

From: [email protected]
[mailto:[email protected]] On Behalf Of Alkhori M
Sent: Friday, January 29, 2010 11:20 AM
To: [email protected]
Subject: Re: [Is-lam] 100 Hari Rezim SBY-Boedi - Rakyat Lebih Makmur atau
Menderita?

 

Apa membangun negara ini ibarat menyulap dalam dongeng Abu Nawas dengan
lampu aladinya? Hanya berucap sim-salabin lalu bisa berubah katak dibawah
tempurung jadi pesawat terbang? Marilah bangun dari mimpi hadapi kenyataan
hidup ini dengan melihat apa artinya 100 Hari. Apa SBY tukang sulap bisa
merubah dunia dalam 100 hari. Jadilah seorang Islam yang baik jangan
hari-hari menebar GHIBAH dan FITNAH. Masya allah dan Insya Allah manusia
manusia yang dhaif ini akan diampuni dosanya, Ammiiinnn.

 

Alkhori M

Al-Dhakhira Area, Villa No. 2

Doha, State of Qatar

-----Original Message-----
From: [email protected]
[mailto:[email protected]] On Behalf Of A Nizami
Sent: Friday, January 29, 2010 5:22 AM
To: Is-lam
Subject: [Is-lam] 100 Hari Rezim SBY-Boedi - Rakyat Lebih Makmur atau
Menderita?

 

Assalamu'alaikum

 

Setelah 100 hari berjalan rezim pemerintahan SBY-Boediono,

apakah rakyat lebih makmur atau menderita?

 

Coba kita lihat.

 

Pemerintah via Mensekneg memutuskan untuk memberi mobil

dinas mewah Toyota Crown seharga Rp 1,32 milyar kepada 150 pejabat termasuk

para menteri. Padahal dengan mobil seharga Rp 350 juta saja per buah sudah

lebih dari cukup.

 

Pemerintah juga memutuskan untuk menaikkan gaji presiden,

menteri, dan para pejabat lainnya. Padahal gaji Presiden dan para menteri

tersebut sudah puluhan kali lipat di atas UMR.

 

Setjen DPR menganggarkan Laptop senilai Rp 16 juta untuk 560

anggota DPR. Padahal dengan Laptop seharga Rp 3-7 juta saja sudah didapat

laptop yang bagus untuk internet atau memakai program Office.

 

Setjen DPR juga menganggarkan renovasi rumah untuk 560

anggota DPR senilai Rp 700 juta per rumah. Belum lagi uang kontrak rumah
selama

renovasi sebesar Rp 15 juta/bulan.

 

Belum lagi uang untuk Pesawat Presiden yang menelan biaya

ratusan milyar rupiah.

 

Kemudian BLT senilai Rp 6,7 trilyun untuk Bank Century.

 

Jika kita lihat, segala kenikmatan di atas dinikmati oleh

segelintir pejabat dan orang-orang kaya saja. Jika pun gaji PNS dan TNI
naik,

jumlah mereka kurang dari 3% dari seluruh rakyat Indonesia.

 

Sebaliknya apa yang dinikmati mayoritas rakyat Indonesia?

 

Tarif listrik akan dinaikkan.

Tarif jalan tol sudah dinaikkan.

Harga beras naik.

Subsidi KPR BTN setelah 4 tahun akan dicabut sehingga rakyat

yang sebelumnya "cuma" bayar bunga 12% per tahun nanti akan membayar lebih

tinggi lagi.

 

Coba bayangkan. Para pejabat dapat mobil, rumah, laptop gratis, padahal gaji
mereka besar dan

dinaikkan. Sementara rakyat kecil sudah gaji kecil dan banyak yang tidak
naik,

harus membayar sendiri untuk seluruh kebutuhan hidup mereka. Itu pun
harganya

terus dinaikkan.

 

Periode 2004-2009 pemerintahan SBY ditandai naiknya BBM dari

Rp 1800/liter jadi Rp 4500/liter. Tarif angkutan umum seperti Bis dan Kopaja

naik dari Rp 1000 jadi Rp 2000 sekali jalan. Berbagai harga Sembako dan

kehidupan rakyat lainnya juga naik sementara mayoritas rakyat tidak
mengalami

kenaikan gaji yang cukup untuk mengatasi kenaikan harga barang. Bahkan
banyak

yang gajinya tidak naik sama sekali atau bahkan kehilangan pekerjaan karena

perusahaannya tutup karena tidak mampu menanggung beban operasional yang
terus

membengkak. Hanya segelintir pejabat, PNS, dan TNI saja yang menerima
kenaikan

gaji.

 

Jika trend kenaikan harga dan gaji sama-sama lurus atau

menanjak ke atas, itu tidak masalah. Kemungkinan 5 tahun ke depan rakyat
akan

makmur.

 

Tapi jika trend kenaikan harga terus meningkat, sementara

kenaikan gaji mayoritas rakyat lurus atau jauh di bawah kenaikan harga,
lambat

laun akan terjadi bom waktu. Suatu saat rakyat akan menderita. Saat titik
mencapai

puncaknya, bisa saja terjadi krisis ekonomi dan rubuhnya pemerintahan oleh

desakan rakyat seperti di tahun 1998.

 

Mari kita ingat sejarah Raja Perancis Louis XVI dan Ratu

Marie Antoinette. Mereka pesta pora dan bermewah-mewahan sementara mayoritas

rakyat Perancis kelaparan. Saat rakyat protes bahwa mereka lapar, sang Ratu

Marie Antoinette dengan enteng berkata, "Kalau begitu makan saja roti!"

 

Akhirnya terjadi Revolusi Perancis yang menurunkan Raja

tersebut dari tahtanya. Perancis berubah wujud menjadi Republik. Sementara
Ratu

Marie Antoinette kepalanya terpisah dari tubuhnya karena dipancung dengan
pisau

Guilotine.

 

Hendaknya itu jadi pelajaran kita semua. Jangan sampai kasus

1998 atau pun tragedy Marie Antoinette terjadi di Indonesia. Pada saat
harga-harga

barang terus naik, sementara penghasilan rakyat tidak naik, bahkan banyak

perusahaan gulung tikar karena perdagangan bebas, kemarahan rakyat bisa
muncul.

Revolusi bisa terjadi.

 

http://polhukam.kompasiana.com/2010/01/28/100-hari-rezim-sby-boedi-%E2%80%93
-rakyat-lebih-makmur-atau-menderita/

 

Referensi:

http://hariansib.com/?p=96586

Rencana Kenaikan Gaji Presiden & Menteri, Pejabat Tidak

Peka Derita Rakyat

 

http://hariansib.com/?p=108199

Setjen DPR Harus Transparan Soal Komputer Rp 16 Juta untuk

560 Anggota Dewan

Posted in

 

http://www.tempointeraktif.com/hg/politik/2009/12/29/brk,20091229-216283,id.
html

Pejabat Negara Diminta Kembalikan Mobil Mewah

 ===

Belajar Islam sesuai Al Qur'an dan Hadits

http://media-islam.or.id

 

 

 

      Akses email lebih cepat. Yahoo! menyarankan Anda meng-upgrade browser
ke Internet Explorer 8 baru yang dioptimalkan untuk Yahoo! Dapatkan di sini!


http://downloads.yahoo.com/id/internetexplorer

_______________________________________________

Is-lam mailing list

[email protected]

http://server03.abangadek.com/cgi-bin/mailman/listinfo/is-lam

_______________________________________________
Is-lam mailing list
[email protected]
http://server03.abangadek.com/cgi-bin/mailman/listinfo/is-lam

Kirim email ke