ahli kedoketaran modern ini begitu gigih ya mencari peluang bisnis. kalo para
keluarga muda sdh mampu 'ditakuti'
pentingnya imunisasi, vaksin ... dlsbgnya bagi para bayinya, maka kini sasaran
org2 dewasa yg mungkin dulu
'lolos' jadi korban vaksin, imunisasi saat masih bayi dulu.
kalo saja ini sdh mampu diyakinkan pd setiap org, pastinya akan jadi lahan
bisnis baru dlm dunia
kedokteran modern yg umumnya dikuasai barat. sasarannya adlh org2 bodoh & yg
takut mati entah
karena alasan apa shg ada kesan jika ingin hidup rada aewt dikit lakukanlah
vaksin dewasa ini.
harganya? produsernnya? yg untung siapa? --> para kapitalis barat!!
kenapa tidak mempercedas masyarakat dgn uraian ilmiah bgmana agar terhindar
dari penyakit yg aneh2
dr cara memilih makananan/minuman dgn gaya hidup yg sederhana saja?
salam,
Fahru
---
Orang Dewasa 100 Kali Lebih Rentan Meninggal Karena Tak Divaksin
Nurul Ulfah - detikHealth
Jakarta, Masyarakat menganggap vaksinasi hanya perlu
diberikan pada anak-anak untuk membentuk daya tahan tubuhnya. Padahal
orang dewasa pun sebenarnya perlu. Hanya saja vaksin untuk orang dewasa
kurang mendapat perhatian.
Hal itu disampaikan oleh Prof DR dr.
Samsuridjal Djauzi SpPD, KAI, FACP, FINASIM, anggota PAPDI dan Ketua
Satgas Imunisasi Dewasa dalam seminar 'Adults Vaccination: Cost vs
Investment' di Hotel Mulia, Jakarta, Sabtu (20/2/2010).
"Imunisasi
untuk orang dewasa kurang diperhatikan karena kurangnya informasi
mengenai efektivitas, belum ada pedoman, layanan vaksinasi masih
terbatas, harga vaksin tidak terjangkau dan belum ada dukungan
pembiayaan asuransi," tutur Prof Samsuridjal.
Prof Samsuridjal
mengatakan, orang dewasa 100 kali lebih rentan meninggal dunia akibat
penyakit yang berhubungan dengan vaksin daripada anak-anak.
Vaksinasi
yang bisa diberikan pada orang dewasa antara lain Hepatitis B,
Hepatitis A, Tetanus, MMR (measles-mumps-rubella/campak, gondongan dan
rubela), tifoid (tifus), influenza, pneumokok (penyakit akibat
pneumococcus), meningokok (penyakit meningitis).
Menurut Prof Samsuridjal, kelompok orang dewasa yang memerlukan imunisasi
antara lain:
1. Usia lanjut (influenza) di atas 60 tahun.
2. Penderita penyakit kronis: penyakit paru kronis, penyakit jantung,
gagal ginjal (influenza, Hepatitis B)
3. Petugas kesehatan yang berisiko (Hepatitis B, influenza)
4. Perempuan muda (MMR, HPV)
5. Wisatawan (Hepatitis A, tifoid)
Harga vaksin yang cukup mahal hingga kini masih menjadi kendala.
Banyak orang yang enggan melakukan vaksinasi karena dianggap
buang-buang uang dan menganggap tidak perlu karena merasa daya tahan
tubuhnya cukup kuat. Padahal jika dibandingkan antara harga vaksin
dengan keuntungan yang akan diperoleh, harga bukanlah masalah.
Untuk
itu, menurut Prof Samsuridjal, yang harus dilakukan pertama kali jika
ingin memulai program vaksinasi orang dewasa adalah mengubah paradigma
berpikir tentang vaksin.
Paradigma yang harus diubah antara lain :
1. Imunisasi hanya untuk anak menjadi imunisasi untuk anak dan dewasa
2. Imunisasi merupakan biaya (pemborosan) menjadi imunisasi merupakan
investasi yang amat menguntungkan tidak hanya bagi kesehatan tapi juga
dari segi biaya
3. Imunisasi merupakan program pemerintah menjadi imunisasi merupakan
kebutuhan keluarga
"Kita tidak pernah tahu kapan terjangkit suatu penyakit, untuk itu
vaksin sangat diperlukan untuk mencegah penyakit tersebut, bahkan
mencegah kematian," katanya.
Untuk kasus Hepatitis B saja
contohnya, dengan perkiraan kematiannya sebanyak 5.000 orang per tahun,
maka dengan vaksinasi (efektivitas 90 persen), kematian yang dapat
dicegah lumayan tinggi, yaitu 4.050 kematian.
(fah/ir)
_______________________________________________
Is-lam mailing list
[email protected]
http://server03.abangadek.com/cgi-bin/mailman/listinfo/is-lam