Kalau mau efek sembuh langsung ya dikerokin disini Pak. Langsung segar bugar...





mawan sugiyantobogor, indonesia  www.maoneid.indoinvestor.com 


--- On Mon, 2/22/10, Dewa Gede Permana <[email protected]> wrote:

> From: Dewa Gede Permana <[email protected]>
> Subject: Re: [Is-lam] Orang Dewasa 100 Kali Lebih Rentan Meninggal Karena Tak 
> Divaksin
> To: [email protected]
> Date: Monday, February 22, 2010, 8:15 PM
> Na
> itu lah Mas, ternyata pola hidup sederhana inilah yg butuh
> biaya psikologis yg mahal. Mengubah kebiasaan sehari-hari yg
> sdh menjadi pola berpikir & beremosi ritmis dan rituil
> baku ini sungguh sulit meskipun dibutuhkan usaha ekstra
> keras. Kalo tdk konsul ke dokter ato RS tenar katanya gak
> sembuh padahal disitu faktor sugesti sangat berperan, pas
> ditawari obat generik malah diketawain… ee.. dicoba
> minum jahe kog ndadak jadi mendingan…  flu aja
> pake acara ngekost di RS internasional sgala…
> hehe… Akibat berikutnya anggaran biaya kesehatan para
> pejabat pun ikut melambung, meskipun gak sakit ya tetep aja
> disakit-sakitkan… katanya sih “sudah
> dianggarkan”…. JJ…
> lha kog dianggarkan ataupun istilah lainnya DIRENCANAKAN
> SAKIT kog ya malah bangga lo…
> xixiii…
>  From:
> [email protected]
> [mailto:[email protected]] On Behalf
> Of AFR
> Sent: Sunday, February 21, 2010 2:16 PM
> To: [email protected]
> Subject: [Is-lam] Orang Dewasa 100 Kali Lebih Rentan
> Meninggal Karena Tak Divaksin
>  ahli
> kedoketaran modern ini begitu gigih ya mencari peluang
> bisnis. kalo para keluarga muda sdh mampu
> 'ditakuti'
> pentingnya imunisasi, vaksin ... dlsbgnya bagi para
> bayinya, maka kini sasaran org2 dewasa yg mungkin dulu 
> 'lolos' jadi korban vaksin, imunisasi saat masih
> bayi dulu.
> 
> kalo saja ini sdh mampu diyakinkan pd setiap org, pastinya
> akan jadi lahan bisnis baru dlm dunia 
> kedokteran modern yg umumnya dikuasai barat. sasarannya
> adlh org2 bodoh & yg takut mati entah
> karena alasan apa shg ada kesan jika ingin hidup rada aewt
> dikit lakukanlah vaksin dewasa ini.
> harganya? produsernnya? yg untung siapa? --> para
> kapitalis barat!!
> 
> kenapa tidak mempercedas masyarakat dgn uraian ilmiah
> bgmana agar terhindar dari penyakit yg aneh2
> dr cara memilih makananan/minuman dgn gaya hidup yg
> sederhana saja?
> 
> 
> salam,
> Fahru
> ---
> 
> Orang Dewasa 100 Kali Lebih Rentan Meninggal Karena Tak
> Divaksin
> 
> Nurul
> Ulfah -
> detikHealth
> 
> Jakarta,
> Masyarakat menganggap vaksinasi hanya perlu diberikan pada
> anak-anak untuk membentuk daya tahan tubuhnya. Padahal orang
> dewasa pun sebenarnya perlu. Hanya saja vaksin untuk orang
> dewasa kurang mendapat perhatian.
> 
> Hal itu disampaikan oleh Prof DR dr. Samsuridjal Djauzi
> SpPD, KAI, FACP, FINASIM, anggota PAPDI dan Ketua Satgas
> Imunisasi Dewasa dalam seminar 'Adults Vaccination: Cost
> vs Investment' di Hotel Mulia, Jakarta, Sabtu
> (20/2/2010).
> 
> "Imunisasi untuk orang dewasa kurang diperhatikan
> karena kurangnya informasi mengenai efektivitas, belum ada
> pedoman, layanan vaksinasi masih terbatas, harga vaksin
> tidak terjangkau dan belum ada dukungan pembiayaan
> asuransi," tutur Prof Samsuridjal.
> 
> Prof Samsuridjal mengatakan, orang dewasa 100 kali lebih
> rentan meninggal dunia akibat penyakit yang berhubungan
> dengan vaksin daripada anak-anak.
> 
> Vaksinasi yang bisa diberikan pada orang dewasa antara lain
> Hepatitis B, Hepatitis A, Tetanus, MMR
> (measles-mumps-rubella/campak, gondongan dan rubela), tifoid
> (tifus), influenza, pneumokok (penyakit akibat
> pneumococcus), meningokok (penyakit meningitis).
> 
> Menurut Prof Samsuridjal, kelompok orang dewasa yang
> memerlukan imunisasi antara lain:1.     Usia
> lanjut (influenza) di atas 60 tahun.2.     Penderita
> penyakit kronis: penyakit paru kronis, penyakit jantung,
> gagal ginjal (influenza, Hepatitis B)3.     Petugas
> kesehatan yang berisiko (Hepatitis B,
> influenza)4.     Perempuan
> muda (MMR, HPV)5.     Wisatawan
> (Hepatitis A, tifoid)
> Harga vaksin yang cukup mahal hingga kini masih menjadi
> kendala. Banyak orang yang enggan melakukan vaksinasi karena
> dianggap buang-buang uang dan menganggap tidak perlu karena
> merasa daya tahan tubuhnya cukup kuat. Padahal jika
> dibandingkan antara harga vaksin dengan keuntungan yang akan
> diperoleh, harga bukanlah masalah.
> 
> Untuk itu, menurut Prof Samsuridjal, yang harus dilakukan
> pertama kali jika ingin memulai program vaksinasi orang
> dewasa adalah mengubah paradigma berpikir tentang vaksin.
> 
> Paradigma yang harus diubah antara lain :1.     Imunisasi
> hanya untuk anak menjadi imunisasi untuk anak dan
> dewasa2.     Imunisasi
> merupakan biaya (pemborosan) menjadi imunisasi merupakan
> investasi yang amat menguntungkan tidak hanya bagi kesehatan
> tapi juga dari segi biaya3.     Imunisasi
> merupakan program pemerintah menjadi imunisasi merupakan
> kebutuhan keluarga
> "Kita tidak pernah tahu kapan terjangkit suatu
> penyakit, untuk itu vaksin sangat diperlukan untuk mencegah
> penyakit tersebut, bahkan mencegah kematian," katanya.
> 
> Untuk kasus Hepatitis B saja contohnya, dengan perkiraan
> kematiannya sebanyak 5.000 orang per tahun, maka dengan
> vaksinasi (efektivitas 90 persen), kematian yang dapat
> dicegah lumayan tinggi, yaitu 4.050 kematian.
> 
> (fah/ir)
> 
>  
> -----Inline Attachment Follows-----
> 
> _______________________________________________
> Is-lam mailing list
> [email protected]
> http://server03.abangadek.com/cgi-bin/mailman/listinfo/is-lam
> 


      
_______________________________________________
Is-lam mailing list
[email protected]
http://server03.abangadek.com/cgi-bin/mailman/listinfo/is-lam

Kirim email ke