Suatu hari saya dan anak saya kami berdua lagi naik BECAK di Medan. Entah mengapa tukang BECAK ini sangat SEMBRONO. Maka terjadi dialog sbb:
Anak saya (AS): Papa, koq tukang becak ini bodoh sekali ? Saya (S): Tentu saja tukang becak ini bodoh, jawab saya AS: Koq papa tahu dia (makksudnya tukang becak) itu bodoh S: Lha,kalau dia pandai, tentu dia tidak jadi tukang becak. Lagi asyik, kami chatting, ternyata ada mobil yang NGEREM tiba-tiba, terdengarlah TUKANG BECAK tadi berteriak memaki-maki supir mobil, terlihat beliau itu sangat EMOSI keluar kata-kata indah dari mulut TUKANG BECAK tersebut, dan terjadi lagi dialog saya bersama anak saya. AS: Papa mengapa TUKANG BECAK ini terlalu emosi, kata-kata tidak sopan untuk didengar S: TUKANG BECAK memang begitu hari-hari EMOSI melulu AS: Mengapa TUKANG BECAK emosi melulu S: Orang bodoh, memang begitu belum bisa mengontrol emosinya, maka dia akan tetap jadi TUKANG BECAK Suatu hari, anak saya, entah mengapa, terpancing EMOSInya, anak saya sangat MARAH. Lantas saya katakan eh,. rupanya dirumah ini sudah ada TUKANG BECAK. Lantas anak saya bertanya mana TUKANG BECAK? Siapa lagi kalau bukan KAMU, ingatkan KETIKA kita naik becak di Medan. Dia terdiam. Tapi akhirnya, saya katakan pada anak saya: tidak semua TUKANG BECAK BODOH, ada juga yang pintar, kalau yang PINTAR mereka juga sudah tahu apa yang disebut dengan IQ & EQ. Alkhori M Al-Dhakhira Area, Villa No. 2 Doha, State of Qatar
_______________________________________________ Is-lam mailing list [email protected] http://server03.abangadek.com/cgi-bin/mailman/listinfo/is-lam
