Kalo nurut sy, ide spt ini relatif cocok diterapkan hanya jika lembaga
sosial dlm keadaan normal, tidak bernuansa koruptif, dimana semua sumberdaya
memang digunakan untuk kemaslahatan bersama. Barangkali tdk akan ada yg
dibingungkan oleh pencarian nafkah keluarga krn kekayaan Negara memang
dimanfaatkan sebesar2nya utk kepentingan bersama, dan hanya orang-orang yg
malas bekerja saja yg barangkali akan mengalami seleksi alam.

Akan tetapi gaji besar, fasilitas & hak2 istimewa jika diterapkan pada iklim
koruptif maka bisa jadi malah menjadi boomerang. Yang dikatakan sbg "orang
baik" bisa berubah menjadi "tidak baik" lantaran adaptasi terhadap iklim yg
ada. Disisi lain, mendasarkan perubahan sosial pada kekuatan person per
person sepertinya sdh sering dipraktekan selama ini, entah lewat prosedur
seleksi pemilu, seleksi pejabat bumn dlsb; toh iklim koruptif tdk bergeming
dari era orde baru juga. Dibentuk KPK tapi yo diubek-ubek juga... :))

Oleh krn itu sy jadi terpikir seharusnya yg dibenahi terlebih dahulu adalah
secara ekstrim menahan kemunculan iklim koruptif nya. Ibarat sperti pada
anak balita yg orangtuanya khawatir anaknya terluka oleh benda tajam, maka
mereka ambil keputusan utk sama sekali menjauhkan anak dari benda-benda
tajam. Pisau, gunting, adalah benda berbahaya, tetapi nanti setelah cukup
umur baru boleh pegang pisau betulan krn sdh mengerti fungsi dan cara
pakainya. Oleh karena itu jabatan adlh benda berbahaya bagi calon2 pejabat
yg masih balita, krn itu mendingan ga usah di gaji aja.... kecuali rakyat
sudah pada makmur semua... hehehe... 



-----Original Message-----
From: [email protected]
[mailto:[email protected]] On Behalf Of Harry Sufehmi
Sent: Tuesday, March 09, 2010 9:35 AM
To: [email protected]
Subject: Re: [Is-lam] Bls: Banyak Orang Kaya jadi Koruptor - Bls: Kepanikan
Berasal Dari Kebodohan & Bermuara Kepada Kebrutalan --c|

On 3/9/10, A Nizami <[email protected]> wrote:
> Harusnya gajinya biasa2 saja.
> Misalnya untuk gubernur BI, gaji rp 30 juta saja sebetulnya sudah cukup.
> Jika gaji rp 162 juta lebih/bulan, khawatirnya yang tertarik adalah 
> orang2 yang maruk, serakah, tamak, dan loba.

TIDAK akan ada pengaruhnya,
karena orang jahat yang pintar itu tahu bahwa BI adalah pusatnya uang
:) dan tetap saja akan berusaha untuk mendapatkan jabatan tsb.

Ada banyak cara untuk meraup uang selain dari gaji, seperti yang dicontohkan
secara spektakuler oleh salah satu pejabat tingginya - yang justru tidak
tersentuh oleh Pansus/KPK/dll, terlewatkan karena hiruk pikuk & drama
seputar skandal ini....

Jadi biarlah gaji tetap tinggi - sehingga ketika ada orang yang baik masuk,
maka dia bisa fokus ke pekerjaannya; dan bukannya malah pusing memikirkan
nafkah untuk keluarganya.



Salam, HS
_______________________________________________
Is-lam mailing list
[email protected]
http://server03.abangadek.com/cgi-bin/mailman/listinfo/is-lam

_______________________________________________
Is-lam mailing list
[email protected]
http://server03.abangadek.com/cgi-bin/mailman/listinfo/is-lam

Kirim email ke