pasangan muda-mudi mau nikah dgn pilihannya. itu taqdir atw nalar? siapa pun yg 
dipilih 
sdh dituliskan sblm mereka saling kenal, bahkan sblm mereka dilahirkan kedua 
org tuanya. 
kalaupun mereka dijodohkan org tuanya sejak mereka bayi itu sdh tertulis.

mereka nikah lalu bercampur. satu telur dikerubuti jutaan sperma dlm rahim sang 
istri. hanya 
satu sperma yg jodoh, sisanya mati. itu taqdir atw nalar? manusia gak punya 
kemampuan 
sama sekali mengatur sel yg ini yg harus membuahi si telur.

dari diagnosa usg, dgn ketepatan 99.999999%, diperkirakan berkelamin lk/wnt. 
tahu yg akan 
terlahir adlh lk/wnt, itu taqdir atw nalar? jauh sblm 2 org nikah bayi siapa, 
kelamin apa yg 
dikandung saat itu sdh dituliskan. nalar baru akan tahu stlh sekian bulan dgn 
alat 'canggih'. 
apakah nalar bisa menduhului taqdir?

terlahir sbg anak dg fitrah suci bersih tanpa dosa. dua org tuanya boleh 
shalih. apakah anak ini 
akan shaleh juga? nalar atw taqdir yg jadikan demikian? 

bgmn dlm keluarga Nuh as ada Kan'an? apakah beliau kurang sempurna aqal?
bgmn Ibrahim as menjadi nabi sedang berbapak pencetak tuhan-tuhan? nalarkah atw 
taqdir
beliau demikian? di antara cucunya ada yg bengal yahudi laknat. kurang sempurna 
kah
beliau menbimbing keturunannya?

taqdir itu harus dijalani apa mau-Nya. tak ada cara mengimani taqdir dinalar 
dulu, lalu konversi 
jadi taqdir shg samapilah pad kesimpulan "tak akan nalar lampaui taqdir ..."



salam,
Fahru

________________________________
From: Alkhori M <[email protected]>
To: [email protected]
Sent: Tue, March 30, 2010 11:57:51 PM
Subject: [Is-lam] Memilih dan Memilah Taqdir Dengan Sunnatullah, lanjutan 2


Memilih dan Memilah Taqdir Dengan Sunnatullah, lanjutan 2
 
Untuk sekedar pencerahan, disini di-narative-kan sebuah contoh (ini hanyalah 
contoh fiktif jangan dipraktekan).
Jika kita ambil sebuah pisau yang tajam lalu kita gorok leher kita sendiri, 
maka matilah kita, sekarang timbul pertanyaan apakah kematian kita itu sebuah 
TAQDIR? Terserah masing-masing apakah itu mau dianggap taqdir boleh dan mau 
dianggap bukan Taqdir juga boleh. Tapi ingat bunuh diri dilarang oleh Tuhan.
 
Selanjutnya kita ambil contoh yang lebih mendekati FAKTA, janganlah bunuh diri, 
karena bunuh diri dilarang agama. Tapi kali ini ambillah seekor ayam, lalu 
sembelihlah ayam tersebut, maka matilah ayam tersebut? Sekarang juga timbul 
pertanyaan apakah kematian ayam tersebut TAQDIR? Lagi terserah mau dianggap 
Taqdir juga boleh dan mau dianggap TIDAK Taqdir juga boleh. Tapi yang jelas 
ayam tersebut sudah mati dan kematian ayam tersebut dihalalkan dalam agama jika 
setelah ayam tersebut disembelih lantas digunakan selayaknya mengapa ayam 
tersebut harus disembelih.
 
Nah yang terakhir adalah pertanyaan yang lebih AGAK PERLU DAYA NALAR, ketika 
kita mengambil ayam tersebut, padahal didalam KANDANG ADA BANYAK AYAM, tapi 
mengapa hanya yang seekor tersebut yang terpilih dan kita jadikan percobaan 
seperti yang telah diuraikan diatas. Lagi jawabanya mau dianggap TAQDIR juga 
boleh dan mau dianggap BUKAN taqdir juga boleh.
 
Jadi semua itu terserah pada penalaran kita, kapankah dan sampai tingkat 
dimanakah TAQDIR dalam pengertian kita masing-masing.
 
Alkhori M
Al-Dhakhira Area, Villa No. 2
Doha, State of Qatar
============================================
Memilih dan Memilah Taqdir Dengan Sunnatullah
 
Sebagai orang AWAM semuanya dianggap TAQDIR, tapi bagi mereka yang sudah 
diberikan AQAL yang lebih, Taqdir itu bisa dipilih dan dipilah. Kalau semua 
usaha sudah dilakukan tapi masih gagal juga barulah terakhir dikatakan itu 
Sudah Taqdir. Memang cara termudah dan tidak menanggung resiko adalah dengan 
mengganggap semuanya sebagai TAQDIR persoalan jadi selesai. Tapi dikala setelah 
dianggap sebagai TAQDIR dan persoalan masih tidak selesai maka disinilah ilmu 
orang AWAM tadi sudah tidak bisa diandalkan lagi, maka disinilah para Ulama 
atau orang yang bukan AWAM alias intelektual diperlukan, maka disinilah akan 
timbul istilah seperti judul diatas yaitu MEMILIH dan MEMILAH TAQDIR DENGAN 
MENGGUNAKAN SUNNAHTULLAH. Salam cool selalu dari Qatar . Insya Allah bersambung.
 
Alkhori M
Al-Dhakhira Area, Villa No. 2
Doha, State of Qatar


      
_______________________________________________
Is-lam mailing list
[email protected]
http://server03.abangadek.com/cgi-bin/mailman/listinfo/is-lam

Kirim email ke