Sudahlah tuan-tuan, yang penting kita bukan jadi bagian dari Jaringan Islam LIP (lambe - jawa pen.)
Salam hangat B. Samparan --- On Wed, 3/31/10, Dewa Gede Permana <[email protected]> wrote: > From: Dewa Gede Permana <[email protected]> > Subject: Re: [Is-lam] JIL, Adakah Yang Tahu VISI dan MISI dari JIL > To: [email protected] > Date: Wednesday, March 31, 2010, 5:30 PM > “Dan, janganlah kamu > memalingkan wajahmu dari manusia (karena sombong) dan > janganlah kamu berjalan di muka bumi dengan angkuh. > Sesungguhnya, Allah tidak menyukai orang-orang yang sombong > lagi membanggakan diri. Dan, sederhanalah kamu dalam > berjalan dan lunakkanlah suaramu. Sesungguhnya, > seburuk-buruk suara adalah kedelai.” (QS. Luqman [31] > : 18-19) > ----------------- > Kayaknya > bukan “kedelai” Mas Rochim, tapi > “keledai”… JSaya > jadi inget dgn perumpamaan bagai keledai jalan kemana2 > membawa dua buah karung buku di pundaknya.Manusia > kelelahan dgn pengetahuan namun sedikitpun tak dapat > memanfaatkannya.Kalo > gitu masih mending jadi keledai daripada jadi manusia… > JJ > Sukses > deh buat Mas Alkhori…. barang dagangannya laku… > > > From: > [email protected] > [mailto:[email protected]] On Behalf > Of Rochim_Abd > Sent: Friday, April 02, 2010 9:08 AM > To: [email protected] > Subject: Re: [Is-lam] JIL, Adakah Yang Tahu VISI dan > MISI dari JIL Tidak > bermaksud memprovokasi, sebaiknya tinggalkan saja perdebatan > seperti ini. Salah > satu pihak boleh saja mengatakan ini bukan debat tetapi ini > diskusi, tetapi buat saya apa namanya jika ada satu pihak > yang sudah terpatri dalam jiwanya rasa "Ana khoirun > minhu", saya lebih baik dari dia, dan selalu memandang > rendah pendapat orang lain. Se-obyektif apapun pendapat > orang lain, se-ilmiah apapun pendapat orang lain, se-logis > apapun pendapat orang lain, tetap pihak yang merasa > "Ana khoirun minhu" tsb tidak akan pernah mau > mengakui (atau -malu-) bahwa pendapat orang lain itu > benar. Memang terkadang kita > beradu kepandaian hanya untuk hal-hal yang tidak berguna > sama sekali. Misalnya, hanya untuk mengakui kepandaian > seseorang atau seseoarng mengakui kepandaian kita. Sungguh > tindakan konyol namanya. Apa untungnya sih kalau orang tahu > kepandaian kita? Dan, apa ruginya buat kita kalau kita tidak > tahu kepandaian orang? Belum lagi dampaknya akan > meninggalkan dendam yang berkepanjangan apabila kita berada > di pihak yang kalah. Dan, jika ternyata kita keluar sebagai > pemenang, kita bisa jumawa. Kita jadi arogan karena merasa > tidak ada orang yang lebih hebat daripada kita. Kepandaian seseoarang > tidak akan bermanfaat apabila dia tidak bisa memetik hikmah > dari kepandaiannya. Sebab biasanya, orang pandai adalah > orang yang hidupnya diliputi oleh hikmah. Mungkin, Anda > masih ingat ketika Luqman Al-Hakim, si Bijak, menasehati > anaknya dengan kalimat-kalimat yang indah. Dan, nasihatnya > itu diabadikan oleh Allah SWT dalam Al-Qur'an yang nama > surahnya juga merupakan namanya, Surah Luqman. “Dan, janganlah kamu > memalingkan wajahmu dari manusia (karena sombong) dan > janganlah kamu berjalan di muka bumi dengan angkuh. > Sesungguhnya, Allah tidak menyukai orang-orang yang sombong > lagi membanggakan diri. Dan, sederhanalah kamu dalam > berjalan dan lunakkanlah suaramu. Sesungguhnya, > seburuk-buruk suara adalah kedelai.” (QS. Luqman [31] > : 18-19) Luqman menasihati anaknya > agar jangan menganggap orang lain “kecil” dan > tidak ada apa-apanya. Seolah dia berkata,“Betapapun pandainya > kamu, jangan pernah remehkan orang lain. Janganlah ilmu yang > kamu miliki menjadikanmu angkuh dan sombong. Ingatlah, iblis > diusir dari surga karena kesombongan dan keangkuhannya. > Sederhanalah dalam berjalan sehingga orang tidak > menganggapmu lemah dan menghinakanmu, atau mereka > menganggapmu angkuh sehingga mereka takut kepadamu..... Dan, > bertutur katalah dengan lembut, jangan lukai telinga dan > hati orang dengan lidah dan suaramu. Jangan seperti keledai, > yang ketika ia bersuara, orang merasa terganggu dan > mengumpat-umpat karenanya!” (prinsip saya tegas: Jika > ada email-email sejenis ini tidak akan pernah saya > komentari. TITIK!) ----- > Original Message ----- From: > "Saidi" <[email protected]>To: > <[email protected]>Sent: > Wednesday, March 31, 2010 9:04 AMSubject: > Re: [Is-lam] JIL, Adakah Yang Tahu VISI dan MISI dari > JIL > > JIL.. informasi apapun yang akan kita sampaikan ke Pak > Alkhorie pastinya > > tidak akan diterima, karena yang ada adalah informasi > tentang kebusukan JIL, > > sedangkan pak Alkhori merupakan salah satu > "pengagum" atau mungkin "bagian" > > dari pada JIL itu sendiri... > > > > Sebenarnya sudah menjadi rahasia umum kalo JIL itu > memang merupakan kaki > > tangan dari AS dan juga Israel... Contohnya > sudah banyak, hanya saja Pak > > Alkhorie "tidak mau" buka mata... > > > > Lihat kasus gugatan uji materi UU tentang penodaan > agama. Dimana tokoh2 JIL > > seperti GD, UAA, dll di pihak penggugat, sedangkan > pihak yang berusaha > > mempertahankan UU tersebut terdiri dari MUI, Menteri > Agama, Menkumham, > > Pemerintah... Di kasus tersebut, tokoh2 JIL > "berjuang" agar MK mau > > menghapus UU tsb, karena mereka mati2-an membela > Ahmadiyah.... > > > > Dan juga, pada suatu kesempatan di acara debat di TV > One, ULIL justru > > menghina umat Islam, dan sangat memuja AS dan meminta > umat Islam agar > > belajar ke AS. selengkapnya baca artikel saya di bawah > yang pernah saya > > kirim ke milist ini tanggal 19 Maret 2010 kemarin. > > > > Ulil JIL: Dunia Islam Paling Banyak Melanggar HAM, > Harus Berguru pada Obama > > SEMAKIN banyak berbicara, semakin terlihat > kejahilannya. Itulah ciri khas > > kelompok liberalis. Setidak-tidaknya, itu > diperlihatkan Ulil Abshar Abdalla > > dalam acara "Debat Kontroversi kedatangan > Obama" di studio TVOne, Jakarta, > > Rabu (17/3/2010). > > > > Dalam debat bertema "Obama Disayang Obama > Ditentang" itu dihadiri dua kubu > > yang saling berseberangan. Dari pihak yang mendukung > kedatangan Obama ke > > Indonesia, tampil dua narasumber: Ulil Abshar > (Jaringan Islam Liberal) dan > > Effendy Choirie (Partai Kebangkitan Bangsa), sedangkan > dari pihak yang > > menolak Obama diwakili oleh dua narasumber: Ismail > Yusanto (Hizbut Tahrir > > Indonesia), Ali Mocthar Ngabalin (Partai Bulan > Bintang). > > > > Debat yang disiarkan secara langsung mulai pukul pukul > 19.30 WIB itu dibagi > > dalam dua sesi yang diselingi dengan berbagai iklan. > Pada sesi pertama, > > Ismail Yusanto berdebat dengan Ulil Abshar, disusul > dengan debat sesi kedua > > antara Ali Mochtar Ngabalin dengan Effendy Choirie. > > > > Ulil Abshar berapi-api menyatakan dukungannya terhadap > rencana kedatangan > > Obama ke Indonesia, dengan ungkapan khas Arab > "ahlan wa sahlan bihuduri > > Obama." > > > > Sebagai anak didik Amerika, agaknya bisa dimaklumi > bila Ulil sangat memuji > > Obama dan Amerikanya. Mungkin itulah apresiasi balas > jasa yang > > dipersembahkan kepada negara yang telah memberikan > beasiswa program magister > > di Universitas Boston, dan studi tingkat PhD di > Department of Near Eastern > > Languages and Civilizations di Universitas Harvard. > > > > Tapi Ulil -yang lama hidup di negara Amerika- itu > menjadi sangat tidak wajar > > jika ia tidak tahu tentang Amerika. Berangkat dari > ketidaktahuan itulah, > > Ulil memuji Amerika sembari menghina Islam, lalu > menganjurkan umat Islam > > supaya belajar (baca: berkiblat) ke Amerika dalam > mengatasi masalah > > diskriminasi. > > > > "Ada pelajaran penting yang bisa diambil dari > pengalaman Obama di Amerika. > > > > Ini luar biasa. Jadi orang Islam harus belajar > bagaimana mereka mengatasi > > diskriminasi. Di dalam negara Islam itu diskriminasi > masih banyak sekali," > > kata Ulil. > > > > Tak puas menyebut kaum Muslimin sebagai negara yang > kaya diskriminasi, > > menantu Kiyai Mustafa Bisri ini bahkan menyebut dunia > Islam paling banyak > > mengoleksi pelanggaran HAM. > > > > .Pelanggaran HAM paling banyak di dunia Islam. Umat > Islam harus belajar > > kepada Amerika, tegas Ulil. > > > > "Pelanggaran HAM paling banyak itu di dunia > Islam. Umat Islam harus belajar. > > Ada hal positif yang bisa diambil dari Amerika," > tegasnya. > > > > Menanggapi tudingan Ulil terhadap umat Islam, Ismail > Yusanto menjawab dengan > > santai. Juru bicara HTI ini tidak membantah langsung, > tapi membandingkan > > pendapat Ulil yang bertolak belakang dengan data > Amnesti Internasional. > > > > "Itu tadi menurut Ulil. Bahwa pelanggaran HAM itu > paling banyak di negeri > > Islam. Tapi menurut Amnesti Internasional, pelanggaran > HAM terbesar di dunia > > itu Amerika, yang sekarang presidennya Barrack > Obama," jelas dia. > > > > "Mana yang lebih kredibel, Saudara Ulil atau > Amnesti Internasional?" tanya > > dia. > > > > Ulil nampak kaget dan tidak percaya dengan pernyataan > jubir HTI itu. Ulil > > rupanya belum pernah membaca data Amnesti > Internasional bahwa Amerika adalah > > pelaku pelanggaran HAM terbesar di dunia. Ulil pun > tidak terima jika bapak > > asuhnya disebut sebagai pelanggar HAM terbesar di > dunia. > > > > "Saya minta dibuktikan kalau data itu ada," > protes dia. > > > > "Silakan, itu sudah berulangkali dilansir di > media," jawab Ismail. > > > > Ulil yang belum membaca data itu, spontan berkata, > "Saya sih nggak percaya!" > > > > Pada debat sesi kedua, meski yang dihadapinya > bukan Ulil, tapi Ali Mukhtar > > Ngabalin masih menyempatkan untuk menyindir Ulil. > Tidak terima umat Islam > > disuruh belajar kepada Amerika untuk mengatasi > diskriminasi dan pelanggaran > > HAM, salah satu pendiri Gerakan Indonesia Bersih (GIB) > ini menyemprot Ulil > > agar jangan menjadi "jongos" Amerika, > sembari mengutip petuah Bung Karno. > > > > "Ingat pesan Soekarno, kita boleh berteman dengan > Amerika, tapi jangan > > mentang-mentang menerima beasiswa dari Amerika, > kemudian menjadi jongos > > Amerika!" tegasnya. > > > > .Jangan mentang-mentang menerima beasiswa dari > Amerika, kemudian menjadi > > jongos Amerika!" tegas Ali Mochtar. > > > > Ia juga mengingatkan agar para intelektual tidak > berpikir picik menjadi > > boneka Amerika hanya karena dapat beasiswa dari > Amerika. > > > > "Jangan mentang-mentang belajar di Amerika > kemudian menjadi corong Amerika, > > menjadi boneka," ujarnya. > > > > Mantan anggota DPR RI dari PBB ini juga memperingatkan > bahwa sejak dulu > > kedatangan presiden Amerika ke Indonesia tidak pernah > membawa manfaat bagi > > Indonesia, malah memperluas jajahannya. Antara lain > Obama datang ke > > Indonesia dalam rangka evaluasi terhadap kontrak kerja > Freeport, Chievron, > > ExxonMobil, dll. Kembali, ia mengingatkan petuah Bung > Karno. > > > > "Soekarno pernah mengajarkan kepada kita, Amerika > itu tidak pernah > > menawarkan sesuatu yang baik kepada negara-negara > berkembang atau dunia > > ketiga. Itu sebabnya, Amerika harus kita setrika, > Inggris kita linggis! > > Masak kita intelektual masak berpikir sepicik > itu?" pungkasnya. > > > > Amnesti Internasional: AS Terbanyak Langgar HAM dalam > 50 tahun terakhir > > > > Dalam konferensi pers di London (26/5/2004), Amnesti > Internasional, sebuah > > LSM HAM internasional yang berbasis di London ini > melaporkan bahwa Amerika > > Serikat (AS) adalah pelaku pelanggaran HAM terburuk di > seluruh dunia, selama > > 50 tahun terakhir, sejak negara adidaya itu > mengeluarkan kebijakan perang > > terhadap terorisme dan invasinya ke Iraq. Berita ini > dilansir berbagai media > > internasional semisal AFB, BBC, dan lain-lain. > > > > Sekjen Amnesti International, Irene Khan mengatakan, > negara-negara berkuasa > > yang menyumbangkan pasukan tentara untuk Iraq telah > mengabaikan hukum > > internasional dengan mengorbankan HAM secara > `membabi-buta' atas nama > > keamanan. > > > > "Agenda keamanan dunia yang diperjuangkan oleh AS > tidak mempunyai visi dan > > prinsip yang jelas," kata Irena. > > > > "Perbuatannya melanggar HAM di negara sendiri, > sikapnya menutup mata > > terhadap insiden-insiden dan penyiksaan di luar negeri > serta penggunaan > > kekerasan pasukan dengan sewenang-wenang telah > menggugat keadilan serta > > menjadikan dunia ini lebih berbahaya," katanya. > > > > Laporan tersebut juga mengungkapkan butir-butir > terperinci mengenai > > pembunuhan warga sipil oleh pasukan penjajah AS di > Iraq dan juga mengenai > > siksaan yang pasukannya atas tahanan Iraq. > > > > .Lebih dari 600 warga negara asing ditahan tanpa > tuduhan yang jelas atau > > proses hukum, di penjara Guantanamo, Kuba. AS juga > menahan sejumlah > > tawanannya di beberapa lokasi yang tidak diketahui. > > > > Invasi dan penguasaan wilayah Iraq oleh otoritas yang > dibentuk negara-negara > > koalisi, menyebabkan ribuan orang di Iraq ditahan. > Laporan itu juga > > menyebutkan, ratusan orang dari sekitar 40 negara, > dipenjarakan AS tanpa > > proses hukum di Afghanistan. > > > > Laporan Amnesti International itu juga menyentil sikap > AS terhadap ratusan > > orang dari berbagai belahan dunia yang terus ditahan > oleh AS tanpa dakwaan > > di Guantanamo, Kuba. > > > > "Lebih dari 600 warga negara asing ditahan tanpa > tuduhan yang jelas atau > > proses hukum, di penjara Guantanamo, Kuba. Mereka > tidak diberi akses ke > > keluarga atau ke penasihat hukum. Orang-orang ini > ditahan atas dugaan > > terkait dengan Al-Qaeda. Selain di Guantanamo, diduga > AS menahan sejumlah > > tawanannya di beberapa lokasi yang tidak > diketahui," papar laporan tersebut. > > > > Irene menyatakan, perang terhadap terorisme seharusnya > dibarengi dengan > > upaya melindungi hak asasi manusia, tapi pada > kenyataannya, kampanye > > antiterorisme dan perlindungan terhadap hak asasi > manusia, saling > > bertentangan. > > > > Irena mengatakan, dunia telah melihat kenyataan yang > sebenarnya, setelah > > foto-foto penyiksaan dan pelecehan di penjara Abu > Guraib tersebar di > > masyarakat luas. Ini adalah konsekuensi logis, dari > perburuan yang membabi > > buta yang dilakukan AS sejak peristiwa 11 September. > AS telah mengabaikan > > dan menempatkan dirinya diluar sistem hukum yang ada. > > > > .AS telah kehilangan moral dan potensinya untuk > melakukan segalanya dengan > > cara yang damai, kata Irene. > > > > "AS telah kehilangan moral dan potensinya untuk > melakukan segalanya dengan > > cara yang damai," kata Irene dalam keterangan > persnya di London. > > > > Amnesti Internasional menyatakan, pihak Departemen > Kehakiman AS telah > > mengakui ada problem besar dalam menangani ratusan > tahanan warga negara > > asing sejak peristiwa 11 September. > > > > Selain tidak memberikan akses pada keluarganya, AS > juga tidak memberi akses > > agar para tahanan bisa didampingi pengacara agar > proses hukumnya bisa segera > > dilakukan. Selain itu, bukti-bukti menunjukkan adanya > pola penyiksaan fisik > > maupun verbal yang dilakukan oleh para penyidik. > > > > Amnesti Internasional juga memaparkan pelanggaran Ham > lainnya yang dilakukan > > AS, antara lain, penahanan sekitar 6.000 anak-anak > migran dengan tuduhan > > melakukan kenakalan remaja. Anak-anak ini ditahan > sampai berbulan-bulan. > > > > Disamping itu, polisi dan penjaga penjara di AS, telah > menyalahgunakan > > senjata dan menggunakan bahan kimia terhadap para > tahanannya, yang > > menyebabkan kasus tewasnya sejumlah tahanan di penjara > AS. > > > > .Amnesti Internasional juga memaparkan pelanggaran Ham > lainnya yang > > dilakukan AS, antara lain, penahanan sekitar 6.000 > anak-anak migran dengan > > tuduhan kenakalan remaja, sampai berbulan-bulan. > > > > Amnesti Internasional juga mengkritisi penerapan > hukuman mati di AS. > > Sepanjang tahun 2003, sudah 65 orang yang menjalani > hukuman mati di AS. > > Total, sudah ada 885 orang yang menjalani hukuman mati > sejak AS menerapkan > > kembali hukuman itu pada tahun 1976. AS dinilai juga > telah melanggar aturan > > internasional dalam menerapkan hukuman mati ini, > karena telah mengenakkannya > > pada anak dibawah umur 18 tahun. > > > > Yang paling hangat, Amnesti Internasional, mengkritik > AS karena berupaya > > mendapatkan kekebalan hukum dari pengadilan > internasional bagi tentaranya > > yang melakukan kejahatan perang. [taz/dari berbagai > sumber] > > > > Sumber: > > http://www.voa-islam.com/trivia/liberalism/2010/03/18/4019/ulil-jildunia-islam-paling-banyak-melanggar-hamharus-berguru-pada-obama/ > > > > > > > > > > _______________________________________________ > > Is-lam mailing list > > [email protected] > > > http://server03.abangadek.com/cgi-bin/mailman/listinfo/is-lam > > > > > -----Inline Attachment Follows----- > > _______________________________________________ > Is-lam mailing list > [email protected] > http://server03.abangadek.com/cgi-bin/mailman/listinfo/is-lam > _______________________________________________ Is-lam mailing list [email protected] http://server03.abangadek.com/cgi-bin/mailman/listinfo/is-lam
