Yang setuju dgn ratifikasi haki maka ia pasti menganggap itu sbg maling, sedangkan pihak yg tdk setuju ratifikasi tsb ya dia blom tentu menganggap itu sbg maling…. J
From: [email protected] [mailto:[email protected]] On Behalf Of Bango Samparan Sent: Tuesday, April 06, 2010 9:14 PM To: [email protected] Subject: Re: [Is-lam] Bls: Kok Menkeu Tak Remunerasi Gaji TNI, Polri, Guru Cocok mas, sebetulnya hampir semua korporasi manufaktur punya kok divisi permalingan teknologi. Jadi, nek aku yo kita tidak perlu terlalu traumatis dengan haki-haki-an itu. Salam hangat B. Samparan --- On Tue, 4/6/10, AFR <[email protected]> wrote: From: AFR <[email protected]> Subject: Re: [Is-lam] Bls: Kok Menkeu Tak Remunerasi Gaji TNI, Polri, Guru To: [email protected] Date: Tuesday, April 6, 2010, 9:59 AM maling itu gak selalu tindak cela, mas. conto: maling ilmu, teknologi, informasi itu layak dilakukan, mas. sepanjang itu BUKAN utk dikomersialkan lagi. kalo mau resmi2an harganya mahhhhal belum lagi mesti ada ikatan2 kontrak yg mengakibatkan kita ketergantungan pd mereka --- jangka panjangnya kita dieksploitasi habis2an. salam, Fahru _____ From: Bango Samparan <[email protected]> To: [email protected] Sent: Tue, April 6, 2010 5:11:47 AM Subject: Re: [Is-lam] Bls: Kok Menkeu Tak Remunerasi Gaji TNI, Polri, Guru Mengingatkan saja kita hidup di Negara Kesatuan Kleptokrasi mas. Kik ... kik, kita juga suka maling tho. Aku sudah dapat Snow Leopard Universal, eee ... tak install nggak jalan. Tapi malas bereksperimentasi, lawong tidak banyak opsi yang bisa dipilih-pilih dan di ubah-ubah. Jadinya aku hanya mentok di 10.5.8. Salam hangat B. Samparan --- On Tue, 4/6/10, Dewa Gede Permana <[email protected]> wrote: From: Dewa Gede Permana <[email protected]> Subject: Re: [Is-lam] Bls: Kok Menkeu Tak Remunerasi Gaji TNI, Polri, Guru To: [email protected] Date: Tuesday, April 6, 2010, 1:52 AM Hihi…. ini pertanda sedang ada kebingungan orientasi Mas. Semua orang normal kalo ditanya tentu ngakunya ya ber-Tuhan, bahkan atheis pun hati kecilnya tetap mengakui keberadaan sang supra existence tsb. Tetapi kalau ber-Ketuhanan …. eitss blom tentu, emangnya gampang ngikuti sifat-sifat Tuhan, dan sejak kapan Tuhan punya sifat suka maling? Jadi mendingan dibuang aja sila pertama itu, daripada bohong mlulu.. hehe. Biarin aja deh orang-orang pada ngrampok dan bagi2 kekayaan sampai bosan, lama-lama juga akan terkena batunya akibat ulah sendiri… J Sebal aja Mas, kog dari dulu gaji PNS mlulu yg dipikirin, padahal masih banyak yg jobless dan susah makan. From: [email protected] [mailto:[email protected]] On Behalf Of Agus Safudi Sent: Monday, April 05, 2010 10:21 PM To: [email protected] Subject: [Is-lam] Bls: Kok Menkeu Tak Remunerasi Gaji TNI, Polri, Guru hehehehe,..sampeyan ini ada-ada gajah Mas Gede,..opo sudah tidak ada nilai-nilai yang diyakini lagi?...peace lah...hehehe... _____ Dari: Dewa Gede Permana <[email protected]> Kepada: [email protected] Terkirim: Sen, 5 April, 2010 04:39:31 Judul: [Is-lam] Kok Menkeu Tak Remunerasi Gaji TNI, Polri, Guru TIDAK TERBUKTI bahwa kenaikan besaran gaji akan diikuti dengan peningkatan kualitas AKHLAK. Gaji rendah ataupun gaji tinggi tetap akan berpeluang besar dlm memproduksi maling-maling yg terlindungi oleh payung etika korps PNS. Sila Ketuhanan YME berkorelasi tinggi dengan penciptaan kualitas akhlak manusia tak perduli warna ketuhanan macam mana yg diyakini seseorang. Dengan demikian saya usulkan sila pertama dari pancasila itu dihapus saja karena sudah tdk sesuai dengan ideologi permalingan di Indonesia. J Wassalam http://inilah.com/news/read/politik/2010/04/04/436922/kok-menkeu-tak-remunerasi-gaji-tni-polri-guru/ 'Kok Menkeu Tak Remunerasi Gaji TNI, Polri, Guru' kawiyan Indria Samega (inilah.com <http://inilah.com/> ) INILAH.COM, Jakarta - Kebijakan remunerasi gaji para pegawai pajak, berpotensi menimbulkan kecemburuan di kalangan aparat negara. Terutama bagi prajurit TNI, Polri dan guru. "Gaji mereka untuk hidup sehar-hari saja tidak cukup, apalagi untuk membeli rumah atau menyekolahkan anak-anak," ujar pengamat militer, Indria Samego, kepada INILAH.COM, Minggu (4/4). Sebagai contoh, seorang anggota TNI dengan pangkat Prajurit Dua memperoleh gaji pokok Rp 1.100.000/bulan. Ditambah tunjangan, beras dan lauk-pauk sebesar Rp 229.490/bulan. Sedangkan anggota dengan pangkat Kapten dan sudah mengabdi 24 tahun di Kodam Jaya, mendapat gaji total Rp 4.020.000/bulan. Gaji tersebut sudah termasuk tunjangan dan lauk-pauk. "Kami berharap agar rencana pemerintah menaikkan gaji PNS, anggota Polri dan TNI segera terwujud," ujar seorang anggota TNI berpangkat Kapten. Para anggota TNI ini bekerja selama 24 jam dan tinggal di asrama. "Tapi kami happy mas, nikmati saja apa adanya," tambah anggota yang lain. Indria menambahkan, sejak fungsi sosial-politik TNI dihilangkan praktis aktivitas prajurit TNI hanya menyangkut pertahanan dan keamanan. Jadi, peluang mereka melakukan aktivitas yang berdampak ekonomi sudah tertutup. Indira mengakui gaji pegawai negeri sipil (PNS) pada umumnya masih rendah. Hanya PNS di lingkungan kantor pajak yang tinggi menyusul diberlakukannya remunerasi. Dengan diberlakukannya sistem remunerasi oleh Menteri Keuangan, gaji PNS di lingkungan Ditjen Pajak jadi berlipat-lipat.[ims] _____ Mulai chatting dengan teman di Yahoo! Pingbox baru sekarang!! <http://sg.rd.yahoo.com/id/messenger/pingbox/mailtagline/*http:/id.messenger.yahoo.com/pingbox/> Membuat tempat chat pribadi di blog Anda sekarang sangatlah mudah -----Inline Attachment Follows----- _______________________________________________ Is-lam mailing list [email protected] http://server03.abangadek.com/cgi-bin/mailman/listinfo/is-lam -----Inline Attachment Follows----- _______________________________________________ Is-lam mailing list [email protected] http://server03.abangadek.com/cgi-bin/mailman/listinfo/is-lam
_______________________________________________ Is-lam mailing list [email protected] http://server03.abangadek.com/cgi-bin/mailman/listinfo/is-lam
