Assalamu'alaikum wr wb,

Sering orang-orang Kristen/Nasrani mengajak ummat Islam masuk ke agama mereka 
agar menyembah Yesus jadi Tuhan mereka. Brosur-brosur mereka bagikan. Bahkan ke 
website-website Islam pun mereka masuk dengan komentar yang meski memakai 
ayat-ayat Al Qur’an yang mereka rubah-rubah maknanya, akhirnya ujung-ujungnya 
mengajak ummat Islam untuk menyembah manusia Yesus yang mereka jadikan sebagai 
Tuhan.

Dalam Al Qur’an, Allah sudah menjelaskan bahwa Isa/Yesus bukan Tuhan. Hanya 
manusia biasa. Hamba/Budak Allah yang dijadikan Nabi. Lihatlah ayat di bawah:

“Wahai Ahli Kitab, janganlah kamu melampaui batas dalam agamamu, dan janganlah 
kamu mengatakan terhadap Allah kecuali yang benar. Sesungguhnya Al Masih, Isa 
putera Maryam itu, adalah utusan Allah yang diciptakan dengan kalimat-Nya yang 
disampaikan-Nya kepada Maryam, dan dengan tiupan roh dari-Nya. Maka berimanlah 
kamu kepada Allah dan rasul-rasul-Nya dan janganlah kamu mengatakan: "Tuhan itu 
tiga", berhentilah dari ucapan itu. Itu lebih baik bagimu. Sesungguhnya Allah 
Tuhan Yang Maha Esa, Maha Suci Allah dari mempunyai anak, segala yang di langit 
dan di bumi adalah kepunyaan-Nya. Cukuplah Allah menjadi Pemelihara.” [An 
Nisaa’ 171]

Allah sudah memerintahkan Ahli Kitab untuk berhenti jadi musyrik dengan 
menyembah 3 Tuhan di antaranya Isa sebagai Tuhan. Isa adalah anak dari Siti 
Maryam. Isa adalah rasul/utusan Allah sebagaimana Nabi Muhammad.

Sering kaum Nasrani berdalih dengan ditiupnya roh dari Allah, berarti Isa 
adalah Allah. Padahal semua manusia termasuk Adam dan kita mempunyai roh yang 
diciptakan Allah:

“Ingatlah ketika Tuhanmu berfirman kepada malaikat: "Sesungguhnya Aku akan 
menciptakan manusia dari tanah. Maka apabila telah Kusempurnakan kejadiannya 
dan Kutiupkan kepadanya roh ciptaanKu; maka hendaklah kamu tersungkur dengan 
bersujud kepadanya." [Shaad 71-72]

Lihat ayat di bawah yang menjelaskan bahwa Allah menciptakan semua manusia 
dengan tiupan roh dariNya:

“Yang membuat segala sesuatu yang Dia ciptakan sebaik-baiknya dan Yang memulai 
penciptaan manusia dari tanah.  Kemudian Dia menjadikan keturunannya dari 
saripati air yang hina. Kemudian Dia menyempurnakan dan meniupkan ke dalamnya 
roh (ciptaan)-Nya dan Dia menjadikan bagi kamu pendengaran, penglihatan dan 
hati; (tetapi) kamu sedikit sekali bersyukur.” [As Sajdah 7-9]

Itu bukan berarti semua manusia adalah Tuhan. Tapi semua mendapat roh yang 
merupakan ciptaan Allah. Milik Allah. Oleh karena itulah ummat Islam ketika 
terjadi bencana mengucapkan Inna Lillah. Sesungguhnya kita semua milik Allah.

“(yaitu) orang-orang yang apabila ditimpa musibah, mereka mengucapkan: "Inna 
lillaahi wa innaa ilaihi raaji'uun" [Al Baqarah 156]

Lihat bagaimana Nabi Isa mengajak manusia untuk bertakwa kepada Allah:

“(Ingatlah), ketika pengikut-pengikut Isa berkata: "Hai Isa putera Maryam, 
sanggupkah Tuhanmu menurunkan hidangan dari langit kepada kami?." Isa menjawab: 
"Bertakwalah kepada Allah jika kamu betul-betul orang yang beriman." [Al 
Maa-idah 112]

Nabi Isa sekali-kali tidak pernah meminta/menyuruh manusia untuk menyembahnya 
sebagai Tuhan. Itu jalan yang sesat.

“Dan (ingatlah) ketika Allah berfirman: "Hai Isa putera Maryam, adakah kamu 
mengatakan kepada manusia: "Jadikanlah aku dan ibuku dua orang tuhan selain 
Allah?" Isa menjawab: "Maha Suci Engkau, tidaklah patut bagiku mengatakan apa 
yang bukan hakku (mengatakannya). Jika aku pernah mengatakan maka tentulah 
Engkau mengetahui apa yang ada pada diriku dan aku tidak mengetahui apa yang 
ada pada diri Engkau. Sesungguhnya Engkau Maha Mengetahui perkara yang 
ghaib-ghaib." [Al Maa-idah 116]

Nabi Isa adalah utusan Allah yang membenarkan kitab Taurat dan mendapat kitab 
Injil:

“Dan Kami iringkan jejak mereka (nabi nabi Bani Israil) dengan Isa putera 
Maryam, membenarkan Kitab yang sebelumnya, yaitu: Taurat. Dan Kami telah 
memberikan kepadanya Kitab Injil sedang didalamnya (ada) petunjuk dan dan 
cahaya (yang menerangi), dan membenarkan kitab yang sebelumnya, yaitu Kitab 
Taurat. Dan menjadi petunjuk serta pengajaran untuk orang-orang yang bertakwa.” 
[Al Maa-idah 46]

Orang yang berkata bahwa Isa/Yesus adalah Allah, maka sesungguhnya dia kafir:

“Sesungguhnya telah kafirlah orang-orang yang berkata: "Sesungguhnya Allah 
ialah Al Masih putera Maryam", padahal Al Masih (sendiri) berkata: "Hai Bani 
Israil, sembahlah Allah Tuhanku dan Tuhanmu." Sesungguhnya orang yang 
mempersekutukan (sesuatu dengan) Allah, maka pasti Allah mengharamkan kepadanya 
surga, dan tempatnya ialah neraka, tidaklah ada bagi orang-orang zalim itu 
seorang penolongpun.” [Al Maa-idah 72]

Jika kita belajar Sifat 20 Allah, maka kita akan tahu sifat-sifat Allah yang 
tidak akan bisa dimiliki oleh manusia biasa. Yaitu Allah itu Qidam (Terdahulu). 
Allah itu Maha Awal. Telah ada sebelum bumi, matahari, dan langit ada. Tidak 
mungkin Allah itu kemudian seperti Nabi Isa yang dilahirkan oleh Siti Maryam 
pada tahun 0 Masehi. Tidak mungkin Tuhan yang Maha Pencipta didahului oleh 
ciptaannya seperti Siti Maryam yang jadi ibu Nabi Isa, Musa, Ibrahim, Adam, 
Bumi, Matahari, dan sebagainya.

Allah juga bersifat Baqa’ atau kekal. Tidak mungkin Allah itu mati sebagaimana 
Yesus yang mati disalib. Allah juga berbeda dengan makhluknya (Mukhollafatuhu 
lil Hawadits). Tidak mungkin Allah terlahir sebagai bayi yang menyusui, 
menangis, pipis, buang air besar, dan sebagainya. Bagi yang ingin mempelajari 
lebih jauh Sifat 20 Allah ini silahkan klik:

http://media-islam.or.id/2009/11/08/sifat-20-allah-yang-penting-dan-wajib-kita-ketahui

Nabi Isa itu tak lebih dari pada seorang rasul sebagaimana rasul-rasul 
terdahulu (Musa, Ibrahim, Daud, dan sebagainya). Nabi Isa dan ibunya makan 
makanan biasa sebagaimana manusia lainnya:

“Al Masih putera Maryam itu hanyalah seorang Rasul yang sesungguhnya telah 
berlalu sebelumnya beberapa rasul, dan ibunya seorang yang sangat benar, 
kedua-duanya biasa memakan makanan. Perhatikan bagaimana Kami menjelaskan 
kepada mereka (ahli kitab) tanda-tanda kekuasaan (Kami), kemudian perhatikanlah 
bagaimana mereka berpaling (dari memperhatikan ayat-ayat Kami itu).” [Al 
Maa-idah 75]

“Isa tidak lain hanyalah seorang hamba yang Kami berikan kepadanya nikmat 
(kenabian) dan Kami jadikan dia sebagai tanda bukti kekuasaan Allah untuk Bani 
lsrail” [Az Zukhruf 59]

“Berkata Isa: "Sesungguhnya aku ini hamba Allah, Dia memberiku Al Kitab (Injil) 
dan Dia menjadikan aku seorang nabi” [Maryam 30]

Terkadang kaum Nasrani memelintir makna ayat di bawah untuk meyakinkan ummat 
Islam bahwa Yesus itu Tuhan. Padahal ayat di bawah menegaskan Isa itu anak 
Maryam. Isa itu termasuk ORANG-ORANG yang dekat dengan Allah sebagaimana para 
Nabi-nabi lainnya:

“Ingatlah, ketika Malaikat berkata: "Hai Maryam, seungguhnya Allah 
menggembirakan kamu dengan kelahiran seorang putera yang diciptakan dengan 
kalimat yang datang daripada-Nya, namanya Al Masih Isa putera Maryam, seorang 
terkemuka di dunia dan di akhirat dan termasuk orang-orang yang didekatkan 
(kepada Allah)” [Ali ‘Imran 45]

Kadang orang Nasrani menganggap Isa sebagai Tuhan karena dia lahir tanpa ayah. 
Cuma punya ibu saja. Padahal Nabi Adam lebih hebat lagi. Lahir tanpa ayah dan 
ibu. Toh meski proses penciptaan Adam lebih sulit, bukan berarti Adam itu Tuhan:

“Sesungguhnya misal penciptaan Isa di sisi AllAh, adalah seperti penciptaan 
Adam. Allah menciptakan Adam dari tanah, kemudian Allah berfirman kepadanya: 
"Jadilah" (seorang manusia), maka jadilah dia.” [Ali ‘Imran 59]

“Tidak layak bagi Allah mempunyai anak, Maha Suci Dia. Apabila Dia telah 
menetapkan sesuatu, maka Dia hanya berkata kepadanya: "Jadilah", maka jadilah 
ia.” [Maryam 35]

Penciptaan Nabi Isa tidak beda jauh dengan penciptaan Nabi Adam.
Kaum Yahudi dan Nasrani menganggap Isa/Yesus mati disalib. Padahal Allah 
menyelamatkan Nabi Isa. Allah merubah murid Nabi Isa yang berkhianat Yahudza 
(Yudas Iskariot), menjadi seperti Nabi Isa rupanya. Sehingga akhirnya Yahudza 
yang dikira Isa itulah yang disalib dan dibunuh oleh tentara Romawi:

“Dan karena ucapan mereka: "Sesungguhnya kami telah membunuh Al Masih, Isa 
putra Maryam, Rasul Allah", padahal mereka tidak membunuhnya dan tidak pula 
menyalibnya, tetapi yang mereka bunuh ialah orang yang diserupakan dengan Isa 
bagi mereka. Sesungguhnya orang-orang yang berselisih paham tentang 
(pembunuhan) Isa, benar-benar dalam keragu-raguan tentang yang dibunuh itu. 
Mereka tidak mempunyai keyakinan tentang siapa yang dibunuh itu, kecuali 
mengikuti persangkaan belaka, mereka tidak (pula) yakin bahwa yang mereka bunuh 
itu adalah Isa.” [An Nisaa’ 157]

Zaman dulu mungkin orang-orang mengatakan tidak mungkin merubah wajah orang. 
Tapi dengan operasi plastik atau face off, hal itu sekarang bisa dilakukan. 
Bagi Allah yang Maha Kuasa, itu lebih mudah lagi dan cepat tidak terkira.

Lihat ayat Al Qur’an di bawah. Dijelaskan bahwa Isa ANAK Maryam berkata bahwa 
dia adalah utusan Allah dan memberi tahu bahwa akan ada rasul yang bernama 
Muhammad:

“Dan ingatlah ketika Isa ibnu Maryam berkata: "Hai Bani Israil, sesungguhnya 
aku adalah utusan Allah kepadamu, membenarkan kitab sebelumku, yaitu Taurat, 
dan memberi khabar gembira dengan datangnya seorang Rasul yang akan datang 
sesudahku, yang namanya Ahmad (Muhammad)." Maka tatkala rasul itu datang kepada 
mereka dengan membawa bukti-bukti yang nyata, mereka berkata: "Ini adalah sihir 
yang nyata." [Ash Shaff 6]

Jadi jika ummat Nasrani percaya kepada Yesus, harusnya mereka percaya kata-kata 
Nabi Isa di atas yang menjelaskan bahwa Nabi Isa hanya manusia biasa yang jadi 
rasul. Bukan Tuhan. Dan mereka harus percaya kepada Nabi Muhammad sebagai 
utusan Allah.

Sebetulnya dalam Alkitab keEsaan Tuhan juga dijelaskan dalam 10 Perintah Tuhan 
yang ada di Exodus 20:
Lalu Allah mengucapkan segala firman ini:
“Akulah TUHAN, Allahmu, yang membawa engkau keluar dari tanah Mesir, dari 
tempat perbudakan. Jangan ada padamu allah lain di hadapan-Ku. [Exodus 20:1-3]

Sebagai ummat Islam, kita wajib bersyahadah “Asyhadu al laa ilaaha illallah. Wa 
asyhadu anna muhammadar rasulullah” Aku bersaksi tidak ada Tuhan selain Allah. 
Dan aku bersaksi Nabi Muhammad adalah utusan Allah.

Dalam Al Qur’an surat Al Ikhlas dijelaskan tentang keEsaan Tuhan:
Katakanlah: “Dia-lah Allah, Yang Maha Esa,
Allah adalah Tuhan yang bergantung kepada-Nya segala sesuatu.
Dia tiada beranak dan tiada pula diperanakkan,
dan tidak ada seorang pun yang setara dengan Dia”. [Al Ikhlas:1-4]

Silahkan baca juga:

http://media-islam.or.id/2007/09/06/tauhid-%E2%80%93-mengesakan-allah
Sumber:
http://media-islam.or.id/2010/10/27/isa-atau-yesus-hanya-manusia-bukan-tuhanallah

===
Belajar Islam sesuai Al Qur'an dan Hadits
http://media-islam.or.id
Milis Ekonomi Nasional: [email protected]
Haji ONH Plus 2010 Mulai dari US$ 6.500:
http://media-islam.or.id/2010/05/09/paket-haji-onh-plus-2010-mulai-dari-us-6-000/


_______________________________________________
Is-lam mailing list
[email protected]
http://server03.abangadek.com/cgi-bin/mailman/listinfo/is-lam

Kirim email ke