Saya pernah dengar yang lebih ekstrim lagi, kalau tidak salah bunyinya begini katanya : "perang adalah baik untuk perekonomian global" nah yang ini saya masih bingung untuk memahaminya,, Ada teman-teman yang bisa memberi penjelasan lebih lanjut?
-----Original Message----- From: A Nizami Sent: Thursday, October 28, 2010 3:02 PM To: [email protected] Subject: [Is-lam] Bls: Rokok Baik Untuk Ekonomi Adalah Propaganda Assalamu'alaikum wr wb, Rokok baru dikenal tahun 1500-an saat orang Eropa mengetahui bangsa Indian di Amerika merokok. Dan menyebar di dunia Islam tahun 1800-an. Saat itu bahaya rokok belum dikenal sehingga jumhur ulama memfatwakan rokok itu makruh. Cuma sedikit ulama yang memfatwa haram dengan alasan mubazir/pemborosan. Setelah tahun 1980-an bahaya rokok mulai dikenal dan label bahaya rokok dicantumkan di bungkusnya. Saat itulah harusnya ulama berfatwa rokok haram karena mubazir dan berbahaya. Sekitar Rp 200 trilyun dihabiskan rakyat Indonesia untuk merokok. Dari situ penerimaan pemerintah paling cuma Rp 60 trilyun. Dari 140 trilyun yang diterima perusahaan rokok, boleh dikata 80% masuk ke pemilik pabrik rokok. Cuma Rp 28 trilyun masuk sebagai gaji pekerja dan petani. Kerugian dari rokok jelas. Boleh dikata rakyat menengah ke bawah kehilangan Rp 160 trilyun untuk rokok. Padahal uang itu bisa dipakai untuk: 1. Modal usaha 2. Makanan dan susu untuk anak2nya 3. Biaya sekolah untuk anak2nya. Nah akibat merokok, kerugian karena rakyat tak punya modal usaha, kurang gizi, atau tidak sekolah lebih besar lagi. Belum lagi lahan yang dipakai untuk tembakau dan cengkeh, sehingga rakyat jadi kekurangan beras dan impor beras. Padahal lahan itu bisa untuk padi. http://media-islam.or.id/2008/08/20/mendukung-fatwa-haram-merokok-mui http://media-islam.or.id/2008/02/22/merokok-itu-haram http://media-islam.or.id/2010/03/24/4-000-bahan-kimia-dan-400-racun-di-dalam-rokok === Belajar Islam sesuai Al Qur'an dan Hadits http://media-islam.or.id Milis Ekonomi Nasional: [email protected] Haji ONH Plus 2010 Mulai dari US$ 6.500: http://media-islam.or.id/2010/05/09/paket-haji-onh-plus-2010-mulai-dari-us-6-000/ --- Pada Rab, 27/10/10, hamami <[email protected]> menulis: Dari: hamami <[email protected]> Judul: [Is-lam] Rokok Baik Untuk Ekonomi Adalah Propaganda Kepada: [email protected] Tanggal: Rabu, 27 Oktober, 2010, 10:40 PM Rokok Baik Untuk Ekonomi Adalah Propaganda Kamis, 28 Oktober 2010 05:33 WIB Jakarta (ANTARA News) - Wakil Organisasi Kesehatan Dunia (WHO) menyatakan, pemahaman bahwa indus tri tembakau baik untuk ekonomi merupakan propaganda yang dibuat oleh perusahaan rokok. "Pengertian indus tri tembakau, meski buruk untuk kesehatan, tetapi baik untuk ekonomi negara merupakan propaganda yang dibuat oleh perusahaan rokok," kata Direktur Tobacco Free Initiative WHO, Dr. Douglas Bettcher, saat disk usi dengan media mengenai bahaya rokok di kantor perwakilan WHO di Jakarta, Rabu. Dalam Forum Ekonomi Dunia di Jenewa, menurut dia, disepakati ada delapan penyakit tidak menular yang bisa menambah beban negara dan lebih beresiko daripada penyakit menular. Menurutnya, enam dari delapan penyakit tidak menular yang menjadi penyebab kematian di dunia diakibatkan oleh konsumsi tembakau. Ia juga menjelaskan kerugian yang diakibatkan oleh rokok mencapai 1,2 miliar dolar AS, sekitar 5-7 kali keuntungan pemerintah dari cukai produk tembakau tersebut, sehingga jelas lebih merugikan. Menurut warga negara Kanada itu, ada beberapa bukti bahwa kebijakan menaikkan pajak telah menurunkan angka perokok. " Thailand memberlakukan cukai sampai 75 persen dari harga rokok dan sukses mengurangi angka perokok serta menaikkan pendapatan negara," kata Bettcher. Mesir, lanjutnya, menaikkan cukai rokok sampai 40 persen dan menggunakan penerimaan dari pajak itu untuk mendanai layanan kesehatan bebas biaya. "Di Indonesia, masyarakatnya permisif dan tidak ada batasan pada iklan di media dan sponsor pada acara atau kegiatan anak muda, seperti m usi k dan acara olah raga," katanya WHO mengakui program tanggung jawab sosial perusahaan (CSR) yang dilakukan kalangan swasta, tetapi tidak mengakui kegiatan yang dilakukan oleh perusahaan tembakau, kata Bettcher. "Perusahaan tersebut pada dasarnya membunuh setengah dari konsumennya, jadi tidak bisa dibilang sebagai bertanggung jawab secara sosial," kata Bettcher yang akan berada di Jakarta hingga Jumat. Ia menyarankan pemerintah Indonesia menerapkan larangan merokok di tempat umum, ada gambar peringatan pada bungkus rokok, pelarangan iklan dan sponsor perusahaan rokok untuk pagelarlan m usi k dan olah raga sepenuhnya, serta membuka jalur telepon untuk perokok yang ingin berhenti. "Kami bukan ingin mematikan indus tri tembakau, tetapi hanya ingin aturan ketat supaya masyarakat dapat hidup dalam lingkungan sehat dengan membuat keputusan benar," imbuhnya. Ia menjelaskan sekitar 10-15 persen kematian di Indonesia berkaitan dengan rokok. (KR-IFB/A027) -----Berikut adalah Lampiran dalam Pesan----- _______________________________________________ Is-lam mailing list [email protected] http://server03.abangadek.com/cgi-bin/mailman/listinfo/is-lam _______________________________________________ Is-lam mailing list [email protected] http://server03.abangadek.com/cgi-bin/mailman/listinfo/is-lam _______________________________________________ Is-lam mailing list [email protected] http://server03.abangadek.com/cgi-bin/mailman/listinfo/is-lam
