He..he...Mas  Dewa nampaknya sedang bertapa sekarang ini sambil menunggu
wangsit, nih.......

Nanti kalo sudah dapat baru petuahnya kita dengar

 

 

-----Original Message-----
From: Syarif Hidayat [mailto:[email protected]] 
Sent: Thursday, October 28, 2010 9:47 PM
To: [email protected]
Subject: Re: [Is-lam] Bls: Rokok Baik Untuk Ekonomi Adalah Propaganda

 

Mas,  OOT yah dikit..

Istilah rokok menguntungkan itu menurut saya begini pengertiannya..

Dalam bahasa Indonesia:

 

Meng-untung-kan,

 

yang benar adalah meng-kuntung-kan,.. (kuntung = sisa rokok)

Nah,, apabila dibaca menurut dialek jawa/sunda maka  "meng-kuntung-kan" akan


berbunyi "menguntungkan"

Jadi kalau ada pejabat bilang rokok itu menguntungkan ya benar saja bila 

menjurus kepada pengertian ""meng-kuntung-kan"",

Tetapi salah besar jika di artikan meng-untung-kan

 

hihihi..

Kangen juga dengan komentnya mas Dewa,..

 

 

 

-----Original Message----- 

From: A Nizami

Sent: Thursday, October 28, 2010 3:02 PM

To: [email protected]

Subject: [Is-lam] Bls: Rokok Baik Untuk Ekonomi Adalah Propaganda

 

Assalamu'alaikum wr wb,

Rokok baru dikenal tahun 1500-an saat orang Eropa mengetahui bangsa Indian 

di Amerika merokok. Dan menyebar di dunia Islam tahun 1800-an.

 

Saat itu bahaya rokok belum dikenal sehingga jumhur ulama memfatwakan rokok 

itu makruh. Cuma sedikit ulama yang memfatwa haram dengan alasan 

mubazir/pemborosan.

 

Setelah tahun 1980-an bahaya rokok mulai dikenal dan label bahaya rokok 

dicantumkan di bungkusnya. Saat itulah harusnya ulama berfatwa rokok haram 

karena mubazir dan berbahaya.

 

Sekitar Rp 200 trilyun dihabiskan rakyat Indonesia untuk merokok. Dari situ 

penerimaan pemerintah paling cuma Rp 60 trilyun. Dari 140 trilyun yang 

diterima perusahaan rokok, boleh dikata 80% masuk ke pemilik pabrik rokok. 

Cuma Rp 28 trilyun masuk sebagai gaji pekerja dan petani.

 

Kerugian dari rokok jelas. Boleh dikata rakyat menengah ke bawah kehilangan 

Rp 160 trilyun untuk rokok. Padahal uang itu bisa dipakai untuk:

1. Modal usaha

2. Makanan dan susu untuk anak2nya

3. Biaya sekolah untuk anak2nya.

 

Nah akibat merokok, kerugian karena rakyat tak punya modal usaha, kurang 

gizi, atau tidak sekolah lebih besar lagi.

 

Belum lagi lahan yang dipakai untuk tembakau dan cengkeh, sehingga rakyat 

jadi kekurangan beras dan impor beras. Padahal lahan itu bisa untuk padi.

 

http://media-islam.or.id/2008/08/20/mendukung-fatwa-haram-merokok-mui

http://media-islam.or.id/2008/02/22/merokok-itu-haram

http://media-islam.or.id/2010/03/24/4-000-bahan-kimia-dan-400-racun-di-dalam
-rokok

 

===

 

Belajar Islam sesuai Al Qur'an dan Hadits

 

http://media-islam.or.id

 

Milis Ekonomi Nasional: [email protected]

 

Haji ONH Plus 2010 Mulai dari US$ 6.500:

 

http://media-islam.or.id/2010/05/09/paket-haji-onh-plus-2010-mulai-dari-us-6
-000/

 

--- Pada Rab, 27/10/10, hamami <[email protected]> menulis:

 

Dari: hamami <[email protected]>

Judul: [Is-lam] Rokok Baik Untuk Ekonomi Adalah Propaganda

Kepada: [email protected]

Tanggal: Rabu, 27 Oktober, 2010, 10:40 PM

 

 

 

 

 

_______________________________________________
Is-lam mailing list
[email protected]
http://server03.abangadek.com/cgi-bin/mailman/listinfo/is-lam

Kirim email ke