Tenly Sulistyo <[EMAIL PROTECTED]> WROTE:
Memang saya pun menyarankan cari tempat lain , cuma saya terbayang sepintas,
Bagaimana jika anak anda disekolahkan dengan biaya yang mahal untuk kuliah
komputer bagaimana perasaan anda sebagai orang tua, mungkin pertama kali
anda akan memberikan support dengan nasihat mungkin belum jodoh tapi anda
terbayang tidak, bahwa tidak hanya anak anda yang sekolah komputer. Ibarat
kata kita ngantri karcis ada yang nyerobot di tengah, apakah kita perlu cari
bioskop lain. Kadang kita perlu mengetahui bahwa kita disekolahkan oleh
orang tua dengan harapan anak kita mempunyai masa depan yang cerah.

Memang tidak ada salahnya belajar tanpa kuliah.Permasalahannya anak yang
baru fresh graduate harus bersaing dengan mangga dua ya kalo perusahaan
lihat background pendidikan kalo tidak ya yang fresh graduate kalah terus.
Jika hal ini terus terjadi, tidak usah kuliah itupun akan terjadi, dan
akhirnya tidak ada universitas komp, anda bisa terbayang jika tidak ada
universitas, maka yang terjadi semua hal yang fundamental tentang computer
arcitechture dan ilmu ilmu fundamental komputer lain akan anda dapatkan
secara tidak terarah. Semua ilmu rata rata berasal dari institusi
pendidikan.


****************************************************************************************************
;-D...Pernahkah Pak Tenly membayangkan bahwa lulusan mangga dua tersebut
juga berusaha mempelajari j apa yang mereka (lulusan S1 Komp) pelajari ?
Mereka juga membeli dan men-download buku2 literatur yang dipelajari di
bangku kuliahan ? Mereka mempelajarinya secara TUNTAS karena keingintahuan
mereka dan bukan karena mau menghadapi ujian (semangatnya saja sudah beda).
Mereka mengatasi kekurangan dosen pengajar dengan membeli tutorial video
(walaupun ilegal...sorry..). Seperti semboyan suatu bank BUMN: "mereka
belajar dengan hati"
Universitas Komputer akan tetap ada untuk mereka yang mampu kok Pak...Tapi
untuk mereka yang tidak mampu (maaf) kan masih terbuka jalan lainnya.
Masih banyak kok  (bahkan lebih banyak) orang yang ingin belajar tapi tidak
bisa kuliah (kekurangan biaya). Toh lapangan kerja IT bukan hanya di
Indonesia saja kan ? Terbuka lapangan kerja di bidang IT di luar negeri yang
mungkin dapat mengurangi sempitnya lapangan kerja di Indonesia. Masak hanya
diisi sama orang India saja ?
****************************************************************************************************


Anda benar rejeki tergantung nasib dan usaha. Dan sudah ada yang
ngatur.

Bagaimana perasaan anda jika anak anda disekolahkan dengan biaya yang mahal
untuk kuliah komputer, ternyata sia sia dengan anak lulusan mangga dua ? (
senang, sedih )


****************************************************************************************************
Saya sedih, tapi bagaimana dong ? ini kenyataan. Ini bukan sinetron lo yang
bisa diatur jalan ceritanya... Makanya tuh anak harus di-encourage (malu neh
kalo nulisnya salah) agar dapat memenangkan persaingan, supaya terus belajar
dan jangan mau kalah sama lulusan manggga dua. Mungkin juga anak itu tidak
suka kuliah komputer dan lebih senang kuliah yang lain tapi tidak bisa
karena orang tuanya memaksa dia supaya kuliah komputer.
****************************************************************************************************


Dan apakah yang lulusan mangga dua tidak ingin memberi anaknya pendidikan
yang layak sampai universitas ? ( Ya / tidak )

****************************************************************************************************
Justru iya atuh...tapi hampir pasti dia akan menyuruh anaknya supaya belajar
dengan sungguh2. Dia kan sudah pengalaman sebagai lulusan mangga dua ;-)
****************************************************************************************************

dengan berharap anaknya punya status jelas. mendapat gelar secarik kertas,
memang ironis, tapi itulah yang harus terjadi. Supaya orang tua bangga dan
mudah dapat kerjaan.

Dan pernahkah anda mendengar orang tua berkata "sekolah yang bener, supaya
kamu bisa jadi orang pintar jangan bodoh seperti ayah" di situ terlihat
nilai tulus dari orang tua supaya anaknya tidak seperti dia atau bisa lebih
sukses / lebih baik.

Memang persaingan tidak melihat hal ini, tapi jika anda mempunyai anak
apakah tidak ingin menyekolahkan anak anda sampai ke bangku universitas,
setelah anak anda sampai universitas dan baru lulus ( fresh graduate ) terus
interview kerja, anda bertanya kepada anak anda kenapa tidak diterima dan
anda mendengar jawaban mereka terima lulusan mangga dua karena gajinya lebih
murah. Saya tanya kembali bagaimana perasaan anda sebagai orang tua ? (
Senang atau Sedih )


****************************************************************************************************
Sudah saya katakan diatas saya sedih, karena itu saya reply email ini ;-)
disini kan tempat ngumpulnya para dosennya Pak ;-D
Justru yang dipertanyakan disini adalah sesuaikah kurikulum pendidikan S1
tersebut dengan dunia kerja sekarang, kok anak lulusan mangga dua bisa
menggantikan posisi lulusan S1 ? Anda mungkin lupa bahwa apa yang didapat
dari pengajaran di S1 kurang lebih (CMIIW)  50%-nya harus dipelajari sendiri
dan Dosen hanya memberi 50% dari materi. Sudahkah anak kuliah tersebut
mengejar 50% ilmu tersebut ?
****************************************************************************************************

Dalam hal ini diperlukan adanya aturan main untuk mengatur standar
outsourcing,
baik itu segi gaji, segi level, segi lulusan, dll.
Begitu juga IT.

Ini semua kita kembalikan kepada yang lebih berhak mengadakan aturan aturan
main.
Supaya jelas gitu loh.

Kalo jelas, ada aturan main kan jadi enak. Jangan aturan pajaknya aja yang
jelas. Tapi aturan yang lain tidak jelas.

Oke.


****************************************************************************************************
Oke saya setuju sama Bapak, tetapi kita kan tidak bisa mengatur orang yang
memperkerjakan para lulusan tersebut ? terdapat hukum ekonomi bermain
disini, dimana supply para lulusan S1 sangat banyak, dengan kualitas yang
sama dan belum istimewa, maka terdapat demand berupa penghargaan dan salary
yang semakin kecil. Jika saja para lulusan mangga dua tersebut membuat
istimewa dirinya dan mempunyai standar lulusan yang sesuai (standarisasinya
adalah Certification seperti CCNA, MCSE, CISSP, dll) pasti akan dapat
bersaing bukan hanya di Indonesia bahkan di luar negeri sekalipun.
Saya juga tidak berkompeten dengan masalah ini kok, wong saya juga bukan
lulusan S1 komputer. Tapi saya sedang berusaha mendapatkan MCSE dan CCNA
kalo bisa (lho....?)
 Mohon doanya ya pak semoga saya bisa lulus....;-)
****************************************************************************************************


Hidup warun*plus.com

Best Regards,
Beganeer







On 10/10/07, beganeer beganeer <[EMAIL PROTECTED]> wrote:
>
> Dear tenly sulistyo, No offence ya..,
>
> Saya berterima kasih pada Pak Ferdy atas pemberitahuannya, mungkin jalan
> keluarnya yang mudah adalah cari tempat kerja yang lain saja Pak,
>
> tenly sulistyo <[EMAIL PROTECTED] <tsulistyo%40gmail.com>> Wrote:
>
> > Masalahnya anda outsourcing tidak ada kejelasan yang mengatur standar
> yang
> > tepat gaji seorang IT di indonesia dan yang lebih parah lagi kita orang
> IT
> > yang sudah di Biayai sedemikian mahalnya dan Waktu yang tidak dalam
> satu,
> > dua dan tiga bulan, Oleh orang tua kita membanting tulang mencari uang
> > untuk membiayai kuliah kita dengan berharapan masa depan yang cerah,
> > ternyata ada yang lebih murah dengan mencari tenaga IT serabutan yang
> hanya
> > cukup belajar mancari CD di mangga dua, dimana gaji mereka lebih murah.
> Teman saya pernah mengalami hal tersebut.
>
> ### Memang apa salahnya kalau belajar sendiri tanpa kuliah ? Kalau gaji
> mereka lebih murah, kan juga gak semua perusahaan juga yang mampu bayar
> mahal ? Kalau kita dibayar murah, kan seharusnya kita yang harus
> introspeksi, pantes gak sih dibayar mahal ? Kalo gak pantes ya harusnya
> terus belajar meningkatkan diri seperti mereka yang anda sebut sarjana
> mangga 2 tersebut. Harusnya kan kita mencontoh kegigihan mereka dalam
> belajar ? bukannya malah takut sama persaingan, rejeki sudah ada yang
> mengatur kok Pak ###
>
> > Ya memang serba salah, kalo bajakan di tutup orang it belajar mahal,
> kalo
> di
> > buka bajakan persaingan jadi makin ketat orang tanpa kuliah bisa jadi
> orang
> > IT.
> > Ya, wajar saja dengan banyak orang IT yang lulusan univ plus mangga dua,
> IT
> > di indonesia jadi murah.
>
> > Ya itu mungkin salah satu fenomena yang ada di indonesia, dari sekian
> banyak
> > fenomena aneh yang ada di indonesia.
>
> > Mohon jangan ada yang tersinggung ini fakta berdasar teman saya, yang
> sudah
> > di biayai orang tuanya untuk kuliah di Univ bidang komp.
>
> > Dan masalahnya banyak perusahaan di indonesia itu menengah dan mereka
> tidak
> > mampu membayar yang layak dengan apa yang kita keluarkan semasa kuliah.
>
> > Mungkin ini masukkan bagi orang tua, jangan masukkan anak kuliah komp,
> kalo
> > belajar komp cukup ke mangga dua. Kecuali mo jadi professor. Hehehehe.
>
> ### Kalau saya menganggapnya sebagai keistimewaan dan bukan keanehan. Kalo
> rejeki itu ditentukan nasib dan usaha. Justru yang aneh adalah pemikiran
> yang tidak mau bersaing dan berpikir bahwa kalo sudah sarjana bisa hidup
> enak, punya uang; lalu kuliah, kaya deh...
>
> Di forum sad**hov.com ada remaja dibawah usia muda yang sudah pegang
> banyak
> sertifikasi seperti A+, RHCE, MCSE, CISSP, LINUX+, dll. Seharusnya kita
> yang
> justru introspeksi terhadap kualitas Sarjana IT kita. Di India lulusan IT
> nya banyak juga tapi juga terserap dan diakui kualitasnya di negara lain
> sebagai IT. ###
>
> Peace
> ### Peace juga ###
>
> [Non-text portions of this message have been removed]
>
>
>

[Non-text portions of this message have been removed]






[Non-text portions of this message have been removed]



-- 
www.itcenter.or.id - Komunitas Teknologi Informasi Indonesia 
Gabung, Keluar, Mode Kirim : [EMAIL PROTECTED] 

 
Yahoo! Groups Links

<*> To visit your group on the web, go to:
    http://groups.yahoo.com/group/ITCENTER/

<*> Your email settings:
    Individual Email | Traditional

<*> To change settings online go to:
    http://groups.yahoo.com/group/ITCENTER/join
    (Yahoo! ID required)

<*> To change settings via email:
    mailto:[EMAIL PROTECTED] 
    mailto:[EMAIL PROTECTED]

<*> To unsubscribe from this group, send an email to:
    [EMAIL PROTECTED]

<*> Your use of Yahoo! Groups is subject to:
    http://docs.yahoo.com/info/terms/
 

Kirim email ke