Catatan A. Umar Said
(tulisan ini juga disajikan dalam website http://perso.club-internet.fr/kontak/ )
MERENUNGKAN
KASUS PINOCHET- SUHARTO � WIRANTO
================================================
Sesudah
lama sekali tidak terdengar apa-apa lagi tentang mantan diktator Chili, jenderal Augusto Pinochet, media massa
seluruh dunia (pers, radio, televisi dll) mulai lagi menyebut-nyebut namanya.
Soalnya, pengadilan tinggi Chili pada tanggal 28 Mei yang lalu telah mencabut
immunitas (kekebalan hukum) atas dirinya. Dengan dicabutnya kekebalan hukum itu,
dan kalau Mahkamah Tertinggi menguatkan keputusan pengadilan tinggi, maka terbukalah kemungkinan diajukannya
mantan diktator itu di depan pengadilan.
Pinochet telah memegang pemerintahan dengan tangan besi selama 17
tahun.
Mantan
jenderal Augusto Pinochet Ugarto (88 tahun) dituduh bertanggungjawab langsung
atas dibunuhnya 19 aktivis kiri dalam tahun-tahun 70-an. Selama kediktatorannya
yang berlangsung antara 1973 dan
1990, sekitar 3197 orang dibunuh
karena sebab-sebab politik, dan di antaranya 1.197 orang telah hilang diculik.
Sebagian besar dari orang-orang yang dibunuh itu orang-orang kiri, yang
kebanyakan adalah pendukung politik presiden terpilih Salvador Allende alm.
Presiden Salvador Allende di-kudeta oleh jenderal Pinochet pada tahun 1973
dengan bantuan aktif CIA, karena politiknya yang �kiri� dianggap terlalu
anti-Amerika. Sejak itu, jenderal Pinochet melancarkan, secara sistematis dan
besar-besaran, operasi �Condor� guna melumpuhkan kekuatan kiri dan pendukung
presiden Allende.
Dalam
jangka waktu yang lama sekali, aksi-aksi solidaritas telah dilancarkan di arena
internasional untuk mengutuk dan melawan kediktatoran Pinochet. Dalam bulan
September 1998, ketika Pinochet berkunjung ke London untuk berobat, ia telah
ditahan oleh polisi Inggris atas permintaan pemerintah Spanyol. Seorang jaksa
dari Spanyol minta supaya Pinochet di-ekstradisi ke Spanyol untuk diadili karena
tuduhan pelanggaran HAM, karena hilangnya atau dibunuhnya banyak orang Chili.
Akhirnya, setelah banyak pertarungan di bidang hukum (dan diplomatik) pemerintah
Inggris membolehkan Pinochet kembali ke Chili, dengan pertimbangan kemanusiaan.
Di Chili, ia dikenakan tahanan rumah, tetapi tidak diajukan ke pengadilan,
karena alasan kesehatan.
PERBEDAAN
DAN PERSAMAAN SUHARTO-PINOCHET
Kalau
direnung-renungkan, ada sejumlah persamaan yang menyolok (dan juga perbedaan)
antara kasus Pinochet dan Suharto, antara apa yang terjadi di Chili dan di
Indonesia, dan antara pesiden Salvador Allende dan presiden Sukarno. Kudeta di
Chili oleh jenderal Pinochet dkk telah disokong (bahkan diprakarsai) oleh
CIA, untuk menggulingkan presiden
Allende, seorang nasionalis patriotik kerakyatan yang disenangi oleh rakyat
Chili, yang didukung oleh Partai Komunis Chili. Seperti presiden Sukarno,
presiden Allende menjalankan politik luarnegeri yang anti-imperlalis Amerika.
(Dalam bidang ekonomi ia menasionalisasi perusahaan tembaga
Amerika)
Seperti
halnya Suharto, jenderal Pinochet adalah pemimpin militer yang anti-komunis,
dan telah menjalankan pemerintahan
tangan besi selama 17 tahun
(Suharto jauh lebih lama lagi, 32 tahun!).
Pinochet
digugat oleh sebagian opini umum di Chili (dan internasional) karena dituduh
bertanggung-jawab terhadap hilangnya atau dibunuhnya lebih dari 3000 orang
(sebagian laporan menyebutkan angka 6000 orang). Angka ini masih belum apa-apa,
kalau dibandingkan dengan dibunuhnya korban tahun 1965 di Indonesia yang
ditaksir antara 1.500.000 sampai 3.000.000 orang, dan ditahannya ratusan ribu
orang lainnya dalam jangka waktu yang berbeda-beda
panjangnya.
Jumlah korban di Chili jauh lebih sedikit daripada korban di Indonesia,
tetapi gema peristiwa Chili jauh lebih besar, termasuk di arena internasional.
PBB telah mengeluarkan kecaman keras tentang pelanggaran HAM di Chili. Sedangkan
mengenai Suharto, belum ada pernyataan resmi dari PBB yang mengutuk pelanggaran HAM yang
dilakukan secara besar-besaran, dan dalam jangka lama pula. Barulah beberapa tahun sebelum jatuhnya
Suharto, Amerika Serikat akhirnya melalui laporan-laporannya tentang HAM memang
membuat ulasan-ulasan yang cukup kritis tentang berbagai pelanggaran HAM di
Indonesia.
DALIH
KESEHATAN PINOCHET DAN SUHARTO
Persamaan
lainnya antara P�nochet dan Suharto adalah bahwa kedua-duanya tidak dapat
diajukan ke pengadilan karena dalih-dalih
kesehatan. Di samping itu, tadinya, Pinochet juga memperoleh perlindungan
berupa keputusan parlemen Chili yang memberikan status immunity kepadanya,
karena ia pernah menjadi presiden.
Tokoh militer yang dilahirkan di Valparaiso 25 November 1915 ini juga diangkat
menjadi senator seumur hidup. Ia meletakkan kedudukannya sebagai presiden Chili
pada tahun 1990 setelah ada referandum, dan digantikan oleh tokoh
kristen-demokrat, Patricio Aylwin.
Namun, meskipun sudah tidak menjadi presiden lagi, ia terus menjabat
Panglima tertinggi militer sampai tahun 1998.
Dalam
tahun 2000, Mahkamah Agung Chili membatalkan keputusan jaksa Juan Guzman yang
menuntut diperiksanya Pinochet di depan pengadilan dan menempatkannya dalam
tahanan rumah. Alasan Juan Guzman ialah karena Pinochet bertanggungjawab atas
ditembaknya 75 tahanan politik secara sewenang-wenang dalam tahun 1973 oleh
sepasukan militer spesial yang terkenal dengan julukan �Kafilah
mayat�.
Para
keluarga orang yang hilang dan dibunuh, dan jaring-jaringan solidaritas
internasional, telah terus-menerus mengadakan aksi-aksi tuntutan untuk mengadili
Pinochet serta pembesar-pembesar militer atas pembunuhan dan penculikan.
Jenderal Pinochet sendiri
menghadapi 190 gugatan atau pengaduan. Oleh karena adanya gugatan seorang
jaksa Spanyol itulah maka mantan
diktator ini pernah ditahan polisi Inggris selama 503
hari.
KEKEBALAN
HUKUM DICABUT
Pengadilan
Tinggi Chili mencabut immunitas (kekebalan hukum) Pinochet, karena para
pengacara para korban menuntut dicabutnya immunitas ini, dengan alasan bahwa
kesehatan Pinochet cukup baik. Hal
ini dikuatkan oleh pernyataan jaksa
yang menyatakan di depan pengadilan bahwa Pinochet bisa mendengarkan lagu Lili
Marleen dan musik-musik mars militer Nazi kesukaannya. Bukti lainnya bahwa
kesehatan Pinochet baik adalah interview televisi yang diberikan olehnya tahun
yang lalu kepada sebuah stasion televisi dari Miami (Amerika). Tayangan televisi
ini menimbulkan kemarahan banyak orang, karena di situ Pinochet menampilkan diri
sebagai �malaikat yang suci�.
Apakah Mahkamah Agung Chili akhirnya akan menyetujui pencabutan kekebalan hukum
Pinochet, mari sama-sama kita ikuti perkembangan
selanjutnya.
Kasus
tuntutan atau gugatan terhadap Pinochet ini bagi kita di Indonesia menarik,
karena adanya sejumlah persamaan antara persoalan diktatur militer Chili dan
Indonesia. Bedanya adalah bahwa
skala pembunuhan dan penculikan di Chili adalah jauh lebih kecil daripada yang
terjadi di Indonesia di bawah Orde Baru. Artinya, beban tanggungjawab atau
dosa-dosa Pinochet juga jauh lebih
kecil kalau dibandingkan dengan dosa Suharto. Sebab, disamping pelanggaran HAM
besar-besaran selama 32 tahun Suharto juga diktator yang KKN-nya tidak
tanggung-tanggung, sehingga ia menjadi koruptor yang paling terkenal di seluruh
dunia.
Oleh
karena itu, seperti halnya tuntutan para korban di Chili, tuntutan untuk
mengadili Suharto juga masih berkumandang terus di Indonesia. Ini disuarakan
tidak hanya oleh para eks-tapol dan keluarga para korban peristiwa tahun 1965,
tetapi juga oleh ornop-ornop humaniter atau berbagai organisasi, yang
mempersoalkan pembunuhan di Aceh, Lampung, Tanjung Priok, Jawa Barat dll. Dan
ini adalah wajar, sebab, kalau
diingat-ingat, dosa Pinochet hanyalah secuwil kecil dibandingkan dengan dosa
Suharto yang menggunung.
KASUS
WIRANTO YANG PENGAGUM SUHARTO
Akhir-akhir
ini, persoalan calon presiden dari Golkar
mantan jenderal Wiranto, makin menarik perhatian banyak orang, baik di
dalam maupun luarnegeri. Wiranto (dan pendukung-pendukungnya) amat getol
melakukan berbagai macam manuvre, atau upaya, untuk mempercantik �wajah politik�
dan �wajah moralnya�. Untuk itu ia menyebar senyum di hadapan kyai dan ulama,
bertemu dengan (antara lain !) pengusaha-pengusaha besar, mengadakan pembicaraan
�bersahabat� dengan Xanana Gusmao dari Timor Timur, �silaturahmi� dengan
pemimpin-pemimpin Singapura, dan mengumbar berbagai janji-janji dalam
pidatonya.
Untuk
memikat hati banyak orang supaya memilih dirinya jadi presiden, ia berjanji akan
menghukum mati koruptor yang manapun juga. Ia juga mengatakan di Lampung �jika
nanti dipercaya untuk memimpin bangsa Indonesia lima tahun ke depan, dirinya
akan mengagendakan rekonsiliasi nasional dan mengajak semua fihak untuk tidak
terjebak dalam aksi hujat-menghujat akan masa lalu� (Suara Merdeka, 30 Mei
2004).
Barangkali,
kita semua tidak perlu menganggap serius janji Wiranto untuk menghukum mati para
koruptor. Karena, hanya omongkosong
sajalah bahwa ia akan melaksanakannya. Contohnya, tentunya ia tahu betul, bahwa
kekayaan keluarga Cendana (Suharto
dan anak-anaknya) yang begitu banyak dan begitu besar itu bukanlah hasil usaha
jerih payah melewati jalan halal atau cara-cara yang luhur. Wiranto pernah
menjadi ajudan Suharto cukup lama dan cukup dekat, untuk mengetahui banyak soal
keluarga Suharto dengan baik. Ia tentunya tahu juga bahwa Suharto terkenal
sebagai koruptor terbesar di didunia. Pastilah ia tahu juga, bahwa banyak jenderal teman-temannya
(atau perwira tinggi lainnya) yang punya rumah besar, mewah, dan bagus-bagus,
yang kebanyakan tidak mungkin
dibangun dengan gaji mereka (termasuk rumah bagus dan besar Wiranto
sendiri).
JANGAN
MENGHUJAT MASA YANG LALU ?
Yang
terdengar hebat dan �mempesonakan� atau �menggiurkan� yalah ketika Wiranto
mengatakan bahwa �dirinya akan mengagendakan rekonsiliasi nasional dan mengajak
semua fihak untuk tidak terjebak dalam aksi hujat-menghujat akan masa lalu�.
Kita patut bertanya, rekonsiliasi
nasional dengan siapa saja dan bagaimana caranya? Dalam hal ini perlu diingat
bahwa para korban Orde Baru (terutama korban peristiwa 65) sudah bertahun-tahun
menuntut adanya rekonsiliasi nasional, antara lain dengan jalan merehabilitasi
para eks-tapol dan keluarga para korban. Mereka sudah terlalu lama (lebih dari
32 tahun !!!) diperlakukan sewenang-wenang dan secara tidak berperikemanusiaan
oleh rezim militer Orde Baru, dan diteruskan oleh pemerintahan-pemerintahan
berikutnya. Sampai sekarang.
Ajakan
Wiranto kepada �semua fihak untuk tidak terjebak dalam aksi hujat-menghujat akan
masa lalu�, secara tidak langsung mengajak kita untuk tidak mengutuk berbagai
kejahatan dan kesalahan rezim militer, tidak mempersoalkan pengkhianatan Suharto
terhadap Bung Karno, tidak membongkar KKN yang membudaya sejak berkuasanya Orde
Baru, tidak pula menghujat pelanggaran HAM yang banyak terjadi di masa lalu. Ini
berarti bahwa kita tidak perlu lagi �mengungkit-ungkit� kembali peristiwa
Trisakti dan Semanggi, ata peristiwa kerusuhan bulan Mei 1998. Singkatnya, kalau
menuruti ajakan Wiranto maka kita tidak perlu tahu apa-apa saja keburukan dan kesalahan di masa lalu
yang harus diperbaiki.
Padahal,
untuk membangun hari depan yang lebih baik, bangsa kita harus belajar dari
pengalaman sejarah di masa lalu. Dan, sejak Republik Indonesia berdiri, di
antara pengalaman terpenting yang
harus jadi pelajaran kita semua adalah kejahatan, kesalahan, dan kebobrokan yang pernah dilakukan rezim militer Orde
Baru.
Paris, 1 Juni 2004
Semua orang adalah seniman setiap tempat adalah panggung !
Belajar dan berkarya senilah bersama Rakyat miskin untuk membangun budaya pembebasan !
Silakan kawan kawan kirimkan karya seni berupa tulisan sastra seperti puisi,cerpen, gambar gambar berupa lukisan, kartun ,komik ,atau undangan kegiatan kebudayaan yang membangun budaya pembebasan
******Bergabung dan ramaikan diskusi Reboan di jaker (di dunia nyata) atau diskusi di [EMAIL PROTECTED] (di dunia maya)! Untuk bergabung di diskusi maya silakan kawan kawan kirim email kosong ke :
[EMAIL PROTECTED] (langganan)
website http://www.geocities.com/jaker_pusat
( underconstructions)
| Yahoo! Groups Sponsor | |
|
|
Yahoo! Groups Links
- To visit your group on the web, go to:
http://groups.yahoo.com/group/jaker/
- To unsubscribe from this group, send an email to:
[EMAIL PROTECTED]
- Your use of Yahoo! Groups is subject to the Yahoo! Terms of Service.

