Harian Cenderawasihpost, 24 Agustus 2004

Mega ke Jayapura, Sniper Disiagakan
Akan Menghadiri Pertemuan Pimpinan Gereja-Gereja di Sentani Indah

JAYAPURA
- Semakin kondusifnya situasi keamanan di Papua pasca Pilpres Putaran I, tidak berarti aparat keamanan di daerah ini harus bersantai-santai. Sikap kesiapsiagaan, baik TNI maupun Polri tetap menjadi prioritas utama, maka jangan heran bila menyikapi rencana kedatangan Presiden Megawati Sokernoputri dijadwalkan Rabu (25/8) besok tiba di Jayapura melalui Timika, TNI dan Polri telah menyiapkan pengamanan yang ketat.

Bahkan untuk menjaga hal-hal yang tidak diinginkan, para Sniper (penembak jitu) sudah disiagakan di sejumlah tempat yang strategis yang bakal dukujunginya. Kunjungan orang nomor satu di Indonesia ini, adalah dalam rangka menghadiri pertemuan para pimpinan Gereja-Gereja se-Indonesia yang bakal berlangsung di Hotel Sentani Indah Kabupaten Jayapura mulai hari ini.

Kabikda Pemprov Papua Fred Manufandu, SH ketika dikonfirmasi wartawan soal kedatangan Megawati ke Papua membenarkan hal itu. Menurutnya, Megawati bersama rombongan akan tiba di Bandara Sentani Jayapura pukul 9:40 Wit setelah bersama Gubernur Papua dari Timika dengan pesawat khusus. " Rombongan akan disambut Wakil Gubarnur Drh. Constan Karma setelah dari Timika bersama Gubernur Papua Drs. JP Solossa, Msi," ujarnya.

Kedatangan Megawati bersama rombongan menurutnya dalam rangka menghadiri undangan para pimpinan Gereja-Gereja se-Indonesia yang tengah mengadakan pertemuannya di Jayapura, tepatnya di Hotel Sentani Indah. Dalam kunjungan ini Megawati ditemani suaminya Taufiq Kiemas akan mengadakan dialog bersama dengan para pimpinan Gereja-Gereja se Indonesia. " Agenda penting yang akan dilakukan Megawati adalah melakukan dialog dengan para pimpinan Gereja-Gereja Se-Indonesia," ungkapnya.

Kapendam XVII Trikora Mayor CAJ GT Situmorang kepada wartawan siang kemarin mengatakan, keamanan dan pengamanan kunjungan Presiden Megawati adalah menjadi kepentingan bersama, dimana jajaran Kodam XVII/Trikora memiliki tanggungjawab. Guna melaksanakan tugas tersebut maka Kodam XVII/Trikora telah membagi pasukan pengamanan itu dalam dua bagian besar yang dikenal dengan istilah pengamanan terbuka dan tertutup.

" Pengamanan secara terbuka dan tertup dalam jumlah yang besar telah kami siagakan untuk mengamankan kedatangan Megawati besok," ujarnya. Untuk menjamin kelancaran kunjungan kerja orang nomor 1 di pemerintahan itu, tidak tanggung-tanggung disiapkan sejumlah sniper (penembak jitu) baik dari TNI maupun Polri. Hal itu dilakukan lantaran kondisi geografis, khusunya tempat dilakukannya pertemuan nanti bergunung-gunung, tepatnya di Hotel Sentani Indah, Sentani Kabupaten Jayapura.

Disiapkannya sejumlah sniper itu seperti terungkap dalam Apel Siaga PAM RI 1 yang digelar di lapangan Brimobda Papua Kotaraja Distrik Jayapura Utara, Senin (23/8) kemarin. Bertindak selaku inspektur upacara Danrem 172 PVY Kolonel Inf Agus Muljadi yang langsung memegang komando sebagai Dansatgas PAM RI 1 di Jayapura. " Ya apel siaga ini dalam rangka kedatangan ibu Mega ke Jayapura tanggal 24 dan 25 nanti.

Rombongannya diantaranya pak Taufik Kiemas, Menperindag, Menteri Agama, Menristek dan beberapa anggota DPR. Dan kedatangannya ini dalam kapasitas sebagai Presiden RI,makanya untuk pengamanannya kita bersama-sama dengan Polri, semua satuan kita libatkan, termasuk PMK dan Dinas Kesehatan," ungkap Danrem yang diwawancarai wartawan koran ini usai apel siaga kemarin.

Disinggung mengenai sejumlah sniper yang disiapkan dalam PAM RI 1 itu, Danrem mengakui hal itu menjadi upaya preventif guna menjaga segala kemungkinan. " Nanti kan lokasinya berbukit-bukit, seperti di depan Hotel Sentani Indah, makanya minimal kita tempatkan personel di sana. Kalau ada yang berniat mengganggu kelancaran kunjungan ini, ya kita halau," ucapnya.

Dalam apel siaga kemarin, Danrem yang didampingi Kasat Brimobda Papua Kombes Pol Drs. Robby Kaligis dan sejumlah komponen TNI/Polri langsung melakukan pemeriksaan kesiapan pasukan pengamanan, baik personel maupun material berupa peralatan persenjataan, komunikasi hingga kendaraan operasional.

"Saya minta kepada semua satuan yang tergabung dalam pengamanan RI 1 ini untuk senantiasa menjaga kesehatan serta kesiapan baik personil dan semua material peralatan sehingga pada hari H nanti dapat dimanfaatkan semaksimal mungkin," ujarnya ketika memberikan amanat.

PAM Pilpres
Menyoal tentang pengamanan menjelang kampanye dan Pilpres putaran kedua bulan September nanti, menurut Agus, pihaknya belum menentukan secara rinci namun, ia memastikan bahwa seluruh kekuatan TNI khususnya di jajaran Korem 172 PVY siap mendukung Polri dalam mengamankan jalannya Kampanye dan Pilpres nanti.

" Apel siaga ini khusus untuk pengamanan kunjungan ibu Mega selaku pejabat Presiden, kalau untuk pengamanan pemilu kan tugas Polri nanti, namun yang jelas kita siap mendukung Polri jika nanti diminta. Semua pasukan tetap siaga baik dari satuan penugasan maupun yang organik di satuan komando kewilayahan dan kita sudah siapkan kantong-kantong bila suatau saat nanti diminta bantuannya, kita sudah ready mendukung Polri," tegasnya.

Disamping itu terkait insiden kontak senjata di Mulia antara Satgas TNI dengan TPN/OPM di Daerah Gurage Desa Mulia Distrik Mulia Selasa (18/8) lalu hingga tertembaknya Pratu Oji, nampaknya tak mempengaruhi rencana kunjungan RI 1 tersebut. Pihak TNI sendiri tetap menyatakan bahwa kondisi keamanan di Papua secara umum tetap kondusif.

"Sejauh ini aman-aman saja, tidak ada pengaruh atas penyerangan kemarin. Dam kami bersama Polri tetap siap menjaga keamanan di wilayah ini," tandasnya. Untuk menghadapi ancaman separatis TPN/OPM yang masih kerap melakukan aktifitasnya, ia menegaskan bahwa pihaknya selalu meningkatkan kewaspadaan dengan mengoptimalkan patroli dan melibatkan seluruh satuan intel guna mencari informasi yang menjadi dasar tindakan preventif terkait kelancaran pemilihan presiden putaran kedua ini.

Bahkan 1234 personil TNI yang disiagakan untuk pengamanan pilpres putaran pertama yang lalu tetap disiagakan. Senada dengan itu, Kasat Brimobda Papua Kombes Pol. Drs. Robby Kaligis mengungkapkan bahwa satuan Brimob juga telah menyiapkan personilnya dalam jumlah yang sama saat pengamanan pemilu legislatif dan pilpres putaran pertama kemarin. Sehingga tak ada perubahan penambahan pasukan.

"Pengamanan pilpres ini kan sudah direncanakan jauh hari sebelumnya, jadi dana Renpamnya juga sudah diatur dengan kekuatan yang sama," tuturnya. Tentang pengamanan khususnya di wilayah perbatasan yang rawan terhadap gangguan kelompok separatis, Kaligis menyatakan hal itu telah dilakukan antisipasi dengan penebalan jumlah personel di pos-pos perbatasan.(nce/sh)



=========
Hans Gebze
Sekertaris Jendral
Komite Pusat Aliansi Mahasiswa Papua (KP AMP)
Mobile: --


Do you Yahoo!?
New and Improved Yahoo! Mail - 100MB free storage!

Semua orang adalah seniman setiap tempat adalah panggung !
Belajar dan berkarya senilah bersama Rakyat miskin untuk membangun budaya pembebasan !
Silakan kawan kawan kirimkan karya seni berupa tulisan sastra  seperti puisi,cerpen, gambar gambar berupa lukisan, kartun ,komik ,atau undangan kegiatan kebudayaan yang membangun budaya pembebasan
******Bergabung dan ramaikan diskusi Reboan di jaker (di dunia nyata) atau diskusi di [EMAIL PROTECTED] (di dunia maya)! Untuk bergabung di diskusi maya silakan kawan kawan kirim email kosong ke :
[EMAIL PROTECTED] (langganan)

website  http://www.geocities.com/jaker_pusat
( underconstructions)



Yahoo! Groups Sponsor
ADVERTISEMENT
click here


Yahoo! Groups Links

Kirim email ke