From: "A.Supardi" <[EMAIL PROTECTED]>
Subject: Joesoef Isak Penerima Australian PEN
Keneally Award: "Martabat Manusia Hanya Angin Lalu
Bagi Rezim Yang Berkuasa"
Date: Wed, 4 May 2005 13:16:26 +0200
(Rakyat Merdeka, Minggu, 10 April 2005)
Joesoef Isak, Penerima Australian PEN Keneally Award
�Martabat Manusia Hanya Angin Lalu Bagi Rezim Yang
Berkuasa�
Joesoef Isak (76) mendapat kehormatan besar menerima
anugerah atau penghargaan dari Australian PEN.
Australian PEN Keneally Award ini memakai nama seorang
penulis Australia kondang, Thomas Keneally. Thomas
sendiri yang mempersembahkan penghargaan tersebut
kepada Joesoef Isak. Award ini diberikan berdasarkan
penghargaan terhadap seorang penerbit, seorang penulis
yang ikut mempromosi dan mempertahankan kebebasan
pers, kebebasan menerjemahkan, menerbitkan buku,
memperjuangkan dilaksanakannya demokrasi. Berikut
petikan wawancara A.Supardi Adiwidjaya dari Rakyat
Merdeka dengan Joesoef Isak.
Bagaimana kesan Anda mendapat Australian PEN Keneally
Award?
Saya mendapat kehormatan besar menerima penghargaan
tersebut. Dilihat dari berbagai segi, hari penerimaan
award tersebut merupakan hari yang istimewa bagi saya.
Saya katakan istimewa, karena saya menerima
penghargaan terhormat ini dari seorang yang dari jauh
dan sudah lama sekali sangat saya kagumi, Australia�s
great author, Thomas Keneally.
Sungguh suatu kehormatan dan kegembiraan yang luar
biasa bahwa saya menerima PEN Australian Award yang
menyandang nama besar Thomas Keneally, lebih-lebih
lagi langsung dari tangannya sendiri.
Adakah kaitan penerbit Hasta Mitra dengan Thomas
Keneally?
Pada saat semua buku terbitan kami diberangus oleh
kekuasaan yang dipimpin oleh para jenderal, maka kami
dengan sadar menerbitkan sebuah karya Thomas Keneally.
Ada dua pertimbangan mengapa hal itu kami lakukan:
pertama, ia merupakan karangan dari seorang penulis
luar negeri � seorang Australia, pasti bukan seorang
komunis � oleh karena itu diperkirakan pasti tidak
dibredel oleh penguasa; kedua, bahwa message yang
disampaikan oleh buku Thomas Keneally itu diharapkan
mampu ditangkap oleh para jenderal yang sedang pegang
kekuasaan pada saat itu. Buku yang diterbitkan
tersebut berjudul �The Chant of Jimmie Blacksmith�.
Buku tersebut mengungkapkan kisah yang sangat
mencekam, yang menyangkut hak kebebasan individu dan
martabat manusia.
Apakah buku tersebut juga dibredel pemerintah?
Sesuai dengan perkiraan, buku Thomas Keneally ini
tidak dibredel, tetapi mengenai message yang dikandung
buku itu rupanya tidak sampai mampir di benak dan hati
nurani para jenderal. Kebebasan individu dan martabat
manusia rupanya hanya angin lalu bagi rezim yang
berkuasa, sebab buku-buku Hasta Mitra tetap saja terus
dibredel.
Arti Australian PEN � Keneally Award bagi Anda?
Menerima Australian PEN � Keneally Award adalah suatu
kehormatan besar bagi saya pribadi bersama rekan-rekan
pendiri Penerbit Hasta Mitra, dan saya ingin menerima
award itu dengan rasa terima kasih juga atas nama
mereka-mereka yang terlibat dalam pekerjaan saya. Saya
sebut di sini para pemuda dan mahasiswa yang mengalami
pemenjaraan lima tahun lebih karena ikut mengedarkan
buku-buku kami; para pedagang buku kecil di
pinggir-pinggr jalan yang menempuh risiko yang sama
karena toko-toko besar menjauhi diri dari kami, para
eks tapol yang menjajakan buku kami dari door to door,
dan last but not least para ibu rumah tangga yang dari
mulut ke mulut menjadi propagandis buku-buku kami yang
tidak bisa beredar secara terbuka.
Bagi saya award dari Australia ini mengandung dua
makna penting. Pertama-tama adalah bahwa award ini
inherently mengandung pengakuan bahwa dalam sejarah
Indonesia yang recent selama tiga decade lebih
terdapat satu cacat hitam kotor yang sangat menghina
martabat manusia. Tetapi award ini sekaligus juga
berisi pengakuan bahwa di tengah tahun-tahun suram di
mana hak-hak asasi manusia dan kebebasan individu
dilecehkan, terdapat kekuatan-kekuatan yang bangkit
berlawan.
Secara singkat, pengalaman Anda terhadap rezim
represif militer?
Saya ingin sampaikan di sini pengalaman kerja di bawah
rezim represif militer yang saya simpulkan dengan
ringkas sebagai berikut: hak-hak individu, kebebasan
menyatakan pendapat, kebebasan pers dan kebebasan
menerbitkan buku adalah nilai-nilai yang harus
diperjuangkan dan ditegakkan oleh kita sendiri. Jangan
pernah berharap bahwa nilai-nilai demokrasi itu bisa
dihadiahkan oleh penguasa yang otoriter.
Pesan-pesan Anda dalam memperjuangkan HAM?
Membela kebenaran dan keadilan merupakan perjuangan
panjang sekali, karena kita tidak akan pernah
mendapatkan hasil cepat dan langsung. Kemenangan
memperjuangkan hak-hak kebebasan demokratis akan kita
raih hanya � sekali lagi hanya � apabila kita tak
pernah berhenti berlawan menantang opressi dan
ketidakadilan. Berhenti berlawan karena rasa takut,
capek dan putus asa, adalah yang sangat diharapkan
dari kita oleh para pemegang kekuasaan yang otoriter,
tetapi justru tiga faktor itu tidak pernah akan kita
berikan kepada penguasa.
*****
Discover Yahoo!
Stay in touch with email, IM, photo sharing and more. Check it out!
http://discover.yahoo.com/stayintouch.html
JAKER(Jaringan Kerja Kebudayaan Rakyat)
***************************************
sekretariat:
JL.Tebet Timur Dalam IID No.10 Jakarta Selatan 12820 Indonesia
telp/fax: +62218292842
email:<[EMAIL PROTECTED]>
People's Cultural Network
"Semua orang adalah seniman,setiap tempat adalah panggung!"
Yahoo! Groups Links
<*> To visit your group on the web, go to:
http://groups.yahoo.com/group/jaker/
<*> To unsubscribe from this group, send an email to:
[EMAIL PROTECTED]
<*> Your use of Yahoo! Groups is subject to:
http://docs.yahoo.com/info/terms/