Ass. WW
1. Uang sebenarnya netral, yang membuat haram adalah ketika kita
mengoperasikan
uang itu dengan riba atau tidak.
2. Embel-embel Syariah pada bank-bank Mandiri, BNI, BRI dll menunjukkan
cara mengoperasikan
uang tersebut agar menghasilkan keuntungan tidak berdasarkan sistem
riba..
3. Rejeki memang dari Allah SWT. Mendapatkan dengan cara yang tidak halal
atau riba
adalah kecerobohan atau kelalaian orangnya dan sedekah dari rejeki yang
demikian
tidak ada gunanya dan akan tertolak. Tidak ada dalil yang membenarkan
orang korupsi
atau makan riba kemudian bersedekah akan mengahapuskan dosanya. Malahan
kalau
orang Islam makan riba Allah SWT akan memasukkannya ke dalam neraka
jahanam kekal
selama-lamanya sama dengan status orang kafir.
4.Jangan lupa Minggu 10 Desember 2006, anda akan dapat menyaksikan
pemusnahan orang kafir dan
orang Islam yang menempatkan dirinya statusnya sama dengan orang
kafir.
Wassalam
Djarot
"Adjie.Praz"
<[EMAIL PROTECTED] To: [email protected]
anyo.co.id> cc:
Subject: Re: [Ar-Royyan-3800]
Membeli Kesuksesan dengan Sedekah
03/16/2006 04:57
PM
Please respond to
jamaah
Maaf, Pak.
Bukan memperdebatkan fatwa MUI yang menyatakan Bank Konvensional sebagai
bank Haram.
tetapi apakah semua yang menggunakan label SYARIAH lantas menjadi tidak
haram (HALAL)?
[1]
Karena menurut informasi dari beberapa teman yang "mempelajari" system di
bank syariah,
selama masih harus berkoordinasi dengan BI dalam perputaran uangnya, maka
uang di
bank2 syariah tersebut juga tidak bisa dibilang HALAL 100%.
[2]
Karena sekarang banyak bank konvensional yang ditambahi embel2 syariah,
seperti Mandiri Syariah,
BNI syariah dll. Jangan2 nanti kuis di TV ditambahi dengan embel syariah.
Otomatis jadi HALAL.
Dan -- maaf jangan sampai terjadi -- ada pihak yang memanfaatkan istilah
ini dan dengan seenaknya
bikin TOGEL syariah. Hehehehehe . . . .
[3]
Terlepas dari bank konvensional atau syariah. Saya yakin bapak2 sekalian
sependapat dengan saya,
bahwa rezeki itu sumbernya hanya ada satu.
The One and The Only......
The Greatest and The Most Mercifull.
ALLAH SWT.
So.... Yang penting adalah cara memanfaatkannya, dan kembali ke topik
semula, sebagian dari
rezeki tersebut harus dikeluarkan zakatnya dan jangan lupa bersedekah.
Sekali lagi -- Ini komentar saya aza.
Dan biasanya gak ada yang nanggapin.
Gak pa-pa. :-)
Wassalam
Adjie Praz
At 3/16/2006 12:48 AM, you wrote:
Semua kisah yang disampaikan cukup menarik untuk memotivasi umat Islam
rajin bersedekah. Cuma satu catatan saya, mobil yang diperoleh tukang bubur
melalui undian itu, hukumnya diperdebatkan: apakah termasuk judi atau
tidak. Yang pasti, uang yang disimpan di bank non syariah, hukumnya riba,
dan riba hukumnya haram
Abdullah Hehamahua
agus rasidi <[EMAIL PROTECTED]> wrote:
Membeli Kesuksesan dengan Sedekah
”Mengapa seseorang selalu merasa kurang secara penghasilan? Mungkin karena
ia kurang sedekah!” buka Ustad Yusuf Mansur malam itu. Beliau melirik
sekelilingnya. Wajah-wajah muda, dengan tatapan penuh semangat tengah duduk
mengelilinginya. Mereka adalah 20 besar kontestan eliminasi Mimbar Dai TPI.
Mereka tekun menyimak penuturan ustad pendiri Wisata Hati Coorporation itu.
Malam itu, tanggal 12 Juli 2005, Ustad Yusuf mendapat kesempatan memberikan
pembekalan atau pelatihan bagi para dai muda di Asrama Haji Pondok Gede,
Bekasi. Acara yang diselenggarakan habis Isya sampai pukul 21.00 itu,
berlangsung cukup seru. Dilengkapi beberapa games, salah satunya berupa
simulasi dengan selembar kertas, yang mengundang tanya peserta.
Banyak orang yang memiliki penghasilan besar, namun selalu merasa tidak
cukup. Bahkan tidak jarang pengeluaran mereka lebih besar dari penghasilan
yang didapat. Mungkin diri kita pernah merasakan demikian. Maka
instropeksilah, mungkin sedekah yang kita keluarkan terlalu sedikit,
sehingga berkah yang Allah berikan juga sekedarnya.
Padahal dalam <?xml:namespace prefix = st1 ns =
"urn:schemas-microsoft-com:office:smarttags" />surat Al Anâ’am ayat 160,
Allah sudah janji akan melipatgandakan pahala sampai 10 kali lipat bagi
mereka yang berbuat kebaikan. Jadi sebetulnya kita tak perlu ragu untuk
menyisihkan penghasilan bagi mereka yang membutuhkan.
1 - 1 = 10, itulah ilmu sedekah. Banyak kejadian dibalik fenomena keajaiban
sedekah. Dalam kesempatan tersebut, Ustad Yusuf memaparkan beberapa kisah
yang Insya Allah mampu meningkatkan keyakinan kita, bahwa Allah pasti akan
meliptrgandakan pahala-Nya, bila kita sedekah.
Contohlah sebuah kisah tentang seorang supir yang mengeluh karena gajinya
terlalu kecil. “Supir ini datang ke Klinik Spiritual dan Konseling Wisata
Hati. Dia bilang gajinya cuma 800 ribu, padahal anaknya lima! Ia ingin
gajinya jadi 1,5 juta!” ujar Ustad Yusuf sambil duduk bersila di permadani.
Dengan bijak, Ustad Yusuf mengajak supir itu mensyukuri terlebih dahulu
apa yang telah didapatkannya selama ini. Kemudian ia menunjukkan surat Al
Anâ’am 160 dan surat 65 ayat 7, mengenai anjuran bagi yang kaya untuk
membagi kekayaannya dan yang mampu membagi kemampuannya.
Supir itu lantas bertanya,”Kapan ayat-ayat itu dibaca dan berapa kali,
Ustad?”
Nah, inilah kelemahan orang kita,” potong Ustad Yusuf sejenak, al Qur’an
hanya untuk dibaca!”
Agak kesal dengan pertanyaan sang supir, Ustad Yusuf menyuruhnya segera
berdiri. Kemudian ia bertanya,”Maaf, boleh saya tanya pertanyaan yang
sifatnya pribadi?”
Supir itu mengangguk.
” Nggak bakal tersinggung?”
Kembali supir itu mengangguk.
” Bawa duit berapa di dompet?” desak Ustad Yusuf.
Supir itu mengeluarkan uangnya dalam dompet, jumlahnya seratus ribu
rupiah. Langsung Ustad Yusuf mengambilnya.
”Nah, uang ini akan saya sedekahkan, ikhlas?”
Supir itu menggaruk-garukkan kepalanya, namun sejurus kemudian mengangguk
dengan terpaksa.
” Dalam tujuh hari kerja, akan ada balasan dari Allah!”
” Kalau nggak, Ustad?”
“Uangnya saya kembaliin!”
Mulailah sejak itu ia menghitung hari. Hari pertama tidak ada apa-apa,
demikian pula hari kedua, bahkan pada hari ketiga uangnya hilang sejumlah
25 ribu rupiah. Rupanya ketika ditanya Ustad Yusuf tempo hari, sebenarnya
ia bawa uang 125 ribu rupiah, namun keselip.
Pada hari keempat supir itu diminta atasannya untuk mengantar ke Jawa
Tengah. Selama empat hari empat malam mereka pergi. Begitu kembali,
atasannya memberikan sebuah amplop, “Ini hadiah istri kamu yang kesepian di
rumah,” begitu katanya. Ketika amplop itu dibuka, Subhanallah . Jumlahnya
1,5 juta rupiah.
Para dai muda yang menyimak cerita itu terkagum-kagum. Kemudian ustad
Yusuf bertanya, “Siapa yang belum nikah?” serentak hampir semua peserta
mengacungkan tangan dengan semangat, seraya bergurau.
”Nah, selain untuk memanjangkan umur, mengangkat permasalahan, sedekah juga
mampu membuat orang yang belum kawin jadi kawin, dan yang udah kawin”
” Kawin lagi???” jawab beberapa peserta, kompak!
Ustad Yusuf tertawa, “Yang udah kawin, makin saying”
Lalu mengalunlah sebuah cerita lain. Ada seorang wanita berusia 37 tahun
yang belum menikah mengikuti seminarnya. Setelah mendengarkan faedah
sedekah, wanita itu lantas pergi ke masjid terdekat dari rumahnya dan
bertanya pada penjaga masjid itu, “Maaf, Pak kira-kira masjid ini butuh
apa? Barangkali saya bisa Bantu”
”O h, kebetulan. Kami sedang melelang lantai keramik masjid. Semeternya
150 ribuân”
Wanita itu menarik sejumlah uang dari sakunya, yang berjumlah 600ribu.
Tanpa pikir panjang ia membeli empat meter persegi lantai tersebut,
“Mudah-mudahan hajat saya terkabul”, harapnya.
Subhanallah, Allah menunjukkan keagungan-Nya. Minggu itu juga datang empat
orang melamarnya!
” Itulah sedekah!” Ustad Yusuf menantang mata peserta,”Sulit akan menjadi
mudah, berat menjadi ringan, asal kita sedekah!”
Sebuah kisah unik lainnya terjadi. Suatu hari, seorang wartawan mengajak
Ustad Yusuf ke Semarang, hanya untuk berpose dengan sebuah mobil Mercedez
New Eyes E 200 Compresor baru. Tak ada yang istimewa dengan mobil itu
kecuali harganya yang mahal, sekitar 725 juta rupiah, dan mobil itu milik
seorang tukang bubur keliling!
Loh, bagaimana bisa seorang tukang bubur punya mercy? Bisa aja kalau Allah
berkehendak. Tukang bubur itu tentunya tak pernah bermimpi bisa memiliki
sebuah mobil Mercedez baru. Namun kepeduliannya kepada orang tua, justru
membuatnya kejatuhan bulan. Karena orang tuanya ingin naik haji, tukang
bubur itu giat sedekah. Ia sengaja menyediakan kaleng kembalian satu lagi,
khusus uang yang ia sedekahkan. Yang kemudian ia tabung di sebuah bank.
Ketika tabungannya itu telah mencapai 5 juta, ia mendapatkan satu poin
memperebutkan sebuah mobil mercy. Dan si tukang bubur itulah yang
memenangkan hadiah mobil tersebut. Karena tak mampu membayar pajaknya
sebesar 25%, seorang ustad bernama Hasan, pemilik Unisula, membantunya.
Maka, jadilah mobil itu milik tukang bubur.
Kisah terakhir, tentang hutang 100juta yang lunas hanya dengan sedekah 100
ribu rupiah. Orang ini mendengarkan ceramah seorang ustad yang mengatakan,
kalau sedekah itu dapat membeli penyakit, dapat membayar hutang, dan dapat
menyelesaikan masalah. Teringat hutangnya sejumlah 100 juta, ia
menyedekahkan uang yang ada, sebesar 100 ribu. Dalam hatinya ia berharap
hutangnya dapat cepat lunas.
”Dan Allah mengabulkan doanya secepat kilat. Begitu pulang dari pengajian,
saat menyebrang jalan, orang itu tertabrak mobil dan lunaslah hutangnya!”
seru Ustad Yusuf berapi-api.
Semua peserta melongo kemudian tertawa. Hampir semua menebak orang itu
meninggal, sehingga di pemilik piutang mengikhlaskan hutangnya.
”Nggak! koreksi Ustad Yusuf cepat, “Dia cuma pingsan. Kebetulan yang nabrak
orang kaya. Selain dibawa ke rumah sakit, dia juga melunasi hutangnya!”
Itulah Allah punya cara tersendiri untuk menolong hamba-Nya.
Selain memberikan materi tentang sedekah, Ustad muda berkulit putih ini
juga memberikan masukan dan saran tentang bagaimana tampil yang baik di
hadapan audience (baik di televisi ataupun di ruangan), di antaranya
mengajarkan teknik memotong materi (untuk commercial break) yang baik,
sehingga pemirsa televisi enggan mengganti saluran dan tetap menunggu
sampai iklan berakhir, lalu cara melibatkan emosi audience, melibatkan
orang sekitar acara (baik outsider, maupun insider), intonasi suara,
melakukan atraksi menarik, dan sebagainya.
www.wisatahati.multiply.com
Yahoo! Mail
Use Photomail to share photos without annoying attachments.