Guruh Soekarnoputra
"Bung Karno Bukan Terpidana"

http://www.gatra.com/artikel.php?id=94607

NIAT pemerintah merehabilitasi nama Soekarno, berkaitan dugaan penyalahgunaan kekuasaan, ditanggapi dingin oleh putra bungsu Presiden pertama RI itu, Guruh Soekarnoputra. Ia tak ingin wacana rehabilitasi mantan Presiden kedua RI Soeharto, dikait-kaitkan dengan ayahnya.

Menurutnya, tanpa rehabilitasi pun, rakyat Indonesia sudah mencatat bahwa Bung Karno adalah pendiri NKRI, dan Bapak yang memiliki jasa yang tak ternilai dalam membangun bangsa ini. Sebaliknya, ia meminta pemerintah sekarang untuk meminta maaf kepada Bung Karno, sesuai proporsinya, bukan hanya sebagai Pahlawan Proklamator dan Presiden pertama RI, tetapi sebagai Bapak Bangsa dan penggali Pancasila --dasar negara RI.

Berikut petikan wawancara Gatra.com, sebelum konser "mengenang 50 Tahun karya Titiek Puspa" digelar, pertengahan pekan lalu:

Apa tanggapan Anda atas keinginan pemerintah yang ingin merehabilitasi nama Bung Karno?

Saya rasa kalau pakai istilah rehabilitasi, tidak tepat. Bung Karno bukan seorang terpidana, beliau bukan kriminal, bukan orang jahat. Tapi, beliau pada waktu itu dalam posisi didzalimi. Korban fitnah.

Kalau ternyata direhabilitasi?

Jadi kalau direhabilitasi, seolah-olah sudah menjadi terpidana.
Bukan begitu. Tetapi justru bangsa Indonesia, melalui pemerintah, bukan soal merehabilitasi, melainkan minta maaf kepada beliau. Mengembalikan beliau kepada proporsinya. Bukan hanya sebagai Proklamator dan sebagai Presiden pertama Republik Indonesia, tetapi sebagai Bapak Bangsa, Bapak penggali Pancasila yang menjadi dasar negara kita.

Selama didzalimi tersebut, apa yang dirasakan keluarga saat itu?

Kami kurang enak kalau membeberkan masa lalu yang pahit. Artinya, keprihatinan kami adalah, kalau sebagai manusia, kok bisa sedemikian tega. Beberapa anak bangsa memperlakukan seorang Bapak Bangsa yang berjuang memerdekakan kita, sehingga kita bisa mempunyai Negara Kesatuan Republik Indonesia, diberlakukan sedemikian rupa.

Terutama ketika sewaktu kondisi kesehatannya semakin memburuk. Bukannya ada upaya maksimal, tapi seperti ya... kayak didiemin aja.

Apakah penolakan terhadap istilah rehabilitasi ini, dari Anda sendiri, atau termasuk anak-anak Bung Karno lainnya?

Iya, kami semua. Tapi dengan bahasa yang lain-lain ya. Artinya, kalau mau mengembalikan Bung Karno, saya rasa sebagai bangsa yang ber-Tuhan dan ber-Pancasila, nomor satu kita patut minta maaf kepada Bung Karno.

Mungkin juga melalui pemerintah. Dari segi politis, yang membuat Bung Karno seperti ini secara legal adalah tap MPRS Tahun 1967 --saya agak lupa nomornya-- itu harus dicabut.

Tanggapan keluarga bagaimana berkaitan dengan pemulihan itu?

Lihat caranya. pemulihan itu untuk apa. Terutama juga, jangan dikait-kaitkan dengan soal Pak Harto. Ada upaya pengampunan terhadap Pak Harto, tiba-tiba dihubungkan dengan rehabilitasi (terhadap Bung Karno --Red).

[EL]




--------------------------------------------------------------
Milis Masjid Ar-Royyan, Perum BDB II, Sukahati, Cibinong 16913
Website http://www.arroyyan.com ; Milis jamaah[at]arroyyan.com


Kirim email ke