Ass.Wr.Wb.
Terlampir masukan dari Para Pejabat Stasiun Bogor dari hasil pertemuan
dengan "team" milis komunitas pengguna kereta api "KRL-Mania". Mungkin
berguna bagi para jamaah pengguna rutin KRL.
Wass / Jaerony.-
----- Original Message -----
From: "Nadifa" <[EMAIL PROTECTED]>
Pagi semua....
gimana kabar hari ini....semoga ini akan menjadi hari yang indah dan lancar
untuk kita semua, mari awali hari dengan senyum.... :)
oh iya mo cerita nih soal acara pertemuan KRL Mania dengan bapak Kepala
Stasiun (KS) stasiun Bogor dan bapak Kepala Divisi (Kadiv) PT. KAI.
Acara di mulai sekitar pukul 18.55pm, di mulai dengan penyambutan oleh
pihak oleh bapak Hendra Sucipto, petugas di st. bogor, kita di persilahkan
untuk memasuki ruangan yg telah di persiapkan, ruangan perpustakaan yang di
sulap jadi ruang makan yang rapi dan ramah. Disana sudah menunggu beberapa
orang dari pihak PT. KAI, diantaranya adalah ; Bapak Zaenal (KS Bogor) , Bpk
Dahlan (Wakil KS Bogor), Bpk Tating (Kadiv KAI), pak Guntoro, Pak Dedi
Haryadi dan pak Jumhori (untuk ketiga orang terakhir ini kurang jelas
jabatannya masing masing di Stasiun Bogor).
Dari pihak KRL Mania sendiri yang hadir adalah : Pak Aimmansyah (Mod, roker
bogor), Ibu Anna (roker bojong gede), pak Ananto (roker Bojong gede), Pak
Wijaya Kusnaryanto (roker Bojong Gede), Mbak Dian (roker Bogor), Mas Heni
(roker Bojong Gede), mbak Dian (roker Bogor), Mbak Ursula Sitorus (Roker
Bogor), Pak Setiyo Bardono (roker Depok Baru), Pak Sumarhadi (Roker bogor),
Pak imat (roker Bogor), Pak Nur Cahyo (roker Depok baru), Pak Fery Octavian
(Roker Citayam), Pak Kuh Sambih (roker Bojong Gede), dan Siti Khodijah
(roker Depok Baru).
Memasuki ruangan perpustakaan, sudah di persiapkan tiga meja oval dengan
masing masing sekitar 4-5 kursi, di atas meja sudah tersedia beberapa
cangkir kosong yg langsung di isikan teh manis hangat begitu kami duduk,
menyusul air mineral kecil dan roti khas bogor (roti unyil), duh bapak bapak
ngerti banget kalau perut kami memang sudah berteriak dari masih dalam
kereta, di tambah lagi cuaca yg sedikit dingin.
Setelah meneguk teh manis hangat, perbincangan pun di mulai. Di awali
dengan pertanyaan dari awak KRL Mania seputar kejadian kerusuhan di St Bogor
tempo hari. Pak Zainal memberikan verifikasi kejadian tersebut plus rumor
rumor pasca kejadian. Menurut beliau, pada saat kejadian beliau memang
sedang berada di Bandung sedang mengikuti training ESQ, pak wakil KS sendiri
saat itu sedang berada di sekitar stasiun tapi agak jauh dari ruang PPKA.
Pada saat kejadian menurut beliau, pihak stasiun sudah mencoba menjalankan
prosedur dengan benar dengan meng informasikan mengenai penundaan
keberangkatan KRL ekonomi tersebut, dan menurut pak Kadiv kejadian tersebut
terjadi mungkin juga karena karyawan bawah dengan masyarakat bawah, tapi
pernyataan tersebut kemudian di revisi oleh bapak Kadiv ada debatan dari
mbak Ursula, pada jam tersebut penumpang nya kebanyakan adalah pekerja
kantoran yang tingkat intelektualitas nya cukup. Di tambahkan oleh pak
Ananto dan ibu Anna dari KRL Mania, kejadian tersebut lebih karena kurang
komunikatif nya petugas stasiun. Pak Kadiv sendiri lantas meminta maaf atas
pernyataan nya mengenai bentrokan tersebut terjadi karena kurangnya
intelektualitas karyawan bawah dengan orang orang bawah dan ia dengan bijak
mencoba menyimpulkan bahwa permasalahan yang terjadi adalah karena tuntutan
dari penumpang untuk pelayananan yang lebih baik dan perbaikan sarana dan
prasana perkereta apian.
Dalam pertemuan tersebut juga terjadi perdebatan yang cukup hangat,
diantaranya ibu Anna mencoba mengangkat mengenai kekurang sopanan petugas
petugas penjaga pintu masuk (Portir) Stasiun Bogor dan juga mengenai kurang
tegasnya petugas dan karyawan KAI yang lain sehingga sampai banyak terjadi
pelanggaran dan penyalah gunaan seperti adanya Penjualan Karcis tak
bertanggal (Karcis Balen), Freeraider di KRL Express dan ekonomi yang biasa
membayar di atas kereta sampai ke KRL Express yang bisa berhenti di stasiun
stasiun yang tidak semestinya, lalu pak Ananto yang mengangkat mengenai
perlunya penambahan titik titik penyampaian informasi di tiap tiap stasiun
bahkan kalau perlu di dalam KRL (bukan hanya di KRL Express saja, tapi juga
kalau bisa di KRL Ekonomi). Tapi pak Fery mengangkat mengenai sekali lagi
peningkatan mutu pelayanan dan perbaikan sarana dan prasana krl, penumpang
akan bersedia membayar tinggi kalau pihak KAI sendiri bersedia meningkatkan
2 hal penting tersebut.
Dari perbincangan dan sedikit perdebatan tersebut pada intinya mereka (pihak
KAI dalam hal ini adalah penyedia jasa) mencoba memahami apa yang menjadi
keinginan KRL Mania (dalam hal ini sebagai penumpang) yaitu ; peningkatan
mutu pelayanan dan perbaikan sarana dan prasana krl. Tapi mereka juga
meminta kita untuk saling instropeksi juga, seperti ;
- Untuk kejadian bogor, kita jadi membahas mengenai kesopanan petugas
portir dan announcer stasiun dan mereka mengembalikan ke kita mengenai
kurang sopan nya dan kurangnya kesadaran penumpang untuk menjalankan
kewajiban juga seperti ; menunjukkan karcis/abodemen tanpa di minta di pintu
pintu masuk stasiun dan di dalam KRL. Mereka juga mengatakan kekurang
sopanan petugas portir juga bisa terjadi karena ; kejenuhan yang tinggi
karena mereka sudah harus berada di pintu stasiun dari pukul 4 pagi, dan
adanya tuntutan pemenuhan target dari stasiun untuk jumlah penumpang yg
membeli karcis.
- Untuk pelanggaran lain seperti penjualan karcis balen, itu harus di
tindak karena sudah masuk ke perbuatan kriminal, jadi kalau ada melihat
kejadian seperti itu, catat nama petugasnya lalu laporkan ke pak Tating. Dan
ajaibnya ternyata mereka (pihak KAI ; red) baru mendengar mengenai ini
kemarin.
- Untuk kurang tegas nya karyawan KAI, walaupun belum ada komitmen yang di
ikrarkan pada pertemuan kemarin, tapi paling tidak pihak KAI sudah mau
menyadari dan akan mencoba memperbaiki mutu pelayanan mereka di mulai dari
pembinaan petugas petugasnya.
- Mengenai kejadian Bogor dan rumor rumor pasca kejadian tersebut, pak
Zainal mengatakan ia memang sempat menanyakan ke pihak 2 harian umum ibukota
yang memposting berita tanpa ada konfirmasi sedikitpun ke beliau, dan mereka
(pihak st Bogor) sudah mencoba melayangkan surat hak jawab ke harian umum
tersebut dan di muat 2 hari setelah pemberitaan sepihak dan tanpa konfirmasi
tersebut.
Dan....pada intinya mungkin...pada saat ini yang saya lihat dari pertemuan
tersebut adalah :
1. Mereka sudah mengenal KRL Mania dan menganggap bahwa KRL Mania adalah
satu komunitas yang mewakili konsumen atau penumpang KRL yang dapat
memberikan masukan, kritik dan saran untuk mereka dapat lebih memperbaiki
diri
2. Walaupun belum ada komitmen yang ter ikrar dari pihak KAI, tapi paling
tidak mereka sudah bersedia mendengar dan menyadari apa-apa yang seharusnya
di perbaiki.
Dan...karena waktu cepat tanpa terasa waktu sudah menunjukkan pukul 8.40,
pertemuan di tutup dengan acara makan makan (rugi deh yg gak ikut...hehehe)
dan permintaan dari awak krl mania supaya orang dari KAI dapat ikut join di
milis tercinta ini.....
Dan....terakhir.....pukul 8.55pm setelah acara makan selesai....kereta
sudah menunggu...untuk mengantar kita ke stasiun tujuan masing
masing....semua perbincangan dalam pertemuan tersebut terus terbawa sampai
mimpi ke pagi hari...berharap semua (dari pihak penyedia layanan dan
pengguna) akan masing masing menyadari hak dan kewajiban....sehingga akan
terwujud perubahan ke arah yang lebih baik...amin
Cukup sekian dan terima kasih dari saya...kalau ada yang mau menambahkan di
persilahkan...
salam,
siti
www.KRLMania.com -- Peka Penuh Peduli
______________ K R L - M a n i a ____________
Yg Manis Beli Karcis - Yg Keren Beli Abonemen
--------------------------------------------------------------
Milis Masjid Ar-Royyan, Perum BDB II, Sukahati, Cibinong 16913
Website http://www.arroyyan.com ; Milis jamaah[at]arroyyan.com