terlepas dari kebenaran kisah dibawah ini yang penting kita ingat pesan-pesannya dibawah sekali.
waspadalah...waspadalah....

----- Original Message ----- From: <[EMAIL PROTECTED]>
To: <[EMAIL PROTECTED]>
Sent: Monday, December 18, 2006 11:10 AM
Subject: [Milist Percikan-iman.com] hati-hati membeli CD &DVD di Mangga Dua

Subject: Fw: hati-hati membeli CD &DVD di Mangga Dua



Hati-hati bila anda habis membeli cd dan
dvd mangga dua karena sekarang ada modus
baru pemerasan dengan mengaku sebagai
polisi yg sedang razia cd bajakan

kejadian ini terjadi pada hari Minggu,
10 Desember 2006 jam 13.30 wib

Waktu itu saya mau pulang dari mangga
dua habis membeli cd2 program desain
(kebetulan saya hobi mendesain) dan
harddisk lalu menuju stasiun pangeran
jayakarta dengan berjalan kaki. Saat itu
saya tidak merasa ada yang membututi
saya, karena itu saya tidak ada perasaan
curiga. Lagi pula saya terbiasa ke
mangga dua bila sendiri selalu pulangnya
ke stasiun tersebut dan saat itu saya
Cuma memakai kaos oblong, jeans dan
sandal jepit tanpa memakai jam tangan.

Saat saya sedang menunggu kereta saya
men-cek cd2 yg saya beli dengan bonnya
takutnya ada yg tertinggal, kemudian
tidak berapa lama kereta datang kemudian
saya masuk dan menyusuri gerbong untuk
mencari bangku yang kosong dan akhirnya
ada satu bangku kosong dan saya langsung
duduk dibangku itu tetapi ternyata ada
bapak2 yang cukup besar yg memaksa duduk
disebelah saya, saat saya masih belum
curiga.

Tiba2 orang itu menanyakan apakah saya
habis beli cd, saya pikir hanya
pertanyaan biasa maka saya jawab iya,
lalu dia meminta saya untuk mengeluarkan
tersebut dia bialng dia ingin lihat lalu
saya berikan dan dia bilang dia adalah
polisi yg sedang merazia cd bajakan,
saat itu ada temannya satu lagi yg cukup
besar juga menghampiri saya. Sebenarnya
saya ingin menanyaka kartu identitas
kalau memang benar mereka itu oknum
polisi, tapi entah kenapa saya tidak
berani mungkin saya sudah di desak 2
orang yg besar2 sehingga menyiutkan
nyali saya. Jika saya lari nanti malah
saya nanti diteriakin maling. Akhirnya
oknum tersebut menahan cd saya dan
meminta saya untuk membuat surat
pernyataan di kantor polisi.

Saat kereta berhenti di gondangdia saya
diminta turun bersama mereka, ternyata
ada temannya satu lagi yag ikut turun
jadi total mereka ada 3. Lalu saya
dibawa keluar stasiun. Anehnya saat
keluar stasiun saya dimintai karcis oleh
petugas tetapi oknum2 tersebut dibiarkan
lewat saja, ini membuktikan kalo
petugas2 tesebut sudah kenal dengan
oknum2 itu. Sampai di luar stasiun tiba2
mereka menyetop taksi mirip2 bluebird,
saya tidak merperhatikan taksi apa
karena saat itu saya panik. Lalu saya
disuruh masuk ke taksi tsb, satu duduk
di depan dan saya duduk ditengah
belakang dengan dihimpit oleh mereka
berdua. Lalu mereka meminta supir taksi
itu untuk ke arah kelapa Gading.

Sepanjang perjalanan mereka
menginterogasi saya layaknya seorang
polisi dan mereka bilang saya akan masuk
penjara, tapi mereka tidak berbicara
dengan kasar melainkan berbicara biasa
saja seperti orang yg sedang memberi
nasehat. Kemudian tas saya dibongkar
begitu juga dengan dompet saya tapi
mereka tidak mengambil apa2 dan
mengembalikan lagi dompet saya. Akhirnya
negosiasi dimulai dengan mereka
menawarkan kalau ingin dibantu saya
harus membayar sebesar Rp 5 juta. Saya
katakan ya sudah kalau memang harus
begitu. Saya tidak berani menolak mereka
akan bawa saya ke kantor polisi tapi
dalam pikiran saya nanti mereka malah
membawa saya ke sutau tempat dimana
nanti malah saya dilukai, saya berusaha
menurti kemauan mereka agar mereka tidak
mengapa2kan saya. Akhirnya salah dari
mereka meminta kartu ATM dan PIN saya
yang kebetulan saat itu saya sedang
membawa kartu ATM Bank Permata dan lagi
saya baru ingat saat itu saldonya 3 kali
lebih banyak sdari yg mereka minta. Dan
akhirnya taksi berhenti di gedung BNI di
daerah Rawamangun sebelum Arion Plaza
jika dari arah pulo gadung. Si oknum
memutuskan untuk mengambil di ATM BNI
karena tidak ada ATM permata di daerah
kecuali di Arion Plaza tapi mungkin
mereka tidak mau ambil resiko di tempat
keramaian. Saya di dalam taksi dijaga
oleh 2 orang dan satu orang ke ATM. Saya
berpikir saat itu habis lah semua
tabungan saya. Dan saya terus berdoa
agar tidak d lukai oleh mereka.

Sehabis mereka menguras ATM saya (saat
itu kartu ATMnya saya minta kembali)
kemudian salah satu dari mereka agak
memaksa untuk menggunakan kartu kredit
saya untuk dibelikan handphone tetapi
saya memohon agar jangan digunakan
Karena saya rasa uang dari ATM saya
sudah lebih dari yang mereka minta dan
benar satu dari mereka mengatakan "tidak
usah lah, sudah cukup!", mungkin Karena
tidak jadi menggunakan kartu kredit saya
dia meminta hp cdma saya dan uang yang
ada di dompet saya kalau tidak salah ada
sekitar 300 ribu dan saya hanya diberi
ongkos pulang 10 ribu. Mungkin karena
mereka sudah merasa cukup lalu saya
diturunkan sebelum di perempatan pramuka.

Saat itu saya bingung mau ke mana,
akhirnya saya pergi ke Arion Plaza untuk
mengecek sisa saldo ATM saya sekalian
mau ambil buat ongkos pulang. Setelah di
cek, Alhamdulillah ternyata mereka hanya
bisa mengambil sekitar 9 jutaan karena
sebelumnya saya di mangga dua sudah
menarik 900 ribuan, karena limit kartu
saya satau hari Cuma bisa menarik 10
juta. Karena tidak ada ongkos buat
pulang akhirnya saya menelpon teman saya
dan dia mau menjemput saya dan saya
memutuskan untuk menunggunya di dalam
wartel karena saat itu saya masih syok
dan merasa paranoid dengan keadaan di
luar. Akhirnya teman saya datang barulah
saya merasa lega dan aman.

Dari kejadian tersebut saya
berkesimpulan kalo mereka itu
kemungkinan besar adalah adalah oknum2
iseng karena dari cara mereka
menginterogasi sudah terlihat
professional dan lagi pula kalo mereka
memang penjahat saat di taksi pasti
mereka langsung meminta ATM saya dan
melukai atau mungkin saya bisa saja
dibunuh. Dan daerah operasi mereka di
mangga dua dan sekitarnya. Saat itu saya
bersyukur karena saya masih sehat
walafiat tanpa kurang sesuatu apapun
walaupun saya harus kehilangan harta
tapi saya ikhlaskan saja karena harta
masih bisa di cari tapi kalau nyawa?
Karena itu saya memutuskan untuk tidak
melaporkan masalah ini ke polisi karena
kemungkinan duit saya tidak balik malah
saya keluar duit lagi. Lagi pula ini
mungkin yang di Atas sedang menegur saya.

Karena itu saya sarankan :

- Jika anda berpergian jangan pernah
sendirian minimal ajak teman 1 orang

- Bawalah duit secukupnya

- Jika harus membawa kartu ATM, bawalah
yang saldonya minim

- Jika keluar dari mall (bila naik
kendaraan umum) awasi sekitar kita,
apakah ada yang mencurigakan

- Segera ke arah pos penjagaan jika
memang merasa dibuntuti

Mohon di sebarluaskan email ini agar
tidak jatuh kembali korban2 berikutnya

thankss....


------------------------------------------------------------------
- Milis Masjid Ar-Royyan, Perum BDB II, Sukahati, Cibinong 16913 -
- Website http://www.arroyyan.com ; Milis jamaah[at]arroyyan.com -

"Hai orang-orang yang beriman, jauhilah kebanyakan dari prasangka,
sesungguhnya sebagian prasangka itu adalah dosa dan janganlah kamu
mencari-cari kesalahan orang lain dan jangan lah sebahagian kamu menggunjing sebahagian yang lain. Suka kah salah seorang di antara kamu memakan daging saudaranya yang sudah mati? Maka tentulah kamu merasa jijik kepadanya. Dan bertakwalah kepada Allah. Sesungguhnya Allah Maha Penerima tobat lagi Maha Penyayang." (Q.S. Hujuraat:12)

Kirim email ke