Semoga risalah dibawah ini dapat menjawab pertanyaan ttg seputar do'a dan
hubungannya dengan takdir ( termasuk jodoh ).
------------------------------------------------------------------------------------------------------
Permasalahan Dalam Berdo'a
Seseorang berkata, 'Saya telah berdo'a dan meminta kepada Allah berulang
kali, tetapi Allah tidak mengabulkan do'a saya dan tidak memberikan apa yang
saya minta, lalu apa yang harus saya lakukan agar Allah mengabulkan do'a
saya dan memberikan yang saya minta".
Demikianlah kasus yang menimpa sebagian umat Islam dalam berdo'a kepada
Allah, sehingga untuk menjawab permasalahan ini harus diketahui dahulu makna
do'a, syarat-syaratnya dan adab-adabnya.
Diriwayatkan oleh Ibnu Abi Hatim bahwa ada seorang Badui datang kepada Nabi
shallallahu alaihi wasalam dan bertanya: "Apakah Tuhan itu dekat sehingga
kami dapat munajat/memohon kepada-Nya, ataukah jauh, sehingga kami harus
menyeru-Nya? Maka Nabi shallallahu alaihi wasalam terdiam, dan sebagai
jawabannya turunlah surat Al-Baqarah 186, yaitu:
"Dan apabila hamba-hamba-Ku bertanya tentang Aku, maka (jawablah),
bahwasanya Aku adalah dekat, Aku mengabulkan permohonan orang yang berdo'a,
apabila ia berdo'a kepada-Ku". (Al-Baqarah 186).
Allah menjelaskan bahwa Ia akan mengabulkan do'a orang-orang yang berdo'a
kepada-Nya. Lalu apakah sesungguhnya makna do'a itu? Para ulama menjelaskan
bahwa do'a itu ialah permohonan (kepada Allah) dengan penuh ketundukkan dan
kerendahan. Juga dijelaskan oleh Nabi shallallahu alaihi wasalam tentang
syarat-syarat do'a, di antaranya adalah:
a.. Mencari yang halal
Allah Ta'ala tidak akan mengabulkan do'a bagi siapa saja yang makanannya
diperoleh dengan cara haram, seperti riba, menipu, memakan harta orang lain
dengan cara batil, dan sebagainya.
Dari Abu Hurairah radhiallahu anhu , ia berkata: Rasulullah shallallahu
alaihi wasalam bersabda:
"Wahai Manusia, sesungguhnya Allah itu Maha Baik, Dia tidak menerima
ke-cuali yang baik, dan sesungguhnya Allah memerintahkan orang-orang mukmin
dengan apa-apa yang diperintahkan oleh para rasul. Maka Dia berfirman, 'Hai
rasul-rasul, makanlah dari makanan yang baik-baik, dan kerjakanlah amal yang
shalih. Sesungguhnya Aku Maha Mengetahui apa yang kamu kerjakan.'
(Al-Mukminun: 51) dan Dia berfirman, 'Hai orang-orang yang beriman,
makan-lah di antara rizki yang baik-baik yang Kami berikan kepadamu'.
(Al-Baqarah: 172).
Kemudian Nabi menyebutkan: "Seorang laki-laki yang telah berkelana jauh
dengan rambutnya yang kusut masai dan pakaian yang penuh debu, ia
menengadahkan tangannya ke langit sambil berdo'a; 'Ya Allah, ya Allah',
sedang makanannya dari yang haram, pakaiannya dari yang haram, dan
dibesarkan dengan makanan haram, bagaimana Allah akan mengabulkan do'anya
itu". (HR Muslim).
b.. Dengan keyakinan yang pasti
Maksudnya hendaklah di dalam berdo'a memiliki keyakinan yang pasti tanpa
keraguan sedikitpun bahwa do'anya akan dikabulkan oleh Allah dengan
kekuasaan-Nya. Dari Abu Harairah radhiallahu anhu bahwa Rasulullah
shallallahu alaihi wasalam bersabda: "Janganlah salah seorang dari kamu
mengatakan; 'Ya Allah, ampunilah aku jika Engkau menghendaki, rahmatilah aku
jika Engkau menghendaki', tetap hendaklah berkeinginan kuat dalam
permohonannya itu karena sesungguhnya Allah tiada sesuatu pun yang
memaksa-Nya untuk berbuat sesuatu." (HR. Abu Daud)
c.. Tidak meminta sesuatu yang tidak masuk akal.
Tidak dibenarkan apabila seseorang meminta sesuatu yang mustahil atau
sesuatu di luar tabiat manusia, seperti ingin memiliki/menguasai seluruh
bumi, ingin menjadi orang yang paling kuat di atas bumi ini, mendo'akan
kejelekan bagi orang lain, dan sebagainya, sebab hal itu dilarang oleh
Rasulullah shallallahu alaihi wasalam .
Sebagai tambahan renungan marilah kita cermati satu riwayat bahwa pada
suatu saat ada seorang laki-laki bertanya kepada Ibrahim bin Adham, "Wahai
Syaikh, Allah telah berfirman dalam Al-Qur'an, artinya: "Berdo'alah kamu
kepada-Ku, niscaya Ku-kabulkan do'amu itu".
Maka aku senantiasa berdo'a kepada Allah, tetapi mengapa do'a saya tidak
dikabulkan oleh Allah? Ibrahim berkata: "Itu disebabkan lima perkara, yaitu:
Pertama, kamu mengenal Allah tetapi kamu tidak menunaikan hak-Nya.
Kedua , kamu membaca Al-Qur'an tetapi kamu tidak melaksanakan apa yang ada
di dalamnya.
Ketiga, kamu mengatakan mencintai Rasulullah shallallahu alaihi wasalam
tetapi sunnah-nya kamu tinggalkan.
Keempat, kamu mengatakan kami melaknati iblis tapi kamu mengikutinya.
Kelima, kamu tidak memperhatikan aib pada dirimu karena disibukkan mencari
aib orang lain". (Mukhtashar Jami' Bayanil 'Ilmi wa Fadhlihi).
Adapun adab-adab berdo'a banyak sekali di antaranya adalah:
a.. Berdo'a dengan memilih waktu-waktu yang memiliki keutamaan seperti
pada hari Arafah, bulan Ramadhan, hari Jum'at, sepertiga terakhir dari malam
hari, waktu sahur, ketika sedang sujud, ketika turun hujan, antara adzan dan
iqamat, saat mulai pertempuran, dalam ketakutan, atau sedang beriba hati,
dan sebagainya.
b.. Shalat dan bertaubat setelah selesai shalat, karena tidak akan
dikabul-kan do'a orang yang meninggalkan shalat dan melakukan dosa-dosa
besar walaupun ia berdo'a sedang ia terus menerus melakukan perbuatan yang
dilarang tersebut.
c.. Termasuk adab berdo'a adalah dengan menghadap kiblat.
Adapun tatkala ada orang yang mengatakan bahwa dirinya telah berdo'a
tetapi do'anya tidak dikabulkan, maka jawabannya sebagaimana yang
disebut-kan oleh Syaikhul Islam Ibnu Taimiyah dalam Aqidah Al-Wasathiyah dan
juga disebutkan dalam Aqidah Ath-Thahawiyah dengan kesimpulan sebagai
berikut:
* Tergesa-gesa ingin dikabulkan do'anya.
Banyak sekali terjadi di tengah-tengah masyarakat seseorang berhenti dari
berdo'a dengan alasan telah berdo'a berkali-kali tetapi do'anya tidak
terkabul, padahal justru dari pikiran itulah menjadi sebab tidak terkabulnya
do'a. Rasulullah shallallahu alaihi wasalam bersabda:
"Tentu do'a seseorang akan dikabulkan oleh Allah, selama orang itu tidak
terburu-buru (ingin dikabulkan), yaitu dengan mengatakan; "Saya telah
berdo'a tetapi do'a itu tidak juga dikabulkan Tuhan !" (Mutafaq 'Alaih).
Berkata Umar bin Al-Khaththab: "Saya tidak terlalu mementingkan terkabulnya
do'a tetapi yang terpenting bagiku adalah do'a itu (adalah ibadah) sehingga
apabila kepentinganku adalah berdo'a maka ijabahnya akan mengikutinya". Jadi
sekalipun seseorang tidak terkabulkan do'anya sebenarnya orang tersebut
telah mendapatkan pahala di sisi Allah, dan kelak do'a yang belum terkabul
tersebut akan menjadi syafa'at bagi pemiliknya.
* Meminta sesuatu yang tidak mendatangkan maslahat.
Allah Ta'ala Mahatahu akan maslahat dan madharat dari apa yang akan
diberikan kepada hamba-Nya, dan sebagian dari kebijaksanaan Allah adalah
tidak dikabulkannya do'a yang tidak mendatangkan maslahat bahkan
mendatangkan madharat, misalnya orang yang berdo'a agar anak perem-puannya
diperistri oleh orang yang kaya raya dengan maksud ia akan mendapat-kan
rizki (harta) darinya, sedang ia tidak tahu hal itu akan mendatangkan
maslahat atau tidak. Nabi shallallahu alaihi wasalam bersabda:
"Tidaklah seorang muslim di atas bumi ini berdo'a kepada Allah dengan suatu
do'a melainkan do'anya tersebut akan dikabulkannya, atau dihindarkan orang
itu dari bahaya sebanding dengan apa yang dimintanya, selama do'a itu tidak
mengandung dosa atau bermaksud hendak memutuskan silaturrahim". Salah
seorang sahabat bertanya: "Kalau bagitu kami memperbanyak do'a
(permohonan)!" Nabi shallallahu alaihi wasalam bersabda: "Allah lebih banyak
lagi (dalam mengabulkannya)". (HR. At-Tirmidzi, dishahihkan oleh Al-Hakim).
* Tidak terkabulnya permintaan atau do'a seseorang disebabkan Allah tidak
menghendaki hal tersebut.
Tetapi tidak terkabulnya do'a tersebut tidak menghilangkan manfaat dari do'a
itu, karena seseorang yang berdo'a sekalipun do'anya tidak dikabulkan,
sesungguhnya ia tetap diberi pahala oleh Allah atas do'anya tersebut.
Disebutkan oleh beberapa ulama bahwa ada kalanya Allah akan menunda
terkabulnya do'a pada hari kiamat sebagai syafaat bagi pemiliknya.
Begitu juga Allah melarang do'a kejelekan bagi dirinya dan orang lain
sekalipun seorang bapak atau ibu yang mendo'akan kejelekan kepada anaknya
sewaktu marah, karena Rasulullah mengkhawatirkan do'a itu bertepatan dengan
waktu dimana pada saat itu Allah menerima atau mengabulkan do'a dari
hamba-Nya, sebagaimana sabda Nabi shallallahu alaihi wasalam :
"Janganlah kamu berdo'a buruk terhadap dirimu, begitupun terhadap
anak-anakmu, dan terhadap harta bendamu !! Jangan sampai nanti do'amu itu
bertepatan dengan suatu saat dimana Allah sedang memenuhi permohonan, hingga
do'a burukmu itu benar-benar terkabul". (HR Muslim).
(Agus Effendi)
BERSIHKAN JIWA DENGAN DO'A
Oleh: Muhammad Hatta bin Teuku Hamdan*)
Dalam salah satu untaian do'a Rasulullah SAW. yang seringkali beliau ucapkan
adalah "Ya Allah berikanlah ke dalam hati kami ketaqwaan dan keta'atan,
sucikanlah hati kami ini, Engkaulah yang paling baik dalam mensucikan hati
ini, Engkaulah pemilik hati ini, Engkaulah pembimbing". Dalam upaya
melakukan tazkiyah (pensucian) dan peningkatan kualitas hati dan jiwa,
banyak cara, yang bisa kita lakukan. salah satunya adalah tazkiyah melalui
do'a dan munajat.
Salah satu senjata yang sangat ampuh dari Allah SWT. yang diberikan kepada
hamba-hambanya orang-orang beriman adalah do'a. Namun sayang sebagian besar
diantara manusia masih banyak yang belum menyadari dan sekaligus juga belum
dapat memfungsikan senjatanya. Padahal dalam sebuah hadist Rasulullah SAW.
mengatakan bahwa "Intisari dari ibadah itu adalah do'a".
Manakala kita membaca sejarah nabi-nabi dan orang-orang shaleh, maka kita
akan menemukan betapa banyak kisah-kisah yang diabadikan didalam Al-Quran
yang menjelaskan betapa pentingnya do'a itu dan betapa Maha Kuasanya Allah
SWT. dalam mengabulkan do'a dan permintaan hamba-Nya ketika hamba itu
bermunajat kepada-Nya . Barangkali ada diantara kita ingat betapa ampuhnya
do'a yang dipanjatkan oleh tiga orang yang terkurung dalam sebuah goa ,
ketika mereka bernaung ditengah hujan yang lebat. Kemudian mulut goa itu
tertutup dengan batu yang sangat besar dan begitu kuat. Kemudian mereka
bermunajat kepada Allah SWT. dengan bertawassul kepada amalan masing-masing
yang pernah mereka kerjakan dengan ikhlas. Dengan izin Allah akhirnya mereka
bisa lepas dari mulut goa itu.
Juga bagaimana pula Rasulullah SAW. bersama para sahabatnya , ketika mereka
bermunajat baik dalam peperangan maupun dalam permohonan minta hujan atau
dalam berbagai kesempatan ,manakala kita menelaah shirah Rasulullah SAW. doa
itu langsung bersambut dikabulkan oleh Allah SWT. Selanjutnya , bagaimana
yang harus kita lakukan agar dapat mengefektifkan senjata ini dalam rangka
merealisasikan obsesi dan cita-cita serta keinginan-keinginan kita untuk
membersihkan jiwa dan hati, serta mencapai masa depan yang gemilang.
Prakteknya dalam kehidupan sehari-hari bisa dikatakan, ummat Islam sudah
sangat akrab dengan yang namanya berdo'a, yang belum banyak barangkali
jawaban terhadap do'a tersebut. Penting kiranya untuk di pertanyakan lebih
lanjut adalah mengapa do'a-do'a yang di panjatkan dan belum juga dikabulkan
oleh Allah SWT. Suatu kali pernah Ibrahim bin Adam ditanya oleh muridnya.
kata muridnya "Wahai Ibrahim, kami sudah begitu sering dan banyak meminta
dan bermunajat kepada Allah SWT, ternyata sampai saat ini belum terlihat
jawabannya. Apakah gerangan yang menyebabkan doa-doa itu bersambut dan
dikabulkan oleh Allah SWT? Kemudian Ibrahim, memberikan jawabannya. Salah
satu diantaranya dikatakan, "Wajar saja kalau do'a yang kamu panjatkan itu
belum juga dikabulkan oleh Alloh SWT, karena hati kalian masih banyak yang
kotor, bahkan tidak sedikit diantara kalian sudah mengeras hatinya."
Sementara Allah SWT. dalam banyak ayatNya menyebutkan bahwa dia mencintai
kepada orang-orang yang suci dan bersih.
Terdapat beberapa persyaratan yang perlu dipenuhi agar do'a dan munajat yang
akan di sampaikan kehadhirat Allah nantinya akan mendapatkan sambutan yang
positif. Termasuk juga ketika seorang muslim meminta kepada Allah agar Ia
mensucikan hati dan jiwa dari berbagai kotoran dosa dan kesalahan.
Faktor-faktor yang menyebabkan cepatnya do'a untuk dikabulkan adalah :
1. Meningkatkan kedekatan diri kepada Allah SWT.
Semakin dekat seorang hamba kepada Allah, maka semakin besar peluang
terkabulnya do'a. karena kedekatan diri kepada Allah merupakan syarat
terkabulnya do'a. Antara kedekatan kepada Allah dengan do'a tidak bisa
dipisahkan guna terkabulnya sebuah permintaan. Dalam sebuah hadist qudsi
Rasulullah SAW. bersabda: "Apabila hamba-Ku mendekat kepada-Ku sejengkal
saja, maka Aku akan mendekat kepadanya sehasta dan manakala hamba-Ku
mendekat kepada-Ku sehasta, maka Aku akan mendekat kepadanya sedepa dan
kalau hamba-Ku mendekat kepada-Ku sambil berjalan, maka Aku akan mendekat
kepadanya sambil berlari".
Adapun yang dimaksud dengan pendekatan kepada Allah SWT. di hadist ini
adalah dengan peningkatan ibadah dan melakukan amalan yang disenangi Allah.
Dalam surat Al-Baqarah Allah SWT. berfirman: "Apabila hamba-hambaKu (yang
selalu mengabdi kepada-Ku) bertanya kepadamu (Muhammad) tentang Aku, maka
sesungguhnya Aku ini dekat." (QS Al-Baqarah: 186). Pada ayat ini Allah tidak
mengatakan "Apabila manusia bertanya kepadamu", akan tetapi ayat ini
redaksinya menggunakan kata 'Ibadi (hamba). Hal ini menunjukkan adanya
korelasi yang sangat kuat antara permintaan dengan penghambaan.
Ketika Allah SWT. berfirman kepada Nabi Ibrahim as.: "Tunduklah engkau wahai
Ibrahim, maka nabi Ibrahim langsung memeberikan jawabannya , "Aku tunduk
kepada Allah Rabbul 'alamin".Nah karena komitmen taqarrub dan ibadahnya,
loyalitasnya kepada Allah SWT. yang begitu tinggi. Sehingga ketika ia
bermunajat di kabulkan oleh Allah SWT. Seperti diungkapkan dalam Qur'an
surat Ashaffat ayat 99 dan seterusnya, salah satu diantaranya dia meminta
kepada Allah SWT. dalam usianya yang sudah lanjut agar Allah memberikan anak
keturunan, langsung Allah mengabulkan permintaan nabiyullah Ibrahim,
sekalipun menurut logika kemungkinannya sangat kecil, mengingat nabi Ibrahim
sudah sangat lanjut usianya . Begitulah ketika ia menampakkan komitmennya
yang luar biasa, serta keta'atan dan kepatuhannya, maka munajatnya kemudian
langsung bersambut dikabulkan oleh Allah SWT.
2. Menyelaraskan antara do'a dengan perbuatan dan perilaku
Disebutkan di dalam Qur'an surat Al-Baqarah ayat 201 dan 202, Allah SWT.
berfirman : "Diantara mereka ada yang bermunajat meminta kepada Allah, Ya
Allah berikanlah kepada kami kebaikan didunia dan diakhirat serta
selamatkanlah kami dari azab api neraka". Kemudian ayat ini disambung dengan
"Mereka itu akan mendapatkan dari apa yang mereka usahakan". Setiap muslim
dalam bermunajat dan meminta kepada Allah, hendaknya sinkron dan tidak
bertolak belakang dengan apa yang dimintanya. Disatu sisi meminta kepada
Allah SWT. agar dibersihkan jiwa, badan dan hati. Namun, disisi lain
perbuatan dan perilaku malah mengotori jiwa itu.
Tuntutan disini ialah supaya menyesuaikan antara permintaan dengan upaya
untuk mencapainya, tidak cukup dengan asal-asalan. Jika meminta rizki yang
halal, kesuksesan, istri yang shalehah bahkan menjadi penduduk syurga di
akhirat kelak, sudah barang tentu harus diringi dengan langkah-langkah yang
optimal guna mencapai hal tersebut. Inilah yang disebut tawakkal yang shahih
yaitu memadukan antara permintaan dan mengantungkan harapan kepada Allah
semata dengan langkah-langkah konkrit untuk merealisir harapan dan
permintaan.
Suatu ketika Rasulullah SAW. menceritakan, "Sekiranya kamu bertawakkal
seperti tawakkalnya burung, niscaya Allah SWT. akan memberikan rezeki yang
banyak kepadamu seperti rezeki yang diberikan kepada burung-burung itu.
Mereka terbang di pagi hari dengan perut yang kosong dan kembali pada petang
hari dengan perut yang berisi penuh". Begitulah upayanya itu maksimal, ia
terbang mencari dan megusahakan makanannya dengan menempuh perjalanan yang
jauh serta pulang dengan membawa makanan untuk anak-anaknya yang ia
tinggalkan di sarang.
Hal itu sebagaimana datangnya pertolongan-pertolongan Allah SWT. kepada Siti
Maryam, seorang wanita yang suci, ketika dia sudah hamil tua, sementara
keluarganya tidak bisa menerima kondisi seperti itu, terpaksa kemudian dia
mengucilkan dirinya. Di saat-saat akan melahirkan bayinya, Siti Maryam
kemudian berteduh dibawah sebuah pohon kurma yang dibawahnya mengalir aliran
air. Kemudian setelah dia melahirkan dalam kondisinya yang masih sangat
lemah tak berdaya, oleh Allah masih dituntut kepada Maryam itu agar
berusaha. Kata Allah SWT. dalam firmannya: "Wahai Maryam, goyanglah pohon
kurma itu yang ada disampingmu, niscaya dia akan berjatuhan". Untuk
menggoyang setang pohon kurma buknlah pekerjaan yang mudah, apalagi digoyang
oleh seorang wanita yang baru saja melahirkan. Tetapi, dengan usaha yang
maximal, datanglah pertolongan dari Allah SWT. Yang Maha Pemurah, Maha
Penyayang, Maha Kuasa.
Masih ada faktor-faktor lain yang menyebabkan permintaan seorang hamba cepat
dikabulkan oleh Allah SWT .dan sekaligus dan membersihkan jiwa dan hati.
Namun yang perlu diingat setiap sesuatu yang akan kita laksanakan hendaklah
di barengi dengan do'a dan usaha.
*)Penulis adalah mahasiswa FAI, Program Pendidikan Ulama Tarjih (PPUT)
Universitas Muhammadiyah Malang (UMM).
DO'A DALAM KEADAAN TERTENTU
1.Do'a Menolak Bencana
Laa ilaaha illalaahul kariimul 'azhiimu. Subhaanahu tabaarakalaahu rabbul
'arsyil 'azhiimi. Alhamdulillaahi rabbil 'aalamiina. Allaahumma rabbanaa
aatinaa fid dun-yaa hasanatan wa fil aakhirati hasanatan wa qinaa 'adzaaban
naari.
Artinya : Tiada Tuhan selain Allah Yang Maha Mulia dan Maha Agung. Maha Suci
Dia, Maha Berkat Allah Tuhannya 'arasy yang agung. Segala puji bagi Allah
Tuhan seluruh alam. (HR. Nasa'i)
Ya Allah, ya Tuhan kami, berilah kami kebajikan di dunia dan kebajikan di
akhirat. Lindungilah kami dari siksa neraka. (HR. Bukhari dan Muslim)
2.Do'a Kesembuhan/Kesehatan Diri
Allahumma 'aafinii fii badanii. Allaahuma 'aafinii fi sam'ii. Allaahumma
'aafinii fii basharii. Allaahumma innii a'uudzu bika minal kufri wal faqri.
Allahumma innii a'uudzu bika min 'adzaabil qabri laa illaaha illaa anta.
Artinya : Ya Allah, sembuhkanlah badanku. Ya Allah, sembuhkanlah
pendengaranku. Ya Allah sembuhkanlah penglihatanku. Ya Allah, aku berlindung
kepada-Mu dari kekafiran dan kefakiran. Ya Allah, aku berlindung kepada-Mu
dari siksa kubur, tiada Tuhan selain-Mu. (HR. Abu Daud)
3.Do'a Dilindungi Dari Rupa-rupa Penyakit
Allahumma innii a'uudzubka minal barashi wal junuuni wal judzaani wa
sayyi'il aswqaami
Artinya : Ya Allah, aku berlindung pada-Mu dari penyakit celup, penyakit
gila, penyakit kusta dan penyakit-penyakit buruk lainnya.
4.Do'a Menjenguk Orang Sakit/Kecelakaan
Allahumma rabban naasi adzhibil ba'sa asyfi antasy syaafii laa syifaa'a
illaa syifaa'uka syifaa'an laa yughaadiru saqaman. Imsahil ba'sa rabban
naasi biyadikasy syifaa'u, laa aasyifa lahu illaa anta, as'alullaahal
'azhiima, rabbal ' arsyil 'azhiimi an-yasfiyaka.
Artinya : Ya Allah Tuhan segala manusia, jauhkanlah kesukaran/penyakit itu
dan sembuhkanlah ia, Engkaulah yang menyembuhkan,tak ada obat selain
obat-Mu, obat yang tidak meninggalkan sakit lagi. Hilangkan lah penyakit
itu, wahai Tuhan pengurus manusia. Hanya padamulah obat itu. Tak ada yang
dapat menghilangkan penyakit selain Engkau, aku mohon kepada Allah yang Maha
Agung, Tuhannya 'arasy yang agung, semoga Dia menyembuhkan anda. (HR.
Bukhari dan Muslim)
5.Do'a Mengobati Orang Sakit
Bismillahirrahmaanirrahiimi. A'uudzu bi'izzatillahi wa qudratihi min syarri
maa ajidu wa uhadziru
Artinya : Dengan nama Allah Yang Maha Pengasih lagi Maha Penyayang. Aku
berlindung dengan keperkasaan Allah dan kekuasaan-Nya dari kejahatan apa
yang kuperoleh dan yang kutakuti. (HR. Muslim, Abu Daud, Tirmi-dzi dan
Nasai).
6.Do'a Menghadapi Musibah
Innaa lillaahi wa innaa ilaihi raaji'uuna. Allaahumma ajirnii fii
mushiibatii wakhluf lii khairan minhaa.
Artinya : Sesungguhnya kami memiliki Allah dan sesungguhnya kami kembali
kepada-Nya. Ya Allah berilah kami pahala dalam misibahku in dan berilah
pengganti yang lebih baik. (HR. Muslim)
7.Do'a Membimbing Orang Sekarat
Astaghfirullaahal 'azhiimaa ...... Laa Ilaaha Illallaahu muhammadun
rasuulullaahi ....
Artinya : Aku mohon ampun pada Allah Yang Maha Agung Tiada Tuhan selain
Allah dan Muhammad adalah utusan Allah. (dibaca terus-menerus istighfar dan
syahadat tersebut pada telinga orang yang hampir wafat itu). (Tertunjuk
dalam HR. Muslim, Abu Daud dan Hakim).
8.Do'a Di Sisi Orang Yang Telah Wafat
Allaahummaghfirlii wa lahu wa'aqibnii minhu 'uqbaa hasanatan.
Artinya : Ya Allah, ampunilah aku dan orang ini dan berilah aku ganti yang
baik daripadanya. (HR. Muslim)
9.Do'a Masuk Pekuburan Muslim
Assalamu 'alaykum ahlad diyaari minal my'miniina wa innaa insyaa'allaahu
bikum laahiquuna. As'alullaaha lanaa wa lakumul 'aafiyata.
Artinya : Salam sejahtera bagimu wahai penghuni kampung orang-orang mu'min.
Kami in insya Allah akan bertemu dengan anda sekalian. Kumohonkan pada Allah
kesejahteraan bagi kami dan bagi anda sekalian. (HR. Muslim)
10. Do'a Terhindar dari Kesulitan dan Penderitaan
Biismillaahi 'alaa nafsii wa maalii wa diinii, allaahumma radhinii
biqadhaa'ika wa baarik lii fiimaa quddiralii hatta laauhibbaa\ ta'jiila maa
akhkharta wa ta'khiira maa 'ajjalta
Artinya : Dengan nama Allah atas diriku, hartaku dan agamaku. Ya Allah,
berilah aku rasa ridha terhadap putusku. Ya Allah, berilah aku rasa ridha
terhadap putusan-Mu dan berkatilah segala apa yang Engkau berikan
ubun-ubunku dalam tangan-Mu, berlakulah atasku hukum keputusan-Mu dan
adillah atasku segala taqdirmu. Aku mohon pada-Mu dengan segala nama yang
jadi milik-Mu yang Engkau namakan dengannya diri-Mu, atau yang Engkau
ajarkan kepada seseorang dari makhluq-Mu, atau yang Kau simpan dalam
perbendaharaan ghaib di sisi-Mu kiranya Engkau jadikan kitab al-Quran jadi
kesuburan hatiku dan cahaya dadaku serta menjadi tempat melepaskan segala
kesusahanku dan menghilangkan dukacitaku. (HR. Ahmad dan Ibnu Gibban)
11. Do'a Menghadapi Kesedihan, Kelemahan, Kemalasan, Takut, Kikir, Banyak
Hutang Dan Penindasan
Allaahumma innii a'uudzu bika minal hammi wal hazani wa a'uudzu bika minal
'ajzi wal kasali wa a'uudzu bika minal jubni wal bukhli wa a'uudzu bika min
ghalabatid dayni wa qahrir rijaali.
Artinya : Ya Allah, aku berlindung pada-Mu dari kemurungan dan kesusahan,
aku berlindung pada-Mu dari kemalasan dan aku berlindung pada-Mu dari
ketakutan dan kekikiran, aku berlindung pada-Mu dari tekanan utang dan
paksaan orang lain.
12. Do'a Ketenangan Jiwa
Rabhanaa afrigh 'alaynaa shabran wa tsabbit aqdaamanaa wahshurnaa 'alal
qawmil kaafirina. Rabbanaa laa tuzigh quluubanaa ba'da idz hadaytana wa
hablanaa min ladunka rahmatan innaka antal wahhaabu. Allaahumma tsabbitnii
an azilla wahdinii an adhilla. Allahumma kamaa hulta baynii wa bayna qalbii,
fahul baynii wa baynasy syaythaani wa 'amalihi. Allaahumma innii as-aluka
nafsan muthma 'innatan tu'minu biliqaa'ika wa tardhaa biqadhaa'ika wa
taqna'u bi'athaa'ika
Artinya : Ya Tuhan kami, curahkanlah kesabaran atas kami dan teguhkanlah
pendirian kami serta tolonglah kami terhadap golongan yang kafir.
Ya Tuhan kami, janganlah kau palingkan hati kami setelah Engkau tunjuki dan
berilah kami dari hadhirat-Mu rahmat karena Engkau adalah Yang Maha Pemberi.
Ya Allah kokohkanlah aku dari kemungkinan terpelesetnya iman, dan berilah
aku petunjuk dari kemungkinan sesat.
Ya Allah sebagaimana Engkau telah memberi penghalang antara aku dan hatiku,
maka berilah penghalang antaraku dan antara syaitan serta perbuatannya.
Ya Allah aku mohonkan pada-Mu jiwa yang tenang tenteram, yang percaya pada
pertemuan dengan-Mu dan ridha atas keputusan-Mu serta merasa cukup puas
dengan pemberian-Mu.
13. Do'a Mohon Ketenangan Dalam Menghadapi Musibah
Allahummarzuqnii nafsan muthma'innatan tu'minu biliqaa'ika wa tardhaa
biqadhaa'ika
Artinya ; Ya Allah, berilah kami hati yang tenang, yang beriman akan saat
perjumpaan dengan-Mu dan ridiha menerima segala ketetapan-Mu
14. Do'a Ketika Menghadapi Kesulitan
Allahumma Laa shla illaa maa ja'altahu sahlan wa anta taj'alul hazna idzaa
syi'ta sahlan
Artinya : Ya Allah, tiada yang mudah selain yang kau mudahkan dan Engkau
jadikan kesusahan itu mudah jika Engkau menghendakinya jadi mudah. (HR. Ibnu
Hibban)
15. Do'a Dimudahkan Segala Urusan
Allaahumma innii as-aluka tamaaman ni'mati fil asy-yaa'I kullihaa wasy
syukra laka 'alayhaa hattaa tardhaa wa ba'dar ridhaa, wal khiyarata fii
jamii'I maa yakuunu fiihil khiyaratu wa bijamii'I masyuuril umuuri kullihaa
laa bima'suurihaa yaa kariimu.
Artinya : Ya Allah, aku mohonkan pada-Mu kesempurnaan ni'mat pada segala
perkara dan mensyukuri-Mu atasnya, sehingga Engkau ridha dan sesudah ridha
itu lalu aku mohonkan pula kepada-Mu untuk memilih segala apa yang boleh
dipilih dan dengan segala kemudahannya, bukan yang sulit lagi sukar
dikerjakannya. Wahai Tuhan Yang Maha Mulia.
16. Do'a Mohon Husnul Khatimah
Allaahummaj'al khayra 'umrii aakhirahu wa khayra 'amalii khawaatiimahu wa
khayra ayyaamii yawma lliqaa'ika
Artinya : Ya Allah, jadikanlah sebaik-baiknya umurku pada ujungnya dan
sebaik-baiknya amalku adalah pada ujung akhirnya, dan sebaik-baiknya hariku
adalah pada saat aku menemui-Mu. (Disebutkan oleh an-Nawawi)
17. Do'a Waktu Bersin dan Jawaban yang Mendengarnya
Alhamdulillaahi rabbil 'aalamiina. (segala puji bagi Allah Tuhan sekalian
alam),
kemudian dijawab oleh orang yang mendengarnya :
Yarhamukallahu (Semoga Allah merahmati anda), lalu orang yang yang bersin
itu menjawabnya pula dengan : Yahdiikumullaahu wa yushlihu baalaku (Semoga
Allah memberi hidayat bagi anda dan membaguskan keadaan anda). (HR. Bukhari)
18. Do'a Diberi Kesenangan Hidup
Allahumma ashlih lii fii diiniil ladzii huwa 'ishmatu amrii wa ashlih lii
dun-yaayal latii fiihaa ma'aasyi wa shlih lii aakhiratil latii fiihaa
ma'aadii waj'alil hayaata ziyaadata lii fii kulli khayrin wajalil mawta
raahatan lii min kulli syarrin.
Artinya : Ya Allah, baguskanlah untukku agamaku yang jadi pangkal urusanku,
baguskan pula duniaku yang jadi tempat penghidupanku, dan baguskanlah
akhiratku yang padanya tempat kembaliku nanti, jadikanlah hidup tu menjadi
bekal/tambahan bagiku dalam segala kebaikan, serta jadikanlah mati itu
pelepas segala keburukan bagiku. (HR. Muslimin)
19. Do'a Berlindung Dari Mahluk Jahat
A'uudzu bikalimaatillaahit taammati min syarri maa khalaqa
Artinya : Aku berlindung dengan menyebut kalimat-kalimat Allah Yang Maha
sempurna dari segala kejahatan apa yang telah diciptakan-Nya.
20. Do'a Dapat Bersyukur, Bersabar dan Tidak Menonjolkan Jasa
Allahummaj'alnii syakuuran waj'alnii fii 'aynii shaghiiran wa fii a'yunin
naasi kabiiran.
Artinya : Ya allah, jadikanlah aku orang yang berterimaksih pada-Mu,
jadikanlah aku orang yang shabar, jadikanlah aku kecil dalam pandanganku
tapi orang yang besar dalam pandangan orang lain.
21. Do'a Mengunjungi Pengantin Baru
Baarakallahu likulli waahidin minkumaa fii shaahibihii wa jama'a baynakumaa
fi khayrin
Artinya : Semoga allah memberkati masing-masing kamu berdua (mempelai)
terhadap temannya, dan semoga Allah mengumpulkan kamu berdua dalam kebaikan
(HR. Abu Daud, Tirmidzi dan Ibnu Majalah)
Baarakallahu laka wa baaraka 'alayka wa jama'a baynakumaa fi khayrin
Artinya : Mudah-mudahan Allah memberkahimu, baik ketika senang maupun susah,
dan selalu mengumpulkan kamu berdua pada kebaikan. (HR. Abu Daud, Tirmidzi
dan Ibnu Majah)
22. Do'a Ketika Melihat Bayi Baru Lahir
Innii u'iidzuka bikalimaatillaahit taammati min kulli syaythaanin wa
haammatin wamin kulli 'aynin laammatin.
Artinya : Aku berlindung untuk anak ini dengan kalimat Allah Yang Sempurna
dari segala gangguan syaitan dan gangguan binatang serta gangguan sorotan
mata yang dapat membawa akibat buruk bagi apa yang dilihatnya. (HR. Bukhari)
23. Do'a Mohon Putera yang Shalih
Rabbanaa hab lanaa min azwaajinaa wa dzurriyyatinna qurrata a'yunin
waj'alnaa limuttaqiina imaaman.
Artinya : Tuhan kami, karuniakanlah kepada kami dari isteri-isteri kami dan
anak-cucu kami yang menyenangkan kami dan jadikanlah kami sebagai ikutan
bagi orang-orang yang bertaqwa. (QS. Al-Furqan, 74)
24. Do'a Mohon Dianugerahi Rizki yang Berkah
Allahummarzuqnii rizqan halaalan thayyiban wasta'milnii thayyiban.
Allahummaj'al awsa'a rizqika 'alayya 'inda kibari sinnii wanqithaa'i
umrii.Allaahummakfinii bihalaalika 'an haraamika wa aghninii bifadhlika
'am-man siwaaka.Allaahumma in nii as-aluka rizqan waasi'an naafi'an.
Allaahumma innii as-alukan na'iimal muqiinal ladzii laa yahuulu wa laa
yazuulu.
Artinya : Ya Allah, berilah padaku rezki yang halal dan baik, serta
pakaikanlah padaku segala perbuatan yang baik.
Ya Tuhanku, jadikanlah oleh-Mu rezekiku itu paling luas ketika tuaku dan
ketika lemahku.
Ya Allah, cukupkanlah bagiku segala rezki-Mu yang halal daripada yang haram
dan kayakanlah aku dengan karunia-Mu dari yang lainnya.
Ya Allah, aku mohonkan pada-Mu rezki yang luas dan berguna.
Ya Allah, aku mohonkan pada-Mu ni'mat yang kekal yang tidak putus-putus dan
tidak akan hilang.
25. Do'a Bagi Kedua Orangtua
Rabbighfirlii waliwaalidayya warhamhumma kamaa rabbayaanii shaghiiran.
Artinya : Ya Tuhanku, ampunilah dosaku dan dosa ayah dan ibuku serta
kasihilah mereka sebagaimana kasih mereka padaku sewaktu aku masih kecil.
Semoga bermanfaat.
----- Original Message -----
From: "mimin" <[EMAIL PROTECTED]>
To: <[email protected]>
Sent: Friday, June 22, 2007 2:36 PM
Subject: RE: [Ar-Royyan-6332] Fw: [Milis_Iqra] Hey.....Kapan Kawin ???!!!!!
Apakah benar Doa bisa merubah takdir? Termasuk yang berkaitan dengan
jodoh?
-----Original Message-----
From: agus rasidi [mailto:[EMAIL PROTECTED]
Sent: 22 Juni 2007 12:52
To: $^^ ArRoyyan Milis ^^$
Subject: [Ar-Royyan-6332] Fw: [Milis_Iqra] Hey.....Kapan Kawin ???!!!!!
----- Original Message -----
From: "eko sunaryo" <[EMAIL PROTECTED]>
To: <[EMAIL PROTECTED]>
Sent: Friday, June 22, 2007 11:10 AM
Subject: [Milis_Iqra] Hey.....Kapan Kawin ???!!!!!
Hey...Kapan Kawin ?!
Oleh : atik
"Hey...Kapan Kawin ?!" pertanyaan itu sering aku lontarkan akhir-akhir
ini. Terutama pada bujang-bujang 'kaya' di kantor ini. Dengan nada
seperti iklan sebuah merk rokok, jadinya pertanyaan itu dianggap
guyonan saja. Dan memang..jawabannya adalah tertawa bersama-sama.
Efektif untuk membangun kedekatan dengan adik-adik di kantorku,
walaupun maksudku sebenarnya serius juga.
Ada memang rasa gregetan dengan ikhwan-ikhwan itu. Sepertinya ada rasa
enggan untuk mengambil alih sebuah tanggungjawab perwalian seorang
gadis dari ayahnya. Ketika iseng ngobrol-obrol pun..yang kujumpai
adalah alasan yang itu-itu saja. Sama..dari dulu hingga kini.
Ada yang beralasan, ingin berprestasi dulu (mungkin dalam benaknya
pernikahan adalah faktor penghambat prestasi ikhwan). Ada yang
menunggu Mbak yang belum ketemu jodoh. Ada yang ingin membantu ortu
membiayai adik dan saudara-saudaranya dulu. Dan banyak lagi alasan
yang dikemukakan..yang akhirnya berujung pada jawaban. "Kapan-Kapan.."
Di luar masalah jodoh adalah ketentuanNya..tidak inginkah engkau
menyegerakan urusan yang satu ini? Kalau urusan harta yang mejadi
persoalan...yakinlah, sampai kapan pun tak akan cukup. Istilahnya..nilai
tukar rupiah terhadap dollar akan terus naik.
Inget nasyid SP tentang ungkapan malunya mereka (para bujangan kota)
dengan pemuda-pemuda desa..yang maisyahnya hanya dengan mencari rumput
untuk kambingnya (yang hanya beberapa biji) tapi berani menerima
tantangan besar itu.
Kalau alasan keinginan berprestasi dahulu sebelum nikah. Ingin seperti
Mushab bin Umair, pemuda hebat duta pertama di Madinah, atau Pemuda
Ali bin Abi Thalib yang menjadi pendamping Rosulullah atau Usamah bin
Zaid yang menjadi panglima hebat di usianya yang kedelapan belas ?
Hmm..kalau torehan seperti itu yang ingin dituliskan. Ada yang patut
kita cermati. Ketiganya telah menikah terlebih dahulu sebelum
menorehkan prestasi yang hebat itu. Mus'ab bin Umair menikah dengan
Hamnah binti Jahsy sebelum menjadi duta hebat. Usamah bin Zaid sudah
menikah dengan Fatimah Binti Qais di usia 16 th. Dan Ali pun telah
menjadi menantu Rosullullah sebelum mengambil peran besar disisi
Rosullullah.
Bagaimana akan terbukti 'sense' kepemimpinan kita kalau hanya untuk
memimpin lingkung terkecil (keluarga) saja masih gamang ? belum
terbukti kemampuan kepemimpinan kita kalau belum nikah . Begitu kata
ustadz-ustadz kita tuh..
Aku pernah kirim sms kepada Mbak MRku tentang masalah keenganan Ikhwan
menikah. Kemana tadzhiyah (pengorbanan) ikhwan kepada saudari seiman
mereka ? Bukankah keengganan Ikhwan untuk menikah pasti akan
menghambat para akhwat menggenapkan separuh diennya.
Dari seringnya dijadikan tempat curhat adik-adik binaan akhwat ataupun
adik-adik yang masih lajang..akhirnya kepalaku penuh dengan kekesalan
dengan ketidaksigapnya Ikhwan memenuhi panggilan sunah yang satu ini.
Sikap masyarakat yang negative terhadap saudari kita yang belum
menikah walaupun usia telah matang. Tak jarang bahkan berujung pada
disalahkan sikap akhwat yang terlalu menjaga diri dari pergaulan dan
ketatnya hijab. Tak jarang bahkan yang menyudutkan adalah kedua orang
tua mereka.
Tak jarang juga..kutemukan beberapa akhwat yang berjuang keras untuk
memikul beban keluarga. Baik tanggungjawab keqawaman maupun ekonomi.
Sungguh amat ditunggu seorang rijal yang dapat meringankan sedikit
beban di punggungnya. Syukur-syukur mengambil alih semua bebannya.
Sebenarnya..pernah juga sih aku protes ke suami, kenapa sih
ikhwan-ikhwan itu enggan untuk menikah? Tapi, jawaban suami membuatku
memakluminya. Katanya, "Ikhwan-ikhwan itu bukannya tidak mau menikah.
Malah sangat ingin mereka menggenapkan setengah diennya. Tapi
pernikahan itu perlu persiapan matang, terutama maisyah. Itu yang
sedang dipersiapkan mereka Jeng !"
Maisyah adalah factor pertama. Aku terdiam..walaupun sebenarnya pingin
juga membantah. ..bahwa perintah menikah didalam Al qur'an..itu bukan
harta yang diutamakan tetapi ketika dia sudah mampu untuk jima'
(berhubungan badan) maka menikahlah !
Itu kalau ikhwan- ikhwan di sekitar suamiku..yang mereka memang kuliah
di universitas umum. Lah ini ? Para bujang kaya kantor kita ? Untuk
hidup layak..sangat mencukupi kukira. Trus apa dong kendalanya ?
Di luar factor jodoh adalah ketentuanNya..kenapa sih tidak ingin
menyegerakannya ? Jangan-jangan antum semua belum mampu menafkahi
kebutuhan batin istri ? Diragukan kemampuannya nih ! (Ups...hehehehe..mo
marah ma aku ya ? sorry man ! Qeqeqe..)
Yang membuat miris kita..tidak inginnya menyegerakan nikah tetapi amat
menikmati kedekatan dengan lawan jenis. HTS -Hubungan Tanpa Status-
ataupun pacaran malah begitu umum dilakukan.
Rasanya tidak sedikit tulisan yang menjelaskan tentang keutamaan
pernikahan. Barakahnya menikah, tercelanya membujang, diwajibkannya
menjaga hijab, Tidak adanya pacaran dalam kamus islam dll. Segepok
kalau kita kumpulkan malah. Dan aku cukup yakin..mereka tahu tapi tak
mau tahu.
Jodoh memang takdir Allah. Tapi takdir bisa diubah dengan doa kita.
Tidak inginkah para bujang kaya itu berdoa supaya Allah menyegerakan
jodohnya ? Memudahkan urusannya ? Memohon kepadaNya diturunkan
bidadari yang sholihah untuk menyertai perjuangannya ?
Jargon lama tetap berlaku (seberapa pun sebagai wanita, aku amat tidak
menyukainya) bahwa Ikhwan punya hak untuk memilih-milih. Tapi terlalu
pemilih dan mengharapkan yang sempurna bukannya malah akan
menyengsarakanmu sendiri ?
Orang Jawa bilang..pilih-pilih tebu..kelamaan milihnya malah dapet
bongkolnya. Inginnya yang manis, mulus dan indah. Tak tahunya yang
seperti itu sudah diambil orang..sehingga hanya kebagian bonggolnya
yang sari gulanya tidak banyak, kulitnya penuh akar, kasar dan tidak
enak di pandang.
So, kuatkan azzammu..ringankan beban saudarimu seiman, tadahkan
tanganmu untuk memohon kepadaNya untuk memudahkan urusanmu...nantikan
senyum bidadari menyambut di pintu rumahmu...dan kutunggu
undanganmu..(hehehe)
Wallahuallam bishowab !
------------------------------------------------------------------
- Milis Masjid Ar-Royyan, Perum BDB II, Sukahati, Cibinong 16913 -
- Website http://www.arroyyan.com ; Milis jamaah[at]arroyyan.com -
Imam Muslim meriwayatkan dari Abu Hurairah ra., bahwa Rasulullah SAW
bersabda, Tidaklah salah seorang diantara kalian yang duduk menunggu
shalat,
selama ia berada dalam keadaan suci, kecuali para malaikat akan
mendoakannya
Ya Allah, ampunilah ia. Ya Allah sayangilah ia (Shahih Muslim no. 469)
------------------------------------------------------------------
- Milis Masjid Ar-Royyan, Perum BDB II, Sukahati, Cibinong 16913 -
- Website http://www.arroyyan.com ; Milis jamaah[at]arroyyan.com -
Imam Muslim meriwayatkan dari Abu Hurairah ra., bahwa Rasulullah SAW
bersabda, Tidaklah salah seorang diantara kalian yang duduk menunggu
shalat, selama ia berada dalam keadaan suci, kecuali para malaikat akan
mendoakannya Ya Allah, ampunilah ia. Ya Allah sayangilah ia (Shahih
Muslim no. 469)
--
Internal Virus Database is out-of-date.
Checked by AVG Free Edition.
Version: 7.5.446 / Virus Database: 269.0.0/756 - Release Date: 4/6/2007
12:00 AM
------------------------------------------------------------------
- Milis Masjid Ar-Royyan, Perum BDB II, Sukahati, Cibinong 16913 -
- Website http://www.arroyyan.com ; Milis jamaah[at]arroyyan.com -
Allah mengancam orang-orang munafik laki-laki dan perempuan dan
orang-orang kafir dengan neraka Jahannam. Mereka kekal di dalamnya.
Cukuplah neraka itu bagi mereka; dan Allah melaknati mereka; dan bagi
mereka azab yang kekal. (QS.9:68)