Hijrah dan Perubahan Kita
Ditulis pada Jumat, 28 Desember, 2007 oleh Tahajud Call 




"Orang-orang yang beriman, berhijrah di jalan Allah dengan harta dan diri 
mereka, adalah lebih tinggi derajatnya di sisi Allah; dan itulah orang-orang 
yang mendapat kemenangan." (QS. At Taubah: 20)



Hijrah berasal dari kata hajara yang secara bahasa berarti berpindah tempat.  
Al Qur'an memuat kata ini sebanyak 31 kali di dalam 6 ayat. Di dalam ke enam 
ayat tersebut, kata hajaruu (orang-orang yang berhijrah) digandengkan dengan 
kata aamanuu (orang-orang yang beriman) dan jahaduu (orang-orang yang 
berjihad). Di sini tampak jelas bahwa hijrah berkaitan erat dengan iman 
sehingga hijrah dapat dijadikan tolak ukur keimanan seseorang.



Jika ditinjau dari perjalanan Rasulullah SAW, perintah berhijrah turun di tahun 
662 Masehi. Pada saat itu, Allah SWT memerintahkan Rasulullah SAW beserta umat 
Islam lainnya untuk meninggalkan Makkah menuju Yastrib yang kemudian dikenal 
sebagai Madinah Al Munawwarah.



Peristiwa hijrahnya Rasulullah tercatat sebagai sebuah titik balik dalam 
sejarah Islam. Hijrah, telah mengubah wajah umat Islam secara signifikan. Umat 
Islam yang awalnya berada dalam keadaan tertekan dan tertindas, mampu bangkit 
dan berubah menjadi umat yang kuat dan mulia. Kaum Muhajirin dan Anshar hidup 
berdampingan dalam ikatan persaudaraan yang kuat. Islam pun berkembang dengan 
sangat pesat, menyebar ke seluruh Jazirah Arab bahkan ke berbagai  tempat di 
dunia termasuk di jantung Eropa. Madinah tak lagi sekedar sebuah kota, tetapi 
sebuah negara dengan Rasulullah sebagai kepala negaranya. Sebuah negara yang 
disebut cendikiawan Barat, Robert N. Bellah sebagai negara yang terlalu modern 
untuk zamannya. 



Bagaimana dengan sekarang? Bagaimana cara mengaplikasikan konsep hijrah dalam 
kehidupan kita? 



Untuk lebih memotivasi kita dalam berhijrah, mari kita lihat terlebih dahulu 
ganjaran apa yang akan diterima oleh orang yang berhijrah karena Allah. Selain 
diberi kelimpahan serta tempat dan derajat yang tinggi di sisi Allah, 
orang-orang yang berhijrah akan:

  1.. Diberi kelimpahan rezeki di dunia (An Nisa: 100 dan Al Anfal: 79) 
  2.. Dihapuskan kesalahan dan diampuni dosanya (Ali Imran: 95) 
  3.. Ditinggikan derajatnya oleh Allah (At Taubah: 20) 
  4.. Mendapatkan kemenangan yang besar (At Taubah: 20 dan 100) 
  5.. Tempat kembalinya adalah surga (At Taubah: 20 - 22) 
  6.. Mendapatkan ridho Allah (At Taubah: 100) 


Terdapat banyak nilai dan hikmah berharga dari hijrah Rasulullah SAW yang tetap 
relevan apabila dikaitkan dengan kehidupan kita sekarang dan masa yang akan 
datang, terutama yang berkaitan dengan hijrah nafsiyah (individu). Kita dapat 
berhijrah dengan berusaha menjauhkan diri dari melakukan perbuatan yang 
menyimpang dan berusaha menjauhkan diri dari segala perbuatan kotor sehingga 
hati, jiwa, raga, dan perbuatan kita menjadi lebih suci. Kemudian berusaha 
untuk menghijrahkan keluarga, sahabat, kerabat, lingkungan, dan masyarakat yang 
ada di sekitarnya hingga terbentuk sebuah komunitas yang siap melakukan hijrah.



Sahabat, mari bertanya pada diri kita, siapkah kita untuk berhijrah?

http://tahajudcallmq.wordpress.com/2007/12/28/hirah-dan-perubahan-kita/

<<the-hijrah.thumbnail.jpg>>

Kirim email ke