Nikmat dan Istidroj
Wednesday, 21 March 2007
Seri Kajian Selasa Pagi
Daarut Tauhiid Jakarta
oleh : Ust. Shoffar Mawardi
Nikmat dan Istidroj
Semoga di dalam kehidupan dunia yang fana ini Allah SWT memberikan kepada
kita karunia NIKMAT
PEMBERIAN ALLAH SWT di Dunia
1. Nikmat
2. Istidroj
Nikmat : Karunia Allah yang diberikan kepada hamba-Nya yang beriman,
bertaqwa, berakhlak mulia, yang dicintai, disayangi & diridhoi-Nya
(QS.1. Al-Fatihah : 6-7)
"Tunjukkanlah kepada kami jalan yang lurus, (yaitu) jalan orang-orang
yang telah Engkau berikan nikmat
kepada mereka, bukan (jalan) mereka yang dimurkai dan bukan (pula) mereka
yang sesat"
(QS. 2 Al-Baqarah : 150)
"Maka janganlah kamu takut kepada mereka, dan takutlah kepada-Ku. Dan
agar Aku sempurnakanlah nikmat-Ku atasmu dan supaya kamu mendapat petunjuk"
(QS. 4 An-Nisaa` : 69-70)
"Dan barangsiapa yang mentaati Allah dan Rasul-Nya, mereka itu akan
bersama-sama dengan orang-orang yang dianugerahi nikmat oleh Allah, yaitu :
para Nabi, Shiddiqin, Orang-orang yang mati Syahid dan Orang-orang yang Shalih.
Dan mereka itu teman yang sebaik-baiknya. Yang demikian itu adalah karunia dari
Allah, dan cukuplah Allah Dzat Yang Maha Mengetahui"
Tanda - tanda Nikmat :
1. Rizki, Kekayaan, Pangkat & Jabatannya digunakan untuk berinfaq &
berjihad di jalan Allah
(QS. 9. At-Taubah : 20)
"Orang-orang yang beriman dan berhijrah serta berjihad di jalan Allah
dengan harta benda dan diri mereka, adalah lebih tinggi derajatnya di sisi
Allah. Dan itulah orang-orang yang mendapat kemenangan"
2. Semakin bertambah derajat taat & taqwanya, maka semakin ditambah
baginya nikmat karunia-Nya
(QS. 65. Ath-Thalaaq)
"Barangsiapa yang bertakwa kepada Allah niscaya Dia akan menjadikan
untuknya jalan keluar
(dari persoalannya), dan akan memberinya rizki dari arah yang tidak
disangka-sangkanya.
Dan barangsiapa yang bertawakkal kepada Allah, niscaya Allah akan
mencukupkan (kebutuhan) nya"
3. Nikmat jika disyukuri,maka akan semakin ditambah. Jika dikufuri, maka
akan menjadi azab
(QS. 14. Ibrahim : 7)
"Dan (ingatlah), tatkala Tuhanmu memaklumkan : "Sesungguhnya jika kamu
bersyukur, niscaya Kami akan menambah (nikmat) kepadamu, dan jika kamu
mengingkari (nikmat-Ku), maka sesungguhnya azab-Ku sangat pedih"
4. Hamba Allah yang diberi nikmat di dunia, maka ia akan diberi nikmat
pula di akhirat
(QS. 22. Al-Hajj : 56)
"Kekuasaan di hari itu ada pada Allah, Dia memberi keputusan diantara
mereka. Maka orang-orang yang beriman dan beramal shalih adalah di dalam surga
yang penuh kenikmatan"
(QS. 52 Ath-Thuur : 17-18)
"Sesungguhnya orang-orang yang bertakwa berada di dalam surga dan
kenikmatan, mereka bersuka ria dengan apa yang diberikan kepada mereka oleh
Tuhan mereka. Dan Tuhan mereka memelihara mereka dari azab neraka"
(AL-Hikam : 82)
"Barangsiapa yang dapat merasakan buahnya amal tatkala masih di dunia,
maka itu tanda atas adanya diterimanya amal diakhirat nanti"
Istidroj : " Pemberian Allah yang diberikan kepada manusia yang tidak
beriman, kafir, munafik, fasik, jahat, ahli maksiat, yang tidak disukai-Nya,
dibenci, dilaknat & dimurkai-Nya "
Penjelasan (QS. 7. Al-A'raaf : 182-183):
Sesungguhnya Allah membukakan untuk orang-orang yang mendustakan
ayat-ayat Allah, pintu-pintu rizki dan bebagai macam penghidupan di dunia
sehingga mereka terpedaya dengan segala sesuatu yang ada pada mereka, dan
mereka berkeyakinan bahwa sesungguhnya mereka berada pada suatu keberuntungan,
sebagaimana firman Allah dalam (QS.6. Al-An'aam : 44-45) :
"Maka tatkala mereka melupakan peringatan yang telah diberikan kepada
mereka, Kamipun membukakan semua pintu-pintu kesenangan untuk mereka, sehingga
apabila mereka bergembira dengan apa yang telah diberikan kepada mereka, maka
Kami siksa mereka dengan sekonyong-konyong, maka ketika itu mereka terdiam
berputus asa. Maka orang-orang zalim itu dimusnahkan sampai ke akar-akarnya.
Segala puji bagi Allah, Tuhan semesta alam"
(QS. 68 Al-Qolam : 44-45)
"Maka serahkanlah (Wahai Nabi) kepada-Ku (urusan)orang-orang yang
mendustakan perkataan ini (Al-Quran). Nanti Kami akan menarik mereka secara
berangsur-angsur (ke arah kebinasaan) dari arah yang tidak mereka ketahui. Dan
Aku memberi tangguh kepada mereka. Sesungguhnya rencana-Ku amat kokoh"
Tanda - tanda Istidroj :
1. Rizki, Kekayaan, Pangkat & Jabatannya digunakan untuk Menghalangi
Manusia dari Jalan Allah
(QS. 8 Al-Anfaal : 36)
"Sesungguhnya orang-orang kafir itu, menafkahkan harta mereka untuk
menghalangi (orang) dari jalan Allah. Mereka akan menafkahkan harta itu,
kemudian menjadi sesalan bagi mereka, dan mereka akan dikalahkan. Dan ke dalam
nereka Jahannam orang-orang kafir itu dikumpulkan"
2. Rizki, Kekayaan, Pangkat & Jabatannya Adalah bagian dari Proses menuju
Azab Allah
(QS. 9. At-Taubah : 55)
"Maka janganlah harta benda dan anak-anak mereka menarik hatimu.
Sesungguhnya Allah menghendaki dengan (memberi) harta benda & anak-anak itu
untuk menyiksa mereka dalam kehidupan di dunia dan kelak akan melayang nyawa
mereka, sedang mereka dalam keadaan kafir"
(QS. 40 Al-Mukmin : 4)
"Tidak ada yang memperdebatkan tentang ayat-ayat Allah, kecuali
orang-orang yang kafir. Karena itu janganlah bolak-baliknya mereka dengan bebas
dari suatu kota ke kota yang lain membuatmu terpedaya"
3. Semakin bertambah Kemaksiatan & Kekafirannya, maka semakin ditambah
Kekayaan & Kesenangan Duniawinya
(Tanbihul Ghaafiliin : 93)
"Apabila kamu melihat orang yang Allah berikan apa saja yang ia sukai
sedangkan ia terus-menerus di dalam kemaksiatannya, maka ketahuilah bahwa itu
adalah istidroj"
(AL-Hikam : 75)
"TAKUTLAH DARI ADANYA KEBAIKAN PEMBERIAN ALLAH KEPADAMU, SEDANGKAN KAMU
TERUS-MENERUS BERBUAT KEBURUKAN KEPADA-NYA, BAHWA ITU ADALAH ISTIDROJ BAGIMU,
SEBAGAIMANA ALLAH BERFIRMAN, KAMI AKAN ISTIDROJ MEREKA DARI ARAH YANG MEREKA
TIDAK KETAHUI"
4. Orang yang diistidroj di dunia, maka di akhirat bagiannya hanya Siksa
yang Abadi
(QS. 3 Ali Imran : 10)
"Sesungguhnya orang-orang kafir itu, harta benda dan anak-anak mereka,
sedikitpun tidak dapat menolak (siksa) Allah dari mereka. Dan mereka itu adalah
bahan bakar api neraka"
(QS. 10 Yunus : 4)
"Dan untuk orang-orang kafir disediakan minuman air yang sangat panas dan
azab yang pedih disebabkan kekafiran mereka"
(QS. 2 Al-Baqarah : 217)
"Barangsiapa yang murtad diantara kamu dari agamanya, lalu dia mati dalam
kekafiran, maka mereka itulah yang sia-sia amalnya di dunia dan di akhirat.
Dan mereka itulah penghuni neraka, mereka kekal abadi di dalamnya"
" SUKSES YANG HAKIKI HANYA DAPAT KITA RAIH DENGAN MEMADUKAN ANTARA
MAKSIMALNYA USAHA DAN SEMPURNANYA TAAT KEPADA ALLAH DENGAN SELURUH KETENTUAN
HUKUM DAN SYARIATNYA "
(QS. 7. Al-A`raaf : 96)
"Sesungguhnya jikalau penduduk negeri-negeri itu beriman dan bertakwa,
pastilah Kami akan melimpahkan kepada mereka berkah dari langit dan bumi"
Wallahu a'lam Bis showab
http://www.dtjakarta.or.id/content/view/165/33/