Masjid Ghaza Serukan Puasa dan Qiyamul Lail
Rabu, 23 Jan 08 09:09 WIB

Ghaza masih diselimuti gelap pekat di malam hari. Tapi suara keramaian 
terdengar jelas dari masjid-masjid. Bukan keramaian yang tidak bermakna, tapi 
keramaian dari lirih do'a yang diucapkan Muslim Ghaza yang terkurung oleh 
kekejaman isolasi dan pengepungan penjajah dan perampok Zionis Israel.

Masjid-masjid, mengangkat suara-suara yang semuanya menyerukan kata-kata yang 
hampir sama: puasalah.. shalatlah.. Ghaza berdo'a.. do'a adalah senjata kaum 
beriman.. " Dan hari Senin kemarin pun, banyak masyarakat Muslim Ghaza yang 
berpuasa sambil lisan mereka terus mengucapkan, "Allahumma aghits Ghazah.. " Ya 
Allah, selamatkanlah Ghaza..

Kegelapan terus mereka alami terutama di malam hari, setelah Israel memutus 
aliran listrik utama yang masuk ke Ghaza. Setelah sebelumnya Israel menutup 
perbatasan secara lebih ketat. Kekejaman Israel ini diprediksi akan memunculkan 
bencana kemanusiaan yang dahsyat di Ghaza.

Puasa, mungkin menjadi senjata yang paling dipilih kaum Muslimin Ghaza untuk 
hari-hari sulit dan keras ini. Berdasarkan laporan Islamonline, hampir setiap 
rumah di Ghaza terdapat orang yang tengah berpuasa di hari Senin kemarin, 
Ikhlash karena Allah untuk menguatkan hati mereka dan terus melantunkan do'a. 
"Mereka berniat puasa dan shalat malam meminta pada Allah agar pengepungan 
Ghaza segera dicabuta oleh Allah. Inilah yang paling mungkin kami lakukan saat 
ini, " ujar seorang penduduk Ghaza. (na-str/iol)
Legal disclaimer
-------------------------
This email may contain confidential and/or legally privileged information. 
If you are not the intended recipient (or have received this email by error), 
please notify the sender immediately and delete this email. 
Any unauthorized copying, disclosure, or distribution of the material in this 
email is strictly forbidden.

<<ghaza_gelap3.jpg>>

Kirim email ke