Jumat, 18 Januari 2008  10:12:00

Keajaiban Sedekah 


Misslaini betul-betul hancur-hancuran tahun 2005 lalu. Usaha keluarga yang 
digelutinya merugi, bahkan nyaris ambruk. Wanita kelahiran Lampung 16 Mei 1971 
yang biasa disapa Missi ini tak tahu harus berbuat apa.

Suaminya, seorang pejabat di sebuah Badan Usaha Milik negara yang "gemuk", 
memang berpunya. Namun mengadu pada suaminya pun ia tak tega. "Gajinya saya 
habiskan untuk hal-hal yang tak berguna," akunya.

Ia mengurai gaya hidupnya saat itu. "Saya terlalu cinta dunia. Shalat tidak 
tepat waktu, jangankan yang sunah, yang wajib saja saya tinggalkan," ujar Missi 
yang sebelum menikah dengan Asep Saefudin bekerja di sebuah perusahaan 
multinasional bidang tekhnologi informasi.

Ia berharap kehidupannya akan lebih tenang setelah pulang berhaji tahun 2002. 
Namun, harapan menjadi haji mabrur tinggal harapan, karena ia lupa mengontrol 
dirinya. "Saya kembali ke kehidupan lama dan pengeluaran makin tak terkontrol."

Ketika sudah mentok dan tidak punya apa-apa, sementara gaji suami dihabiskan 
untuk hal-hal yang tak berguna, Misi meminta dibuatkan usaha kepada suami. 
''Saya berdalih agar hidup ini lebih berguna. Namun saya juga belum tahu mau 
usaha apa," ujarnya.

Pencerahan datang padanya tanpa diduga-duga. Sesudah berdiskusi dengan sang 
suami, iseng-iseng ia menonton televisi. Saat itu, Yusuf Mansur, ustadz yang 
menggiatkan sedekah itu, tengah berceramah di sebuah stasiun televisi. Tema 
ceramahnya, tentang keutamaan sedekah. "Saya sungguh tersentuh," ujarnya.

Tak mau membuang waktu, ia mencari nomor kontak Yusuf Mansur. "Saya disuruh 
datang ke pondoknya,'' tuturnya.

Begitu tiba di Pesantren Daarul Quran Wisatahati yang terletak di Kampung 
Bulaksantri Cipondoh Tangerang Banten dan mendengarkan ceramah Ustadz Yusuf 
Mansur, Misi pun mulai tersadarkan. "Yang saya ingat dari ceramahnya Ustadz 
Yusuf Mansur adalah sedekah dapat menyelesaikan segala macam masalah bahkan 
menyembuhkan penyakit hati. Mendengar itu rasanya hati saya seperti terbakar, 
panas hati ini,'' papar Misi yang sejak setahun lalu menjadi donatur PPPA 
(Program Pembibitan Penghafal Alquran) Daarul Quran Wisatahati Tangerang.

Tekadnya sudah bulat untuk bersedekah. Saat itu di dompetnya ada uang Rp 500 
ribu. Sang suami mulanya ragu, bagaimana mungkin bersedekah ke Ustadz Yusuf 
Mansur yang begitu populer hanya Rp 500 ribu. Itu pun belum digunakan untuk 
biaya bensin, bayar tol dan makan keluarganya di perjalanan. ''Tekad saya sudah 
kuat. Saya bilang, 'Walaupun sedekah Rp 50 ribu asal dengan niat ikhlas, insya 
Allah akan besar manfaatnya.''

Begitu tiba di pondok, ia langsung mengisi formulir PPPA; Rp 300 ribu 
diniatkannya untuk sedekah. Sang suami mengomentari, 'Kalau dikasih semua, 
nanti kita pulang tidak punya apa-apa.' Namun Missi yakin, Allah Maha 
Segala-galanya.

Sampai di rumah, ia merasakan ketenangan yang luar biasa, yang tak pernah 
dijumpainya sebelumnya. Ia bertekad untuk menebus kesalahan di masa lalu dengan 
beribadah kepada Allah. Ia bertobat nasuha, dan mengikrarkan bahwa hidupnya 
harus lebih berguna dan bermanfaat untuk orang lain.

Dan, tak perlu menunggu hari berganti untuk menyaksikan keutamaan sedekah yang 
ikhlas yang telah dilakukannya. Saat ia tengah berderai-derai dalam doa, 
telepon berdering dan sang suami mendapatkan proyek yang sebelumnya beberapa 
kali gagal. Bahkan, sebelum barang dikirimkan, rekanan suaminya sudah 
mentransfer seluruh uang pembelian.

Ia dan suaminya kembali bersujud syukur. "Kini, saya datang dengan penuh 
keimanan, menjalankan sunahnya. Padahal saya sudah tidak minta apa-apa sama 
Allah."

Ia meyakini, sedekah dan ibadah yang ikhlas membuka jalan usaha keluarganya. 
"Kalau hari ini saya dan keluarga makan Rp 100 ribu dan saya harus bersedekah 
sama dengan apa yang saya makan,'' ia berteori. Ia mengutip filosofi yang 
sangat indah dari sang suami yang turut berbahagia dengan perubahan dirinya, 
''Sedekah dapat mengubah gaya hidup yang tadinya cinta dunia menjadi cinta 
akhirat.''

Misslaini
Nama panggilan : Missi
Tempat tanggal lahir : Lampung 16 Mei 1971
Suami : Asep Saefuddin
Aktivitas : Pimpinan Pengajian Baja Lima (BaLi)

(dam ) 

http://www.republika.co.id/koran.asp?kat_id=105&kat_id1=147&kat_id2=376

Kirim email ke