---------- Forwarded message ----------
From: najla abu
Date: 7 Apr 2008 12:16
Subject: [Milis_Iqra] Fwd: FW: [ Annahl ] Umat yang Rabun Dekat
To: [EMAIL PROTECTED]

Umat yang Rabun Dekat

Dr. Muhammad Syafii Antoni, M. Ec
Diambil dari Majalah SABILI Edisi No. 19 Tahun XV 26 Rabiul Awal 1429 H


Teladan kepemimpinan itu sesungguhnya terdapat pada diri Rasulullah
saw karena ia adalah kepemimpinan yang holistic (sempurna), accepted
(bisa diterima) dan proven (suri teladan). Sempuna karena beliau
pemimpin yang mampu mengembangkan kepemimpinan dalam berbagai bidang
termasuk diantaranya: membangun pribadi, bisnis, kemandirian,
kehidupan Rumah tangga yang harminis, tatanan masyarakat yang akur,
system politik yang bermartabat, system pendidikan yang bermoral dan
mencerahkan, dan system hokum yang berkeadilan, dan strategi
pertahanan yang jitu, serta memastikan keamanan dan perlindungan warga
Negara.

Kepempinan accepted, karena diakui lebih 1,3 milyar manusia. Sedangkan
kepemimpinan yang proven karena sudah terbukti sejak lebih dari 15
abad yang lalu hingga hari ini masih relevan diterapkan. Hanya saja
terkadang kita enggan untuk mengambil mutiara hikmah dari suri
teladannya karena keangkuhan atau kebodohan diri.

Faktor lain  yang mereduksi nilai keteladanan kepemimpinan dan
manajemen Rasulullah saw adakah rabun dejat kaum muslim. Yang dimaksud
dengan rabun dekat adalah ketidakmampuan melihat perjalanan hidup
Rasulullah saw secar alengkap dan holistic baik dimensi sosial,
politik, militer, edukasi dan legal, kemudian memformulasikan
nilai-nilai keteladanan tersebut kedalam suatu model yang diteladani
dengan mudah.

Saat ini cara pandang kebanyakan kita terhadap Rasulullah saw adalah
satu sisi. Artinya, hanya menjadikan Muhammad saw sebagai pemimpin
keagamaan saha. Daerah teritorialnya hanya dimasjid dan mushalla. Kita
menjadikan Muhammad saw sebagai panutan saat kita shalat saja, ttapi
bila sudah keluar dari masjid lalu masuk ke bank atau lembaga keuangan
lainnya, maka suri teadannya ditinggalkan.

Setiap musim maulid tiba, banyak diantara kita yang membaca
shalawat-shalawat panjang. Diba dan Barzanji. Tetapi semua itu sebatas
dikumandangkan di masjid, madrasah dan rumah-rumah saja. Saat kita
kembali ke kantor ternyata kantor kita kosong dari nilai-nilai akhlak
dn keluhuran budi perkerja sepertai yang diajakarkan Barzanji.
"Walhasil, shalawat terus kita baca, barzanji selalu kita
kumandangkan, tetapi perusahaan kita semakin jauh dari teladan
Rasulullah saw. Bahkan tidak jarang semakin hari semakin dekat ke
budaya Yahudi dan Kapitalistik. Si kuat memakan silemah. Keuntungan
materi  lebih diutamakan dari akhlak dan syariah.

Disisi lain, terkadang kita juga terjebak kedalam "kultus" yang tidak
dibenarkan syariah dan Rasulullah saw sendiri. Tak dipungkiri bahwa
memuliakan Rsulullah saw adalah wajib, membaca shalawat kepadanya
adalah sunnah, membela kehormatannya adalah fadhu kifayah bahakan bisa
menjadi fardhu ain dalam situasi tertentu. Dalam hal ini, tentu tidak
harus membawa kita ke jurang "pendewaan" Rasulullah saw uang tidak
proporsional seperti diajarkan al-Quran dan Sunnah Shahihah.

Rasulullah saw sendiri dalambeberapa kesempatan pernah mengatakan
"janganlah kalian terlalu mengagungkan- agungkan aku seperti halnya
kaum Kristen mendewakan Isa bin maryam, sesungguhnya aku ini manusia
biasa, putra seorang wanita Makkah yang memakan daging yang
dikeringkan (lauk sederhana). Panggillah aku Rasulullah dan hamba
Allah" (HR. Bukhari dan Tirmidzi).

Banyak diantara kita yang memposisikan Rasulllah saw terlalu melangit,
tinggi dan jauh diatas sehingga mendekati posisi dewa atau anak dewa.
Akibatnya beliau menjadi "asing" bagi kita dan tidak bisa ditiru dan
dijadikan suri tauladan lagi.

Muhammad saw adalah manusia yang luar biasa, namun bukan tidak mungkin
untuk diteladani dan diikuti jejak-jejak kesuksesannya yang multi
dimensi. Salah seorang guru leadership menyatakan bahwa pemimpin yang
baik memberikan inspirasi. Muhammad saw sebagai teladan bisa kita copy
paste.

Muhammad saw telah berhasil membangun suatu tatanan sosial yang ideal
dengan memperkenalkan nilai-niai kesetaraan universal, semangat
kemajemukan dan multikulturalisme, rule of law, dan sebagainya.
Kelhuran akhlak Rasulullah menjadi salah satu faktor kesuksesan
beliau, baik sebagai pribadi, pemimpin keluarga, bisnis dan
masyarakat. Kesuksesan tersebut  bukanlah kesuksesan yang berumur
pendek, tetapi merupaan kesuksesan yang berumur panjang, melebihi usia
beliau sendiri, karena selalu dikenang dan diteladani sepanjang masa

------------------------------------------------------------------
- Milis Masjid Ar-Royyan, Perum BDB II, Sukahati, Cibinong 16913 -
- Website http://www.arroyyan.com ; Milis jamaah[at]arroyyan.com -

Abu Muhammad Hasan bin Ali bin Abi Thalib, cucu dan kesayangan Rasulullah 
SAW,  berkata:  Saya  hafal  salah  satu  dari   sabda  Rasulullah  SAW., 
Tinggalkanlah apa yang meragukanmu dan kerjakanlah apa yang tidak 
meragukanmu. (Diriwayatkan oleh Tirmidzi dan Nasai. Tirmidzi berkata, Ini 
hadits hasan lagi shahih)

Kirim email ke