Ass. Ww
Ketika anda paham Al Qur'an dengan benar, itu artinya anda harus juga paham
hadits karena antara lain beberapa ibadah dalam Al Qur'an petunjuk
praktisnya ada di hadits. Kisah penghukuman ke dua Bani Israiil dijelaskan
selintas dalam Surat Al Israa' dan riciannya berupa peperangan akhir zaman
ada banyak sekali di hadits. Hanya karena Al Qur'an adalah pedoman
utamanya, maka anda harus mulai memahami pedoman utamanya secara menyeluruh
baru kekurangan rincian penjelasannya anda cari di hadits. Dengan cara
seperti itu anda tidak akan tersesat. Hanya karena Al Qur'an meliputi
pengetahuan yang luas, maka menjadi syarat utama pula anda harus mempunyai
pengetahuan yang luas. Orang-orang yang memperhatikan penciptaan alam
semesta ini dikatakan orang-orang yang berakal. Itu artinya mereka yang
memiliki pengetahuan memadai bidang fisika, kimia, biologi dan matematika
dan segala ilmu turunannya mempunyai kesempatan lebih besar untuk memahami
Al Qur'an secara kafah. Pada jaman Nabi Muhammad SAW pengetahuan alam itu
belum berkembang pesat, tapi para sahabat Nabi diperintahkan percaya saja
atau beriman kepada Al Qur'an. Walaupun demikian karena peradaban saat itu
juga tidak membutuhkan pengetahuan alam itu untuk menyelesaikan persoalan
saat itu, maka dengan hanya memahami apa yang bisa dipahami berdasarkan
pengetahuan saat itu dan menjalankannya semuanya bisa diselesaikan. Dan
tentu saja untuk saat ini ada penyesuaian, tetapi hanya menyentuh hal
teknis bukan pokoknya. Untuk urusan ibadah yang sudah ada tuntunannya dari
Nabi, maka anda tidak punya hak sama sekali untuk mengubahnya. Untuk
ketentuan pokok-pokok yang lain yang sudah ditetapkan dalam Al Qur'an anda
juga tidak dapat mengubahnya. Pemakan riba, orang kafir, munafik, musyrik
dan orang yang menghendaki jalan Allah SWT bengkok sampai saat terjadinya
hari kiamat terjadi balasannya sudah jelas neraka jahanam kekal
selama-lamanya.
Wasslam
Djarot D
"IND, Sodikin,
Achmad"
<[EMAIL PROTECTED] To
d.pvmgrp.com> <[email protected]>
cc
04/07/2008 03:54
PM Subject
RE: [Ar-Royyan-7535] Fwd: Umat yang
Rabun Dekat
Please respond to
[EMAIL PROTECTED]
om
Ass WR Wb..
Pak, kita hanya memahami Al Qur'an saja atau juga Hadist Pak ? Mushadeq
nggak sholat katanya juga memahami al Qur'an pak..
Wassalam,
-----Original Message-----
From: [EMAIL PROTECTED] [mailto:[EMAIL PROTECTED]
Sent: Monday, April 07, 2008 3:02 PM
To: [email protected]
Subject: Re: [Ar-Royyan-7535] Fwd: Umat yang Rabun Dekat
Ass. Ww
Cara yang saya usulkan untuk memahami apa yang dijalankan Rasulullah
adalah
memahami dasarnya bertindak yaitu memahami Al Qur'an secara rinci. Jika
anda membaca rangkaian peringatan yang saya tuliskan, anda akan memahami
mengapa Rasulullah SAW dari anak yatim, berbisinis, menikahi Khadijah
dengan maskawin 40 ekor unta dan kemudian meninggalkan semua itu bisnis
untuk menegakkan ajaran Islam. Bisnis atau perdagangan adalah salah satu
pintu untuk mendapatkan rezki yang diperlukan agar kita dapat dengan
mudah
mengabdi kepada Allah SWT. Jadi jika pikiran anda cuman sampai bisnis
dan
tidak tahu mengoperasikan harta hasil bisnis anda, maka anda diambang
kecelakaan besar neraka jahanam. Pintu rezki lain tentu ada pada profesi
lain yang kadang tidak perlu berhubungan dengan bisnis, seperti
pendidikan,
kemanan, pemerintahan, keadilan dll. Ketika bisnis anda jadikan penglima
dan anda masukkan dalam bidang lain yang memang tidak memerlukannya maka
yang terjadi adalah kerusakan. Ketika pendidikan dimasuki bisnis
terjadilah
kekacauan, ketika keadilan dimasuki bisnis terjadilah kekacauan, ketika
pemerintahan dimasuki bisnis terjadilah kekacauan. Maka ketika Nabi
Muhammad SAW memerintah, maka ia tinggalkan semua perdagangannya dan
hartanya akhirnya habis untuk memperjuangkan Islam ini dan ketika mati
dalam kemiskinan toh anda semua mengatakan dialah manusia terbaik yang
paling sukses melewati dunia ini. Tak perlu punya perusahaan, tak perlu
punya rumah atau tanah luas dan tak perlu juga punya harta banyak.
Sukses
dalam menjalani kehidupan ini berarti keberhasilan anda melewati segala
cobaan yang diberikan Allah SWT dengan mengambil sikap yang tepat sesuai
dengan Al Qur'an dalam menghadapi cobaan atau ujian tersebut . Dan itu
tidak berarti anda harus kaya.
Wassalam.
alamat email: [EMAIL PROTECTED]
"Agus Rasidi"
<[EMAIL PROTECTED]
l.com>
To
AR-ROYYAN <[email protected]>
04/07/2008 02:11
cc
PM
Subject
[Ar-Royyan-7535] Fwd: Umat yang
Please respond to Rabun Dekat
[EMAIL PROTECTED]
om
---------- Forwarded message ----------
From: najla abu
Date: 7 Apr 2008 12:16
Subject: [Milis_Iqra] Fwd: FW: [ Annahl ] Umat yang Rabun Dekat
To: [EMAIL PROTECTED]
Umat yang Rabun Dekat
Dr. Muhammad Syafii Antoni, M. Ec
Diambil dari Majalah SABILI Edisi No. 19 Tahun XV 26 Rabiul Awal 1429 H
Teladan kepemimpinan itu sesungguhnya terdapat pada diri Rasulullah
saw karena ia adalah kepemimpinan yang holistic (sempurna), accepted
(bisa diterima) dan proven (suri teladan). Sempuna karena beliau
pemimpin yang mampu mengembangkan kepemimpinan dalam berbagai bidang
termasuk diantaranya: membangun pribadi, bisnis, kemandirian,
kehidupan Rumah tangga yang harminis, tatanan masyarakat yang akur,
system politik yang bermartabat, system pendidikan yang bermoral dan
mencerahkan, dan system hokum yang berkeadilan, dan strategi
pertahanan yang jitu, serta memastikan keamanan dan perlindungan warga
Negara.
Kepempinan accepted, karena diakui lebih 1,3 milyar manusia. Sedangkan
kepemimpinan yang proven karena sudah terbukti sejak lebih dari 15
abad yang lalu hingga hari ini masih relevan diterapkan. Hanya saja
terkadang kita enggan untuk mengambil mutiara hikmah dari suri
teladannya karena keangkuhan atau kebodohan diri.
Faktor lain yang mereduksi nilai keteladanan kepemimpinan dan
manajemen Rasulullah saw adakah rabun dejat kaum muslim. Yang dimaksud
dengan rabun dekat adalah ketidakmampuan melihat perjalanan hidup
Rasulullah saw secar alengkap dan holistic baik dimensi sosial,
politik, militer, edukasi dan legal, kemudian memformulasikan
nilai-nilai keteladanan tersebut kedalam suatu model yang diteladani
dengan mudah.
Saat ini cara pandang kebanyakan kita terhadap Rasulullah saw adalah
satu sisi. Artinya, hanya menjadikan Muhammad saw sebagai pemimpin
keagamaan saha. Daerah teritorialnya hanya dimasjid dan mushalla. Kita
menjadikan Muhammad saw sebagai panutan saat kita shalat saja, ttapi
bila sudah keluar dari masjid lalu masuk ke bank atau lembaga keuangan
lainnya, maka suri teadannya ditinggalkan.
Setiap musim maulid tiba, banyak diantara kita yang membaca
shalawat-shalawat panjang. Diba dan Barzanji. Tetapi semua itu sebatas
dikumandangkan di masjid, madrasah dan rumah-rumah saja. Saat kita
kembali ke kantor ternyata kantor kita kosong dari nilai-nilai akhlak
dn keluhuran budi perkerja sepertai yang diajakarkan Barzanji.
"Walhasil, shalawat terus kita baca, barzanji selalu kita
kumandangkan, tetapi perusahaan kita semakin jauh dari teladan
Rasulullah saw. Bahkan tidak jarang semakin hari semakin dekat ke
budaya Yahudi dan Kapitalistik. Si kuat memakan silemah. Keuntungan
materi lebih diutamakan dari akhlak dan syariah.
Disisi lain, terkadang kita juga terjebak kedalam "kultus" yang tidak
dibenarkan syariah dan Rasulullah saw sendiri. Tak dipungkiri bahwa
memuliakan Rsulullah saw adalah wajib, membaca shalawat kepadanya
adalah sunnah, membela kehormatannya adalah fadhu kifayah bahakan bisa
menjadi fardhu ain dalam situasi tertentu. Dalam hal ini, tentu tidak
harus membawa kita ke jurang "pendewaan" Rasulullah saw uang tidak
proporsional seperti diajarkan al-Quran dan Sunnah Shahihah.
Rasulullah saw sendiri dalambeberapa kesempatan pernah mengatakan
"janganlah kalian terlalu mengagungkan- agungkan aku seperti halnya
kaum Kristen mendewakan Isa bin maryam, sesungguhnya aku ini manusia
biasa, putra seorang wanita Makkah yang memakan daging yang
dikeringkan (lauk sederhana). Panggillah aku Rasulullah dan hamba
Allah" (HR. Bukhari dan Tirmidzi).
Banyak diantara kita yang memposisikan Rasulllah saw terlalu melangit,
tinggi dan jauh diatas sehingga mendekati posisi dewa atau anak dewa.
Akibatnya beliau menjadi "asing" bagi kita dan tidak bisa ditiru dan
dijadikan suri tauladan lagi.
Muhammad saw adalah manusia yang luar biasa, namun bukan tidak mungkin
untuk diteladani dan diikuti jejak-jejak kesuksesannya yang multi
dimensi. Salah seorang guru leadership menyatakan bahwa pemimpin yang
baik memberikan inspirasi. Muhammad saw sebagai teladan bisa kita copy
paste.
Muhammad saw telah berhasil membangun suatu tatanan sosial yang ideal
dengan memperkenalkan nilai-niai kesetaraan universal, semangat
kemajemukan dan multikulturalisme, rule of law, dan sebagainya.
Kelhuran akhlak Rasulullah menjadi salah satu faktor kesuksesan
beliau, baik sebagai pribadi, pemimpin keluarga, bisnis dan
masyarakat. Kesuksesan tersebut bukanlah kesuksesan yang berumur
pendek, tetapi merupaan kesuksesan yang berumur panjang, melebihi usia
beliau sendiri, karena selalu dikenang dan diteladani sepanjang masa
------------------------------------------------------------------
- Milis Masjid Ar-Royyan, Perum BDB II, Sukahati, Cibinong 16913 -
- Website http://www.arroyyan.com ; Milis jamaah[at]arroyyan.com -
Abu Muhammad Hasan bin Ali bin Abi Thalib, cucu dan kesayangan
Rasulullah
SAW, berkata: Saya hafal salah satu dari sabda Rasulullah
SAW.,
Tinggalkanlah apa yang meragukanmu dan kerjakanlah apa yang tidak
meragukanmu. (Diriwayatkan oleh Tirmidzi dan Nasai. Tirmidzi berkata,
Ini
hadits hasan lagi shahih)
------------------------------------------------------------------
- Milis Masjid Ar-Royyan, Perum BDB II, Sukahati, Cibinong 16913 -
- Website http://www.arroyyan.com ; Milis jamaah[at]arroyyan.com -
Abu Muhammad Hasan bin Ali bin Abi Thalib, cucu dan kesayangan
Rasulullah
SAW, berkata: Saya hafal salah satu dari sabda Rasulullah
SAW.,
Tinggalkanlah apa yang meragukanmu dan kerjakanlah apa yang tidak
meragukanmu. (Diriwayatkan oleh Tirmidzi dan Nasai. Tirmidzi berkata,
Ini
hadits hasan lagi shahih)
------------------------------------------------------------------
- Milis Masjid Ar-Royyan, Perum BDB II, Sukahati, Cibinong 16913 -
- Website http://www.arroyyan.com ; Milis jamaah[at]arroyyan.com -
Abu Muhammad Hasan bin Ali bin Abi Thalib, cucu dan kesayangan Rasulullah
SAW, berkata: Saya hafal salah satu dari sabda Rasulullah SAW.,
Tinggalkanlah apa yang meragukanmu dan kerjakanlah apa yang tidak
meragukanmu. (Diriwayatkan oleh Tirmidzi dan Nasai. Tirmidzi berkata, Ini
hadits hasan lagi shahih)
------------------------------------------------------------------
- Milis Masjid Ar-Royyan, Perum BDB II, Sukahati, Cibinong 16913 -
- Website http://www.arroyyan.com ; Milis jamaah[at]arroyyan.com -
Abu Muhammad Hasan bin Ali bin Abi Thalib, cucu dan kesayangan Rasulullah
SAW, berkata: Saya hafal salah satu dari sabda Rasulullah SAW.,
Tinggalkanlah apa yang meragukanmu dan kerjakanlah apa yang tidak
meragukanmu. (Diriwayatkan oleh Tirmidzi dan Nasai. Tirmidzi berkata, Ini
hadits hasan lagi shahih)