Ass WR Wb.. Pak, kita hanya memahami Al Qur'an saja atau juga Hadist Pak ? Mushadeq nggak sholat katanya juga memahami al Qur'an pak..
Wassalam, -----Original Message----- From: [EMAIL PROTECTED] [mailto:[EMAIL PROTECTED] Sent: Monday, April 07, 2008 3:02 PM To: [email protected] Subject: Re: [Ar-Royyan-7535] Fwd: Umat yang Rabun Dekat Ass. Ww Cara yang saya usulkan untuk memahami apa yang dijalankan Rasulullah adalah memahami dasarnya bertindak yaitu memahami Al Qur'an secara rinci. Jika anda membaca rangkaian peringatan yang saya tuliskan, anda akan memahami mengapa Rasulullah SAW dari anak yatim, berbisinis, menikahi Khadijah dengan maskawin 40 ekor unta dan kemudian meninggalkan semua itu bisnis untuk menegakkan ajaran Islam. Bisnis atau perdagangan adalah salah satu pintu untuk mendapatkan rezki yang diperlukan agar kita dapat dengan mudah mengabdi kepada Allah SWT. Jadi jika pikiran anda cuman sampai bisnis dan tidak tahu mengoperasikan harta hasil bisnis anda, maka anda diambang kecelakaan besar neraka jahanam. Pintu rezki lain tentu ada pada profesi lain yang kadang tidak perlu berhubungan dengan bisnis, seperti pendidikan, kemanan, pemerintahan, keadilan dll. Ketika bisnis anda jadikan penglima dan anda masukkan dalam bidang lain yang memang tidak memerlukannya maka yang terjadi adalah kerusakan. Ketika pendidikan dimasuki bisnis terjadilah kekacauan, ketika keadilan dimasuki bisnis terjadilah kekacauan, ketika pemerintahan dimasuki bisnis terjadilah kekacauan. Maka ketika Nabi Muhammad SAW memerintah, maka ia tinggalkan semua perdagangannya dan hartanya akhirnya habis untuk memperjuangkan Islam ini dan ketika mati dalam kemiskinan toh anda semua mengatakan dialah manusia terbaik yang paling sukses melewati dunia ini. Tak perlu punya perusahaan, tak perlu punya rumah atau tanah luas dan tak perlu juga punya harta banyak. Sukses dalam menjalani kehidupan ini berarti keberhasilan anda melewati segala cobaan yang diberikan Allah SWT dengan mengambil sikap yang tepat sesuai dengan Al Qur'an dalam menghadapi cobaan atau ujian tersebut . Dan itu tidak berarti anda harus kaya. Wassalam. alamat email: [EMAIL PROTECTED] "Agus Rasidi" <[EMAIL PROTECTED] l.com> To AR-ROYYAN <[email protected]> 04/07/2008 02:11 cc PM Subject [Ar-Royyan-7535] Fwd: Umat yang Please respond to Rabun Dekat [EMAIL PROTECTED] om ---------- Forwarded message ---------- From: najla abu Date: 7 Apr 2008 12:16 Subject: [Milis_Iqra] Fwd: FW: [ Annahl ] Umat yang Rabun Dekat To: [EMAIL PROTECTED] Umat yang Rabun Dekat Dr. Muhammad Syafii Antoni, M. Ec Diambil dari Majalah SABILI Edisi No. 19 Tahun XV 26 Rabiul Awal 1429 H Teladan kepemimpinan itu sesungguhnya terdapat pada diri Rasulullah saw karena ia adalah kepemimpinan yang holistic (sempurna), accepted (bisa diterima) dan proven (suri teladan). Sempuna karena beliau pemimpin yang mampu mengembangkan kepemimpinan dalam berbagai bidang termasuk diantaranya: membangun pribadi, bisnis, kemandirian, kehidupan Rumah tangga yang harminis, tatanan masyarakat yang akur, system politik yang bermartabat, system pendidikan yang bermoral dan mencerahkan, dan system hokum yang berkeadilan, dan strategi pertahanan yang jitu, serta memastikan keamanan dan perlindungan warga Negara. Kepempinan accepted, karena diakui lebih 1,3 milyar manusia. Sedangkan kepemimpinan yang proven karena sudah terbukti sejak lebih dari 15 abad yang lalu hingga hari ini masih relevan diterapkan. Hanya saja terkadang kita enggan untuk mengambil mutiara hikmah dari suri teladannya karena keangkuhan atau kebodohan diri. Faktor lain yang mereduksi nilai keteladanan kepemimpinan dan manajemen Rasulullah saw adakah rabun dejat kaum muslim. Yang dimaksud dengan rabun dekat adalah ketidakmampuan melihat perjalanan hidup Rasulullah saw secar alengkap dan holistic baik dimensi sosial, politik, militer, edukasi dan legal, kemudian memformulasikan nilai-nilai keteladanan tersebut kedalam suatu model yang diteladani dengan mudah. Saat ini cara pandang kebanyakan kita terhadap Rasulullah saw adalah satu sisi. Artinya, hanya menjadikan Muhammad saw sebagai pemimpin keagamaan saha. Daerah teritorialnya hanya dimasjid dan mushalla. Kita menjadikan Muhammad saw sebagai panutan saat kita shalat saja, ttapi bila sudah keluar dari masjid lalu masuk ke bank atau lembaga keuangan lainnya, maka suri teadannya ditinggalkan. Setiap musim maulid tiba, banyak diantara kita yang membaca shalawat-shalawat panjang. Diba dan Barzanji. Tetapi semua itu sebatas dikumandangkan di masjid, madrasah dan rumah-rumah saja. Saat kita kembali ke kantor ternyata kantor kita kosong dari nilai-nilai akhlak dn keluhuran budi perkerja sepertai yang diajakarkan Barzanji. "Walhasil, shalawat terus kita baca, barzanji selalu kita kumandangkan, tetapi perusahaan kita semakin jauh dari teladan Rasulullah saw. Bahkan tidak jarang semakin hari semakin dekat ke budaya Yahudi dan Kapitalistik. Si kuat memakan silemah. Keuntungan materi lebih diutamakan dari akhlak dan syariah. Disisi lain, terkadang kita juga terjebak kedalam "kultus" yang tidak dibenarkan syariah dan Rasulullah saw sendiri. Tak dipungkiri bahwa memuliakan Rsulullah saw adalah wajib, membaca shalawat kepadanya adalah sunnah, membela kehormatannya adalah fadhu kifayah bahakan bisa menjadi fardhu ain dalam situasi tertentu. Dalam hal ini, tentu tidak harus membawa kita ke jurang "pendewaan" Rasulullah saw uang tidak proporsional seperti diajarkan al-Quran dan Sunnah Shahihah. Rasulullah saw sendiri dalambeberapa kesempatan pernah mengatakan "janganlah kalian terlalu mengagungkan- agungkan aku seperti halnya kaum Kristen mendewakan Isa bin maryam, sesungguhnya aku ini manusia biasa, putra seorang wanita Makkah yang memakan daging yang dikeringkan (lauk sederhana). Panggillah aku Rasulullah dan hamba Allah" (HR. Bukhari dan Tirmidzi). Banyak diantara kita yang memposisikan Rasulllah saw terlalu melangit, tinggi dan jauh diatas sehingga mendekati posisi dewa atau anak dewa. Akibatnya beliau menjadi "asing" bagi kita dan tidak bisa ditiru dan dijadikan suri tauladan lagi. Muhammad saw adalah manusia yang luar biasa, namun bukan tidak mungkin untuk diteladani dan diikuti jejak-jejak kesuksesannya yang multi dimensi. Salah seorang guru leadership menyatakan bahwa pemimpin yang baik memberikan inspirasi. Muhammad saw sebagai teladan bisa kita copy paste. Muhammad saw telah berhasil membangun suatu tatanan sosial yang ideal dengan memperkenalkan nilai-niai kesetaraan universal, semangat kemajemukan dan multikulturalisme, rule of law, dan sebagainya. Kelhuran akhlak Rasulullah menjadi salah satu faktor kesuksesan beliau, baik sebagai pribadi, pemimpin keluarga, bisnis dan masyarakat. Kesuksesan tersebut bukanlah kesuksesan yang berumur pendek, tetapi merupaan kesuksesan yang berumur panjang, melebihi usia beliau sendiri, karena selalu dikenang dan diteladani sepanjang masa ------------------------------------------------------------------ - Milis Masjid Ar-Royyan, Perum BDB II, Sukahati, Cibinong 16913 - - Website http://www.arroyyan.com ; Milis jamaah[at]arroyyan.com - Abu Muhammad Hasan bin Ali bin Abi Thalib, cucu dan kesayangan Rasulullah SAW, berkata: Saya hafal salah satu dari sabda Rasulullah SAW., Tinggalkanlah apa yang meragukanmu dan kerjakanlah apa yang tidak meragukanmu. (Diriwayatkan oleh Tirmidzi dan Nasai. Tirmidzi berkata, Ini hadits hasan lagi shahih) ------------------------------------------------------------------ - Milis Masjid Ar-Royyan, Perum BDB II, Sukahati, Cibinong 16913 - - Website http://www.arroyyan.com ; Milis jamaah[at]arroyyan.com - Abu Muhammad Hasan bin Ali bin Abi Thalib, cucu dan kesayangan Rasulullah SAW, berkata: Saya hafal salah satu dari sabda Rasulullah SAW., Tinggalkanlah apa yang meragukanmu dan kerjakanlah apa yang tidak meragukanmu. (Diriwayatkan oleh Tirmidzi dan Nasai. Tirmidzi berkata, Ini hadits hasan lagi shahih) ------------------------------------------------------------------ - Milis Masjid Ar-Royyan, Perum BDB II, Sukahati, Cibinong 16913 - - Website http://www.arroyyan.com ; Milis jamaah[at]arroyyan.com - Abu Muhammad Hasan bin Ali bin Abi Thalib, cucu dan kesayangan Rasulullah SAW, berkata: Saya hafal salah satu dari sabda Rasulullah SAW., Tinggalkanlah apa yang meragukanmu dan kerjakanlah apa yang tidak meragukanmu. (Diriwayatkan oleh Tirmidzi dan Nasai. Tirmidzi berkata, Ini hadits hasan lagi shahih)

