Rabu, 09 April 2008 Film Kun Fayakuun Solusi Masalah Keluarga
Setelah sukses dengan Ayat Ayat Cinta, satu lagi film religi bakal menghiasi panggung layar perak nasional. Kun Fayakuun begitu judul film yang akan mulai beredar di seluruh bioskop Tanah Air pada 17 April mendatang. Di film ini, Agus Kuncoro yang pamornya meroket setelah membintangi serial Para Pencari Tuhan berperan sebagai tokoh utama, Ardan. Agus didampingi oleh Desy Ratnasari yang berperan sebagai istri Ardan. Film yang naskah skenario dan penyutradaraannya digarap oleh Guntur Novaris ini menceritakan sebuah perjalanan doa dari seorang anak manusia yang percaya bahwa kekuasaan Allah di atas segalanya. Tokoh Ardan di film ini menceritakan sosok seorang penjual kaca keliling. Kehidupannya sangat sederhana, tetapi memiliki kegigihan, sabar, tabah, dan selalu ikhlas apa pun cobaan diberikan kepadanya. Ardan terobsesi mengganti gerobaknya dengan sebuah kios. Ardan diceritakan mempunyai seorang istri (Desi Ratnasari) yang solehah, setia, taat kepada suami, dan Tuhannya. Istri Ardan tidak pernah luput mendoakan dan menanti dengan setia kedatangan suaminya sepulangnya dari berjualan kaca keliling. Senyumannya sangat khas untuk membahagiakan hati Ardan. Tutur katanya pun sangat bijak di hadapan kedua buah hati mereka. Sampai ketika keyakinan itu berada pada titik nadir, ternyata sesuatu terjadi pada keluarga tersebut dari arah yang tidak terduga. Yusuf Mansur, pimpinan Pesantren Daarul Quran Wisatahati yang menggagas lahirnya film Kun Fayakuun, mengungkapkan banyak hal yang tiba-tiba saja dapat terjadi dalam kehidupan seseorang. ''Ada Kun Fayakuun-Nya Allah yang kalau kita percaya Allah akan bekerja penuh untuk semua masalah kita. Film ini mudah-mudahan memberikan kontribusi,'' katanya menjelaskan. Wajib beribadah Sebagai film berbasis religi, kru dan pemain yang terlibat selama proses produksi diwajibkan untuk menjalankan ritual. Bahkan, selama itu pula seakan tiada hari dalam sebulan untuk meninggalkan shalat Dhuha. Sampai-sampai ada seorang kru yang selama hidupnya baru pertama kalinya melaksanakan ibadah shalat Dhuha. Namun, kru tersebut harus menaati peraturan shalat Dhuha yang telah ditetapkan Yusuf Mansur sebagai syarat kru sebelum shooting dilaksanakan setiap harinya. Di samping itu shalat lima waktu otomatis menjadi syarat lainya yang mutlak dan wajib dijalankan seluruh kru film. Atas dasar ketentuan itulah yang mengantarkan terpilihnya sosok Agus Kuncoro membintangi tokoh utama di film ini. ''Ketika di awal saya kaget, tampang seperti ini tetap puasa Senin-Kamis dan getol bersedekah,'' kata ustadz bertubuh mungil ini. Sedangkan Desy Ratnasari terlibat di film ini gara-gara ketertarikannya pada ceritanya. Dan, pelantun Tenda Biru ini pun mengaku senang dilibatkan dalam film religi tersebut. ''Pastinya saya senang sekali menjadi bagian dari Kun Fayakuun. Film ini bagi saya betul-betul cocok dengan usia saya, cocok juga dengan hati, cocok harga. Saya bilang sama ustadz, ''Ustadz, bagus banget!. Saya baca skenarionya sederhana sekali, tapi sangat menyentuh hati saya,'' katanya. Menurut Desi, ketika membaca skenarionya, ia sempat menangis. ''Saya langsung telefon ustadz, dan bilang bahwa saya mau ikut dan belum ngomongin harga.'' Bahkan ada sebuah scene dalam film ini yang membuat hati Desy tergerus. Scene penuh drama itu tat kala dia mengalami kehabisan nasi. ''Alhamdulillah, saya belum pernah sampai kehabisan nasi. Dalam film itu saya harus mampu memerankan seorang ibu yang kekurangan nasi. Sampai-sampai saya harus memungut nasi satu-satu yang tersisa di dalam sangku nasi untuk kemudian saya makan langsung dengan jari saya,'' papar pesinetron ini. ( dam/ika/akb ) http://www.republika.co.id/Koran_detail.asp?id=329724&kat_id=383

