info terbaru di Depok, minyak tanah sudah mendekati angka Rp 8.000/liter nya, 
sementara gas langka dimana-mana ...... ( 9 Apr 2008 )



PEMBUATAN BRIKET ARANGDARI SERBUK GERGAJI 

Pendahuluan 

Pada awal perkembangannya, kayu adalah sumber bahan bakar yang paling banyak 
dipakai karena mudah didapat dan sederhana penggunaannya. Namun dewasa ini 
tekanan terhadap hutan sangatlah berat sehingga mengurangi persediaan kayu 
sebagai bahan bakar. Untuk itu diperlukan alternatif penggantiannya, dan salah 
satunya adalah pembuatan briket arang. Dalam upaya pemanfaatan limbah serbuk 
gergaji, dimana serbuk gergaji merupakan bahan yang masih mengikat energi, oleh 
karena itu rantai pelepasan energi dimaksud diperpanjang dengan cara 
memanfaatkan serbuk gergaji sebagai bahan pembuatan briket arang. 

Manfaat Briket Arang 

Dengan penggunaan briket arang sebagai bahan bakar maka kita dapat menghemat 
penggunaan kayu sebagai hasil utama dari hutan. Selain itu penggunaan briket 
arang dapat menghemat pengeluaran biaya untuk membeli minyak tanah atau gas 
elpiji.Dengan memanfaatkan serbuk gergaji sebagai bahan pembuatan briket arang 
maka akan menningkatkan pemanfaatan limbah hasil hutan sekaligus mengurangi 
pencemaran udara, karena selama ini serbuk gergaji kayu yang ada hanya dibakar 
begitu saja.Manfaat lainnya adalah dapat meningkatkan pendapatan masyarakat 
bila pembuatan briket arang ini dikelola dengan baik untuk selanutnya briket 
arang dijual.Bahan pembuatan briket arang mudah didapatkan disekitar kita 
berupa serbuk kayu gergajian. 

Cara Pembuatan Briket Arang : 

1. Peralatan 

  a.. Ayakan ukuran lolos 50 mesh dan 70 mesh 
  b.. Cetakan briket 
  c.. Oven. 
2. Bahan 

- Serbuk gergaji 

- Tempurang kelapa 

- Lem kanji 

Proses pembuatan media tumbuh jamur adalah sebagai berikut : 

- Pengarangan 

Serbuk gergaji dan tempurung kelapa dibuat arang dengan pengarangan manual 
(dibakar). 

- Pengayakan 

Pengayakan maksud untuk menghasilkan arang serbuk gergajian dan tempurung 
kelapa yang lembut dan halus. Arang serbuk gergaji diayak dengan saringan 
ukuran kelolosan 50 mesh dan arang tempurung kelapa dengan ukuran 70 mesh. 

- Pencampuran media 

Arang serbuk gergaji dan tempurung kelapa yang telah disaring selanjutnya 
dicampur dengan perbandingan arang serbuk gergaji 90 % dan arang tempurung 
kelapa 10 %. Pada saat pencampuran ditambah dengan lem kanji sebanyak 2,5 % 
dari seluruh campuran arang serbuk gergaji dan tempurung kelapa. 

Pencetakan Briket Arang 

Setelah bahan-bahan tersebut dicampur secara merata, selanjutnya dimasukkan ke 
dalam cetakan briket dan dikempa.

+++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++

SAMPAH BISA JADI BRIKET

Jangan buang atau bakar daun yang berjatuhan! Sampah organik itu ternyata bisa 
diolah menjadi briket atau bahan bakar padat untuk memasak. dengan demikian, 
Anda tak perlu keluar uang atau pusing mencari minyak tanah atau gas.

Briket dari sampah dedaunan ini merupakan hasil penelitian usman (26), guru 
SMAN 17 Palembang, Sumatra Selatan. Sarjana Biologi dari Universitas Sri-Wajaya 
ini merupakan salah satu dari 10 peraih penghargaan dalam bidang pendidikan 
sains. Usman memperoleh hadiah Rp 17,5 juta.

Ditemui usai penerimaan penghargaan di Ball Room Hotel, Sangrila Jakarta Pusat 
Rabu (13/2), Usman menjelaskan, ide membuat briket dedaunan ini muncul tahun 
2006. Gagasan itu terealisasi tahun 2007 dan dilombakan diajang Indonesia Toray 
Science Foundation ( ITSF ) yang di gelar tiap tahun 

Sebagai orang yang banyak menggeluti dunia Biologi, Usman teringat dengan batu 
bara. Briket itu ternyata berbahan bakunya bisa dari mana saja. Saat itu juga 
Usama langsung bereaksi dan meyakini bahwa sampah dedaunan bisa juga dijadikan 
briket.

"Jadi buat masyarakat jika banyak sampah daun-daunan sebaiknya jangan dibuang 
begitu saja. Jangan juga cuma dibuat pupuk kompos. Ternyata sampah dedaunan  
bisa dibuat menjadi briket. Caranya sangat mudah dan hasil penelitian saya ini 
bisa diadopsi masyarakat Jakarta, " tutur Usman.

Hasil penelitian Usman dinyatakan berhasil dan berguna buat banyak orang. Di 
SMA 17 Palembang, program pengolahan sampah dedaunan menjadi sebuah briket 
diajarkan kepada siswa. "Kami menjadi pilot project buat sekolah lain," katanya.

Sementara itu, Arif Kusmianto (40), asal Sidoarjo, Jawa Tengah, yang sekarang 
mengajar di SMAN 1 Bulukumba, Sulawesi Selatan, mempersembahkan hasil karya 
berupa bahna bakar nabati dari biji-bijian.

Menurut arif, biji rambutan, biji buah banci, biji buah gayam, dan biji kelor 
bisa dijadikan bahan bakar nabati. Caranya dengan merendam biji-bijian dari 
satu jenis buah itu dicampur  alcohol  selama 24 jam atau sehari penuh. 
Rendaman harus ditutup rapat sehingga terjadi penguapan.

Selanjutnya dilakukan proses destilasi yang bertujuan untuk memisahkan 
penguapan tadi yang kemudian dibakar. "Hasilnya memang sedikit, karena sebagian 
berubah menjadi seperti minyak nabati yang bisa digunakan untuk bahan bakar 
ataun lilin.

Cara buat briket sampah

1. Kumpulkan sampah daun di halaman rumah
2. Sampah dibakar bersama campuran lem kanji dan arang batok kelapa.
3. Lamanya pembakaran tergantung dari volume sampah daun.
4. Campuran sampah daun, lem kanji, dan batok kelapa jangan sampai jadi arang.
5. Hasil pembakaran dicetak ke dalam pipa paralon.
6. Cetakan itu dikeringkan 1-2 hari dan hasilnya siap untuk memasak. Biasanya 
untuk tukang sate.

Sumber : - Warta Kota

http://selatan.jakarta.go.id/bangunpraja/index.php?option=com_content&task=view&id=89&Itemid=1

+++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++

INOVASI KOMPOR SAMPAH

Sampah adalah benda tak berguna. Tapi, tahukah Anda, sampah bisa dijadikan 
bahan bakar pengganti minyak? 

Bahan bakar berbentuk briket itu pertama dikembangkan oleh kelompok aktivis 
lingkungan hidup Nepal. Foundation for Sustainable Technologie (FoST) --nama 
LSM itu-- melirik potensi yang terkandung dalam sampah yang menumpuk dan 
mengotori jalan dan sungai di Kathmandu dan kota-kota lain di Nepal.

Lantas muncullah ide pembuatan briket sampah, meniru briket batu bara yang 
lebih dulu dikenal masyarakat Nepal. Bedanya, residu dan asap briket batu bara 
sangat mengotori udara, sedangkan briket sampah relatif lebih bersih. Tak 
berasap, tak beresidu. Selain itu, cara memproduksi briket sampah itu terbilang 
mudah. 

Cara pembuatan briket

Sampah-sampah yang digunakan sebagai bahan mentah briket adalah sampah kertas, 
bambu, serbuk gergaji, ampas tebu, daun, dan sampah organik lainnya.

Setelah dipilah, material tersebut dimasukkan ke sebuah tong berisi air yang 
dipanaskan. Lalu sampah-sampah itu dihancurkan dan diaduk laiknya membuat bubur 
kertas. Tak ada bahan kimia yang digunakan.

Kemudian bubur sampah tadi dicetak. Ada yang berbentuk cakram dengan lubang di 
tengahnya, ada juga yang berbentuk tablet. Ukuran garis tengahnya 5 cm dengan 
tebal 5 cm pula. Ada juga yang dicetak dengan genggaman tangan. Saat ini, FoST 
mengembangkan 10 jenis briket sampah.

Cara menggunakan

Untuk pembakaran, FoST juga memperkenalkan kompor khusus yang disebut rocket 
stove (kompor roket) berbentuk tabung dengan garis tengah sekitar 10 cm. Pada 
bagian bawahnya dipasang kipas angin bertenaga baterai untuk membantu 
pembakaran. Baterai yang digunakan, dua buah baterai 1,5 volt itu, yang tahan 
untuk sebulan penuh. Cukup praktis. 

Apa Indonesia bakal turut menggunakan teknologi tepat guna ini? Saya harap 
begitu. Kita tunggu saja nanti. 

http://tianarief.multiply.com/journal/item/968/inovasi_Kompor_Sampah


<<lightbulb.png>>

<<thumbs_up.png>>

Kirim email ke