Pengalaman saya di India pak, bahwa di sono  briket dari limbah
pertanian ( kulit & batang kedelai, kulit kacang, serbuk gergajian),
sudah dijual bebas ditoko2 dan juga untuk Industri.pabrik kami di sono
memakai briket ini untuk bahan baker ketel uapnya...

Ayo siapa yang mo pioneer mengemangkan pasar briket ini? Teknologinya
simple & bahan baku banyak.. hanya masalahnya memang tidak mudah
mengubah perilku masyarakat/pasar dalam penggunaan energi..."dibalik
kesulitan ada peluang !"

 

Wassalam.

 

________________________________

From: Agus Rasidi [mailto:[EMAIL PROTECTED] 
Sent: Wednesday, April 09, 2008 3:58 PM
To: MILIS RW 14; MILIS LINTAS BODEBA; MILIS DKM AL IKHLAS; MILIS
AR-ROYYAN
Subject: Briket Sampah.... Why not ???? Boleh dicoba di lingkungan kita

 

info terbaru di Depok, minyak tanah sudah mendekati angka Rp 8.000/liter
nya, sementara gas langka dimana-mana ...... ( 9 Apr 2008 )

 

PEMBUATAN BRIKET ARANGDARI SERBUK GERGAJI 

Pendahuluan 

Pada awal perkembangannya, kayu adalah sumber bahan bakar yang paling
banyak dipakai karena mudah didapat dan sederhana penggunaannya. Namun
dewasa ini tekanan terhadap hutan sangatlah berat sehingga mengurangi
persediaan kayu sebagai bahan bakar. Untuk itu diperlukan alternatif
penggantiannya, dan salah satunya adalah pembuatan briket arang. Dalam
upaya pemanfaatan limbah serbuk gergaji, dimana serbuk gergaji merupakan
bahan yang masih mengikat energi, oleh karena itu rantai pelepasan
energi dimaksud diperpanjang dengan cara memanfaatkan serbuk gergaji
sebagai bahan pembuatan briket arang. 

Manfaat Briket Arang 

Dengan penggunaan briket arang sebagai bahan bakar maka kita dapat
menghemat penggunaan kayu sebagai hasil utama dari hutan. Selain itu
penggunaan briket arang dapat menghemat pengeluaran biaya untuk membeli
minyak tanah atau gas elpiji.Dengan memanfaatkan serbuk gergaji sebagai
bahan pembuatan briket arang maka akan menningkatkan pemanfaatan limbah
hasil hutan sekaligus mengurangi pencemaran udara, karena selama ini
serbuk gergaji kayu yang ada hanya dibakar begitu saja.Manfaat lainnya
adalah dapat meningkatkan pendapatan masyarakat bila pembuatan briket
arang ini dikelola dengan baik untuk selanutnya briket arang
dijual.Bahan pembuatan briket arang mudah didapatkan disekitar kita
berupa serbuk kayu gergajian. 

Cara Pembuatan Briket Arang : 

1. Peralatan 

*       Ayakan ukuran lolos 50 mesh dan 70 mesh 

*       Cetakan briket 

*       Oven. 

2. Bahan 

- Serbuk gergaji 

- Tempurang kelapa 

- Lem kanji 

Proses pembuatan media tumbuh jamur adalah sebagai berikut : 

- Pengarangan 

Serbuk gergaji dan tempurung kelapa dibuat arang dengan pengarangan
manual (dibakar). 

- Pengayakan 

Pengayakan maksud untuk menghasilkan arang serbuk gergajian dan
tempurung kelapa yang lembut dan halus. Arang serbuk gergaji diayak
dengan saringan ukuran kelolosan 50 mesh dan arang tempurung kelapa
dengan ukuran 70 mesh. 

- Pencampuran media 

Arang serbuk gergaji dan tempurung kelapa yang telah disaring
selanjutnya dicampur dengan perbandingan arang serbuk gergaji 90 % dan
arang tempurung kelapa 10 %. Pada saat pencampuran ditambah dengan lem
kanji sebanyak 2,5 % dari seluruh campuran arang serbuk gergaji dan
tempurung kelapa. 

Pencetakan Briket Arang 

Setelah bahan-bahan tersebut dicampur secara merata, selanjutnya
dimasukkan ke dalam cetakan briket dan dikempa.

+++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++

SAMPAH BISA JADI BRIKET

Jangan buang atau bakar daun yang berjatuhan! Sampah organik itu
ternyata bisa diolah menjadi briket atau bahan bakar padat untuk
memasak. dengan demikian, Anda tak perlu keluar uang atau pusing mencari
minyak tanah atau gas.

Briket dari sampah dedaunan ini merupakan hasil penelitian usman (26),
guru SMAN 17 Palembang, Sumatra Selatan. Sarjana Biologi dari
Universitas Sri-Wajaya ini merupakan salah satu dari 10 peraih
penghargaan dalam bidang pendidikan sains. Usman memperoleh hadiah Rp
17,5 juta.

Ditemui usai penerimaan penghargaan di Ball Room Hotel, Sangrila Jakarta
Pusat Rabu (13/2), Usman menjelaskan, ide membuat briket dedaunan ini
muncul tahun 2006. Gagasan itu terealisasi tahun 2007 dan dilombakan
diajang Indonesia Toray Science Foundation ( ITSF ) yang di gelar tiap
tahun 

Sebagai orang yang banyak menggeluti dunia Biologi, Usman teringat
dengan batu bara. Briket itu ternyata berbahan bakunya bisa dari mana
saja. Saat itu juga Usama langsung bereaksi dan meyakini bahwa sampah
dedaunan bisa juga dijadikan briket.

"Jadi buat masyarakat jika banyak sampah daun-daunan sebaiknya jangan
dibuang begitu saja. Jangan juga cuma dibuat pupuk kompos. Ternyata
sampah dedaunan  bisa dibuat menjadi briket. Caranya sangat mudah dan
hasil penelitian saya ini bisa diadopsi masyarakat Jakarta, " tutur
Usman.

Hasil penelitian Usman dinyatakan berhasil dan berguna buat banyak
orang. Di SMA 17 Palembang, program pengolahan sampah dedaunan menjadi
sebuah briket diajarkan kepada siswa. "Kami menjadi pilot project buat
sekolah lain," katanya.

Sementara itu, Arif Kusmianto (40), asal Sidoarjo, Jawa Tengah, yang
sekarang mengajar di SMAN 1 Bulukumba, Sulawesi Selatan, mempersembahkan
hasil karya berupa bahna bakar nabati dari biji-bijian.

Menurut arif, biji rambutan, biji buah banci, biji buah gayam, dan biji
kelor bisa dijadikan bahan bakar nabati. Caranya dengan merendam
biji-bijian dari satu jenis buah itu dicampur  alcohol  selama 24 jam
atau sehari penuh. Rendaman harus ditutup rapat sehingga terjadi
penguapan.

Selanjutnya dilakukan proses destilasi yang bertujuan untuk memisahkan
penguapan tadi yang kemudian dibakar. "Hasilnya memang sedikit, karena
sebagian berubah menjadi seperti minyak nabati yang bisa digunakan untuk
bahan bakar ataun lilin.

Cara buat briket sampah

1. Kumpulkan sampah daun di halaman rumah
2. Sampah dibakar bersama campuran lem kanji dan arang batok kelapa.
3. Lamanya pembakaran tergantung dari volume sampah daun.
4. Campuran sampah daun, lem kanji, dan batok kelapa jangan sampai jadi
arang.
5. Hasil pembakaran dicetak ke dalam pipa paralon.
6. Cetakan itu dikeringkan 1-2 hari dan hasilnya siap untuk memasak.
Biasanya untuk tukang sate.

Sumber : - Warta Kota

http://selatan.jakarta.go.id/bangunpraja/index.php?option=com_content&ta
sk=view&id=89&Itemid=1
<http://selatan.jakarta.go.id/bangunpraja/index.php?option=com_content&t
ask=view&id=89&Itemid=1> 

+++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++

INOVASI KOMPOR SAMPAH

Sampah adalah benda tak berguna. Tapi, tahukah Anda, sampah bisa
dijadikan bahan bakar pengganti minyak? 

Bahan bakar berbentuk briket itu pertama dikembangkan oleh kelompok
aktivis lingkungan hidup Nepal. Foundation for Sustainable Technologie
(FoST) --nama LSM itu-- melirik potensi yang terkandung dalam sampah
yang menumpuk dan mengotori jalan dan sungai di Kathmandu dan kota-kota
lain di Nepal.

Lantas muncullah ide pembuatan briket sampah, meniru briket batu bara
yang lebih dulu dikenal masyarakat Nepal. Bedanya, residu dan asap
briket batu bara sangat mengotori udara, sedangkan briket sampah relatif
lebih bersih. Tak berasap, tak beresidu. Selain itu, cara memproduksi
briket sampah itu terbilang mudah.  

Cara pembuatan briket

Sampah-sampah yang digunakan sebagai bahan mentah briket adalah sampah
kertas, bambu, serbuk gergaji, ampas tebu, daun, dan sampah organik
lainnya.

Setelah dipilah, material tersebut dimasukkan ke sebuah tong berisi air
yang dipanaskan. Lalu sampah-sampah itu dihancurkan dan diaduk laiknya
membuat bubur kertas. Tak ada bahan kimia yang digunakan.

Kemudian bubur sampah tadi dicetak. Ada yang berbentuk cakram dengan
lubang di tengahnya, ada juga yang berbentuk tablet. Ukuran garis
tengahnya 5 cm dengan tebal 5 cm pula. Ada juga yang dicetak dengan
genggaman tangan. Saat ini, FoST mengembangkan 10 jenis briket sampah.

Cara menggunakan

Untuk pembakaran, FoST juga memperkenalkan kompor khusus yang disebut
rocket stove (kompor roket) berbentuk tabung dengan garis tengah sekitar
10 cm. Pada bagian bawahnya dipasang kipas angin bertenaga baterai untuk
membantu pembakaran. Baterai yang digunakan, dua buah baterai 1,5 volt
itu, yang tahan untuk sebulan penuh. Cukup praktis. 

Apa Indonesia bakal turut menggunakan teknologi tepat guna ini? Saya
harap begitu. Kita tunggu saja nanti.  

http://tianarief.multiply.com/journal/item/968/inovasi_Kompor_Sampah
<http://tianarief.multiply.com/journal/item/968/inovasi_Kompor_Sampah> 

 

<<image003.gif>>

<<image004.gif>>

Kirim email ke