Neno Warisman: Manajemen Shalat Pada Anak (Bag. 3)



Pengalaman Bunda Sendiri Gimana?

Masing masing anak kan berbeda ya. Adakan anak yang suka membaca dia suka 
berpikir, ketika menunda sholat dia beralasan "Sholat itu harus dikerjakan 
dengan ikhlas, kalau hanya ingin dibilang sholat percuma". Kita biarkan dulu 
pendapat dia seperti itu. Yang lain misalnya suka cari perhatian, sholatnya 
cepat sekali. Tiba tiba dia bilang "Aku sudah sholat." Kita biarkan dulu. Nah 
ada juga anak yang lambat sekali kalau disuruh sholat. Misalnya sholat isya 
lama dia nggak sholat. Tapi pas mau tidur dia bilang "Aku ngantuk sekali, tapi 
aku belum sholat." Sambil merengek. Ada juga yang tetep main rapi ketika waktu 
sholat dia berhenti dan sholat.

Berikan waktu pada anak anak untuk memproses dirinya. Anak anak saya juga 
seperti anak yang lain. Kadang mereka mudah sekali, kadang susah sekali. Ya 
biasanya di antara. dua kutub itulah. Tapi saya menikmati proses itu. Ada 
kalanya mereka tiba tiba bilang, "Bunda aku kemaren sholat lima waktu Iho, 
waktu Bunda pergi. Sekarang aku mau sholat lima waktu lagi." Wah kalau 
mendapati itu, kita apresiasi yang sangat tinggi. Kita bisa kasih hadiah, tapi 
usahakan jangan benda.

Hal yang harus dilakukan orangtua adalah membuat varian yang banyak sekali, 
agar perintah sholat itu tidak monoton. Itu yang paling dibenci anak anak. Jadi 
kata. yang sama, anak benci banget. Banyak cara untuk meminta anak sholat, 
untuk memberikan motivasi.

Suatu hari misalnya kita ketawa, maghrib sudah lewat kita, pandang matanya. 
Anak-anak biasanya suka salah tingkah kalau dipandangi begitu. Baru kita. 
berikan makna di belakang itu, kita bilang, "Di surga itu katanya ada anak anak 
yang Allah sayang sekali sama mereka. Ternyata dulunya anak-anak itu 
mengerjakan sholat tanpa diminta."

Orang tua kebanyakan pakai target. Target¬target contreng, jadi keimanan 
dicontreng. Misalnya anaknya tiga, didata anaknya. Ditanyain satu per satu. 
Kalau begitu menurut saya tidak ada kenikmatan sholat di sana. Satu hal lagi 
yang saya coba jalankan, berikan kesempatan anak melihat saat kita dan air mata 
kita saat kita sholat. Ada saatnya kita perlu "show up" di hadapan anak anak. 
Ketika sholat anak¬anak tahu kita. menangis, biasanya anak akan bertanya kenapa 
ayah atau ibunya menangis ketika sholat.'Kita jelaskan bahwa kita menangis 
karena bahagia, melalui sholat itu kita bisa sujud pada Allah. Setelah itu 
boleh jadi dia akan main lagi, tapi itu membekas pada anak.

Lalu di depan anak, berdoalah untuk dia. Ciptakan suasana yang sangat nyaman 
ketika sholat berjama'ah di rumah. Itu biasanya dilakukan oleh ibu di rumah. 
Kalau saya biasanya habis shubuh adalah saat yang paling disukai anak anak 
saya. Biasanya main kuis atau shalawat bersama. jadi dempetkan waktu sholat itu 
dengan kegiatan yang menarik. jadi image yang terbangun adalah waktu sholat itu 
adalah waktu yang menyenangkan.

Lalu bagaimana sikap kita sebagai orang tua ketika menghadapi keengganan anak 
melakukan sholat?

Sebenarnya kalau orang tua mau jujur, mereka juga mengalami saat di mana ada 
perasaan malas melakukan sholat. Tapi boleh Jadi bagi orang tua yang jaim (jaga 
image -red) akan serta merta menjawab tidak pernah merasa malas ketika sang 
anak bertanya apakah orang tuanya pernah merasa malas sholat. Padahal boleh 
jadi kita sebagai orang tua baru mulai sholat pada usia 25 tahun.

***

Pemilik nama panjang Titi Widoretno Warisman ini memang sudah sejak lama peduli 
dengan dunia pendidikan anak. Salah satu kepeduliannya diwujudkan melalui 
Yayasan Kita dan Buah Hati yang dirintisnya bersama pakar dunia pendidikan anak 
Elly Risman Musa, yang juga pernah Auladi wawancarai pada edisi sebelum. ini, 
pada tahun 1992. Tak berlebihan kiranya kalau belum lama ini salah satu radio 
swasta memilihnya sebagai Ibu Teladan.

Tak berpuas diri untuk mewujudkan generasi yang lebih baik, belum lama ini Neno 
bersama Kak Seto (Seto Mulyadi) membentuk Neno-Seto Foundation. Yang menarik 
salah satu concern yang digeluti lembaga, ini adalah soal peran keayahan. Hal 
yang boleh jadi belum seumum peran keibuan

Apa sih yang menjadi impian Neno-Seto Foundation? Soal lembaga yang didirikan 
bersama Kak Seto?

Seto-Neno Foundation punya keinginan suatu saat menjadi lembaga yang dipercaya 
untuk memberikan edukasi, inspirasi bagi berkembangnya anak-anak. 
Keberbakatannya, kesempatan dia. untuk tidak hanya bersekolah formal saja. Yang 
terpenting adalah pendidikan yang berbasis karakter. Salah satu hal yang ingin 
Neno-Seto Foundation wujudkan itu adalah terbentuknya 20 karakter mulia, 
terurtama pada anak anak. Kan ada tuh 20 karakter internasional. Hal yang utama 
kita ingin anak, anak dari lingkungan miskin memiliki kesempatan lebih baik. 
Kedua adalah menggairahkan peran keayahan.

Kalau peran keibuan kan sudah dilakukan oleh banyak orang. Ternyata dengan 
memperbaiki kualitas peran keayahan, kualitas anak dan generasi secara. 
otomatis akan terperbaiki. Saya pernah mewawancarai 100 anak muslim terpandai. 
Ternyata yang dapat rekomendasi baik itu adalah anak-anak yang memiliki ayah 
dalam hidup mereka. Bukan hanya sekedar pintar tapi juga cerdas. Anak-anak yang 
pintar saja, lahir dari kondisi 'kosong' ayah. Berayah tapi tiada ayah. Hal itu 
berat, kita lihat dari mata mereka. Pilihan-pilihan mereka, itu terlihat getir. 
Itu karena mereka tidak pernah dipeluk ayah mereka, atau ditinju sayang, ketika 
sudah mulai baligh mereka sudah dianggap besar. Ternyata remaja-remaja yang 
hanya pintar itu mereka nggak punya ayah yang bisa menjadi teman bermain 
mereka. Kalau begitu mereka nggak bisa menjadi ayah yang baik dengan dibesarkan 
dengan cara begitu.

Ayah yang human, yang kaya, bisa manjat pohon, bisa ngajarin anaknya bercocok 
tanam, nanem pupuk, bisa nyebrangin sungai. Yang mengajak merusakkan satu radio 
rusak sama­-sama. Ayah-ayah yang begitu akan menjadikan anak-anak laki-laki 
mereka sangat kaya. Nah itu yang menjadi concern Seto-Neno Foundation, 
menyemangati dan menyegarkan kembali para ayah untuk mengambil peran 
pendidikan. Kalau ibunya tentu saja kita juga mengadakan program untuk para 
ibu, terutama para ibu dari ekonomi yang sangat rentan.

Impian dan harapan Bunda saat ini?

Saya ingin ada suatu rujukan. Kalau dalam institusi formal negara ini saya 
ingin ada kementrian anak dan remaja. Karena selama ini anak hanya 
dititip-titipkan, di departemen agama, departemen pendidikan. Ternyata sama 
departemen pendidikan nasional, anak hanya diurus sekolah formalnya saja, 
hatinya tidak. Dan di wilayah tata kota, tidak ada yang ramah pada anak-anak. 
Anak-anak menjadi komunitas yang terdzolimi. Untuk orang cacat mungkin sudah 
mulai, tapi untuk anak belum ada.

Di jerman nggak boleh ada mainan pistol~ pistolan. Karena anak dilindungi dari 
ide kekerasan. Itu keputusan besar sebuah negara. Kira kan nggak, segala macam 
ada. Terutama yang menjadi concern saya saat ini satu di antara lima anak 
terjangkit narkoba. Dan diprediksi tak lama lagi HIV yang akan menyerang 
remaja. Komik-komik yang ada saat ini pun menyajikan pornografi. Bener-bener 
hak anak dilanggar.

Nah peran kementrian anak dan remaja itu bertindak bukan kalau anak sudah 
teraniaya. Ke komnas kalau sudah jadi korban. Kalau ini nggak, ini hak dan 
kepentingan anak, lahir batin di dalam rumah dan lingkungannya. Kita harus 
punya strategi peradaban baru untuk generasi ke depan dengan memerikan hak 
mereka. Di sekolah bagaimana, di rumah bagaimana. Sekarang nggak ada. Semua hak 
anak ditabrak, terutama oleh tayangan di televisi. Karena kita nggak punya 
kementrian Anak dan Remaja yang mengatur itu. Kita nggak tahu ini urusan siapa?.

http://www.cybermq.com/index.php?auladi/detail/6/31/auladi-31.html


Kirim email ke